Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB 11


__ADS_3

Andita sedang berjalan menyusuri Desa bersama Bagas.saat melintasi area Persawahan,Bagas memarkirkan mobilnya.terlihat Bagas sangat menikmati hamparan Sawah,yang membentang di depan matanya itu.


“Mas suka ?” tanya Andita yang sudah berdiri disamping Bagas


“Ya,alam terbuka seperti ini sangat menyenangkan.” Jawab Bagas


“Ayo kita jalan-jalan kesana,” ajak Andita.


Bagas menggandeng tangan Andita seperti biasanya,mereka menyusuri pematang persawahan penduduk desa itu.sesekali terlihat mereka mengabadikan potret mereka,di area persawahan yang indah di mata itu.cuaca yang sejuk,dan angin semilir mengiringi canda tawa Andita dan Bagas.


“Selamat siang Bu Bidan” sapa pemilik sawah yang mereka lintasi.


“Siang juga Bu” balas Dita


“Cuacanya,pas untuk jalan-jalan Bu." basa basi Bagas


“Maaf,Bapak ini siapa bu Bidan ?” tanya Bu Tani itu.


“Saya,Calon Suaminya Bu.” Jawab Bagas


“Lah tak kira,pak Dokter pacarnya Bu Bidan.”


“Soalnya waktu mancing di Sawah sebelah,Bu Bidan sama Pak Dokter terlihat akrab sekali.” Lanjut Ibu pemilik Sawah.


Bagas menatap Andita tajam,sorot matanya meminta penjelasan.sementara Andita,hanya menunduk saja.


"Waduh,bu.kok main ceplos aja batin Andita."


“Oh,jadi calon suaminya Bu Bidan.” sambung Ibu itu lagi.


“Silakan,di lanjut jalan-jalannya pak.”


“Ya Bu,Terima kasih.” Bagas menimpali Ibu itu.


Bagas menyeret tangan Andita menuju mobilnya,tanpa peduli Andita yang meronta.


“Lepasin mas,sakit.” Ucap Dita


“Kamu kenapa si ?” tanya Andita


Bagas membuka mobilnya,mendorong paksa Andita duduk di kursi penumpang.lalu ia memutari mobilnya,dan duduk di belakang kemudi.ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,tanpa perduli Andita yang ketakutan.


“Mas,Stop !!” teriak Andita.


Bagas mengerem mobilnya dengan mendadak,membuat kepala Andita membentur dashboard mobilnya.Andita meringis, menyentuh dahinya yang sakit.


“Kamu,apa-apaan si mas !!” bentak Andita lagi.


Bagas masih bungkam,kilatan amarah di matanya nampak begitu jelas.rahangnya dan giginya gemeletuk,tangannya mencengkram kuat Stir mobilnya.


“Kamu tanya aku apa-apaan,hah !!” bentak Bagas.


“Jadi itu alasan kamu selama ini,menolak aku kunjungi ?!” teriak bagas.

__ADS_1


“Andita,jawab aku !!” teriaknya penuh Amarah


Tangan Bagas mencengkram dagu Andita.


“Kenapa kamu diam,jawab aku Andita !!” teriaknya lagi.


“Apa kamu sudah tidur,dengan Pria brengsek itu ?!” tuduh Bagas.


Plak,tangan Andita mendarat di pipi Bagas.


“keterlaluan kamu mas !!” teriak Andita


Andita membuka pintu mobil,ia segera turun dan berlari meninggalkan Bagas.


“Andita,tunggu !!” teriak Bagas.


Bagas mengejar Andita,sementara Andita terus berlari tanpa menoleh Bagas.


Bagas yang sadar mobilnya tertinggal,ia kembali ke mobilnya dan mengejar Andita lagi dengan mobilnya.


Andita terus berlari sambil menangis,tanpa melihat ke depan dan belakang.tiba-tiba...bruk,Andita menabrak seseorang tepat di dadanya.Pria yang di tabrak memeluk Andita,ia menyentuh dahi Andita yang terluka.


“Andita,kamu kenapa ?” tanya Yoga


Ia membimbing Andita menuju mobilnya,bermaksud untuk mengobati dahi Andita yang terluka.sementara Andita hanya bungkam,tanpa menolak ajakan Dokter yoga.Bagas yang melihat pertunjukan di depan matanya itu,darahnya semakin mendidih.


Yoga mengambil kotak P3*dalam mobilnya,dan mengobati luka Andita,tiba-tiba...,


“Singkirkan tangan kotor mu itu !!” teriaknya lagi,sambil mengibaskan tangan Yoga dari wajah Andita.


“Maaf,anda siapa ?” tanya Yoga


“Saya calon suami Andita !!” sentak Bagas.


Dokter Yoga tertawa...


“Oh,kalau begitu perkenalkan,saya rekan Kerja Andita.” Ujar Yoga seraya mengulurkan tangan sama Bagas,yang tentu saja di tolak sama Bagas.karena tangannya hanya melayang hampa di udara, Yoga menarik tangannya.


“Oh,apakah anda Dokter sialan itu ?!” tanya Bagas


Dokter Yoga menautkan kedua alisnya,ia bingung atas ucapan lelaki di hadapannya itu.


“Apa maksud anda, ?” tanya Yoga santai


“Saya peringatkan sama anda,jangan perna dekati Andita !!” bentak Bagas lagi.


Bagas menyeret paksa Andita dari hadapan Yoga.sebagai lelaki yang menghargai perempuan, Yoga tidak terima melihat kaum perempuan di perlakukan kasar begitu.


“Hei bung,tolong jangan kasar begitu sama perempuan !!” seru Yoga


Yoga berusaha melepaskan Andita dari cengkraman Bagas,tapi Bagas yang tidak terima berbalik menyambar pipi Yoga dengan menyerang Dokter Yoga. Bugh...bugh...


"Hentikan mas !!" teriak Andita

__ADS_1


Tapi Bagas, tidak menghiraukan teriakan Andita.


Andita yang melihat kelakuan Bagas semakin tak terkontrol,ia berbalik menampar Bagas.


Plak...plak...


“kamu benar-benar,keterlaluan mas !!” teriak Andita.


Andita membawa Yoga ke mobilnya,dan Andita segera memacu mobil Yoga.meninggalkan Bagas yang tercengang,atas sikap Andita yang membela Yoga.


Andita memarkirkan mobil Yoga,tepat dihalaman rumah Dinas yoga.ia menadahkan tangan,meminta kunci rumah yoga.


Setelah pintu terbuka, Andita mendudukkan yoga di Sofa ruang tamu Dokter itu.ia mengambil es batu, untuk mengompres lebam di pipi Dokter yoga.


Yoga juga mengambil es batu di hadapannya itu,ia mengompres dahi Andita yang terluka.


“Aku tidak apa-apa” ucap Yoga kemudian, setelah cukup lama bungkam.


“Tapi dahi kamu terluka” ucapnya lagi


“Biar aku obati,luka kamu.” Dokter Yoga ingin berdiri,tapi di tahan oleh Andita.


“Duduklah,aku tak apa-apa.” Ucap Dita.


“Maafkan atas sikap,mas Bagas tadi.” Lanjut Dita


“Aku permisi” pamit Dita setelah mengobati Dokter tampan itu.


...----------------...


Andita berlalu dari hadapan Yoga,tanpa menoleh sedikitpun.ia pulang dengan perasaan berkecamuk,ia semakin bingung menghadapi Bagas.


Saat Andita pulang,mobil Bagas melintas menuju arah kota tanpa berhenti.


Andita menoleh,melihat mobil Bagas yang melaju dengan kecepatan tinggi.


"Ada apa dengan perubahan sikapmu,mas." lirih Andita


Sementara Bagas,meninggalkan Desa tempat Andita dengan perasaan bersalah dan menyesal.ia malu sama Ibunya Andita, berkunjung hanya membuat keributan.namun ia juga tidak mampu mengendalikan emosinya,saat tau Andita jalan-jalan dengan Pria lain.


Sesungguhnya,Bagas sangat takut kehilangan Andita.


Bagas mengerem mobilnya,lalu ia berteriak frustrasi.


"Aghhh..... Andita !!" teriaknya.


...----------------...


TBC


Dukung cerita ini dengan like dan komentar ya guys.


like dan komentar kalian menjadi pembakar semangat author untuk update.

__ADS_1


__ADS_2