
Andita dan Ayuningtyas sudah berada di ruangan VIP ruangan khusus yang di katakan oleh Chang Lie, Yoga menghubungi beberapa sahabat nya yang berprofesi sama dengannya namun lebih ahli di bagian saraf. Mereka merekomendasikan beberapa penawar racun yang paling baik di kelasnya, bahkan mereka juga menawarkan kebaikannya untuk membawa penawar tersebut kepada Yoga meskipun keberadaan sahabatnya itu di negeri seberang.
Tentu saja Yoga akan melakukan apapun untuk calon istrinya, setelah mereka memeriksa kondisi Andita dan mengetahui jenis racun yang menjalar di tubuhnya Yoga shock kala mengetahui racun ganas itu bisa menyebabkan Kelumpuhan. beberapa titik saraf Vital tubuh Andita sudah terkontaminasi oleh bakteri dari racun tersebut, Ia tidak bisa membayangkan jika Andita akan duduk di kursi roda selama nya, ia tidak ingin semua itu terjadi pada calon istrinya.
Ya, dalam tempo 48 jam jika tidak mendapatkan penawar yang tepat maka beberapa syaraf Vital di tubuh Andita akan rusak dan akan mengalami lumpuh permanen.
Pria tampan itu gelisah bukan main matanya merah menyala menatap Bagas yang juga berada di ruangan tersebut, dengan langkah lebar Yoga meraih tubuh Bagas.
Bugh...bugh...bugh...
"Kenapa kamu membiarkan semua itu terjadi sama Andita, huh !!" Seru Yoga menggila
Bagas bangkit sembari mengelus sudut bibirnya yang berdarah, bibirnya mengulas senyum penuh dendam.
Bugh...bugh...bugh....
Bagas membalas serangan Yoga, pergulatan sengit berlangsung di antara mereka.
"Kau menyalahkan ku dalam hal ini ?! Andai aku tak membawanya kerumah sakit ini, dia sudah tewas dari tadi malam. Apa kau tau ?! Bagaimana khawatir kami melihat keadaan Andita, kau pikir hanya kau saja yang merasakan hal itu, huh !!'' tukas Bagas tanpa menghentikan pukulannya
"Dan kau sudah merebutnya dari ku !!" Seru Bagas semakin gila memukul Yoga
"Hentikan !!" Seru Chang Lie
"Ya aku merebutnya, karena kau menyakiti dan mengkhianati nya !!" Seru Yoga tak kalah sengit, tanpa perduli kehadiran Chang Lie di Antara mereka.
Bagas membeku saat mendengar kata-kata rivalnya, ia menyadari kesalahannya yang sudah menyelimuti pernikahan nya dari Andita.
Chang Lie berdiri di antara Yoga dan Bagas, wajah dan tatapan matanya sangat teduh menyejukkan hati siapapun yang melihatnya.
"Apa kalian akan terus bertengkar ?" Tanyanya lembut seraya menatap Bagas dan Yoga
Sementara kedua Pria itu tidak menjawab pertanyaan Chang Lie, mereka hanya saling pandang menyorot kan kemarahan masing-masing.
" Apa kau akan membiarkan adikmu lumpuh seumur hidupnya ? Dan kau akan mempunyai istri lumpuh permanen jika kalian tidak segera menjemput Dr.Jorge di bandara saat ini." Tukas Chang Lie
__ADS_1
Yoga melirik jam di pergelangan tangannya pukul 5 sore itu artinya, waktu pemberian penawar pada Andita hanya menyisakan sedikit waktu saja.
Ia bergegas berlari keluar untuk menjemput Sahabat sekaligus Dokter yang akan menyelamatkan calon istrinya itu, Bagas pun tidak tinggal diam ia pun mengejar langkah lebar Yoga.
"Hei brengsek !! kau membutuhkan mobil. kakimu saja tidak cukup cepat mencapai bandara dalam waktu singkat. " Seru Bagas seraya melempar kan kunci mobilnya pada Yoga
Tanpa pikir panjang Yoga membungkuk dan meraih kunci mobil yang di lemparkan rivalnya itu, sebelum berlalu Yoga menoleh pada Bagas.
"Awas jika kau berani menyentuh Andita saat aku pergi !!" Serunya menunjuk rivalnya dengan tatapan mengancam, lalu menghilang dari pandangan Bagas
Bagas mengepalkan tangannya ia berusaha menerima kenyataan bahwa Andita Adiknya,
Menghilangkan semua perasaan cinta sebagai kekasih bukan hal yang mudah baginya hatinya menjerit dan terluka.
Bugh... Bagas menghantam tembok di hadapannya, air matanya meleleh begitu saja. "Kenapa kau tidak Adil terhadapku Tuhan" desis Bagas di antara tangisnya, sementara darah mengalir di sela-sela jemarinya.
Tangan seseorang menyentuh lembut pundak Pria tampan namun rapuh itu.
"Kak ?" Panggil nya lembut.
"Tanganmu berdarah" ucapnya pelan seraya meraih tangan Bagas.
Bagas menatap tangannya yang berdarah Seraya tersenyum getir "Ini tidak seberapa di bandingkan sakit hatiku" batinnya.
"Ayo kak,kita obati tanganmu." Ajak Shinee
Bagas mengangguk dan mengikuti langkah gadis itu, Shinee menggamit tangan perawatan yang berjaga di ruangan Andita dan Ayuningtyas untuk mengobati tangan Bagas.
Perawat yang di perintah Shinee memberikan pengobatan pada tangan Bagas dan perawat itu sesekali melirik wajah tampan Bagas sambil tersipu malu-malu, Bagas melihat hal itu segera menyentak tangan nya. "Kau mau mengobati tanganku atau mau melirikku !!" Geramnya
"Maaf." Sahut perawat itu
Shinee yang sedang menjaga Andita bangkit menghampiri mereka "Sini biar Shinee yang selesai kan, mbak kembali kesana aja." Ucap Shinee lembut pada mbak perawat.
Dengan telaten Shinee mengobati luka di tangan Bagas. meskipun dirinya tak berminat menjadi bagian tenaga medis seperti keluarga nya, tapi orang tuanya tetap mengajarinya cara pengobatan dasar pada luka-luka ringan seperti yang terjadi di tangan Bagas saat ini.
__ADS_1
Bagas menikmati pemandangan indah yang di suguhkan gadis cantik itu, wajah oriental perpaduan Cina dan jawa sunda menjadi ciri khas tersendiri. Bibirnya merah merekah,pipinya halus tanpa cacat, tubuhnya tinggi semampai, jari-jarinya terjulur lentik merekatkan perban pada tangan Bagas.
Kedua sudut bibir Bagas melengkung membentuk sebuah senyuman manis, senyum mengangumi.
Namun Ego di hatinya kembali bergaung 'Hei Bagas ingat kekasihmu sudah di rebut oleh kakaknya, sikat saja gadis itu !!" Seru egonya mempermainkan perasaan nya.
Tanpa Ba-bi-bu Bagas menyerang bibir gadis itu tangannya terangkat menekan kuat-kuat tengkuk Shinee, Shinee yang terkejut ternganga membuat akses bebas bagi lidah Bagas. Gadis itu tidak terima atas perlakuan Bagas giginya yang tajam menancap kuat di bibir bawah Bagas, sehingga membuat pria itu melepaskan c**mannya.
Plak... plak...
Shinee menampar pipi Bagas, "Untuk tindakan kurang ajar mu !!" Seru Shinee lalu keluar meninggalkan ruangan itu.
Bagas hanya tersenyum menatap kepergian gadis itu, tangannya mengusap bibirnya yang berdarah karena gigitannya.
'Bibirnya manis sekali' gumamnya menyeringai
Shinee menghentak-hentakkan kakinya kesal, kesal karena first kiss nya direnggut oleh Pria kurang ajar itu.
"Mama sama Papa kemana si ? kakak juga lama !! Semua ini gegara kakak !! kalau saja kak Yo gak minta aku buat jagain kakak ipar, pasti first kiss ku gak akan terjamah sia-sia." Shinee mengomel sendiri
Bagas tertawa mendengar omelan gadis cantik itu " Oh jadi ini yang pertama ?" Tanyanya menatap Shinee dengan alis terangkat.
"Berisik !! Pergi kau brengsek !!" Seru Shinee dengan wajah merona malu.
Bukannya pergi Bagas semakin mendekat "Bibirmu manis sekali" bisik Bagas seraya menjilat kilat daun telinga Shinee.
Bagas kembali tertawa, lalu pergi meninggalkan Shinee yang terkejut dengan aksinya barusan.
...----------------...
TBC
jangan lupa tinggalkan jejaknya🙏
vote, like dan tap ❤️
__ADS_1
salam hangat dari Mentari Impian 😘