Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB ~37


__ADS_3

Di Kantor Bagas....


Bagas meminta Erwin mengintai pergerakan Ayuningtyas,karena ia yakin Ayu mengetahui keberadaan Andita hanya saja tidak ingin memberitahu dirinya.


"Ok,Bro" sahut Erwin saat di hubungi Bagas melalui sambungan telepon.


Bagas akan bertindak keras kalau ternyata Ayu terlibat dalam persembunyian Andita.


"Aku tidak akan mengampuni orang-orang yang memisahkan ku dari Andita" geramnya.


Bagas terus memandangi wajah Andita yang terbingkai di atas meja kerjanya,lalu ia tersenyum menyeringai. "Tenanglah sayang,aku akan menemukan mu dimana pun kau bersembunyi. kita akan hidup bersama suka ataupun tidak,kau adalah milikku." ujar Bagas menatap nanar foto Andita.


Jari-jarinya terjulur menelusuri wajah Andita,lalu ia kembali tersenyum kali ini senyum lembut bak dewa pelindung .


"Kau cantik sekali sayang. Kau dengar Andita,tak ada satupun di dunia ini yang boleh memiliki mu selain aku" ucapnya.


Bagas menoleh ke arah pintu saat mendengar pintunya di buka seseorang,ia melihat seorang lelaki paru baya berjalan ke arahnya dengan senyum tersungging di bibirnya.gurat-guratan ketampanannya masih terlihat jelas di wajahnya yang mulai berkerut,namun tubuh tegap kokohnya masih terpampang jelas karena beliau selalu aktif berolahraga.


Usia boleh tua,tapi kesehatan dan jiwanya selalu terjaga layaknya kaula muda.


"Hai pa" sapa Bagas seraya bangkit dari kursi kebesaran nya, lalu menghampiri pria yang disapanya serta memeluknya.


"Anak papa semakin hebat sekarang,tidak sia-sia papa memberikan perusahaan ini padamu" ujar Brata.


ia begitu terpukau kala memasuki gedung kantor perusahaan putra kesayangannya itu, kantornya begitu banyak perubahan sejak Bagas mengelolanya.


"Bagas bisa seperti ini berkat bimbingan papa" Bagas menimpali ucapan Brata.


"Bagaimana perusahaan yang di Jakarta pa ?" Tanya Bagas.


"Sejauh ini semuanya berjalan baik" sahut Brata.


Brata berkeliling melihat-lihat ruang kerja Bagas, interior nya sangat kental sekali dengan karakternya yang keras.


Lalu mata Brata menatap lemari yang berisikan susunan Dokumen yang tertata rapi di sana, ia tersenyum.


Kaki Brata terhenti di samping meja kerja Bagas,lalu tangannya menyentuh barang-barang yang ada disana.


"Sepertinya papa sangat merindukan suasana kantor ini" ucap Bagas sambil tersenyum kecil.


"Sepertinya begitu"sahut Brata.


Tatapan Brata terhenti saat melihat foto seorang gadis cantik di atas meja kerja Bagas, dadanya tiba-tiba bergemuruh.tangannya meraba dadanya yang terasa sesak, sementara matanya tak berkedip menatap foto gadis itu.


Wajah Brata memucat, tubuhnya bergetar.


"Mengapa wajah gadis itu mirip sekali dengan Ayuningtyas di masa lalu, batinnya.


Bagas memperhatikan wajah Brata yang pucat,ia menghampiri Pria itu.


"Papa !! Apa papa baik-baik saja ?" Tanya Bagas cemas, ia membimbing Brata ke Sofa dan memberinya air minum.

__ADS_1


"Di minum dulu pa" ujar Bagas panik.


"Ayo Bagas antar papa kerumah sakit" ajak Bagas.


"Tidak. Tidak usah, papa baik-baik aja" ujar Brata sambil memaksa kan senyumnya.


"Apa papa yakin ?" tanya Bagas.


Brata hanya mengangguk.


Setelah detak jantung nya kembali normal, Brata teringat kembali akan foto sosok gadis di atas meja kerja Bagas.


Siapa gadis itu ? Kenapa wajahnya mirip sekali sama Ayuningtyas. seingat ku Ayuningtyas tidak mempunyai saudara, lalu siapa dia ?


Cantik nya persis seperti Ayu, atau dia...??


Otak Brata terus berputar memikirkan banyak kemungkinan terkait foto gadis itu.


Mungkin hanya mirip saja,tapi foto itu membuatku seperti melihat sosok Ayuningtyas. Ah aku jadi merindukan nya, andai saja waktu itu aku bisa bersikap tegas.


Aku tidak akan kehilangan perempuan yang sangat aku cintai !


Dimana dirimu saat ini Ayu ?


Wajah Brata terlihat berkabut mendung kesedihan, bagaimana kabar putri kita ? Aku yakin gadis kecil bersamamu waktu itu, adalah putriku,Brata membatin.


"Papa ?" panggil Bagas.


"Papa baik-baik saja Nak" sahut Brata.


"Papa pulang dulu,jika sempat pulanglah kerumah" ujar Brata seraya menepuk pundak putranya itu.


"Apa papa yakin nyetir sendiri ? kalau tidak,biar Bagas antar papa" ujar Bagas khawatir.


Brata tersenyum, "Tidak perlu cemaskan hal itu,papa baik-baik saja" ujarnya sambil melangkah mengarah pintu.


"Hati-hati, pa !" seru Bagas.


Brata menoleh dan mengacungkan jempol nya.


Bagas sedikit aneh melihat sikap Brata tapi ia tidak tau apa penyebabnya, Bagas kembali duduk di kursi kebesaran nya. melanjutkan pekerjaannya, memeriksa dan membaca beberapa dokumen yang memerlukan tanda tangannya.


...----------------...


Brata mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,hatinya masih terpaut dengan foto gadis yang di lihatnya tadi.


Hatinya sakit kala mengingat sosok Ayuningtyas,ia sedih tidak bisa menunaikan janjinya pada perempuan yang di cintainya itu. Ia telah mengkhianati janjinya juga cintanya, sedangkan mantan istrinya itu hanyalah korban dari ke egois-an Anjani dan Ibunya.


Ibunya begitu mudah termakan hasutan wanita ular itu, "Kau menang Anjani" desis Brata geram.


Dan Ibunya,hingga akhir hayatnya membawa penyesalan.menyesal telah menghancurkan pernikahan putranya,karena hasutan Anjani.

__ADS_1


Ternyata yang bertujuan mengeruk harta Brata adalah Anjani, karena Obsesi nya itu ia menghalalkan segala cara.


Sekali dayung 2 pulau terlampaui, mendapatkan Brata yang di cintai nya sekaligus mengeruk harta kekayaan keluarganya.


"Dasar perempuan gila harta !" geram Brata.


Brata telah tiba dirumahnya, dengan wajah suram ia masuk tanpa menghiraukan Anjani yang tersenyum padanya.


"Hei Brata ! Apa kamu gak bisa sedikit saja bersikap manis padaku !" Seru Anjani, karena Brata sama sekali tak melihatnya.


Brata menghentikan langkahnya ketika hendak menaiki tangga,lalu menoleh pada Anjani.lalu ia melanjutkan langkahnya menaiki tangga,tanpa berbicara apapun selain menatap tajam pada perempuan itu.


"Brata ! Mau sampai kapan kamu bersikap seperti itu, huh ?! Mau sampai mati seperti Ibumu !!" Teriak Anjani, emosinya memuncak akhir-akhir ini.


Karena sering melihat Brata termenung, jelas saja pikiran Anjani suaminya itu sedang memikirkan Rivalnya yakni Ayuningtyas.


"Apa lagi mau mu, huh ?! Perempuan ular !" Seru Brata membalas Anjani.


"Kau sudah mendapatkan ku juga harta kekayaan keluargaku, apa masih kurang "Anjani !!


Tapi kau jangan pernah berharap untuk mendapatkan hatiku !! sampai matipun hati ku hanya untuknya, dan kau sangat tau itu !!" Tukas Brata sengit.


"Brengs*k kamu Brata !!" Seru Anjani.


"Kata-kata itu lebih tepat di sematkan pada dirimu sendiri ! Karena di sini yang lebih brengs*k "Kamu !!" Cerca Brata. lalu meninggalkan Anjani yang sedang ber- api-api oleh kobaran amarahnya.


"Kurang ajar !! sudah berumur pun kau masih saja mengingat perempuan itu ! Lihat saja Brata, kau akan menangisi mayat perempuan yang kau puja-puji itu ?" Desis Anjani dengan kilatan matanya yang penuh kebencian.


Brata mengeluarkan foto Ayuningtyas yang selalu di simpan selama ini, tentunya tanpa sepengetahuan Anjani.


"Maafkan mas sayang,mas melakukan semua itu agar kau selamat dari maut yang di rencanakan ular berkepala manusia itu" lirih Brata berkaca-kaca.


"Maafkan mas...." Lirih Brata,lalu menempelkan bibirnya pada foto yang di pegang nya.


...----------------...


"Bersambung..."


terus dukung karya Mentari Impian ya guys,dengan vote dan like sebanyak-banyaknya.


ikutin terus cerita selanjutnya di next episode.


vote✓


like✓


komentar✓


favorit✓


follow✓

__ADS_1


__ADS_2