
Ayuningtyas mondar-mandir gelisah, matanya sesekali melirik ke arah jam yang menggantung di ruang tamunya. jam sudah menunjukkan pukul 9.00 malam waktu setempat.Pikiran-pikiran buruk melandasi khawatir di benaknya, mengingat kejadian-kejadian yang pernah ia lihat Bagas bukanlah pria yang bisa menerima keputusan apapun dengan baik.
Ayuningtias sudah beberapa kali menghubungi ponsel Andita tapi tidak menerima jawaban, terakhir kembali di hubungi nya lagi sudah tidak aktif.
"Ya Allah, lindungi putri hamba dari hal-hal buruk apapun." Desah Ayu mendoakan keselamatan Andita.
Terlintas di benak Ayuningtias untuk menghubungi Bagas, menanyakan keberadaan Andita sekaligus ingin mengetahui lebih bagaimana pertemuan mereka.
...----------------...
Sementara itu di sebuah rumah milik Anjani, Andita tertidur pulas akibat pengaruh obat yang di berikan perempuan iblis itu padanya.
Bersyukurnya kondisi Andita tidak dalam keadaan terluka dalam bentuk apapun, Anjani tersenyum manis menatap wajah gadis cantik itu.
Cekrek...cekrek...Anjani memotret Andita,
Lalu ia tersenyum sambil berkata. "Terima kasih sayang, kau datang di waktu yang tepat." Ujar Anjani tersenyum puas.
Perempuan iblis itu mengirimkan foto Andita pada Bagas melalui WhatsApp.
' Kau lihat siapa yang ada bersamaku putraku sayang, silakan kalian menentang ku tapi jangan salahkan aku jika gadis cantik itu dan ibunya..." Anjani mengirimkan foto Andita beserta kata-kata yang terpotong.
"Hahaha..., Silakan kau lawan aku Brata !!" Seru Anjani penuh kemenangan.
Setelah mengirimkan foto Andita perempuan jahanam itu meninggal kan kamar tersebut dan tak lupa mengunci nya dari luar, ia turun dan menanti kedatangan Brata dan putranya.
...----------------...
"Halo, Tante. Apa ?! Andita ke kantor tadi siang ?" Tanya Bagas cemas dan khawatir saat menerima telepon Ayuningtyas.
"Memang nya Andita tidak bertemu Nak Bagas ?" Tanya Ayu semakin mencemaskan putri nya.
"Tidak tante.oke tante jangan cemas,nanti Bagas hubungi lagi setelah mengetahui keberadaan Andita." Ujar Bagas tak kalah khawatir dari Ayu.
Tak jauh dari tempat Bagas berdiri menerima telepon, Brata duduk sambil memperhatikan wajah putranya.
" Ada apa Nak ? Siapa yang telpon ?" Tanya Brata.
Bagas terdiam sejenak, memikirkan kemungkinan yang terjadi jika Andita datang ke kantor tadi siang.
"Pa, kita harus kerumah Mama sekarang." Ujar Bagas
"Untuk apa kita kesana, urusan perusahaan sudah di urus sama orang-orang papa dan tunggu saja beberapa hari lagi perusahaan akan kembali menjadi milikmu." Ujar Brata.
"Pa ! masa bodoh soal perusahaan.ini menyangkut keselamatan nyawa Andita !" Seru Bagas, seraya bergegas untuk pergi.
Ting...ting...bunyi pesan WhatsApp ponsel Bagas.
Pria itu membuka pesan yang masuk, dan benar saja wajahnya seketika mengeras merah padam penuh amarah.
"Aku tidak akan membiarkannya menyentuh Andita, sekalipun dia ibuku." Tukas Bagas.
Brata bangkit dan bertanya " Apa maksudmu ?" Tanya Brata sambil melihat foto seorang gadis di ponsel Bagas.
"Hah...! Gadis itu ? Ayo cepat, jangan sampai Anjani melukainya!!" Tukas Brata bergegas bergerak ke arah pintu,dengan tubuh bergetar hebat.
Bagas menghentikan langkahnya dan menatap heran pada Brata, pertanyaan demi pertanyaan bercokol di benaknya namun ia enyahkan sementara waktu sebelum terlambat menjemput Andita.
Brata sudah siap di belakang kemudi, tatapan marahnya pada Anjani tak bisa ia gambarkan.
"Ayo pa." Ujar Bagas saat ia sudah duduk di samping Brata.
Kendaraan roda empat itu meluncur cepat ke arah rumah Anjani, dimana ia menyekap Andita.
__ADS_1
Ponsel Bagas kembali berdering...
"Halo tante." Jawab Bagas.
"Bagaimana dengan Andita, dimana dia sekarang ?" Tanya Ayuningtyas seraya terisak.
"Tante tenang, sekarang kita lagi mau menyusulnya." Ujar Bagas gugup membayangkan Andita di lukai oleh ibunya.
"Tante mau ikut,tolong kirimkan alamatnya.tante mau tau dan melihat ada apa dengan putriku !!" Sahut Ayuningtyas.
"Jangan tante,aku takut nanti..." Ucapan Bagas langsung di sela oleh Ayuningtyas.
"Dia putriku !! Apa yang salah jika ibunya mau melihat keadaannya !" Seru Ayuningtyas.
Ciiiittt.... Brata tiba-tiba mengerem mobilnya mendadak,lalu ia merampas ponsel di telinga Bagas.
"Ayu,tenangkan dirimu !! akan lebih baik jika kamu tidak ikut. yang kita hadapi Anjani, putriku ada bersama Anjani !! Apa kamu mengerti !!" Tukas Brata meluapkan emosi nya.lalu ia membanting ponsel Bagas ke kursi belakang, dan kembali melajukan mobilnya tanpa melihat ke arah Bagas.
Sementara Bagas ternganga menatap pada Brata setelah mendengar kata-kata Brata barusan, tatapan tidak percaya bahkan ia yakin kalau dirinya salah mendengar.
"Dia adikmu !" Ucap Brata singkat,
Tanpa menoleh sedikitpun ke arah Bagas. Karena ia yakin Bagas bertanya-tanya akan hal itu,matanya tetap fokus pada jalan meskipun pikiran dan perasaan nya kacau-balau.
Sementara itu Ayuningtyas tak kalah kagetnya suara lelaki barusan sangat ia kenal, lelaki masalalu nya.
"Mas Brata ? Anjani ? Bagas ? Apakah Bagas anak mas Brata dan Anjani ? Lalu untuk apa Anjani membawa putriku ?
"Astaga ! Ada apa ini ? Kenapa semua ini membingung kan ku ? Mau apa lagi kau Anjani !!" Seru Ayuningtyas.
Tanpa putus asa, Ayuningtyas berusaha mendapatkan informasi mengenai alamat rumah Anjani.dengan hati kalut dan cemas ia berinisiatif mendatangi kantor bagas malam ini dan saat ini juga, untuk mendapatkan alamat Anjani. Ia tidak akan membiarkan perempuan itu melukai putrinya, cukup dirinya yang di sakiti Anjani.
...----------------...
Setelah mobil berhenti di halaman rumahnya, Brata segera turun di susul oleh Bagas, kedatangan kedua Pria itu di sambut gelak tawa oleh Anjani.
"Dimana gadis itu, Iblis ?!" seru Brata.
Anjani menatap Brata dengan wajah datar tanpa ekspresi, lalu ia berdiri menyentuh bahu Brata dengan gerakan sensual.
Braak... tubuh Anjani tersungkur di antara meja dan kursi.
"Brengsek !!" geram Anjani
Brata berjongkok mengapit kedua pipi Anjani dengan satu tangannya, lalu meludahi wajah perempuan iblis itu.
" Siasat mu kali ini tidak akan menguncang ku Anjani !! juga tidak akan membuatku kembali padamu, camkan itu !!" tukas Brata lalu mendorong tubuh Anjani hingga wajah perempuan itu kembali tersungkur.
"Kenapa karena kau masih mengharapkan ibu dari gadis itu !!" tukas Anjani meneriaki Brata.
"Jika masih ada tempat dan kesempatanku, kenapa tidak !! karena memang perempuan itu yang aku cintai selamanya, bukan kau !!" ujar Brata tersenyum mengejek Anjani.
"Kau dengar baik-baik Brata, semua itu tidak akan terwujud. silakan kau bermimpi !!" seru Anjani
Brata hanya menggendik kan bahu lalu meninggalkan Anjani,ia berlari menaiki tangga menyusul Bagas.
Bagas yang sudah berhasil memasuki kamar tempat Anjani menyekap Andita, dengan tatapan rindu dan cinta ia segera memeluk tubuh yang sedang terlelap dalam tidurnya.
"Sayang, kamu kemana aja ? mas sangat merindukan mu." ucap Bagas sambil terus memeluk gadis itu.
Brata menyentuh bahu putranya ada bahagia menyelimuti hatinya, kala menatap kedua putra dan putrinya.
"Ayo nak bawa adikmu, kita antar dia pulang.Ayu pasti sangat mencemaskan nya." ujar Brata.
__ADS_1
Air mata Bagas turun begitu saja bagaimana bisa ia menerima Andita sebagai Adiknya, sementara di hatinya bukan perasaan sebagai kakak melainkan perasaan seorang Pria mencintai seorang gadis.
"Tidak mungkin, Andita bukan adik Bagas pa. dia kekasih Bagas, Bagas mencintai nya sebagai kekasih bukan adik." ujar Bagas terisak.
Brata menarik nafas dalam-dalam, ia tau apa yang di rasakan putranya itu. memang akan sulit baginya menerima kenyataan itu, bahwa Andita adalah adiknya.di dalam tubuh Andita, mengalir darah yang sama dengan darah yang mengalir di tubuh Bagas.
"Ayo, sebelum Anjani menggila." Brata mengingatkan Bagas.
Bagas menggendong Andita dan membawanya turun, Brata memimpin langkah putranya untuk mengawasi serangan Anjani yang mungkin saja terjadi secara tiba-tiba.
Disaat yang bersamaan Ayuningtyas muncul di hadapan mereka, matanya menatap tak percaya pada sosok Pria yang pernah mengisi hatinya itu.
"Mas Brata ?" Lirih Ayu berkaca-kaca. ia menangis bukan bahagia bertemu dengan Brata, justru kehadiran Brata mengungkit rasa sakit yang perna lelaki itu torehkan di hatinya.
"Apa yang terjadi dengan putriku ? belum cukup keluarga kalian menyakiti perasaan ku ! huh !!" seru Ayuningtyas.
"Apa salah putriku !! kau juga mengkhianati putriku, sehingga membuatnya menderita dan meninggalkan ku !! kau tak ubahnya seperti Ayahmu !!" tunjuk Ayuningtyas pada Bagas dan Brata
"Apa masih kurang !! bentak Ayuningtyas memuntahkan kemarahan nya.
Ia melangkah menghampiri putrinya yang berada dalam gendongan Bagas, air mata Ayuningtias bercucuran tanpa henti.
sementara Brata dan Bagas tidak bisa berkata-kata, mereka terdiam seribu bahasa.
"Bawa putriku ke mobil sekarang !" perintah Anjani pada Bagas.
Anjani yang baru saja turun dari lantai atas cukup terkejut mendapati siapa yang datang di antara mereka, dengan gerakan tenang perempuan itu turun tanpa melepaskan tatapannya pada Ayuningtias.
"Selamat datang dirumahku sahabatku." sapa Anjani
Ayuningtias menoleh kearah sumber suara yang menyapanya sebagai sahabat.
"Maaf aku tidak mengenalmu." ujar Ayu
"Hahaha... bagaimana kau bisa melupakan sahabatmu ini, Ayuningtyas ?" tanya Anjani seraya berjalan mendekatinya.
Dengan sigap Brata menyambar tangan Ayuningtyas menjauhkan nya dari Anjani, lalu memberikan kode pada Bagas untuk membawa Andita keluar dari dalam rumah.
"Jangan kau sentuh dia Anjani." ujar Brata datar
Anjani menatap geram pada Brata juga pada Ayuningtias.
"Kenapa kau datang kemari ? untuk merebut suamiku agar kembali padamu ?" tukas Anjani
"Apa ! merebut ? disini yang pantas di sebut merebut itu kau Anjani !!" seru Ayuningtias
"Aku kemari untuk menjemput putriku, bukan merebut suamimu !!" ujar Ayu seraya menyentak kan tangan Brata yang mencengkram erat tangannya.
"Silakan bawa putrimu, sebentar lagi ia akan menyambut ajalnya. karena ia bukan sekedar tidur biasa, aku sudah menyuntikkan racun yang akan menghentikan seluruh saraf dan aliran darah nya." ujar Anjani tersenyum
"Kurang ajar kau Anjani !!" Ayuningtias menyerang Anjani secara membabi-buta.
"Apa salah putriku, Hah !!" Ayuningtias menyambar rambut Anjani.
"Karena kalian akan merebut Anak dan suamiku ! dan kau tau hal itu tidak akan aku biarkan terjadi Ayuningtias !!" tukasnya Anjani seraya melempar kan tubuh Ayuningtyas ke lantai.
...----------------...
"TBC"
maaf guys up telat, karena author sedang sakit meski sakit tetap di usahakan tetap update untuk kalian.
terus dukung karya Thor ya...
__ADS_1
jangan pelit sama like nya donkππ
untuk permintaan crazy up maaf belum bisa, waktunya author terbagi antara kuliah dan tugas.nulispun nyolong-nyolong waktu aja, ditambah lagi sekarang kondisi drop.maaf yaππ