
3 minggu berlalu...
Semua persiapan untuk acara lamaran antara Bagas dan Andita akhirnya menemui titik akhir. para sahabat dan karyawan ikut serta turun membantu persiapan. Hari ini, di sebuah hotel mewah bintang lima acara tunangan resmi Bagas Dan Andita akan di langsungkan.
Karangan bunga berjejer rapi sepanjang jalan menuju sebuah hotel mewah di kota K, untaian kata selamat atas pertunangan Bagas Adiwijaya Subroto dan Andita Rosmanilla Sakapraja.
Gedung hotel telah di sulap menjadi lautan bunga, kerlap kerlip lampu turut mewarnai. Tamu undangan dari berbagai kalangan sudah mulai berdatangan memadati ballroom. Semua mata seakan terbius akan suasana ballroom hotel di mana acara pertunangan Bagas dan Andita akan di gelar.
Sesuai janji Bagas, ia akan melakukan pertukaran cincin secara live, rekan media di persilahkan untuk meliput acara mereka dengan leluasa namun tetap tertib dan tidak menganggu berlangsung nya acara.
Jika awalnya Bagas akan memperkenalkan Andita pada dunia melalui konferensi pers, berbeda dengan kemauan sang papa. Ya, Brata ingin dunia tau putrinya sekaligus calon menantunya itu di kenal publik melalui acara pertunangan mereka yang di gelar secara langsung hari ini. Brata dan Robert juga Erwin sudah bekerja sama dengan berbagai pihak televisi swasta untuk menyiarkan secara langsung acara pertunangan Bagas dan Andita.
Di hari lamarannya kali ini Andita ingin terlihat berbeda , ia ingin tampil anggun dan memukau ter-khusus buat Babang Bagas. dalam balutan kebaya berwarna pastel yang lembut. Elegan dan cantik natural !
Andita menginginkan kebaya yang full payet tabur gradasi. Dari atas, di gunakan warna pink, makin ke bawah warna hijau mint nan lembut. Untuk bahan kebaya Andita memilih bahan french lace jenis chantilly. Tema kebaya yang ia inginkan anggun, dan cantik.
Selain memikat dengan kemilau berwarna lembut, kebaya yang dikenakan Andita juga memiliki aksen selendang yang terkesan klasik namun tetap modern.
Babang Bagas pun tak ketinggalan tampilan nya kali ini akan meruntuhkan hati para wanita yang selama ini selalu mengintainya, Bagas memilih batik sebagai busana nya harini.Indonesia kaya akan budaya dan corak berbagai macam dari setiap penjuru daerah, maka kali ini melalui Batik Bagas ingin menunjukkan kekayaan dan kebanggaan masyarakat indonesia melalui Batik yang di pakainya. Batik slim-fit dengan tiga corak dan motif warna yang berbeda, kombinasi warna Batik yang di pakai Bagas melambangkan kekuatan dan keteguhan. Mewah dan berkelas !
Salah satu batik yang di kenakan Bagas hari ini adalah barang mewah dengan harga fantastis ! Batik Tiga Negeri. Batik ini tertidiri dari tiga kombinasi corak,motif juga warna yang berkaitan dengan budaya, Batik ini pun dibanderol dengan harga ratusan juta. Waw !
Sepertinya Babang Bagas tidak tanggung-tanggung menunjukkan siapa dirinya hari ini di hadapan Andita pun semua tamu undangan.
Akan tetapi, berbeda dengan lamaran pada umumnya yang mana di hadiri orang tua kedua belah pihak beserta keluarga besar nya. tapi kali ini yang terjadi di sini sungguh terlihat aneh tapi nyata, Bagas di gandeng Lauren memasuki ballroom, di iringi keluarga dari pihak Brata dan para sahabat serta para karyawan pilihan untuk mengiringinya, sedangkan Andita di gandeng Ayuningtyas dan Brata.
Bagas telah duduk di Antara Lauren dan Robert, Erwin dan keluarga pihak Brata yang hadir. Sedangkan Andita baru saja menginjakkan kakinya memasuki ballroom, tepuk tangan riuh rendah memenuhi ruangan mewah nan indah itu ketika kaki jenjangnya mulai menapaki red karpet. Langkah anggun lemah gemulai,lekuk tubuhnya sungguh indah di pandang mata.
Semua mata tertuju pada Andita tanpa terkecuali Bagas,tubuh Bagas membeku seketika memandangi kecantikkan calon istrinya. penampakan memukau nya hari ini mampu menghipnotis para tamu undangan pujian mengalir tiada henti dari mulut setiap yang hadir.blizt kamera berkilat menyentuh wajah cantiknya, senyum nan manis tak pupus dari bibirnya.
"Kak. Andita cantik sekali, lihat semua mata lelaki menatap minat dan kagum padanya. Hati-hati loh kak, bisa-bisa di bawah kabur." Bisik Lauren menggoda Bagas.
Bagas tercekat! Pandangan nya ia sapukan kesemua penjuru, dan benar kata Lauren. Khususnya tamu undangan yang berjenis kelamin laki-laki menatap lapar dan penuh minat pada Andita, kedua tangan Bagas terkepal erat.
"Sial! Harusnya Andita jangan memakai kebaya itu." Geram Bagas
Robert melirik sahabatnya lalu tersenyum, saat mendengar geraman tertahan sang penguasa tampan itu.
__ADS_1
"Bukan waktunya lu cemburu. Bukannya lu mau semua dunia mengenal siapa Andita ? Tenang, sebentar lagi dia akan menjadi milikmu." Pungkas Robert tepat di telinga Bagas
Bagas menatap tajam Robert. "Diem lu." Balas Bagas
"Hehehe...kumat deh." Ringis Robert sembari membuang tatapan kedepan, sedangkan Bagas tak menanggapi ucapan sahabatnya, matanya kembali fokus pada Andita.
Andita telah duduk dengan anggun di antara Brata dan Ayuningtyas, sesekali ia melirik pria yang akan melamarnya itu. Andita tersenyum miring menatap wajah kaku Bagas, setelah sekian lama mengenal sosok lelaki itu Andita paham betul jika saat ini Bagas sedang menahan rasa cemburunya.
Sebelum acara inti di mulai, Brata yang memberikan beberapa penjelasan, yang kemungkinan besar saat ini tengah jadi pertanyaan bagi para undangan.
"Selamat siang semuanya. terima kasih buat keluarga, sahabat,ibu-bapak rekan-rekan bisnis sekalian yang telah hadir di acara pertunangan putra dan putri saya hari ini. Saya tahu kalian merasa bingung dengan semua ini ( tersenyum), Bagas Adiwiyata Subroto adalah putra tunggal saya dan calon tunangannya adalah putri saya. Kenapa bisa begitu ? Karena saya adalah suami dari Ayuningtyas, yang merupakan ibunya Andita Rosmanilla itu artinya Andita adalah putri saya. Pertunangan ini menurut saya "sah" karena tidak ada aliran darah di antara Bagas dan Andita. Saya harap semua yang hadir di sini dapat memberikan do'a terbaik untuk kelancaran proses lamaran mereka hingga hari pernikahan nanti (menatap Andita dan Bagas). Terima kasih." Brata mengakhiri pidatonya
Tepuk tangan riuh rendah memenuhi ruangan mewah itu, saat Brata turun dari podium para sahabat dan rekan bisnisnya berhamburan memeluk Brata. Mereka kagum dengan sikap bijaksana seorang Brata yang selalu bersikap menghargai dan dapat berbuat adil terhadap siapapun, bahkan terhadap anak tiri pun ia berlaku sangat bijak, dalam sambutannya tadi tak sedikitpun ia menyatakan bahwa Andita anak tirinya selain kata 'Putriku'. Memang seharusnya begitu mencintai ibunya maka harus mencintai anaknya juga, tidak membedakan antara kandung dan tiri.
Air mata Ayuningtyas tak kuasa untuk tidak menetes, dirinya sungguh terharu atas pernyataan suaminya. Yang dengan lantang menyebut Andita putrinya, tanpa ada kata-kata anak sambung atau lebih kasar nya anak tiri.
"Terima kasih mas." Ujar Ayu saat Brata sudah duduk di sampingnya lagi.
"Untuk ?" Tanya Brata menatap wajah sendu Ayu.
"Semuanya. Untuk semuanya yang telah mas berikan padaku dan Andita." Isak Ayu tangan Brata menganggsur menyentuh wajah cantik istrinya itu, dan menghapus titik air mata Ayuningtyas.
Kedua suami istri itu saling menatap lalu saling berbalas senyum.
Semua mata tertuju fokus pada Bagas yang sudah berdiri bersama Andita, senyum cantik terpatri indah di bibirnya. Sesaat Bagas menatap wajah Andita dan tersenyum,lalu beralih menatap Brata dan Ayuningtyas, menarik nafas dalam-dalam dan mulai berucap.
"Papa...mama. izinkan Bagas melamar putri kalian, untuk menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku kelak, menjadi wanita satu-satunya yang ku lihat setiap membuka mata di pagi hari. Menjadi wanita satu-satunya yang tertidur di sisiku hingga kelak ajalku menjemput."
"Bagas berharap kalian dapat memberikan izin serta do'a atas lamaran ku." Ucap Bagas, tangan Bagas bergerak gelisah menanti jawaban dari kedua orang tuanya itu.
Brata melimpahkan jawaban sepenuhnya pada Ayuningtyas, Tangan kokohnya membelit pinggang ramping sang istri.
"Ayo berikan jawaban mu, lihat dia sudah tak sabar." Bisik Brata pada Ayu, dan Ayu hanya tersenyum menatap suaminya.
"Mama dan papa bahagia sekali nak. Bahagia melihat akhirnya kalian dapat bersama kembali setelah banyak lika-liku kehidupan yang kalian lalui, dan Mama memberi izin begitupun dengan papa. Tapi, yang lebih berhak menjawab itu putriku yaitu Andita." Ayuningtyas melemparkan jawaban sepenuhnya pada Andita.
Tanpa banyak bicara Bagas mengajukan pertanyaan pada Andita.
__ADS_1
"Andita Rosmanilla Sakapraja. Apakah kamu bersedia menjadi istriku ? Menjadi ibu dari anak-anakku nanti, menjadi wanita satu-satunya yang selalu setia di sisiku baik suka maupun duka. Menjadi wanita satu-satunya dalam hidupku hingga maut memisahkan. Menjadi wanita satu-satunya sebagai rumahku, tempatku kembali, tempatku berkeluh-kesah, tempatku bermanja, tempatku tertawa dan satu-satunya tempat ternyaman dalam hidupku. Apa kamu bersedia, Andita Rosmanilla.?" Untaian kata-kata Bagas mengalir begitu saja, sementara pandangan nya sedikitpun tak lepas dari wajah Andita yang merona.
"Dita bersedia mas." mata Andita berkaca-kaca.
"Bersedia menjadi istri mas. jadikanlah aku wanita satu-satunya dalam hidupmu, jadikan aku wanita satu-satu yang menemani setiap perjalanan hidup mu, jadikan aku wanita satu-satu tempat kamu kembali, jadikan aku wanitamu seutuhnya bukan sebutuh nya. Aku akan menjadi tempatmu kembali dan kamu adalah tempatku bersandar dalam segala hal. Jadikanlah aku wanita satu-satu nya yang kamu cintai, hingga hanya ajal yang mampu memisahkan kita." Air mata Andita mengalir kian deras, ada pilu dan luka tersirat dalam untaian kata-kata nya.
Kepedihan di masalalu kembali menyeruak ke permukaan mengingatkan kisah nyata yang menyakitkan.
Bagas memeluk tubuh Andita yang bergetar, ia tahu dan sangat mengerti apa yang terjadi pada wanitanya itu.
"Mas janji tidak akan menyakitimu, mas janji akan selalu menjagamu, mas juga berjanji akan menjadikanmu wanita satu-satunya dalam hidup mas. Mari kita sama-sama berjanji untuk tidak saling menyakiti lagi." Bagas mengurai pelukannya dan menyentuh pipi Andita yang basah, menghapus bulir-bulir bening disana.
Lauren datang dan berdiri di antara Bagas dan Andita sembari membawah kotak berbentuk limas transparan ke hadapan Bagas. Brata dan Ayuningtyas ikut mendekat guna menyaksikan langsung acara pertukaran cincin di antara putra dan putrinya itu.
Bagas tersenyum menatap Andita. " Siap ?". Tanyanya yang di angguki oleh Andita.
Ayuningtyas membuka kotak di tangan Lauren, dan memberikan kode pada Bagas untuk memulai menyematkan cincin ke jari manis Andita. Kilatan cahaya lampu kamera dan lampu sorot memandikan wajah Bagas dan Andita. Dengan gerakan lembut Bagas meraih jemari Andita, lalu mulai menyematkan cincin berlian di jari lentiknya.
"Ya Tuhan semoga kau menjadikan semua yang kami lakukan ini menjadi awal kebahagiaan kami yang seutuhnya, jangan pernah pisahkan dan rubah niat atas hati kami masing-masing. Satukanlah hati kami dalam ikatan cinta yang sebenarnya. amiin." Doa Bagas kala menyematkan cincin di jari Andita, lalu mengecup lembut jari lentik itu. Titik air mata tak kuasa Bagas sembunyikan lagi, semuanya terjadi begitu saja.
Berlanjut pada Andita, ia pun menyematkan cincin di jari manis Bagas.
"Semoga mas menjadi lelaki terakhir dalam hidupku." Bisik Andita
Acara tukar cincin telah selesai gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan mewah penuh bunga cinta, kedua insan itu tengah berpelukan erat menyalurkan Kebahagiaan yang membuncah di hati masing-masing. senyum dan tawa bagai enggan terlepas dari bibir mereka, Brata dan Ayuningtyas bergantian memeluk putra dan putri mereka, begitupun dengan para sahabat dan rekan bisnis Bagas Doa dan selamat mengalir tiada henti-hentinya. Semuanya turut bersuka cita, turut merasakan kebahagiaan Bagas Dan Andita.
Cinta sejati adalah rumah bagi hati yang tulus, hati yang tulus adalah tempat ternyaman di dalam cinta. Luka adalah sebuah anugerah terindah dari tuhan, agar hati mengerti bahwa mencintai adalah sebuah pengorbanan.
...----------------...
END.....
nantikan kelanjutannya di part 2.
maaf jika endingnya tak sesuai ekspektasi kalian, dan maaf juga jika lama gak update karena Author sedang dalam keadaan sakit. sebagai manusia biasa Author minta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca jika sangat banyak kekurangan dalam menulis cerita ini.
"part 2 menceritakan awal pernikahan Bagas Dan Andita, hingga memiliki anak dan...."
__ADS_1
untuk part 2 nya akan Author update di sini kok sesuai permintaan kalian🙏.
sekali lagi lebih dan kurang mohon maaf.