Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~63


__ADS_3

Bagas fokus pada jalan yang dilaluinya,semua kenangan nya bersama Andita membayang di pelupuk matanya.


Jalan yang biasa ia lalui saat menjemput dan mengantar Andita,kalau boleh jujur hati nya tidaklah bahagia dengan semua yang di saksikan nya, selain kepedihan yang bertubi-tubi merobek hatinya.


"Aghhh..." Bagas berteriak dan mencengkeram erat stir mobilnya.


Rasanya tak sanggup ia menginjakkan kakinya kerumah Andita,begitu banyak kenangan tertoreh di sana.


Shinee menatap iba pada Pria tampan di sampingnya itu, ia sangat mengerti bagaimana perasaan nya saat ini.


"Kak, biar Shinee yang nyetir." Ujar Shinee menyentuh tangan Bagas


Bagas menghentikan laju mobilnya,ia menatap kedua mata gadis disampingnya.


"Maafkan aku,aku tidak bermaksud membuat mu takut.aku rela Andita ku bersama kakakmu,tapi hati ku belum ikhlas." Ucap Bagas


"Iya Shi ngerti kak." Sahut Shinee


"Terima kasih." Sahut Bagas


Shinee membuka pintu dan turun ia memutari bagian depan mobil,lalu membuka pintu untuk Bagas.


"Geser, biar Shinee yang nyetir. Shinee gak mau mati sebelum menikah, gegara kak Bagas gak fokus sama jalan." Racau gadis itu.


Tanpa menolak Bagas berpindah tempat duduk ke kursi samping kemudi, Shinee mulai melajukan mobil dengan tenang. Ia tau kemana membawa seseorang yang sedang patah seperti Bagas, karena itu lah gadis itu tak membawa Bagas kerumah Andita.


Tidak terlalu sulit bagi gadis itu untuk menjelajahi kota tersebut, meskipun ia belum turun secara langsung mengobrak-abrik pusat perbelanjaan, dan berbagai tempat nongkrong anak muda seusianya.


Bagas memejamkan matanya tak ingin melihat-lihat sekitar jalan yang mereka lalui, ia menikmati musik yang di nyalakan gadis yang menjadi sopir pribadinya saat ini.


Jalanan cukup lengang, memudahkan gadis itu mencapai tujuan dengan cepat. Shinee cukup lihai memacu mobil Sports milik bagas, matanya sesekali melirik panduan Arah jalan dan Bibirnya mengulas senyum saat mobil yang di kendarai nya memasuki area pantai.


Shinee memarkir mobilnya dan turun, lalu membuka pintu samping di mana Bagas merebahkan tubuhnya.


"Kita sudah sampai !" Seru Shinee menginterupsi Bagas.


Dengan enggan Bagas membuka matanya dan menegakkan tubuhnya,tapi Seketika matanya membesar menatap hamparan pasir putih.


"Shinee ?" Panggil Bagas


"Hm...Ayo kita jalan kesana kak." Ajak Shinee


"Shinee tapi..." Bagas tak melanjutkan ucapannya saat gadis itu mengulurkan tangannya.


"Setidaknya tempat ini akan membuat hati kakak sedikit tenang, dari pada berpura-pura bahagia di hadapan semua orang" ujar Shinee


Ya,tentu saja Bagas harus memasang wajah bahagia di hadapan Brata dan Andita meskipun hatinya tercabik-cabik.


"Kamu benar Shinee." Jawab Bagas, sambil melepaskan jas serta sepatunya.


Bagas melepas dasi,membuka dua kancing kemeja nya lalu menggulung nya sampai siku.


Shinee menatap semua gerakan Bagas, tanpa ada satupun yang ia lewatkan.


"Kau ternyata tampan sekali kak." Ujar Shinee jujur


Bagas hanya tersenyum menanggapi ucapan gadis itu, lalu ia meraih kacamata hitam di dashboard mobil nya lalu memakai nya.


"Ayo." Ajaknya seraya mengulurkan tangan kehadapan Shinee


Shinee tersenyum, lalu menyambut uluran tangan Pria tampan itu yang tak lain adalah Bagas.


Mereka menyusuri bibir pantai tanpa menggunakan alas kaki, Shinee tertawa riang saat ombak-ombak kecil menyentuh kaki telanjangnya.


Dari balik kaca mata hitamnya Bagas memperhatikan gerak-gerik gadis bersamanya itu, Bagas merunduk sejenak menggulung celananya lebih tinggi agar tak basah terkena ombak yang menerpa kakinya.


Tiba-tiba Shinee menyentuh bahunya


"Kak ayo kita kesana." Ajak Shinee


Bagas mengangkat wajahnya tepat di depan wajah Shinee, nafas gadis itu menyapu seluruh wajahnya. Bagas tercekat "Maaf." Ucapnya lembut


Shinee hanya tersipu dengan wajah bersemu kemerahan " Tak apa, hayo." Ajaknya


Kali ini Shinee bertindak sebagai penghibur hati Bagas karena itu dia tidak akan banyak protes, Shinee sadar kekasih pria di samping nya itu di rebut oleh kakaknya sendiri walau pada akhirnya diketahui mereka merupakan saudara.


Setelah cukup lama menyusuri pantai mereka memutuskan untuk pulang, memang tidak banyak pembicaraan berarti di antara mereka tapi setidaknya cukup mengalihkan perasaan Bagas meski hanya sementara.


...----------------...


Bagas kembali mengambil alih kemudinya melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Andita, mau tidak mau ia harus kembali ke rumah Andita meski hatinya akan sakit menyaksikan semuanya.


Bagas melirik Shinee yang sedang sibuk dengan ponselnya, tiba-tiba...


"Masukkan Nomor Ponsel mu." Ucap Bagas menyodorkan ponselnya pada Shinee


Shinee menerima ponsel Bagas dan memasukkan nomor nya. "Sudah kak." Ujar Shinee


"Terima kasih." Sahut Bagas


...----------------...

__ADS_1


Mobil Bagas sudah berhenti di halaman rumah penuh kenangan baginya, Bagas menatap teras itu dimana biasa ia dan Andita duduk bercengkrama. Tatapan nya menyapu sekeliling rumah Andita tak ada yang berbeda dan berubah masih sama seperti keadaan setahun yang lalu, pria itu turun di iringi oleh Shinee.


Semuanya menyambut kedatangan Shinee dan Bagas tanpa terkecuali Andita dan Yoga, kedua calon mempelai itu sudah tau mereka dari mana tetapi Yoga tetap saja tidak suka kalau Shinee dekat-dekat dengan pria itu.


Tatapan Yoga menyiratkan ketidaksukaan nya pada Bagas, dan Bagas memahami arti tatapan itu. Bagas menyentuh pundah Yoga lalu ia berbisik...


"Kalau kamu tak suka adikmu dekat dengan ku, kembalikan Andita ku !!" Tukas Bagas menohok Yoga


Lalu pria itu masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tamu, bersama Brata dan Ayuningtyas.


Sedangkan Yoga jelas saja ia terkejut akan bisikan Bagas barusan, tubuhnya seketika menegang Sungguh Yoga khawatir kalau Bagas tiba-tiba menyadari bahwa dia dan Andita tidaklah saudara yang sesungguhnya.


Andita memperhatikan Ekspresi calon suaminya, lalu menggamit tangan nya.


"Mas...ada apa ?" Tanya Andita


"Ah, itu, maksud mas enggak apa-apa.mas hanya mikirin kapan kita bisa fitting baju pengantin." Jawab Yoga asal tapi justru masuk akal bagi Andita


"Nanti kita tanya sama Papa dan Mama." Sahut Andita,lalu mengajak Yoga masuk dan bergabung dengan yang lainnya.


Shinee ikut bergabung setelah membersihkan dirinya dan berganti pakaian rumahan, hotpants di padu dengan kaos dan rambut di gulung asal memancarkan pesona tersendiri bagi Bagas yang menatap nya sebagai wanita.


Gadis itu duduk di Sofa samping Bagas,wangi tubuhnya menyerang pernafasan pria yang berada di samping nya.


"Ma,pa kapan Dita bisa fitting baju pengantin?" Tanya Andita pada Brata dan Ayuningtyas.


Brata dan Ayuningtyas menoleh ke arah suara Andita. "Besok bisa sayang." Sahut Brata


"Iya,besok boleh kok.atau mau sekalian prewedding juga ?" Tanya Ayu


Andita menatap Yoga sejenak, lalu Yoga mengangguk.


"Iya ma, kita setuju." Sahut Andita


"Ohya untuk desain undangan, nanti papa suruh mereka datang kemari saja jadi kalian tidak perlu mondar-mandir." Ujar Brata


"Tema pernikahan nya mau yang seperti apa sayang ?" Tanya Ayu


"Temanya alam terbuka dengan taman bunga mawar putih, anggrek putih, lily putih dan bunga matahari." Ucap Andita


Dahi Brata berkerut mendengar permintaan putrinya itu, lalu ia tersenyum. "Baiklah, kalian terima beres saja.cukup lakukan prewedding dan fitting baju pengantin." Sambung Brata.


Mereka larut membahas soal perencanaan pesta pernikahan Andita dan Yoga, melupakan kehadiran Bagas di antara mereka dan juga tidak menyadari jika bagas sudah meninggalkan rumah itu.


Shinee tidak tega melihat keadaan frustasi yang di hadapi bagas, Shinee pamit kepada kakaknya juga kepada Brata dan Ayuningtyas untuk menyusul kepergian Bagas.


"Terima kasih Nak, kamu peduli dengannya. Dia memang butuh teman, disaat keadaan hatinya sedang kacau." Ujar brata seraya menyerahkan kunci mobilnya.


Shinee hanya mengacungkan jari jempolnya pada Andita, lalu segera melajukan mobilnya.


******


Bagas menggila di jalan raya tanpa memperdulikan omelan pengendara lainnya, setelah tiba di apartemen nya Bagas segera membasuh tubuhnya meredam semua beban berat yang menerpa nya.


Setelah selesai menyegarkan tubuhnya, Bagas memakai kaos tanpa lengan dan celana pendek rumahan.


Kemudian Bagas menuju lemari tempatnya menyimpan beberapa koleksi Wine terbaik nya, yang berkadar alkohol cukup tinggi.


Bagas duduk di mini barnya, sambil menyesap cairan berwarna merah di dalam gelasnya.di tenggaknya lagi dan lagi, wajah Bagas memerah efek cairan yang di Sesapnya itu.


Bagas bangkit membuka pintu apartemen nya saat bel berbunyi, tubuhnya masih sadar sepenuhnya meskipun kepalanya sudah sedikit berat.


"Shinee, kenapa kamu bisa ada di sini ?!" Tanya Bagas heran


"Aku mengikuti mu kak." Sahut Shinee


Bagas mengeryit kan dahinya menatap wajah Shinee.


"Aku pulang, syukurla kalau kakak baik-baik aja." Sambung Shinee, lalu berbalik ingin meninggalkan Unit Bagas.


Tapi secepat kilat tangan besar Bagas mencekal tangan nya. "Jangan pergi Shinee, masuklah." Pinta Bagas


"Tapi kak..." Ucap Shinee takut.


"Aku bukan setan Shinee, jangan takut." Ucap Bagas ketika menyadari kecemasan gadis itu.


Shinee akhirnya masuk dan duduk di sofa mewah ruang tamu apartemen Bagas.


"Kalau kamu mau minum ambil sendiri di kulkas, cemilan juga ada." Ujar Bagas seraya menghenyakkan pantatnya di samping Shinee.


"Iya." Sahut Shinee pelan


Bagas memejamkan matanya, kepalanya terasa sakit dan berat.


Shinee sibuk memainkan Ponselnya, berchating ria dengan beberapa teman kampusnya.


Bagas menoleh menatap wajah Shinee dari arah samping, wajahnya terlihat halus sekali. meskipun tanpa make-up tetap memancarkan kecantikan nya, rambutnya di uwel-uwel asal mengekspos leher jenjang putih miliknya, bibir merah merona tanpa polesan lipstick.


Fantasi liar Bagas mulai merasuki otaknya, jantungnya berdegup kencang.


"Shinee ?" Lirih Bagas

__ADS_1


"Ya,kak." Sahut Shinee tanpa melepaskan tatapannya pada layar gadget-nya.


"Kau punya pacar ?" Tanya Bagas


Gadis itu menoleh ke arah Bagas, lalu menggeleng.


"Kau mau menjadi pacarku atau sekalian menjadi istri ku ?" Ujar Bagas


Gadget di tangan Shinee tiba-tiba terlepas dari genggamannya, ia terkejut atas kata-kata Bagas barusan.


"Kak ? Kakak mabuk ?" Tanya Shinee


Bagas menegakkan tubuhnya dan menatap tepat pada manik Mata Shinee. "Aku sadar Shinee, aku tidak mabuk. Kau mau menikah dengan ku, sepertinya menikah tanpa pacaran lebih seru." Ungkap Bagas sambil terkekeh


Shinee hanya diam, mengacuhkan kata-kata Bagas. Anggapan Shinee Bagas meracau karena pengaruh alkohol, ia merunduk meraih ponselnya.


"Shinee...kau mau? Aku tidak mau pacaran lagi, kalau kamu mau kita nikah saja." Ucap Bagas sambil mencekal tangan Shinee.


'Iya iyain ajalah ketimbang ribet meladeni orang mabuk, batin Shinee.


"Iya kak, Shinee mau." Sahut Shinee malas-malasan.


Bagas terjengkit kaget mendengar jawaban Shinee, ia tidak percaya ucapannya di tanggapi oleh gadis itu.


"Sungguh Shinee kamu mau ?" Tanya Bagas memastikan jawaban Shinee barusan.


Shinee mengangguk sambil menatap ponselnya, tiba-tiba tangan Bagas mengambil ponsel Shinee. Membawa wajah Shinee untuk menatap nya, mata mereka bertemu.


"Setelah pernikahan Yoga dan Andita aku akan melamar mu." Ucap Bagas Sungguh-sungguh


Shinee terpaku,mencari kebohongan di dalam mata Bagas tapi ia menemukan kesungguhan disana.


"Kak,kamu tidak mabuk ?" Tanya Shinee


"Tidak,kamu mengira aku mabuk ?" Tanya Bagas seraya tersenyum.


Shinee berdiri berlalu ke arah pantry, tenggorokan nya tiba-tiba terasa kering. Shinee membuka lemari pendingin, mengambil sekaleng minuman bersoda, lalu menenggak nya.


Shinee salah menduga ternyata Bagas tidak mabuk, ia menyandarkan tubuhnya di pintu kulkas bingung bagaimana cara menarik ucapan nya barusan.


Bagas menyusul Shinee karena menurutnya terlalu lama kalau sekedar mengambil minuman, dilihat nya Shinee tengah bersandar di pintu kulkas dengan mata terpejam.


Bagas menatap bibir dan leher Shinee yang sangat menggoda nya itu, Bagas mengungkung tubuh Shinee di antara kedua lengan kokoh nya.


"Kau menggoda ku Shinee." Bisik Bagas


Shinee membuka matanya betapa terkejutnya dia saat matanya bertemu dengan iris coklat milik Bagas, sapuan hangat nafas Bagas menerpa wajah nya.


Bagas tidak perduli lagi dengan umpatan Shinee bibir gadis itu benar-benar menggoda nya, Bagas meraup rakus bibir lembut Shinee.


Shinee hanya mampu pasrah tanpa melakukan protes apapun, Bagas melepaskan pangutannya.


"Ciuman kedua." Lirihnya lalu menggendong tubuh semampai Shinee ke Sofa ruang tamu nya.


Bagas mendudukan Shinee di pangkuannya, menatap lekat wajah merona gadis belia dalam pangkuannya itu.


Bagas menelusuri garis wajah Shinee dengan jemari nya, sangat halus dan lembut.


Tanpa penolakan dari gadis itu, Bagas kembali melanjutkan aksinya.******* lembut bibir lembab milik Shinee, kali ini lebih lembut lagi.


Shinee memejamkan matanya menikmati cecapan lembut bibir Bagas, Pria itu masih kesulitan mengekplorasi seluruh rongga mulut Shinee dengan terpaksa ia menggigit lembut bibirnya.sontak Shinee mendesis dan membuka mulutnya, tanpa menunda Bagas segera mencumbu lidah gadis itu.


Bagas lebih mendominasi ciuman di antara mereka, karena gadis itu masih belum menyambut serangan bibir nya.


Shinee meronta-ronta ketika ia membutuhkan pasokan oksigen lebih banyak, Bagas melepaskan ciumannya.di tatapanya wajah Shinee yang merona, tak berhenti begitu saja Bagas menggoda leher jenjang Shinee.


Tak ayal desahan Shinee lolos begitu saja, Bagas semakin liar menghisap dan menjilati leher putih gadis cantik itu.


Tangan Bagas menyentak tubuh Shinee agar lebih merapat padanya, tangan nya tak tinggal diam mengelus dan menelusuri lekuk tubuh Shinee.


"Aahh...kak." desah Shinee saat lidah Bagas menyentuh puncak dadanya.


Bagas membopong tubuh Shinee menuju kamarnya, merebahkan dan kembali menyerangnya.


Bibir Shinee selalu menjadi sasaran empuk bagi pria itu, tangannya terus bergerilya menyentuh setiap inci lekuk tubuh Shinee.


Shinee menggeliat dan mendesah saat lidah Bagas kembali mempermainkan nya.


"Aah...kak." desah Shinee


"Yes babe, are you want marry me ?" Tanya Bagas lagi di sela-sela serangannya pada tubuh gadis itu.


Shinee hanya mampu mengangguk asal, matanya sayu menatap wajah Bagas.


"Aku menginginkan mu sayang, tapi tidak sekarang." Ujar Bagas


Bagas mencium pipi dan dahi gadis itu,lalu memeluknya erat.


...----------------...


TBC

__ADS_1


maafkan jika ada banyak kata Typo 🤪 author hanya manusia biasa yang tidak luput dari kekeliruan 😀


__ADS_2