Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~74


__ADS_3

"Hahaha...filmnya gila ya mas." seru Andita saat mereka sudah di dalam mobil dan meninggalkan bioskop.


"Iya." Sahut Bagas datar, hatinya di liputi kesedihan karena waktunya bersama Andita tersisa sebentar lagi.


Andita menoleh kesamping kanannya dan menatap wajah Bagas, wajah yang tadi ceria dan bahagia kini mendung tertutup awan kelabu.


"Mas...,ada apa ?" Tanya Andita.


"Mas sedih setelah ini akan berpisah denganmu." Sahut Bagas lirih.


Bagas melajukan mobilnya ke arah pantai,setelah sampai ia membuka pintu untuk Andita membimbing nya berjalan di atas jembatan yang menjorok ke laut.


Bagas berdiri di tepi jembatan menatap lautan lepas, tangannya menggenggam erat tepian pembatas yang terbuat dari kayu.


Andita memeluk tubuh kekar Bagas dari belakang dan merebahkan wajahnya di bahu bidang pria tampan itu, wangi tubuh yang dulu sangat ia rindukan menguak kisah lalu.


Bagas menoleh saat merasakan belakangnya basah dan tubuh yang memeluknya bergetar, Bagas membalik tubuhnya dan membawa gadis itu kedalam pelukannya.


"Menangislah, lepaskan semua beban dihatimu." Ucap Bagas lembut sambil mengelus rambut Andita.


"Kenapa dulu mas tidak nyusul Dita ke Desa, kenapa mas terlambat menjelaskan semuanya padaku...!!" Tangis Andita semakin menjadi.


"Maafin mas soal itu, waktu itu mas pikir setelah selesai urusan perceraian dengan Hanna baru mas akan menjelaskan semuanya. Tapi mas terlambat...kamu sudah pergi,bahkan beberapa kali mas datang kesana sama sekali tidak menemukan jejakmu" Ungkap Bagas.


Andita mendongak menatap wajah Bagas dirinya merasa bersalah terhadap pria itu, disatu sisi ia tidak terima Bagas membuatnya larut dalam kecewa, menunggu penjelasan hingga akhirnya dirinya memilih pergi dan menjauh.


"Ya,mas terlambat." Ucap Andita


"Maafin Dita mas,Dita egois." Sesal Andita


"Tidak apa-apa sayang, lupa kan soal itu.jadikan sebagai pengalaman,bahwa mengambil keputusan saat emosi itu akan berakhir tidak baik." Jawab Bagas.


"Mas juga banyak salah, selama hubungan kita sudah membohongi mu soal pernikahan mas dengan Hanna." Sambung Bagas


Andita mengangguk membenamkan wajahnya di dada kuat berotot milik Bagas,mereka berpelukan erat satu sama lain.kecupan-kecupan lembut tersapu hangat di puncak kepala Andita,deru angin laut membelai perasaan hati kedua insan berlainan jenis itu.


Hati yang pernah tercabik cinta yang pernah pupus kini kembali bersemi di hati Andita, kenyamanan hati saat bersama pria yang pernah memenuhi hatinya itu kembali ia rasakan.


Air mata gadis itu kembali mengalir deras saat menyadari kalau cinta yang sesungguhnya hanya kepada pria yang memeluknya saat ini,tapi dia bisa apa


takdir mereka berkata lain.


Andita sadar bahwa cintanya kepada Yoga karena kebersamaan bukan berdasarkan hati yang tulus, cinta sejatinya hanya kepada pria yang bersamanya saat ini.

__ADS_1


"Berbahagialah,lupakan cinta kita, lupakan semua kepahitan yang ada.disana ada cinta yang tak kalah besar dari cintaku,tapi perlu kamu ketahui cinta mas untukmu tidak akan mudah terkikis oleh keadaan apapun dan siapapun." Ujar Bagas memecah kebisuan.


"Andai takdirku bukan sebagai kakakmu, mas tidak akan melepaskan mu untuk siapapun." Sambung Bagas.


"Jalanilah kehidupan mu dengan baik,bahagialah dengan pilihanmu, Adikku." Tukas Bagas bergetar bersama deraian air matanya.


"Pulanglah,sambutlah hari bahagiamu.mas sudah meminta Andre mengantarmu." Ucap Bagas pilu menahan kesakitan hatinya.


Andita mengangguk dan masih berurai air mata, tangannya masih melingkar erat di tubuh Bagas.


"Andai tuhan menghendaki, Dita berharap kita bukan kakak dan adik." Isak Andita seraya melepaskan pelukannya dan berlalu meninggalkan Bagas di kegelapan malam.


"Harapanku jauh lebih besar dari harapan mu,sayang." Gumam Bagas menatap pilu kepergian Andita yang kian menjauh.


'Aku tau kau sangat mencintaiku,aku tau kau tidak sepenuhnya mencintai nya Andita. begitupun dengan ku, aku sangat mencintaimu entah sampai kapan cinta ini bisa tergantikan oleh sosok lain.' batin Bagas


Bagas berjalan ke arah mobilnya setelah melihat mobil yang membawa Andita telah pergi,ia duduk di belakang kemudi dan mulai menjalankan mobilnya.


Cinta sejatinya telah pergi, pergi meninggalkan banyak luka dan kepahitan dalam hidupnya. Sungguh miris hidupnya, kedua orang tuanya berpisah bahkan salah satunya akan menghabiskan sisa umurnya di balik jeruji besi. Sementara Brata sudah mereguk kebahagiaan bersama cinta masalalu nya, yakni cinta sejatinya.


Bagas tertawa... menertawakan dirinya.


' Takdir...kau terlalu hebat mempermainkan ku' desah Bagas.


...----------------...


'Maafkan aku mas' batin Andita.


Ponselnya berdering,ia melihat panggilan Ayuningtyas. Andita menggeser tombol hijau dan menerima panggilan dari Ayu.


"Halo ma..." Jawab Andita serak.


"Sayang, kamu kenapa ?" Tanya Ayu panik.


"Dita nggak apa-apa ma." Sahut Andita menyakinkan Ayu.


"Cepatlah pulang, sekarang sudah jam berapa.?!" Ucap Ayu khawatir


"Dita lagi di jalan, pak sopir tolong cepat ya." Tukas Andita pura-pura naik Taxi.


"Sudah ma,30 menit lagi sampai kok." Lanjut Andita.


"Iya nak, hati-hati.!" Seru Ayu saat Andita Sudah memutuskan panggilan nya.

__ADS_1


Ayuningtias mencemaskan keadaan putrinya, khawatir hati anak gadisnya itu kembali terpaut dengan Bagas sementara pernikahan nya dengan Yoga tinggal menghitung hari.


"Sayang, percayalah Putri kita akan kembali sebentar lagi. Mas yakin, Bagas tidak akan berbuat hal-hal yang nekad." Brata menenangkan istrinya.


Ayuningtias menoleh dan menatap suaminya, ada rasa bersalah dan kecemasan yang tidak bisa ia jelaskan saat ini.


Melupakan kebaikan Bagas dan memisahkan cinta mereka, sedangkan Ayuningtyas sangat tau bagaimana cinta kedua anaknya itu.


Banyak alasan membuat Ayuningtyas menutupi semuanya,ia tidak ingin berbesan dengan Anjani setelah tau bahwa Bagas putra perempuan yang sudah merebut suami nya. Dan tidak ingin putrinya kembali disakiti oleh Bagas,tidak ingin putrinya mengalami hidup seperti masalalu nya, mengingat Bagas telah berbohong soal pernikahan nya dari Andita.


"Apa ada yang kamu sembunyikan dari mas ?" Tanya Brata yang memperhatikan Istrinya sejak tadi.


"Tidak.tidak ada mas." Sahut Ayu gelagapan.


"Kalau tidak ada, duduklah dengan tenang." Pinta Brata kepada Ayu.


Ayuningtias tersenyum dan mengangguk lalu duduk di samping suaminya, menanti kedatangan anaknya. Brata meraih ponselnya dan menghubungi Bagas, ia ingin memastikan putranya itu tidak melakukan apapun terhadap Andita.


...----------------...


Bagas menerima telepon dari Brata, ia sudah tau apa yang akan di tanyakan papanya itu.


"Halo, Assalamualaikum pa." Jawab Bagas


"Walaikumsalam.Nak, adikmu mana ?" Tanya Brata langsung.


Bagas tercekat kala mendengar pertanyaan Brata, itu artinya mereka tau bahwa Bagas membawa Andita pergi dan Brata juga tau kalau Bagas ternyata berbohong soal Erwin.


"Bagas...?" Panggil Brata lembut.


"Papa tau nak,papa tau kalian bertemu, dan papa tau kalian sangat mencintai,tapi perlu diingat satu hal, kalian saudara 'Nak." Ucap Brata kemudian.


Bagas terdiam sejenak memikirkan kata-kata Brata barusan,ia menepikan mobilnya.


"Maafin Bagas pa, sudah berbohong tadi. Andita sudah pulang,di antar Andre." Ucapnya pelan.


"Ya sudah,ingat adikmu akan segera menikah.sudahilah semuanya,terima takdir kalian." Ucap Brata sekaligus mengakhiri panggilan nya.


Mereka tidak sadar tidak jauh dari mereka sepasang mata dan telinga mendengar dan melihat semuanya.


"Sialan kamu Andita, ternyata diam-diam kau masih bertemu dengan Bagas. Berani-beraninya kamu mengkhianati kakakku ! Dan kau Bagas sudah membohongi ku !" Seru hati Shinee.


Gadis itu kembali ke kamarnya dan meraih ponselnya, ia tidak terima Bagas mempermainkan perasaan nya juga tidak terima kakaknya di khianati.

__ADS_1


...----------------...


segitu dulu aja ya, ini otak author lagi mumet.kalau ceritanya gak nyambung maaf ya🙏


__ADS_2