
Yoga dan Andita kembali kerumah dengan wajah sumringah. “Assalamualaikum!” sapa mereka secara bersamaan.
“Walaikumsalam” sahut Brata dan Ayuningtyas.
Brata dan Ayu menatap keduanya dengan senyuman,mereka tentu saja bahagia melihat kedua calon mempelai tersebut bahagia.
“Bagai mana fitting bajunya sayang ?” tanya Ayu pada Andita ketika gadis itu menciumnya dan duduk di sampingnya.
“Hm...Dita gak banyak nyoba gaunnya ma,soalnya pas liat satu gaun udah pas di hati dan pas juga sama tubuh Dita.” Sahut Andita
“Dari butik bu Rita kita langsung nyari cincin.” Sambung Yoga.
“Ohya pa,ma, Terima kasih sudah memberikan semuanya untuk pernikahan kami.” Lanjut Yoga.
Brata hanya terkekeh kecil menanggapi kata-kata Yoga.
“Sebagai orang tua,itu sudah kewajiban kami.kalian fokus saja sama persiapan diri kalian, lainnya biar papa dan mama yang urus.” Ucap Brata seraya menggenggam tangan istrinya.
“Sudah kalian mandi dan istirahat.” Perintah Ayu pada Andita dan Yoga
Kedua calon mempelai itu bangkit untuk ke kamar mereka masing-masing,kegiatan mereka harini memang cukup melelahkan.
“Ohya ma, Shinee sudah makan belum ?” tanya Andita saat belum benar-benar masuk ke kamarnya.
“Sudah,tadi dia sama kita disini.gak tau sekarang dia ada di mana” sahut Ayu sambil melihat kesana kemari mencari keberadaan Shinee.
Andita masuk untuk mandi,setelah itu ia berniat menemui Shinee karena dari semalam sejak kepulangannya dari rumah Bagas gadis itu masih tertidur.
Setelah mandi dan merasa sudah segar Andita memakai pakaian rumahan,lalu keluar mencari Shinee.ketika Andita masuk ke kamarnya Shinee tak ada disana,lalu Adita turun dan pergi ke taman belakang.
Andita tersenyum saat melihat Shinee sedang menikmati buah rambutan yang di petiknya langsung dari pohonnya,tanpa banyak pikir Andita ikut naik dan duduk bersama Adik iparnya itu.
“Hei kakak ipar,kalian sudah pulang ? kalian jahat,pergi gak ajak-ajak” ujar shinee pura-pura merajuk.
“Gimana mau ajak,kalau kamu masih ngorok.” Sahut Andita tertawa kecil.
“Hehehe...maafkan Shi kak,suka bangun siang.” Jawab Shinee
“Gimana fitting gaun pengantinnya kak ?” tanya Shinee sambil terus mengisi mulutnya dengan buah rambutan.
“Alhamdulillah berjalan dengan baik,dan tak memerlukan perombakan lagi cocok dan pas.” Cerita Andita sama Shinee
__ADS_1
“Hm...syukurlah.”sahut Shinee lalu naik lebih tinggi dari cabang yang tadi di dudukinya.
“Shinee ! hati-hati.cabangnya gampang patah loh.” Ujar Andita khawatir
Shinee terkekeh melihat kecemasan kakak iparnya itu,tangannya begitu lihai memetik buah yang sudah ranum dan sangat menggoda lidahnya untuk mencicipinya.
“Turun atau mas tebang pohonnya !!” seru Yoga tiba-tiba sudah di bawah mereka.
“Hahaha...jangan dong kak,nanti batal kalian kawin kalo kak Dita jatuh dan patah kaki.” Kekeh Shinee dari ketinggian pohon tersebut.
“Ternyata kamu sudah bangun gadis pemalas !” seru Yoga.
“Calon pengantin jangan marah-marah,pamali tau !!” goda Shinee.
“Anak kecil sok tau !!” seru Yoga membalas adiknya itu.
“Aku udah dewasa kak,buktinya kak Bagas mau lam...” Shinee menutup mulutnya karena hampir saja ia keceplosan mengatakan ucapan Bagas tadi malam.
Yoga dan Andita sontak menatap Shinee dengan wajah penuh tanya,mata yoga melotot menatap shinee saat Adiknya itu menyebut nama rivalnya.
“Kak Bagas mau lam apa Shinee ?” tanya Andita dengan tatapan menyelidik.
“Shinee ! turun !” perintah Yoga.
Yoga mencengkram tangan adiknya,sorot matanya bagai belati yang siap menghujam tubuh Shinee.
“Katakan,Bagas mau apa ?” tanya Yoga geram.
“Kakak apaan si,kak Bagas mau lampiran data pribadiku karena kita berencana untuk melakukan kerja sama suatu hari nanti.”elak Shinee sambil melepaskan paksa tangan kakaknya itu.
Yoga terdiam mencerna kata-kata adiknya itu, cukup masuk akal secara Shinee kan mau melanjutkan bisnis keluarga dan tidak ingin mengikuti jejak mereka sebagai Dokter.
“Ya sudah,maafin kakak.” Ucap Yoga kemudian.
“Hm...shinee masuk dulu.” Pamitnya dengan wajah cemberut di buat-buat.
Sementara di dalam hatinya bersorak riang gembira,karena alasannya bisa di terima oleh kakaknya itu.
"Untung sekolah ku menyangkut bisnis,kalau tidak udah habis aku sama kak Yoga,batin Shinee.
Shinee menoleh pada kakaknya saat sudah di ambang pintu,lalu melengos masuk seakan benar-benar marah pada kakaknya.
__ADS_1
“Selamat.” monolog Shinee sambil mengelus dadanya saat sudah di kamar.
"Kalau kak Yo tau aku sudah di emek-emek sama Bagas, aku gak tau deh harus lari kemana.lari sama Bagas bakalan masuk ke lubang dosa,itu sudah bisa aku prediksi. lari sama papa,aku bakal kawin muda." Gumam Shinee sambil memijit pelipisnya.
Shinee membenamkan wajahnya di antara bantal membuang semua pikiran buruknya, dan kantuk kembali menyerangnya tak lama kemudian gadis itu terlelap hingga sore hari.
...----------------...
Setelah selesai makan malam,mereka berkumpul di ruang TV sederhana rumah Ayuningtias. Kondisi Ayu jauh sudah lebih baik,bahkan saat ini ia sudah berjalan seperti biasanya meskipun masih sedikit tertatih.
Brata membawa nampan berisi gelas air dan beberapa obat untuk istrinya,lalu duduk disampingnya.
"Sayang minum obatnya dulu, setelah itu kamu istirahat.supaya pas hari pernikahan mereka nanti kamu sudah sembuh total." Ucap Brata seraya memberikan obat pada istrinya.
Ayu mengangguk dan menelan obat yang di berikan suaminya itu, Yoga dan Andita tersenyum menatap kebahagiaan kedua orang tuanya.
Brata membawa Ayu ke kamarnya untuk istirahat setelah berpamitan pada Andita dan Yoga.
"Pa, ma ! Dita gak mau punya adik lagi !" Seru Andita sambil senyum-senyum menggoda Brata dan Ayuningtyas.
"Hahaha..." Tawa Brata pecah saat mendengar celotehan putrinya.
Ayuningtias menoleh dan tersenyum lembut menatap anak gadisnya,lalu menggeleng-geleng.
Saat malam.....
Pukul 10 malam waktu setempat, Shinee mondar-mandir dikamar tidurnya.matanya menatap ponselnya di atas nakas,sedari sore tak ada satupun notifikasi pesan WhatsApp dari Bagas.
"Kemana dia ? Tumben si tampan mesum itu tak menghubungi ku ?" Gumam Shinee.
Shinee mengeryit dan mengetuk kepalanya.
"Astaga, bukankah ponselku di matikan dari siang.bagaimana aku bisa melupakan semua itu. Huft...." Shinee meraih ponselnya dan menyalakan nya.
Dengan sabar Shinee menanti ponselnya berdering.tapi, bosan dan kesal datang secara bersamaan merasuki hati dan pikirannya, ketika pesan atau panggilan orang yang di tunggunya tak jua muncul di layar gadget-nya.
"Baiklah tuan mesum, jangan harap kau bisa menghubungi ku lagi !!" kesal Shinee seraya memblokir nomor ponsel Bagas.
Shinee membaringkan tubuhnya dan menutupi seluruhnya dengan selimut menyembunyikan wajahnya yang sedang kesal.
...----------------...
__ADS_1
TBC