Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~81


__ADS_3

Andita menggeliat seraya meregangkan otot-otot tangannya dengan mata masih terpejam, tanpa sengaja ujung jarinya menyentuh tubuh seseorang. Andita menoleh kesamping dan meneliti seseorang yang masih terlelap membelakangi nya itu, tangannya terulur menyentuh bahu kokoh seraya tersenyum.


"Mas...?" Sapa nya lembut.


"Hm.... selamat pagi istriku." Sahut Yoga sembari berbalik dan memeluk tubuh Andita.


"Pagi juga, suamiku." Balas Andita malu-malu


Andita bangkit dan turun dari pembaringan, baru saja akan berdiri tangannya di cekal oleh Yoga. "Mau kemana ?" Tanya Yoga


"Kamar mandi mas." Sahut Andita


"Pakai gaun begitu ?" Tanya Yoga.


Yoga bangun lalu tanpa aba-aba membantu membuka gaun pengantin yang masih melekat di tubuh Andita, ia pun tak lupa menyapukan kecupan hangat dan lembut di bahu terbuka milik Andita.


"Mandilah." Suruh Yoga pada Istrinya, Andita mengangguk seraya menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah merona.


Andita mengumpulkan gaun pengantin nya di dada sebelum meraih jubah mandi yang tersedia di kamarnya, setelah itu ia bergegas menghilangkan semua tubuhnya di balik pintu kamar mandi.


Semua tingkah Andita tak lepas dari pandangan suaminya, Yoga hanya tersenyum lalu kembali membenamkan tubuhnya di balik selimutnya.


30 menit kemudian Andita keluar dari kamar mandi dengan tubuh dan wajah yang sudah segar, pandangan nya berlarian ke atas ranjang dimana sang suami kembali tertidur pulas.


Andita tersenyum seraya mengambil baju gantinya dan membuka jubah mandi nya, beberapa detik kemudian kedua tangan besar milik Yoga menempel erat di perutnya.


Yoga menyapukan kecupan hangat di bahu Istrinya yang terbuka, Andita berbalik menatap suaminya itu.


"Aku kira mas masih tidur, mandilah mas setelah itu kita sarapan." Ujar Andita lembut


"Hm...mas mau sarapan kamu dulu." Sahut Yoga sambil tersenyum menggoda


"Tapi mas...?" Kata-kata Andita terpotong saat bibirnya diraup habis oleh suaminya.


"Tapi kenapa sayang ?" Sahut Yoga di antara cecapan nya.


C**man Yoga semakin dalam menelisik seluruh rongga mulut Andita, semakin lama semakin liar dan menuntut.


"Mas..." Desah Andita disela-sela kesibukan suaminya.


"Iya sayang." Yoga melepas jubah mandi di tubuh Andita yang masih menutupi setengah tubuhnya. Yoga mendorong pelan tubuh istrinya itu ke atas ranjang, sesaat mata mereka bertemu.


"Mas, maafkan aku. Aku belum bisa menunaikan kewajiban ku saat ini." Ucap Andita


Yoga menatap tajam Istrinya, tatapan yang mengandung pertanyaan dan kemarahan karena penolakan Andita barusan.


"Apa maksudmu ?" Tanya Yoga serak dan berat.


Andita justru tersenyum menanggapi pertanyaan suaminya. " Maaf mas, aku lagi dapet." Sahut Andita


Yoga menjambak rambutnya sendiri, wajahnya sangat frustasi.

__ADS_1


"Shit...!" Desah nya kesal.


Lelaki itu merebahkan tubuhnya di atas tubuh istrinya, ia sedang mengatur nafasnya yang memburu.


"Mandilah, setelah itu kita sarapan." Perintah Andita


Yoga mengangguk di antara ceruk leher jenjang sang istri, perlahan ia bangun dan beranjak ke kamar mandi.


...----------------...


Tak banyak menghabiskan waktu akhirnya Yoga menyelesaikan kegiatan mandinya, sekaligus menuntaskan hasratnya yang tadi sempat menggelora namun sayangnya berakhir dengan bermain solo.


Yoga keluar dari kamar mandi hanya memakai Boxer yang menampilkan tubuh sexynya, langkahnya berhenti di sisi Andita yang tengah duduk menghadap kaca rias.


"Kemasi pakaian yang kamu butuhkan, hari ini kita akan terbang ke Batam." Tukas Yoga menatap tajam pada Andita


Andita menoleh dan memiringkan kepalanya kekiri, ia menatap wajah suaminya berharap ada penjelasan. Namun sayangnya sang suami segera berlalu meninggalkan dirinya yang butuh penjelasan, Yoga tanpa menoleh tetap fokus mengenakan pakaian nya serta mengemas barang-barang nya.


"Mas...apa maksudnya ? Kenapa tiba-tiba kita harus kembali ke batam hari ini ? Bahkan resepsi pernikahan kita baru saja di gelar semalam." Andita berbicara saat sudah berdiri di hadapan suaminya itu.


"Papa dan Mama bahkan belum membahas soal kepulangan mereka ke Jakarta, kenapa kamu tiba-tiba begitu ?" Tuntut Andita sama Yoga.


Yoga hanya melirik sekilas pada Andita, lalu ia kembali mengemas barang-barang nya. Bukan tanpa alasan Yoga tiba-tiba memiliki ide untuk pulang ke Batam secara tiba-tiba, pesan WhatsApp Bagas tadi malam sangat menggangu pikirannya. Menjauhkan Andita dari kota K adalah keputusannya, lebih cepat akan lebih baik.


"Mas...jawab aku !" Tukas Andita, karena sang suami hanya diam saja.


Yoga menghentikan kegiatannya dan menatap Istrinya, ia menghela nafas panjang berkali-kali.


"Tapi bukannya mas bilang sedang cuti, kenapa mendadak berubah jadwalnya ?" Tanya Andita menyelidik.


"Dengarkan mas, kamu sekarang istri seorang Prayoga.itu artinya kamu berada di bawah kuasa mas, apapun alasannya kamu harus nurut sama mas." Ucap Yoga lembut namun penuh penekanan.


Andita menatap Yoga dengan mata berkaca-kaca dan berlalu dari hadapan suaminya, dengan perasaan kesal Andita mengemasi barang-barang nya.


Tentu saja Andita merasa dongkol karena keputusan Yoga yang tiba-tiba, setidaknya sebelum ikut suaminya Andita ingin menghabiskan waktu sehari dua hari dulu bersama kedua orang tuanya.


Yoga melihat air mata Andita yang mengucur deras ia mendekat dan mengahpus air mata di pipi sang istri.


'maafkan mas harus membawamu jauh dari orang tua mu secepat ini, mas maklum kamu masih merindukan kebersamaan dengan mereka. Tapi mas juga tidak mau kehilangan kamu, sayang.' batin Yoga sambil memeluk Andita


"Jangan menangis, jika perlu kita ajak papa dan mama ikut kita hari ini." Ucap Yoga membujuk istrinya.


"Kalau sudah selesai kita turun sekarang, mereka sudah menunggu kita." Lanjut Yoga lagi


Andita melepas pelukan Yoga sedikit kasar lalu tanpa aba-aba ia menarik kopernya melewati suaminya itu.


"Sayang... jaga sikap kamu di hadapan mereka,mas tidak mau mereka melihat keadaan kamu yang seperti itu !" Seru Yoga.


"Cuci muka dulu, mas tidak ingin ada perubahan sikapmu.kalau mereka bertanya soal kembali ke Batam hari ini, jawablah bahwa ini keinginan kita." Pinta Yoga sambil membawa Andita ke kamar mandi.


Andita mendengus tidak suka pada Yoga saat mendengar permintaan konyol suaminya itu, ia hanya diam dan mengangguk.

__ADS_1


' Bisa-bisanya dia memintaku untuk bersikap baik-baik saja, sedangkan keadaan hatiku sangat bertolak belakang dengan semua itu !' batin Andita.


Andita menatap wajah suaminya mencari sosok Yoga yang di kenalnya selama ini, wajah datar dan dingin memang tidak ada di garis wajahnya tapi kenapa sikapnya berubah jadi sosok yang egois. Setelah selesai Andita merapikan tatanan rambut dan wajahnya, ia berbalik dan berusaha menetralkan keadaan.


...----------------...


Keluarga Yoga dan kedua orang tua Andita sudah menunggu mereka untuk sarapan bersama, Brata, Chang Lie, Ayu, dan Indira duduk bersama dalam satu meja.


"Cie... pengantin baru !!" Goda keluarga Yoga yang sudah berkumpul untuk sarapan. Yoga dan Andita tersenyum menanggapi godaan mereka dan berjalan mendekati meja orang tuanya.


Saat melihat Andita dan Yoga sudah hadir di tengah-tengah mereka Ayuningtyas dan Indira berdiri dari duduknya menghampiri keduanya, Brata dan Chang lie memberikan akses tempat duduk bagi kedua anak mereka.


"Sayang, kok sudah bawa koper ?" Tanya Ayu sambil membawa anaknya duduk di antara mereka.


Andita tersenyum dan duduk di antara Ayu dan Indira.


"Selamat pagi Duo papa." Sapa Andita tersenyum manis.


"Pagi juga sayang." Sahut Brata.


Chang lie lebih fokus pada koper Andita dan Yoga ketimbang menyahuti sapaan menantunya itu.


"Yo..., Apa maksudnya dengan koper-koper itu ?" Tanya Chang Lie, dan serentak keempat orang tuanya itu menatap wajah Yoga dengan heran.


Yoga tersenyum semanis mungkin demi menutupi kekalutan hati dan pikirannya.


"Jadi begini...Yoga sama Andita memutuskan kembali ke Batam hari ini pa,ma." Jawab Yoga setenang mungkin.


"Benar begitu Nak ?" Tanya Indira pada Andita.


Andita mengangguk dan disambut tawa Brata dan Chang lie, Chang Lie berpikir bahwa anak mereka ingin menghabiskan waktu mereka tanpa gangguan siapapun. Namun berbeda dengan Brata, ia berpikir bahwa Yoga sedang di landa kecemasan terkait hubungan Bagas Dan Andita yang sebenarnya.


"Kalau itu keputusan kalian, tidak apa-apa biar kami cepat menimang cucu." Jawab Ayuningtyas


Semuanya tertawa menanggapi ucapan Ayuningtyas barusan.


"Yo, papa dan mama berencana akan melaksanakan resepsi pernikahan kalian di Jakarta." Chang lie menyampaikan keinginan nya dan Indira.


"Tidak perlu pa, semua itu akan membuang-buang waktu aja sekaligus melelahkan." Sahut Yoga


"Tapi Nak..."


"Ma, resepsi kemarin sudah lebih dari cukup." Potong Yoga saat Indira mau bicara.


"Sarapan saja dulu, nanti kita bahas lagi." Sambung Brata menyela pembicaraan antara Yoga dan Indira.


Mereka memulai sarapan di iringi candaan-candaan konyol Brata dan Chang lie, sementara Andita lebih banyak diam ketimbang ikut menanggapi candaan dua papanya itu.


...----------------...


TBC

__ADS_1


MAAF YA KALAU UPDATE-NYA LAMA🙏


__ADS_2