Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~58


__ADS_3

Dengan langkah sedikit terseret Shinee menghampiri Chang Lie, kaos putih nya terlihat ada noda darah.


"Pa, Shinee tadi terjatuh lutut dan tangan Shi terluka." Ucap Shinee merengek Manja pada Chang lie.


Indira menatap Shinee dengan wajah datar saja,tanpa merespon rengekan anak gadisnya itu.


Chang lie memeluk Shinee,dan mengecup sayang rambut putri kesayangan nya.


"Mana sini papa lihat." Ucap Chang Lie


"Kamu jangan coba-coba nikah muda Shinee, khawatir nya pas melahirkan merengek sama papa bukan sama suamimu !!" Tukas Indira.


"Hahaha..."Yoga dan Andita tertawa


"Sudah ma." Sahut Chang lie


"Dasar gadis ceroboh dan Manja,kamu kemana saja dari tadi ?!" Omel Indira


"Maaf ma, Shi bosan disini terus.Shinee cuma jalan-jalan di sekitar sini aja kok." Jawab Shinee


"Kamu itu gak ngerti daerah sini, pergi gak pamit pulang-pulang merengek begitu !!" Tukas Indira lagi


"Sudah 'ma.sini sayang, papa obati lukamu." Ucap Chang lie


Chang lie membersihkan luka di lutut dan tangan Shinee, gadis itu terlihat meringis menahan perih karena sentuhan Alkohol di lukanya. Matanya berkaca-kaca menahan perih tapi tidak berani merengek, takut kena omelan Indira lagi.


...----------------...


Di sudut ruangan Brata menatap Andita yang di sangka nya adalah putrinya bersama Ayuningtyas, sebagai seorang Ayah ia juga ingin memperlakukan putrinya seperti Chang Lie menyayangi putrinya Shinee.


Brata sangat ingin memberikan kasih sayangnya pada Andita, tapi di satu sisi ia belum mempunyai keberanian sama sekali untuk ngobrol lebih dekat dengan gadis itu.


Menurut sudut pandang Brata, Andita hanya menganggapnya sebagai orang asing bukan termasuk bagian dari keluarga atau sebagai Ayah seperti harapan Brata.


...----------------...


Andita menatap Shinee yang berleyeh-leyeh tiduran di pangkuan Chang Lie, ia tersenyum mengingat gadis itu mengatakan kalau dia bosan berada di rumah sakit.


"Mas..., Gimana kalau kita ajak Shinee kerumah. Kita bisa masak, untuk makan malam nanti." Ujar Andita


"Ayo kak." Ajak Shinee semangat, mendengar calon kakak iparnya itu bicara pada Yoga.


Indira menatap pada Andita, ia tidak setuju kalau Andita akan memasak mengingat ia baru saja pulih.


"Tidak boleh.biar Mama yang masak, kamu baru pulih sayang." Ucap Indira sambil berdiri menghampiri ranjang Calon menantunya itu.


Yoga tersenyum melihat wajah mamanya.


"Kalau begitu, gimana kalau kita masak bersama." Ujar Yoga memberikan usul


"Aku setuju, masakan mas Yoga enak loh ma." Sahut Andita

__ADS_1


Indira mengalah dan menyetujui usul Yoga.


"Baiklah,ayo kita pulang sekarang." Ajak Indira, yang di angguki Yoga dan Andita.


Indira, Shinee juga Yoga menunggu Andita di ambang pintu karena gadis itu berpamitan pada Ayuningtias, Chang Lie terakhir dengan Brata.


Andita mengulurkan tangannya ingin berpamitan pada Brata, suasana canggung mengalir begitu saja.


"Ti--titip Mama,Om." Ucap Andita gagap pada Brata, Brata mengangguk dan tersenyum lembut menatap gadis itu. Perasaan sedih dan sakit masuk menghujam hatinya, sakit saat putrinya memanggil dengan sebutan Om.


"Iya,hati-hati Nak." Sahut Brata lembut.


Andita menoleh dan menatap lekat wajah yang pernah ia temui di bandara beberapa hari yang lalu, hati nya menghangat saat mendengar kata-kata lembut lelaki yang mengaku sebagai ayahnya itu. Andita tersenyum manis dan mengangguk menanggapi ucapan Brata barusan.


Brata menatap kepergian Andita bersama calon suaminya hingga menghilang di balik pintu kaca ruangan tersebut, Brata beralih menatap pada Chang lie yang sedang menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Lie, kalau kamu mau mandi dan istirahat pulanglah dulu ke penginapan.biar aku yang berjaga disini, sementara Yoga dan yang lainnya kembali." Ucap Brata


"Kamu yakin jaga sendirian disini ?" Tanya Chang Lie, kalau boleh jujur tubuhnya memang sangat lelah sekali.


"Masalah ini sumbernya dari aku Lie, jadi sudah sepantasnya aku berada disini." Jawab Brata sembari tersenyum


Bukannya beranjak Chang Lie justru mengintrogasi Brata.


"Apa kamu akan menikahi nya lagi ?" Tanya Chang lie, seraya mengarah kan pandangan nya pada Ayuningtias.


"Mau ku begitu." Jawab Brata jujur


"Baiklah aku pulang istirahat dulu,jaga dengan baik calon dan mantan istri mu." Ujar Chang lie terkekeh kecil sambil keluar tanpa menunggu jawaban Brata.


Kedua sudut bibir Brata terangkat dan mengukir senyum bahagia disana, lalu ia menatap Ayuningtyas.


Apalagi alasan Brata tidak berbahagia saat ini, perusahaan nya sudah selesai di urus dan sudah kembali sah atas kepemilikan nya, Ayuningtyas perempuan yang di cintai nya sekaligus putrinya sudah berada di depan matanya saat ini.


Harapannya hanyalah satu, hidup menua bersama Ayuningtyas juga bersama putra putrinya, berikut dengan cucunya yang akan menjadi sumber kebahagiaan hakiki baginya di masa mendatang.


Brata duduk disisi ranjang Ayuningtyas, ia menggenggam erat tangan perempuan itu.


"Bangun lah sayang, mas disini bersama mu.mas ingin minta maaf, atas segala yang sudah terjadi selama ini juga terjadi saat ini." Ucap Brata lembut


"Kau tau, perempuan pengacau dan perusak rumah tangga kita hidup nya akan berakhir di penjara selama-lamanya.atau mungkin dia akan mendapatkan hukuman mati atas tindakan yang dilakukan dulu dan sekarang." Cerita Brata


"Mas tidak perna menceraikan mu, semuanya ulah perempuan Iblis itu.maafin mas sayang, saat itu tidak bisa menepati janji untuk memperjuangkan cinta kita." Ungkap Brata,sambil mengelus rambut Ayuningtias.


Tiba-tiba air mata Ayuningtias bercucuran begitu saja saat Brata mengajaknya bicara,tapi tubuhnya belum merespon sama sekali.


"Sayang apa kamu mendengar mas ?" Tanya Brata lalu jari-jarinya menghapus air mata di pipi perempuan itu.


Brata menekan tombol yang menghubungkan nya pada pihak rumah sakit yang bertugas,tak lama kemudian Dokter dan perawat yang menangani Ayuningtyas datang memeriksa kondisinya.


"Dia menangis saat saya ajak bicara Dok." Ungkap Brata senang.

__ADS_1


Dokter itu mengangguk dan tersenyum. "Syukurlah,itu pertanda baik pak.semoga Bu Ayu segera sadar dan membaik dalam waktu dekat ini.


"Kenapa dia tertidur lama sekali Dok." Tanya Brata


"Hanya pengaruh obat pak, supaya Bu Ayu bisa istirahat dengan tenang.kalau lukanya sudah mengering secara keseluruhan obat tidurnya akan kita kurangi dosisnya." Ujar Dokter itu


Brata mengangguk tanda mengerti,setelah memeriksa keadaan Ayuningtyas Dokter dan perawat pamit undur diri.


...----------------...


Di rumah Erwin


Clara masuk dengan membawa wajah kesal, tanpa melihat Erwin yang memperhatikan nya. Saat ia akan menaiki tangga, matanya melotot menatap pada koper yang terletak di dekat tangga.


"Kamu tidak perlu naik ke atas lagi, kopermu sudah di depan matamu.sekarang tinggalkan rumahku !!" Ucap Erwin datar tapi sangat menohok hati perempuan itu.


"Apa maksudmu kak ?" Tanya Clara


"Maksudku ?! Aku mengusirmu ! Aku tidak sudi memelihara perempuan penggoda yang bisanya cuma bikin malu !! Sekarang keluar dari rumahku !!" Bentak Erwin


Clara bersimpuh dan bersujud di kaki Erwin.


"Kak maafkan aku, aku tidak melakukan apapun.perempuan itu yang menyerangku duluan." Rengek Clara berharap simpati Erwin


"Kau tau,aku bisa seperti ini karena Bagas. Dan kau selalu mencari masalah dengannya,aku malu padanya !!"


"Sekarang tinggalkan rumahku,aku tidak perduli kau akan tinggal dimana." Ucap Erwin sambil membawa koper Clara beserta orangnya keluar dari rumahnya.


Erwin menutup pintu rumahnya, dan sudah mengingatkan pada seluruh pekerja nya tidak menerima Clara lagi dirumahnya.


"Kak buka pintunya." Ucap Clara


Dengan terpaksa Clara meninggal kan rumah Erwin,ia berjalan menyusuri jalan tanpa arah dan tujuan.


...----------------...


Bagas kembali ke apartemen nya, setelah memeriksa keadaan rumah pribadinya juga rumah masa kecilnya yakni rumah Brata dan Anjani.


selesai mandi dan memakai pakaian rumahan Bagas menyeduh kopi di pantry, setelah itu ia duduk di balkon Apartemen nya menatap keramaian kota.


Bibirnya mengulas senyum saat teringat Shinee dan Andita secara bersamaan, sikap Shinee cenderung mirip dengan Andita cuek dan dingin, terkadang juga jutek dan manja.


"Aghhh... kenapa aku jadi banding-bandingin mereka berdua, tetap saja mereka orang yang berbeda." gumam Bagas.


...----------------...


"TBC"


Jgn lupa vote dan like nya🙏


😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2