
Kedatangan Andita dan Yoga di sambut dengan pemandangan yang sangat membahagiakan hati mereka, mata mereka saling menatap satu sama lain setelah melihat keindahan yang menakjubkan di hadapannya saat ini.
Ballroom Hotel yang Megah dan memiliki detil interior nan indah.
Ballroom ini bisa menampung 2ribu tamu jika menggelar pesta duduk dan 5ribu tamu untuk resepsi berdiri.
Tak sampai di situ mereka juga melihat kamar pengantin yang akan mereka gunakan nantinya, mereka memasuki Lift khusus untuk bisa mencapai kamar tujuan.
Atas rekomendasi dari pemilik Hotel tersebut kamar terbaik untuk pengantin berada di lantai tiga,selain tidak terlalu tinggi di lantai tiga Hotel tersebut memang menyediakan kamar yang Super Luxury.
Yoga menempelkan Cardlock atau keylock pada pintu Hotel yang akan mereka lihat, setelah pintu terbuka mereka mulai meneliti penjuru ruangan beserta fasilitas yang mungkin akan mereka perlukan nanti.
"Sayang, kamu menyukainya ?" Tanya Yoga, sambil terus meneliti sekeliling nya.
"Ya, aku cocok mas." Sahut Andita
Gadis itu mendudukkan pantatnya di bed king size Kamar hotel itu, meraba-raba kain seprainya. "Empuk dan halus" gumamnya.
Yoga tersenyum dan menghampiri nya lalu ikut duduk di samping Andita.
"Kamar ini nanti akan menjadi tempat pertama untuk memulai visi dan misi pernikahan kita." Ujar Yoga sambil menatap Andita.
Wajah Andita bersemu merah kala mendengar ucapan Yoga, gadis itu membuang tatapannya ke arah lain.
"Sayang...,ada apa ?" Tanya Yoga meraih wajah Andita agar menatapnya.
Dengan senyum manis terkesan malu-malu,Andita menatap wajah calon suaminya.
"Aku malu mas." Ucapnya Lirih
Yoga tersenyum dan memeluk Andita.
"Kenapa harus malu sebentar lagi kita akan menikah, mas tidak ingin menunda kehamilan mu." Ujar Yoga seraya mengelus lembut pipi mulus Andita dengan ibu jarinya.
Andita kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Yoga yang keras namun memberikan kenyamanan bagi nya, lalu gadis itu mengangguk menanggapi ucapan Yoga tadi.
"Mas mau anak yang banyak." Ujar Yoga lagi sambil terkekeh kecil.
Andita menatap wajah Yoga dengan wajah cemberut,tanda tidak setuju akan pernyataan Yoga barusan.
"Jangan banyak-banyak mas, melahirkan itu sakit dan melelahkan." Sungut Andita.
"Hahaha...,kayak pernah merasakan aja." Tukas Yoga
"Hehehe... setidaknya aku taulah,waktu membantu proses persalinan gimana sakitnya perjuangan mereka, belum lagi perih dan ngilu saat itu nya di jahit." Ungkap Andita menampilkan Ekspresi meringis.
__ADS_1
"Itu nya apa ?" Tanya Yoga menggoda Andita.
"Andita berdiri dan menjauhi Yoga, lalu tersenyum menatap prianya itu.
"Surganya para lelaki !!" Sahut Andita.
"Hahaha..." Yoga tertawa mendengar jawaban Andita barusan, lalu ia berdiri berjalan menghampiri gadis itu.
Andita yang tengah menatap keluar jendela tiba-tiba sudah berada dalam kungkungan lengan kokoh milik Yoga, pria itu menumpuh kan dagunya di ceruk leher jenjang sang gadis yakni calon istri nya.
"Sayang... setelah menikah kita kembali ke Batam ya. Mama akan di boyong ke Jakarta sama papa, di Batam mas punya tanggung jawab besar sebenarnya." Ucap Yoga tiba-tiba.
Andita membalikkan badannya menghadap Yoga, alisnya terangkat menatap bingung pada pria yang menjulang tinggi di depan matanya itu. Ia mendongak...
"Tanggung jawab ? Maksudnya mas ?" Tanya Andita penasaran.
Yoga tersenyum dan memeluk Andita mengecup lembut puncak kepala gadis itu.
"Rumah Sakit Prayogo tempat kamu bekerja adalah milik keluarga kita sayang, yang di Batam merupakan sepenuhnya tanggung jawab mas. Rumah sakit yang merawat kamu dan Mama waktu Insiden beberapa waktu lalu, juga milik keluarga Prayogo." Jawab Yoga
"Hah...! Kenapa mas gak pernah cerita ?" Tanya Andita lagi.
"Pertama waktu di Batam hubungan kita baru di mulai,kedua mas takut kamu kira pamer, ke-tiga mas tidak mau di anggap sombong dengan menceritakan semuanya.mas ingin seiring waktu berjalan kamu akan mengetahui semuanya dengan sendirinya, tentang dan bagaimana keluarga Prayogo." Jelas Yoga
"Oh, karena itu mas membawaku ke Batam ?" Ucap Andita.
Diam-diam Andita tersenyum, sungguh dirinya mengangumi sosok calon suaminya itu. Dari Desa dulu ia selalu tampil sederhana tanpa sedikitpun menonjolkan siapa dirinya, hingga hari ini prianya itu baru jujur tentang sebagian kehidupannya yang sebenarnya.
"Mau kemana lagi setelah ini, apa ada yang ingin di beli ?" Tanya Yoga menegakkan tubuh Andita dan menatap nya lekat.
"Gak ada mas, mungkin pulang dan istirahat akan lebih baik." Sahutnya.
"Hm...kalau kamu lelah bisa istirahat disini, nanti kita akan pulang setelah istirahat." Ujar Yoga lalu menggendong tubuh Andita dan merebahkan nya pelan-pelan.
Lalu Yoga menekan Interkom menginformasikan pihak hotel bahwa mereka akan menghabiskan waktu sejenak hingga sore, tak lupa Yoga juga memesan makan siang mereka.
Yoga tersenyum manis menatap wajah Andita, lalu merebahkan tubuhnya di sisi gadisnya itu. Tangan kekarnya memeluk erat lekukan pinggang ramping Andita, membawa nya lebih dekat hingga bibir mereka bersentuhan.
Bibir lembab nan lembut milik Yoga menempel hangat di antara bibir Andita, Gadis itu memejamkan matanya menyambut ciuman hangat si calon suaminya.
Cecapan lembut Yoga menghasilkan tegangan listrik alami dalam tubuh Andita,lidah Yoga memenuhi rongga mulut Andita mengabsen setiap inci bagian mulutnya.
Bibir hangat nan lembut Yoga berpindah ke leher jenjang Andita yang selalu menggoda nya selama ini, tak urung tubuh gadis itu menggelinjang hebat akibat sentuhan lembut prianya itu.
Kriuk...kriuk...perut Andita berbunyi, tubuh Yoga bergetar pertanda ia sedang tertawa.
__ADS_1
"Hahaha...sabar, sebentar lagi makan siang kita akan datang." Ujar Yoga, Andita pun ikut tertawa lalu menyembunyikan wajahnya di antara bantal.
...----------------...
Halaman Rumah Ayuningtyas
"Shinee...! Tunggu !!" Bagas mencekal tangan Shinee.
"Lepas !! Sakit, kakak apaan sih !!" Ketus Shinee berusaha melepaskan genggaman tangan Bagas, meskipun usahanya itu hanya sia-sia saja.
Bagas membuka pintu mobilnya dan mendorong gadis itu masuk, lalu iapun ikut masuk dan segera melajukan mobilnya.
Bagas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sesekali ia melirik gadis disampingnya itu, wajah cemberut Shinee menjadi hal yang menarik bagi Bagas menggemaskan menurutnya.
Shinee diam tanpa banyak bicara begitupun dengan Bagas,ia hanya fokus pada jalan yang dilaluinya meskipun sedikit macet tapi tidak membuatnya jenuh kali ini jika harus berlama-lama di dalam mobil.
Mobil mereka terjebak macet tapi tidak begitu panjang, ekor mata Bagas kembali melirik si cantik di samping nya saat ini.
Tanpa aba-aba Bagas menyentuh tangan Shinee,lalu membawa pada bibirnya kecupan hangat dan lembut tersapu di tangan halus Shinee.
Wajah Shinee memerah sementara dadanya berdebar kencang kala mendapat perlakuan tiba-tiba dari Pria mesum di samping nya itu, ia menarik tangannya lalu membuang tatapannya ke luar jendela mobil.
Diam-diam kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman manis, yang enggan ia perlihatkan pada mahluk hidup yang ada di sampingnya sekarang ini.
Bagas kembali melajukan mobilnya masih dengan suasana yang membisu di antara mereka, dan tak lama kemudian mobilnya sudah berhenti di parkiran Mall tujuan Shinee.
Bagas turun dan membukakan pintu bagi gadis cantik itu, lalu mengulurkan tangannya ke hadapan Shinee dan Shinee menyambut nya meskipun bibir mereka sama-sama terkatup rapat.
Bagas menggandeng tangan Shinee membawanya masuk kedalam Mall namun ia bingung apa yang mau di beli gadis itu, ekor matanya kemudian melirik dan mengikuti arah pandangan gadis itu.
Hanya bermain instingnya saja Bagas menuntun Shinee memasuki sebuah butik yang menyajikan produk-produk branded kelas dunia, semua keperluan dan perlengkapan wanita tersedia di butik tersebut.
"Selamat datang di butik kamu kakak !" Sambut pramuniaga butik tersebut.
"Layani dia dengan baik, tunjukkan barang-barang terbaru untuknya." Sahut Bagas
"Belilah apa yang kamu suka, aku tunggu di sana." Tunjuk Bagas pada Sofa di sudut ruangan Butik.
Shinee menatap Bagas sekilas lalu mengangguk seraya mengikuti langkah sang pramuniaga.
...----------------...
"TBC"
dukung terus karya Mentari Impian "Pacarku Suami Temanku" dengan vote,like, komentar dan bintang 5 ya guys.🙏
__ADS_1
jeda sebentar nanti up lagi,doakan Author sehat selalu biar kuat bergadang nulis untuk pembaca setia "Pacarku Suami Temanku"
baca juga karya terbaru "Pesona Janda Cantik Penuh Fitnah" baru di garap.😘