Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
106


__ADS_3

Bagas melirik kalender di atas mejanya dan melingkarinya dengan spidol warna, bibirnya menyunggingkan senyuman memandangi angka di kalender itu.


"Semoga berhasil.gak sia-sia punya sahabat kayak mereka, meskipun belum laku-laku tapi ide mereka cemerlang." Bagas terkekeh geli sendiri saat teringat kedua sahabatnya, Erwin dan Robert.


Sedangkan Andre kebagian menyiapkan hari keberangkatan Bagas, dari booking tiket,hotel, dan mengatur ulang jadwal si bos. Beberapa pertemuan dengan pihak perusahaan asing harus di cancel, sedangkan untuk kerjasama mereka dengan perusahaan dalam negeri Andre lah yang harus mengganti kan tugas Bagas.


Seberapa banyak Andre mengeluh hanya akan sia-sia saja, ia tetaplah bawahan yang harus tunduk pada perintah dan aturan yang berlaku di Subrata group.


"Nasib-nasib. hari libur aja gue harus kerja, Kapan berakhirnya masa jomblo gue. Bos aja udah mau dua kali kawin, lah gue kapan." Keluh Andre


"Si bos mah enak, tinggal perintah! Mau kesana kemari bebas.gue! boro-boro kawin dua kali, pacar aja gak punya." Andre ngomel-ngomel sendiri dan tidak menyadari si bos sudah bersandar di kusen pintu sejak tadi. Tentu saja mendengar dengan jelas ratapan si Andre.


Bagas berlalu meninggalkan ruangan Andre, tanpa berbicara apapun.


"Tunggu waktu yang tepat, aku akan memberikan mu kebebasan selama satu bulan full. Awas aja kalo gak dapat pacar." Gumam Bagas setelah ia berada di ruangannya.


Niatnya untuk menanyakan tugas Andre terkait dengan perjalanan pribadinya, Bagas urungkan kala melihat dan mendengar sang asisten mengeluh begitu.


Bagas melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan omelan-omelan Andre tadi, toh kalau tugasnya sudah selesai pria itu akan melapor padanya.


...----------------...


Waktu yang di tentukan oleh Ayuningtyas bersisa satu minggu lagi, itu artinya acara sosial keliling Andita bersama tim akan berakhir. Namun berbeda dengan kemauan yang tertanam dalam benak Andita, ia akan melanjutkan perjalanan sendiri bahkan dalam waktu yang tidak bisa ia tentukan.


Akan kemana Andita ? Entahlah.


Kita sebagai manusia hanya bisa berencana, namun keberhasilan dari semua itu kita kembalikan lagi kepada yang sudah mengatur hidup dan mati kita. Adakalanya rencana berubah menjadi wacana, hanya menjadi angan-angan belaka.


Begitu pula dengan kehidupan Andita, ia hanya bisa berencana namun takdir yang kuasa lebih dari segalanya.


"Non. Ini Minggu terakhir kita di sini, gimana kalo akhir pekan kita singgah ke Bromo melepas penat." Ujar anak buah Brata saat mereka berkesempatan sarapan bersama


Andita diam sejenak. Ia seperti sedang memikirkan ide tono anak buah Brata, senyum Andita bersemi.

__ADS_1


"Ide yang bagus, sepertinya menikmati keindahan alam sejenak tidak ada salahnya." Sahut Andita setelah berpikir dan menimbang.


"Bagaimana soal biaya penginapan ?." Tanya Andita


"Tim yang lain gimana ?." Lanjutnya


Deg... Tono terdiam, ia tak menyangka kalau Andita akan menanyakan soal itu. Karena biaya yang dikeluarkan khusus untuk program sosial, tak ada biaya cadangan buat liburan.


Tono garuk-garuk tak jelas, bingung mau menjelaskan apapun. Tentu saja semuanya sudah di sediakan oleh anak bos-nya, tapi tak mungkin tono cerita soal itu. Bisa gagal rencana


"Ada saran ?." Tanya Andita ketika melihat tono hanya diam.


"Gimana kalau kita patungan aja." Sahut Tono asal


"Coba nanti kamu bicarakan sama tim ya." Jawab Andita yang sudah menyelesaikan sarapannya.


"Siap Non." Sahut Tono lega, ketika melihat Andita sudah bersiap untuk melakukan kegiatan terakhirnya.


Semua tim sudah tau soal rencana itu, mudah bagi tono untuk pura-pura ngajakin mereka buat patungan.


Seperti nya Andita akan mendapatkan kejutan dari babang Bagas ni.kira-kira apa ya kejutannya, baca terus kelanjutan nya ya.


...----------------...


Dua hari menjelang tanggal yang telah Bagas lingkari, lelaki itu kembali mengecek beberapa keperluan nya selama disana. Di sana ? Ya disana, dimana lagi kalau bukan tempat dimana Andita berada saat ini.


Sejauh ini tak ada protes dari wanitanya itu, sejak kedatangan Robert ke lokasi kegiatannya. Sepertinya Robert sudah berhasil kongkalikong sama anak buah Brata tanpa sepengetahuan Andita juga Brata.


Bagas tersenyum, rasanya tak sabar untuk bertemu Andita wanita yang selama ini menguasai hatinya.


"Di hari ulang tahun mu, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk kembali memiliki hatimu Andita. Tunggu mas, mas akan menjemputmu. Membawamu pulang dan tidak akan pernah lagi pergi jauh dari mas." Bisik hati Bagas.


" Permisi bos." Andre masuk membuyarkan lamunan Bagas

__ADS_1


"Ya. Gimana ?" Tanya Bagas pada intinya.


"Jadwal keberangkatan bos di percepat besok pagi. Karena besok akhir pekan, bos bisa istirahat lebih banyak sebelum rencana di mulai. untuk pesawat dan hotel sudah di booking sesuai instruksi bos sendiri, selebihnya sudah di atur Robert dan Erwin. Sesuai perintah, meeting bersama klien perusahaan asing kita cancel sampai minggu depan, dan untuk meeting bersama klien perusahaan lokal saya yang akan menangani." Jelas Andre


"Bagus.kamu boleh keluar." Jawab Bagas singkat, lalu kembali tersenyum menatap foto Andita yang selalu terpajang apik di meja kerjanya.


Andre berbalik dan meninggalkan ruangan Bagas, sekilas ia melirik bos-nya itu ketika menutup pintu.


"Dasar bos. Boro-boro ngajak ikutan gitu, terima kasih aja tidak." Dengus Andre sambil menutup pintu.


Bagas yang tengah berbunga-bunga tak menghiraukan pandangan Andre, ia fokus menatap kotak bludru berwarna merah yang baru saja ia keluarkan dari lacinya.


Cincin berlian. Cincin bertahtakan berlian yang berkilauan, terkesan sederhana namun elegan, sangat pas dengan kepribadian Andita.


Hari ini Bagas akan pulang lebih awal, karena ada janji dengan Alga. Tidak ada salahnya sekali-kali menghabiskan waktu bersama anak itu, karena sejak dari Jakarta Bagas belum sempat memenuhi permintaan Alga hanya sekedar bermain dan makan Ice cream bersama.


"Kasihan Alga, uncle nya sibuk, Lauren juga sibuk sekali sekarang sejak kerja. Membawa Alga liburan seperti nya tak masalah, akhir pekan juga. Tapi gimana nanti ketika Andita lihat wajah Al, apa dia akan kembali mengingat mantannya itu. Ah... tidak-tidak, aku tidak akan menghancurkan suasana hatinya." Desis Bagas


Bagas melirik jam tangannya,lalu segera berkemas dan merapikan berkas-berkas yang menggunung di atas mejanya itu.


"Jam dua, cukup banyak waktu untuk bermain dengannya." Gumam Bagas, lalu menyimpan tabletnya ke dalam tasnya dan segera meninggalkan ruangannya, tak lupa ia berpamitan pada sang asisten nya Andre.


Setelah berpamitan pada Andre, Bagas melenggang menuju koridor yang terhubung dengan pintu Lift, wajah-wajah karyawan nya yang di sebut perempuan menatapnya penuh minat, tapi mereka hanya mampu menelan kecewa mentah-mentah. Karena seorang Bagas tak pernah sekalipun memberi respon pada mereka.


Di dalam hati Bagas hanya ada satu wanita, tidak dua ataupun lebih. Hanya Andita, itulah kenapa asisten mencakup sekretaris hanya Andre, ya Bagas tak ingin berurusan dengan perempuan manapun selain Andita.


Masa lalu yang pernah ia jalani bukanlah kehendak hatinya, tapi karena terjebak. Kehidupannya yang bergelimang harta saat ini tentu saja menarik perhatian kaum hawa, tapi lagi-lagi Bagas tak memberikan cela sedikitpun kepada mereka.


Keras kepala, Egois, tapi setia juga ya Bagas.


...----------------...


TBC

__ADS_1


tap ❤️ like dan vote


__ADS_2