Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB 24 *selamat membaca*


__ADS_3

Yoga memeluk Andita, begitupun sebaliknya tak ada kata terucap selain dekapan yang kian erat . Yoga merenggang pelukannya dan, menatap wajah Andita. begitu jelas terlihat oleh nya raut sedih, tertoreh di wajah cantiknya.kabut bening menyelimuti mata gadis itu, sekali saja ia mengerjap, hujan air mata akan Luruh dari kelopak mata indahnya. Yoga Menangkup wajah Andita lalu, mengecup kedua matanya agar buliran bening tak tertumpah dari matanya hingga terbuang sia-sia.


"Ada banyak hal yang membahagiakan dan, membutuhkan tangisan mu. jangan buang sia-sia air matamu, untuk hal yang tidak perlu kau tangisi" Bisik Yoga di telinga gadis itu.


"Simpan air matamu,untuk menyambut hari bahagia mu nanti" Lanjutnya sambil tersenyum dan, menatap gadis yang di cintai nya itu.


Andita hanya mengangguk lemah, entah mengapa sudut hatinya mengatakan tidak rela untuk berjauhan dari Pria di hadapannya saat ini.


"Jaga dirimu baik-baik dan,Bekerja lah dengan baik" Pesan Yoga Bak seorang kakak yang mencintai dan, mengkhawatirkan Adiknya.


"Mas mencintaimu" Bisiknya lirih.


Andita mendekap erat, tubuh Dokter gagah itu. meskipun Bibirnya tetap bungkam Namun, bahasa tubuhnya menyatakan,bahwa ia mulai menyimpan rasa terhadap sosok penuh kasih sayang di hadapannya saat ini.


"Mas..." Panggil Andita.


"Iya sayang.ada apa,?" Sahut Yoga lembut,lembut sekali.


Sehingga menggetarkan jiwa Andita yang terluka dan kecewa, Kata sayang akhirnya meluncur begitu saja dari bibir seorang Prayoga.


Andita mendongak menatap Pria jangkung menjulang itu, "Apa aku boleh menawar ?" Tanya Andita kemudian.


"Hahahaha..." akhirnya, Yoga tertawa juga. sejak tadi pagi ia menahan tawa karena, sikap Andita yang menggelitik mengundang tawa baginya.


"Apa yang sudah mas jual ? sehingga kamu mengajukan penawaran Hm...?" Tanya Yoga. yang masih menampilkan deretan Gigi putih nya.


"Hm...jangan dua minggu tapi, satu minggu saja di Desa" Ucap Andita manja dengan sorot mata memohon.


Pria itu tersenyum bahagia, kala mendengar permintaan gadisnya itu. "Akan mas usahakan. khusus, untuk gadis yang mas cintai ini" Jawab Yoga sambil melepaskan pelukan mereka.


Yoga kembali menempelkan bibirnya di dahi gadis itu, berlanjut ke matanya dan, berakhir di bibir mungil milik Andita.


Setelah cukup, ia melepaskan dirinya dari Andita. "Mas berangkat,ya" Pamitnya. sembari membawa Andita maju, memasuki pintu Lift.


"Aku boleh ikut antar ke bandara ?" Tanya Andita setelah mereka berada di lantai bawah.


Yoga menggeleng....,

__ADS_1


"Kenapa ?" Tanya Andita manyun.


"Nanti..." Yoga menggantung ucapannya.


"Nanti apa, mas?" Tanya Andita lagi.


"Nanti mas 'gak jadi berangkat,kalau menoleh kearah kamu terus" Sahut nya sambil terkekeh kecil.


Andita terdiam, dengan wajah bersemu merah.


"Ya udah, kalau gak boleh. hati-hati, ya mas" Sahut Andita pelan.


"Mobil sudah siap,tuan" Ucap sang Sopir, menyela pembicaraan antara Andita dan Yoga.


Yoga mengecup kilas dahi Andita, "mas pergi,jaga dirimu untuk mas" ucap nya.tubuh tinggi nya berangsur melangkah mengikis jarak di antara mereka lalu, memasuki mobilnya.Yoga menoleh sejenak, sebelum tubuhnya benar-benar masuk ke dalam kendaraan roda empat itu. lalu, ia melempar kan senyum penuh makna ke arah Andita. "Mas...?" Panggil Andita, setengah berlari menghampiri Yoga.lalu,gadis itu mengulurkan tangannya.menyalami Yoga dan, tanpa canggung ia mengecup lembut tangan Dokter itu.


Yoga tertegun menatap Andita lalu, tangannya terayun mengelus pipi gadisnya itu. "Tunggu mas kembali" Ucapnya.


Andita mengangguk "satu minggu" Jawabnya. dengan mengacungkan satu jari sambil tersenyum manis,mengiringi keberangkatan Yoga.


Mobil bergerak perlahan meninggalkan Andita yang masih berdiri terpaku disana, Andita mengangkat tangannya dan melambai ke arah mobil yang membawa Yoga pergi menghilang dari pandangan nya.


...----------------...


Andita kembali duduk di Balkon tempat yang menjadi favoritnya sejak pagi tadi.ia memilih duduk di ayunan,dengan tatapan kosong jauh ke arah lautan.


Ia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar.


Ada apa dengan hatiku ? Kenapa rasanya sepi tanpanya ? Kenapa rasanya seperti kehilangan begini ? Rasa ada yang kurang ? Pertanyaan demi pertanyaan bersarang dibenaknya.


...----------------...


Febry Prayoga berusia 31tahun ia tampan dan mapan,


Ia perna menikah sebelumnya tepatnya empat tahun yang lalu.di usianya yang masih sangat muda, ia sudah berani mengemban tugas sebagai suami dan juga sebagai Dokter umum termuda di kalangan rekan-rekannya.


Dia merupakan anak ke-dua pasangan Dokter spesialis kandungan dan Dokter spesialis anak yang populer di kota kelahirannya,sepertinya itu saja belum cukup untuk menggambarkan sosok Pria penyayang itu.

__ADS_1


Di samping itu keluarga Prayoga juga melebarkan sayapnya melalui bisnis yang bergerak di bidang perdagangan antar luar dan dalam Negeri,selain itu keluarga Chang Lie prayoga mempunyai beberapa rumah sakit swasta di beberapa Kota besar, termasuk yang ada di kota Bat*m yang di kelola langsung oleh Febry Prayoga sendiri.


Chang Lie Prayoga merupakan keturunan Cina dan Jawa, Sedangkan Indira Kamania Prayoga keturunan Sunda asli. king Corp Busines sangat tepat untuk julukan keluarga Prayoga, namun hal itu tidak membuat Yoga serta merta memperlakukan siapapun seenaknya.terutama kaum Hawa,ia sangat menyayangi perempuan layaknya menyayangi Ibunya juga Adik perempuan nya.


Namun kisah cinta dan rumah tangga seorang Dokter Febry Prayoga tidaklah seindah dan se-Jaya kekayaannya,di khianati oleh sahabat dan Istri yang sangat ia cintai membawanya terkurung dalam sangkar penderitaan hatinya.dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya, telah menorehkan luka dan kecewa dalam hidupnya.kecewa yang sangat mendalam membawanya pergi jauh meninggalkan kota Bata*m beserta tugasnya,namun bukan berarti ia melepaskan tanggung jawabnya begitu saja sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Prayogo.


Beberapa tahun belakangan ini hatinya terkunci rapat tak tersentuh oleh sosok seorang wanita, kehadiran sosok Andita Rosmanilla berhasil mengetuk pintu hatinya yang sudah lama tertutup dan membeku.


Kebersamaan mereka sebagai rekan Kerja di Puskesmas Kabupaten Provinsi K, pelan namun pasti kembali melelehkan tembok salju pertahanan yang ia dirikan selama ini.


Febry Prayoga Pria berhati lembut dan penuh kasih sayang, empat tahun belakangan ini karakter itu menghilang di balik benteng es yang ia bangun dari luka dan kecewanya.


Saat ini benteng tangguh dan tak tersentuh itu, sedikit demi sedikit kembali mencair.


Akankah Andita hanyut akan perlakuan lembut sosok Yoga,? yang penuh cinta,kasih sayang, pemikiran luas dan dewasa.


Atau, justru Dokter Febry Prayoga kembali terluka kecewa dan merana.


...----------------...


*To Be Continued*


Bagaimana Dengan Bagas ?


akankah cinta mereka kembali bersatu ?


Nantikan di cerita selanjutnya.


Dukung terus karya-karya Mentari Impian


Dengan like dan komentar.


Please komentar yang positif dan membangun bukan Judge atau semacamnya.


Yang sudah mampir terimakasih,semoga sehat selalu dan bahagia selalu menyertai kalian.😘


Salam hangat dari penulis: Mentari Impian 😘😘🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2