
Seminggu kemudian...
Ayuningtias sudah sadar lukanya sudah mengering meskipun belum sembuh sempurna, Brata dan Chang Lie sepakat membawa Ibunya Andita kembali kerumah atas permintaan Ayuningtyas sendiri.
Atas kebijakan Chang Lie sebagai pemilik Rumah Sakit Prayogo, Ayuningtyas tetap menjalani perawatan secara intensif meskipun dirumah.
Ayuningtias tersenyum bahagia saat memasuki rumahnya meskipun masih duduk di kursi roda, untuk berbicara pun Ayu masih berbisik-bisik.
Brata mendorong kursi roda Ayu, lalu ia membungkuk menanyakan dimana kamarnya.
"Kamarnya sebelah mana ?" Tanya Brata
Ayu hanya menunjuk ke arah pintu kamar yang di buka Andita, Brata membawa Ayu memasuki kamarnya.
Andita menyusun bantal, lalu Brata membopong tubuh Ayuningtyas dan merebahkan nya dengan hati-hati.
"Apa posisinya sudah nyaman ?" Tanya Brata.
Ayuningtias hanya mengangguk, lalu dengan suara rendah ia berkata.
"Terima kasih,mas" ucapnya.
Brata mengangguk dan menyelimuti tubuh mantannya itu, Brata membelai singkat rambut Ayuningtias.
"Istirahatlah." Ujarnya bergetar, karena debaran hebat melanda dadanya.
Wajah Ayuningtyas bersemu merah dan tak ubahnya dengan kondisi Brata, jantung Ayu serasa loncat-loncat di dalam rongga dadanya, andaikan monitor ICU masih menempel di tubuhnya maka detak jantung nya akan segera terdeteksi.
Brata menyingkirkan kursi roda sekaligus ia meninggalkan kamar Ayuningtyas, Indira bertindak sebagai tuan rumah saat ini sementara Andita tidak di perbolehkan nya bergerak terlalu intens. Melihat Brata sudah bergabung dengan Chang Lie, Indira menyajikan makanan dan minuman untuk teman suami nya itu.
Chang lie dan Brata larut dalam obrolan seputar bisnis hingga perihal lamaran Yoga untuk Andita yang tidak lama lagi akan di gelar. Mengingat kondisi Calon besan mereka masih menjalani perawatan intensif, maka acara lamaran di undur seminggu ke depan.
Brata yang memposisikan dirinya sebagai wali bagi Andita setuju dengan pendapat Chang Lie dan Indira, sementara waktu kedua suami istri itu memutuskan untuk pulang ke Jakarta dulu besok pagi.
Sedangkan Yoga dan Shinee tetap tinggal dirumah Ayuningtyas sampai mereka datang kembali ke kota K, Chang Lie dan Indira juga Brata sepakat untuk hal itu mengingat Brata tidak mungkin bisa 24 jam menjaga Ayu dan Andita berhubung status di antara mereka.
Tanpa terasa waktu sudah sore...
"Sudah sore lie, aku izin pamitan sama Ayu dulu." Ucap Brata
Chang lie hanya menjawab ungkapan Brata dengan senyuman, lalu Brata bangkit menuju kamar Ayuningtyas.
"Apa kamu butuh sesuatu ?" Tanya Brata saat melihat Ayu duduk dan bersandar di kepala ranjangnya, Ayu mengangguk.
__ADS_1
"Minta minum" ucap Ayu pelan sembari menahan perutnya.
Brata mendekatkan gelas minum ke bibirnya Ayu, menahan tubuh bagian belakang perempuan itu guna membantu nya untuk minum.
Setelah Ayu selesai minum Brata meletakkan kembali gelas di atas nakas, dan membantu mantan istrinya itu rebahan kembali.
"Mas pamit pulang dulu ya,kamu jangan banyak gerak dulu. Fokus saja sama kesembuhan mu, yang lainnya biar mas yang pikirkan." Ucap Brata lembut seraya menatap manik mata Ayuningtias.
"Bagaimana dengan Anjani ?" Tanya Ayu
Mau tidak mau Brata memberi penjelasan pada Ayuningtias, paling tidak poin-poin penting saja untuk saat ini.
"Mas sudah menceraikan Anjani sebulan yang lalu jauh sebelum pertemuan kita, Untuk kasusnya besok sidang penjatuhan hukuman baginya." Ucap Brata lembut
Ayu mengangguk dan menatap wajah mantan suaminya,ada sekelumit senyum terukir di bibirnya.
"Setelah kamu sembuh mas akan menjelaskan semuanya tanpa terkecuali, percayalah mas tidak pernah mencampakan mu dan perasaan ini masih seperti dulu." Ujar Brata sambil menggenggam tangan Ayu.
"Istirahatlah,mas pulang dulu." Ucapnya lembut seraya berdiri dan berjalan ke arah pintu.
"Mas..." Lirih Ayu berkaca-kaca.
Brata menoleh dan kembali menghampiri Ayuningtyas, ia menggenggam tangan Ayu dan mengecup lembut puncak kepala perempuan yang di cintai nya itu.
"Kalau masih ada kesempatan,mas ingin kita kembali bersama melanjutkan rumah tangga kita yang sempat hancur, mewujudkan impian cinta dan janji kita dulu." Ungkap Brata Sungguh-sungguh
"Mas pulang dulu ya, jangan banyak gerak." Brata kembali menyapukan kecupan hangat di rambut perempuan masa lalunya itu.
Lalu ia tersenyum dan beringsut meninggalkan kamar Ayuningtyas, setelah itu ia berbicara sebentar pada perawat untuk standby di kamarnya Ayu.
Tak lupa ia berpamitan pada Chang lie dan Indira, Andita dan Yoga. Andita menatap kepergian Brata hingga lenyap dari pandangan nya, sorot matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam.
"Sayang, ada apa ? ayo kita ke kamar Mama." ajak Yoga menggamit tangan Andita,gadis itu mengangguk dan mengikuti langkah kaki Yoga.
"Mama ?" panggil Andita
Ayuningtias menoleh dan tersenyum lembut menatap wajah Andita, Ayu mengulurkan sebelah tangannya pada Andita lalu gadis itu mencium pipi Ayuningtyas.
"Bagaimana keadaan Mama ? apa ada keluhan ?" tanya Yoga.
Ayuningtias tersenyum dan menggeleng, lalu menepuk-nepuk tepi ranjang nya meminta Yoga untuk duduk bersamanya. Yoga dan Andita duduk mengapit Ayuningtyas, mendengarkan beberapa petuah Ayu dengan seksama.
"Yoga akan menjaga Mama dan juga Andita, percayalah. setelah kami menikah nanti, Mama akan ikut bersama kami,Yoga tidak akan membiarkan Mama tinggal sendiri." ungkap Yoga setelah mendengar kata-kata petuah dan kekhawatiran calon mertuanya itu.
__ADS_1
"Terima kasih Nak, tapi Mama tidak ingin meninggalkan rumah ini. disini banyak kenangan masa kecil Andita, juga kenangan bersama Almarhum papanya." ujar Ayu
"Kalau begitu kami akan tinggal di sini." sahut Yoga
Ayuningtias menatap Yoga mencari kesungguhan di mata Pria tampan itu, binar bahagia tersirat melalui sorot matanya.
"Mama tidak melarang kalian mau tinggal di mana, silakan kalian tentukan dimana yang terbaik buat kalian, Nak." ujar Ayu pada Yoga dan Andita.
"Kami akan tinggal bersama Mama." jawab Yoga mantap.
Andita tersenyum menatap calon suaminya itu, hatinya bahagia tak terhingga mendengar setiap keputusan yang diambil nya.
...----------------...
Saat malam di rumah Ayuningtyas...
Chang lie dan Indira ngobrol di kamar Ayuningtyas, membahas mengenai lamaran yang ditunda karena kondisi Ayu belum memungkinkan.
Tak lama kemudian Brata juga muncul di antara mereka, bergabung dan ngobrol bersama layaknya interaksi Besan pada umumnya.
"Bu Ayu dan pak Brata,besok pagi kami izin kembali ke Jakarta dulu.sebelum lamaran di gelar kami butuh persiapan, Yoga dan Shinee akan tinggal bersama kalian disini." ujar Indira.
"Iya Bu, nggak apa-apa." sahut Ayuningtyas pelan.
"Setelah Andita dan Yoga menikah, apa kalian juga akan menggelar lamaran.?" celetuk Chang Lie sembari tersenyum menatap kedua calon Besan nya itu.
Ayuningtias terdiam seribu bahasa, sedangkan Indira mendelik tajam pada suaminya itu.
"Papa apaan sih !!" tukas Indira
"Apa yang salah, mereka suami istri sebelumnya.berpisah karena di pisahkan oleh seseorang, lalu apa salahnya kalau mereka rujuk kembali." ungkap Chang lie serius.
Indira menatap Ayuningtyas dan bergantian menatap Brata, seolah meminta jawaban atas ucapan Suaminya barusan.
"Harapanku memang seperti itu lie." sahut Brata
...----------------...
"TBC"
jangan lupa dukung terus karya Mentari Impian dengan vote dan like, sebanyak-banyaknya 😜🙏
salam hangat dari Mentari Impian 😘
__ADS_1