Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB 14


__ADS_3

Gaun hitam tanpa lengan,panjang menjuntai dengan belahan samping, sehingga menampilkan kaki jenjangnya.Gaun dengan model kerah rendah,bermotif Bling-bling membalut tubuh gadis cantik itu.Busana itu menempel begitu erat di tubuhnya, sehingga dapat melukis keindahan lekuk tubuhnya.rambut disisi telinga kirinya, tarik ke atas sebagian di biarkan tergerai indah.make-up tipis,namun sangat memukau setiap mata yang memandang, khususnya kaum Adam.Andita tersenyum,memandang pantulan dirinya di Kaca rias kamarnya.


"Waw,anak Mama cantik sekali." puji Mama Ayu.


"Mama,juga selalu cantik di mata Andita." Andita menimpali pujian Ayu.


"Dit,kamu pergi sendiri. ?" tanya Ayu


"Iya ma." sahut Andita.


"Kenapa gak sama Bagas, perginya.?" tanya Ayu lagi.


"Mas Bagas,akan nyusul nanti ma.dia masih ada urusan di Kantornya." jelas Andita.


"Kamu pergi nya gimana,Dit.?" tanya Ayu lagi.


"Taxi ma.nanti pulang sama mas Bagas." jawab Andita.


"Ya sudah kalau begitu,kamu hati-hati." ucap Mamanya.


"Dita pergi ya,ma." Dita menyalami Mama ayu dan menciumnya.


Andita pergi ke Acara Reuni Dengan Taxi, sementara Bagas akan menyusulnya nanti.hubungan Andita dan Bagas sudah kembali membaik,sejak Insiden beberapa waktu yang lalu.


...----------------...


Andita melangkah dengan anggun,memasuki Hotel di mana Acara Reuni akan berlangsung.semua mata menatap kagum padanya,terutama kaum Pria.Andita menyapa teman-temannya satu persatu,berbincang dan berbasa-basi.ia menuju meja Panitia,mengisi Buku tamu.Andita membaca urutan tamu yang sudah hadir,ia mencari nama seseorang.salah satu pihak Panitia memperhatikan kegiatan Andita,yang membaca daftar tamu yang telah hadir.


"Hai Dit,ada yang bisa aku bantu.?" tanya Johan


"Hai Jo,apa kabar.apakah Sahabatku sudah datang, ?" tanya Andita


"Aku baik Dit, bagaimana denganmu ?" tanya Johan.


"Seperti yang kamu lihat, Jo." jawab Andita dengan tersenyum.


"Kamu makin cantik aja." puji Johan


"sahabat mu sudah datang,tapi tadi aku lihat dia keluar.mungkin sebentar lagi kembali." ucap Johan


"Formal sekali gaya bahasa mu." ucap Dita mengejek Johan.

__ADS_1


Johan tertawa.....


"Silakan pilih tempat duduk sesukamu,Bu Bidan." ucap Johan menggoda Andita.


Andita tertawa, menanggapi godaan Johan.ia memilih tempat duduk sedikit menyudut,lalu Andita memainkan Ponselnya hanya untuk membuang kejenuhan nya sebelum Acara di mulai.ia terlihat sudah mulai bosan, karena Acara masih belum di mulai.tiba-tiba tubuhnya di peluk dari belakang oleh seseorang, Andita menoleh.


"Hanna....!!" serunya.Andita terlihat senang sekali bertemu sahabat lamanya itu,mereka berpelukan dan Cipika-cipiki.


"Kamu cantik sekali Dit,semakin 'Cantik." puji Hanna.


"Kamu juga Han,semakin cantik dan Dewasa." puji Andita.


"Ohya Dit,kamu sama siapa tadi kesini ?" tanya Hanna, setelah mereka duduk.


"Sendiri, 'Han." jawab Dita.


"Serius,masa cantik-cantik begini masih sendiri." goda Hanna


Andita hanya tertawa...


"Kamu sendiri,kesini sama siapa.?" tanya Andita.


"Apa kabar kamu Dit, gimana sudah tercapai cita-cita kamu ?" tanya Hanna.


"Alhamdulillah Han,sesuai harapanku." jawab Andita.


"Kamu sendiri, pasti udah sukses jadi pengusaha." ucap Andita


Hanna hanya tersenyum kecut...,


"Ya begitulah Dit." bohong Hanna.


"Syukurlah,berarti impian kita akhirnya tercapai." sambung Andita.


Andita dan Hanna bercerita banyak,ya tepatnya Curhat sekaligus bernostalgia.mereka akhirnya bergabung dengan yang lainnya,memeriahkan Acara Reuni mereka.makan bersama, bernyanyi,berdansa dan yang pastinya semakin menguatkan tali silaturahmi.Hanna sedang berdansa bersama pasangannya, sementara Andita hanya menjadi penonton.mata Edo yang liar,tak melepaskan tatapannya dari Andita.


"Sayang,yang gaun Hitam teman kamu." tanya Edo sama Hanna


"Sahabat,lebih tepatnya." jawab Hanna.


"Oh,apa boleh aku meminjamnya untuk Berdansa,?" tanya Edo.

__ADS_1


Hanna mulai geram melihat tingkah Edo,ia melihat dari tadi Edo terus memandangi Andita. "Maksud kamu !" tanya Hanna dengan intonasi tinggi


"Dia paling cantik, di antara perempuan disini." jawab Edo santai.


Ia melepaskan pelukan Hanna,dan melangkah menghampiri Andita.Hanna mengekor di belakang Edo, Ia melangkah lebih cepat dari Edo. "Dit,kenalin ini pacar ku" Hanna memperkenalkan Edo sebagai pacarnya.Edo mengulurkan tangannya, di sambut Andita.


"Andita."


"Nama yang cantik,secantik orangnya." ucap Edo memuji Andita.sementara wajah Hanna,sudah merah padam.


"Terimakasih, atas pujiannya." Andita menimpali ucapan Edo.


"Apa kamu mau Berdansa denganku, 'Andita.?" tanya Edo


"Ah tidak, terimakasih." tolak Andita


"Han, Aku ke toilet dulu." pamit Andita,ia merasa gerah di tatap Edo sedari tadi.Andita melangkah meninggalkan Edo dan Hanna.tapi siapa menduga, Edo ternyata mengikuti Andita.


Edo yang merasa di tolak,menyeringai penuh kelicikan.ia mencari cara, untuk menaklukkan Andita.


Sementara Bagas sudah berkeliling,mencari keberadaan Andita.


Bagas menelpon Andita, namun tak ada respon.Bagas melihat ada kerumunan di dekat toilet perempuan,yang tak begitu jauh dari ruangan Acara yang sedang berlangsung. Bagas menerobos kerumunan itu.Dan.....,


"Andita...!!" teriak Bagas cemas,ia melihat sudut bibir Andita berdarah.


TBC


penasaran kelanjutan ceritanya ?


nantikan Up selanjutnya.


berikan semangat untuk author,


biar Up lebih banyak lagi.


jangan lupa like dan komentar ya guys.


maafkan author jika Typo.


terimakasih,salam hangat untuk pembaca.😘

__ADS_1


__ADS_2