
"Shinee !!" Seru Yoga, saat melihat wajah Shinee tercetak tanda tangan berbentuk lima jari.
"Astaga Shinee,kau kenapa sayang ?" Tanya Ayu cemas.
Yoga menatap Bagas dengan tatapan tajam bagai siap menguliti Pria rivalnya itu, tangannya mencengkram erat kerah baju Bagas.
"Kau apakan adikku Hah !!" Seru Yoga mengangkat tangannya siap memberi bogem mentah ke wajah Bagas.
"Kak ! Hentikan !! Semua ini bukan salah kak Bagas, tapi mantan istrimu !!" Seru Shinee menginterupsi aksi Yoga.
"Apa maksudmu Shinee ?" Tanya Andita.
"Sebaiknya ajak Shinee masuk dulu, bicarakan di dalam." Brata menyela pembicaraan antara Andita dan Shinee.
Andita mengangguk dan membawa Shinee masuk, Yoga berlaku ke kamarnya dan keluar kembali mengobati luka di bibir Shinee.
"Ceritakan !!" Pungkas Yoga, setelah mengobati luka adiknya.
Shinee mulai menceritakan semuanya,dari awal kedatangan mereka ke Mall bersama Bagas, hingga Insiden Clara mendorong tubuh nya dari belakang secara tiba-tiba.
"Dimana perempuan itu sekarang ? Apa kau biarkan dia pergi begitu saja setelah mempermalukan Shinee ?" Tanya Yoga sama Bagas.
"Kenapa ? Kau merindukan nya ?" Tanya Bagas menatap wajah Yoga.
Yoga melotot menatap Bagas, tangannya mengepal kuat mengingat sosok perempuan itu.
"Bukan jawaban seperti itu yang aku mau !!" Pungkas Yoga
"Kak Yo gak usah khawatir, kak Bagas sudah minta pihak Mall membawanya ke kantor polisi." Sahut Shinee
Yoga menatap belanjaan Shinee yang tersusun rapi di dekat kaki Bagas, Yoga melirik Shinee.
"Apa kamu merampoknya juga hari ini ?!" Bisik Yoga.
Sontak saja membuat Shinee tertawa dan melupakan luka di bibirnya.
"Hahaha...., Aww !!" Bibir Shinee kembali berdarah.
"Shinee !! Ingat lukamu !" Tukas Bagas sambil mengelap bibirnya Shinee.
"Husst...sana tanganmu,biar aku saja !" Tukas Yoga sambil menepis tangan Bagas.
"Kak Yo, Shi mau kak Bagas aja.bibir Shi jadi makin perih deh." Rengek Shinee manja
Bagas mengangkat alisnya sembari tersenyum.
"Hm...apa kau dengar adik ipar !!" Pungkas Bagas
Andita tersenyum menatap kedua lelaki yang rebutan ingin membantu Shinee, setidaknya kakaknya itu sudah sedikit bisa menerima kenyataan mereka setelah kehadiran Shinee.
Sementara Brata dan Ayuningtyas hanya geleng-geleng saja melihat tingkah mereka.
'Aku tidak akan membiarkan kalian seperti musuh, aku akan membuat hubungan mereka layaknya kakak ipar dan adik ipar yang akur.' Shinee bermonolog
__ADS_1
"Ayo mas gendong Shinee,kakinya sakit." Ucap Andita lembut dan tersenyum lembut menatap Bagas.
Bagas menoleh dan hanya tersenyum menanggapi permintaan Andita juga permintaan Shinee,lalu tangannya menyodorkan semua Paperbag yang memenuhi tangannya itu ke tangan Yoga.
"Huh...kamu mau belanja segini banyak mau buka toko Shinee !!" Yoga mendelik Shinee.
Shinee hanya menjawab pertanyaan kakaknya dengan sebuah senyuman,lalu ia masuk dalam gendongan Bagas. Shinee bergelayut melingkari tubuh Bagas bagai bayi koala, matanya menatap intens pada Bagas.
"Ada apa ?" Tanya Bagas karena sadar Shinee sedang memperhatikannya.
Shinee menggeleng lalu merebahkan kepalanya di dada Bagas, tangannya menyelusup masuk di balik kemeja Bagas memggelitik kan jari-jarinya disana.
"Shit... Shinee hentikan." Geram Bagas saat Shinee menggodanya.
Shinee terkekeh kecil, saat berhasil menggoda Pria tampan yang sedang menggendong nya itu.
Sedangkan Yoga sudah berjalan lebih dulu ke kamarnya Shinee membawakan belanjaan Adiknya itu, saat di tangga mereka berpapasan dengan Yoga yang sedang menuruni anak tangga.
Bagas dan Yoga saling pandang tanpa berbicara apapun, namun sorot mata mereka menyiratkan kata-kata yang hanya mampu di artikan dengan mereka sendiri.
Dan...
Bagas menyeringai menatap Yoga.
"Permisi calon Adik ipar sekaligus calon kakak ipar." Pungkas Bagas lalu berlalu meninggalkan Yoga yang mematung.
Yoga menoleh menatap kepergian Bagas Dan Shinee.
"Apa dia bilang ? Calon kakak ipar, apa aku tidak salah dengar ?" Gumam Yoga.
"Istirahatlah, aku mau pergi ngurus perempuan gila itu." Desis Bagas
Shinee menatap Bagas sejenak lalu menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
"Iya kak, hati-hati ya." Sahut Shinee
Bagas berdiri lalu melangkah menuju pintu saat di ambang pintu Bagas menoleh menatap Shinee, membalik tubuh nya menghampiri gadis yang sedang menatapnya itu.
Bagas berjongkok dan menggenggam kedua tangan Shinee, mendaratkan bibirnya di jari lentik gadis itu dan menyapukan kecupan hangat di dahi Shinee.
"Istirahatlah,kakak pulang ya." Ucap Bagas lembut sambil mentoel hidung mancung Shinee.
Shinee mengangguk menatap kepergian Bagas hingga Pria itu menutup pintu kamarnya, hati Shinee berbunga-bunga karena nya.
Bagaimana tidak berbunga-bunga, dirinya mendapat perlakuan manis sekaligus mendapatkan berbagai macam barang branded tanpa harus merogoh kocek nya.
...----------------...
Bagas melangkah turun dan berjalan ke ruang tamu, ia duduk sebentar bersama Brata dan Ayuningtyas.
"Pa,ma Bagas pulang dulu." Pamitnya sama kedua orang tuanya.
Brata mengangguk. "Bagaimana dengan perempuan yang melukai Shinee, Nak ?" Tanya Brata sama Bagas.
__ADS_1
Andita dan Yoga menatap wajah Bagas,menanti jawaban Pria itu.
"Biar Bagas yang urus pa." Sahut Bagas
Bagas bangkit dari duduknya lalu menyalami tangan kedua orang tuanya, lalu mengelus rambut Andita.
"Mas pulang." Ucap Bagas singkat pada Andita.
Bagas menepuk pundak Yoga lalu menunduk seraya berbisik di telinga Yoga.
"Aku pulang dulu adik ipar sekaligus calon kakak iparku !!" Dengus Bagas di telinga Yoga.
Lalu Pria tampan itu berlalu meninggalkan ruang tamu di iringi Ayuningtyas dan Brata, sedangkan Yoga ia masih mencerna kata-kata Bagas barusan.
Bagas melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah sejuta kenangannya bersama Andita, setelah cukup jauh pria itu meremas dadanya yang sakit.
Setiap pulang dari rumah Andita hatinya tidak selalu Baik-baik saja, selalu dan selalu hatinya terluka.
"Andita..." Desis Bagas.
"Kau sudah merebutnya dari ku Yoga, Adikmu harus menggantikan posisi Andita di hatiku meskipun aku belum yakin dengan keputusan ku, kau lihat Shinee akan menjadi milikku !!" Gumam Bagas mencengkeram kuat dadanya.
Bagas kembali melajukan mobilnya menuju kantor polisi, untuk menyelesaikan urusannya dengan perempuan gila yang sudah melukai Shinee.
...----------------...
Sebelum masuk ke kantor polisi Bagas menghubungi Erwin membetahukan masalah yang menyangkut dengan Clara, meskipun Erwin tidak ambil pusing lagi soal perempuan itu Bagas tetap menghargai sahabat nya itu.
"Halo 'gas." Jawab Erwin di seberang sana.
"Sepupu Lo kembali nyelakain pacar Gue, kali ini maaf gue gak bisa kasih toleransi sama sepupu Lo." Pungkas Bagas to the Point.
"Serah Lo deh 'gas, Gue gak mau ambik pusing soal Clara." Jawab Erwin
"Ok, dia di kantor polisi sekarang." Ujar Bagas mengakhiri panggilan teleponnya.
Bagas memasuki kantor polisi lalu dia menghadap bagian RESKRIM setempat,guna melaporkan seseorang yang telah melakukan tindak kekerasan terhadap Shinee.
Setelah selesai melaporkan Clara dan sudah di tanggapi pihak kepolisian Bagas pulang kerumahnya, tubuhnya lengket dan lelah
Ia ingin mandi dan istirahat.
...----------------...
Seminggu menjelang pernikahan Yoga dan Andita, Ayuningtyas dan Brata menghubungi kedua besannya.
"Halo... Assalamualaikum lie. Tak perlu banyak basa-basi sebaiknya kalian datang lah beberapa hari lagi.untuk tempat tinggal kami sudah menyiapkan rumah khusus untuk keluarga besar Yogo." Ujar Brata sambil terkekeh setelah terhubung dengan Chang lie di seberang sana.
"Kita malah mau berangkat hari ini." Sahut Chang lie diseberang sana dengan tawa terbahak-bahak.
...----------------...
TBC
__ADS_1
nantikan episode selanjutnya...!!!
bagi yang ingin tau kegiatan author boleh follow ig author :adeliagitu