
Gebrak...!! Suara pintu di banting Anjani.
Brata melihat ke arah suara sementara tangannya menyembunyikan foto perempuan masa lalunya ke dalam saku celananya,ia menatap Anjani yang juga menatap nya dengan tatapan kesal.
"Kau masih mengingat perempuan itu ?!" Tanya Anjani berjalan mendekati Brata,lalu jari-jarinya menelusuri garis rahang wajah suaminya itu.
Brata menepis tangan Anjani dengan kasar. "Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu,Anjani !! Kau perempuan menjijikkan,kalau saja kau bukan ibu dari anakku... ah sudahlah" ujar Brata tak ingin melanjutkan kata-katanya.
"Jika aku bukan ibu Bagas,kau akan mencampakan ku seperti kau membuang Ayuningtyas ?" Ucap Anjani sambil tersenyum mengejek.
Brata menatap wajah Anjani dengan tatapan mengintimidasi, rahangnya bergerak-gerak karena sedang menahan amarahnya.
"Kenapa ? Apa perkataanku benar tuan Brata ?!" Tukas Anjani lagi dengan seringai menjijikkan bagi Brata.
"Kau dengar perempuan siluman !! Aku tidak pernah mencampakan Ayuningtyas !! Dan kau...sangat tau itu !! Semua itu ulahmu !!" Geram Brata. Mata Brata berkilat merah bak bara api.
"Hahaha...kasian sekali nasib Istri tersayang mu itu" sambung Anjani mengejek dan memancing emosi Brata.
"Tutup mulut beracunmu itu Anjani !!" Teriak Brata.
Anjani terkekeh bagai nenek gayung. "Kau dengar Brata ! Hidupmu seluruh yang kau miliki adalah milikku !!" Ujar Anjani.
"Silakan.tapi...kau jangan pernah bermimpi memiliki hati dan cintaku !! Selamanya kau tidak akan mendapatkan nya !! Tertawalah dengan bahagia bersama harta duniawi yang kau miliki saat ini,tapi hatimu hampa hingga ke neraka !!" Ujar Brata menunjuk dada dan wajah Anjani.
Lalu Brata menyeret Anjani keluar dari kamarnya. "Jika kau masih berani memasuki kamarku,maka ku pastikan...kau akan kehilangan kakimu !" Tukas Brata seraya mendorong perempuan itu dari kamarnya.
"Brengs*k kau Brata !!" Teriak Anjani seraya menendang pintu kamar Brata.
...----------------...
Bagas bergegas meninggalkan rumah orang tuanya, dari ia kecil hingga dirinya dewasa selalu mendapati kedua orangtuanya bertengkar.
Itulah kenapa Bagas memilih tinggal dirumah pribadinya ketimbang tinggal bersama kedua orang tuanya, kepalanya pusing setiap hari selalu mendengar pertengkaran mereka.
sedangkan Anjani selalu mendominasi pertengkaran mereka, Bagas tak bisa pungkiri terkadang ia muak akan sikap otoriter perempuan yang telah melahirkan nya itu.
Dan hari ini Bagas mengerti masalah yang terjadi di antara mereka, ternyata Brata tidak mencintai Anjani.
"Ayuningtyas ? Apakah tante Ayu ? Tapi itu tidak mungkin, bukankah suami tante Ayu seorang tentara ? Hm..mungkin kebetulan hanya nama yang sama,Batin Bagas bergejolak memikirkan kata-kata pertengkaran orang tuanya.
Lalu apa yang sudah mama lakukan sama perempuan itu ? Jika mama tidak melakukan apapun, papa tidak mungkin membencinya sampai mati ? Ya tidak mungkin. aku sangat-sangat mengenal prinsip dan jiwa papa, batin Bagas.
"Ups...ternyata cinta memang rumit." Desah Bagas, lalu kembali melajukan mobilnya meninggalkan area perumahan orang tuanya.
Ya Bagas mengikuti mobil Brata sejak tadi, sebagai anak tentunya hal wajar jika mengkhawatirkan orang tuanya. karena hal itu, Bagas memutuskan mengiringi mobil papanya.
sesampainya dirumah,bukan mendapat sambutan manis kedua orangtuanya tapi di sambut oleh pertengkaran.
__ADS_1
Dan justru pertengkaran itu, membuat dirinya ingin tau lebih banyak tentang apa saja yang telah terjadi di antara orang tuanya.
...----------------...
Jika di Antara Bagas, Brata dan Anjani tengah terjadi konflik dan perang batin, namun berbeda dengan keadaan di rumah mewah Febry Prayoga.
"Mas aku mau ke taman Lieros" ucap Andita.
Yoga menatap Andita yang berjalan kearahnya,hatinya tentu saja sangat senang melihat gadis cantik itu sudah kembali berjalan seperti semula meskipun masih sedikit pincang.ya, setidaknya kakinya sudah jauh lebih baik dan tidak tergantung tongkat lagi.
"Tidak sayang.tunggu sampai kakimu benar-benar pulih" sahut Yoga sembari mengelurkan tangannya menyambut kedatangan gadis itu.
Bibir Andita seketika mengerucut, wajahnya cemberut manja.
"Aku bosan di dalam rumah terus." Sungut Andita
"Bagaimana kalau kita ke salon ?" Yoga memberiksn penawaran.
Andita diam berpikir..., 'Hm... sepertinya ide bagus' batinnya.
"Oke,tapi sekalian mas juga perawatan ya" ucap Andita.
"Mas gak usah perawatan,tetap cakep juga kok" sahut Yoga seraya meraih tangan gadis itu lalu menghadiakan keceupan-kecupan manis disana.
"Hahaha...,PD sekali !" Seru Andita sambil tertawa geli.
"Aku juga gak usah perawatan ah,kan udah Cantik" lanjut Andita,lalu kembali tertawa.
"Kalau kamu harus lebih dan selalu cantik tentunya,tapi khusus untuk mas." ujar Yoga.
"Berarti gak boleh bertemu orang lain dong,selain mas ? Kalau kerja gimana ?" Tanya Andita.
"Tentu saja boleh.jika sudah menikah nanti, mas mau kamu berhijab menutup seluruh Aurat mu." ujar Yoga mantap.sambil menatap wajah kekasihnya.
"Mas mau pernikahan kita hingga ke Janna nya sayang. kalau mas membiarkan kamu tidak menutup aurat, ganjaran bagi mas adalah neraka.ayo kita sama-sama belajar, bagaimana tata cara Suami dan Istri membina keluarga dalam Islam" Tukas yoga lagi.
Andita tercengang menatap Pria di hadapannya,bahkan dia lupa sudah berapa lama tak pernah menunaikan kewajiban 5 waktu itu.
"Kamu Dokter apa pak ustadz si mas ?" Tanya Andita tersenyum jahil.
"Dokter adalah pekerjaan mas.tapi kedepannya mas akan menjadi pak ustadz khusus untuk istri mas.yang pertama perintah nya adalah menutup aurat
Jika perlu pake cadar" lanjut Yoga sambil terkekeh kecil.
"Hm...sekalian aja pake kelambu" sahut Andita.
"Hahaha...itu akan lebih baik.tapi,setelah kita menikah" sahut Yoga sambil terus tertawa.
__ADS_1
Andita ikut tertawa,lalu menatap Yoga.
"Mas Terima kasih" ucap Andita kemudian.
"Untuk apa sayang ?" Tanya Yoga.
"Sudah mengingatkan soal kewajiban untuk berhijab" sahut Andita.
"Membimbing mu adalah kewajiban bagi mas, jika nanti sudah sah jadi suamimu.sekarang lagi latihan." Ujar Yoga sambil Senyum-senyum.
"Hahaha..." Mereka tertawa.
"Mulai sekarang kita harus banyak belajar. untuk jadi istri yang Sholehah, belajar menjadi imam yang baik serta suami yang Soleh untuk calon istri mas ini" ucap Yoga.
"Ngomong-ngomong jadi ke salon ?" Tanya Yoga
"Sebagai calon istri yang Sholehah bagaimana kalau kita mencari buku saja,yang mengajarkan tentang kiat-kiat rumah tangga yang Sakinah Mawadah Warahmah" ujar Andita antusias.
Yoga tersenyum menatap Andita. "Ide yang bagus sayang,tapi perawatan untukmu juga penting.bagaimana kalau di panggil kerumah aja ?" Ujar Yoga memberikan usul.
"Sepertinya ide bagus mas, setelah itu baru kita cari buku." Tukas Andita.
Yoga mengangguk. "Mas suru Bi Ima nyari salon yang rekomendasi nya bagus ya,tunggu sebentar" ucap Yoga.
Yoga bangkit menghubungi Bi Ima melalui sambungan telpon di ruangan tersebut.
Andita tersenyum bahagia,atas apa yang di ucapkan Yoga serta harapan-harapannya setelah mereka menikah nanti.
"Ya Allah...jika kami berjodoh maka berikan kelancaran atas niat kami.semoga tidak halangan dan rintangan bagi kami,jangan pernah pisahkan kami terkecuali ajal menjemput." Doa Andita dalam hati.
...----------------...
"Bersambung"
kira-kira gimana ya rencana pernikahan mereka ? lancar atau justru banyak halangan dan rintangan ??
tunggu ceritanya di episode selanjutnya.
jangan lupa terus berikan dukungan nya
dengan vote dan like.
yang setuju Andita dan yoga segera ke KUA silakan sisipkan komentar kalian,๐๐
salam bahagia selalu untuk pembaca๐๐
yang sudah mampir di karya Mentari Impian terima kasih banyak๐
__ADS_1
jika banyak kata yang salah dalam pengetikan mohon di maklumi.๐๐คช