
Dengan langkah lebar Brata mendatangi perusahaan Subrata group yang di pimpin oleh Anjani, semua mata menatapnya dengan pandangan tanya lalu membungkuk saat berpapasan dengan wajah pimpinan utama mereka sebelum putranya duduk di sana.
Aura dingin membekukan seluruh penjuru ruangan, kobaran api kemarahan berkilat melalui sorot matanya dan siap membakar siapapun yang berani menentang nya.
Brak...!! pintu ruangan Anjani di buka kasar oleh Brata.
Senyum perempuan Iblis itu terkembang begitu saja saat melihat lelaki itu melangkah menghampiri nya, tak terlihat gentar sedikit pun di wajahnya saat menatap wajah Brata yang mengerikan.
"Sayang akhirnya kau kembali." Ujar Anjani seraya berjalan mendekati lelaki itu, tangannya terangkat ingin membelai wajah Brata.
Dengan sigap Brata menyambar tangan perempuan itu, "Jangan lancang kau menyentuh ku perempuan Iblis !!" Tukas Brata menepis kasar tangan Anjani.
Tangan Brata mencengkram rambut Anjani sehingga kepala perempuan itu menengadah ke atas, namun seringai Iblis nya tetap tak surut dari bibirnya.
"Kau terlalu kasar sayang" ujar Anjani.
Brak...tubuh Anjani terpental dan membentur meja kerjanya.
Tangan besar Pria itu kembali menyambar rambut Anjani " Kau dengar Iblis, tinggalkan perusahaan ini karena secuil pun tidak ada hak mu disini. Semua ini milik Bagas !!" Tukas Brata geram.
"Apa perlu aku melemparkan mu dari gedung ini, huh !!" Seru Brata
"Kau dengar Anjani ! Semua permainan mu sudah berakhir ! Apapun yang kau lakukan tidak akan mengubah keputusanku !!" Brata membenturkan kepala Anjani di atas meja.
"Hahaha...apa kau bilang ? Berakhir !! Kau salah Brata semuanya justru baru aku mulai !!" Seru Anjani sengit mengacuhkan rasa sakit di jidatnya.
"Silakan kau tertawa pembunuh !! Bui sudah menanti dan akan mengubur seluruh hidupmu atas kejahatan yang sudah kau lakukan !!" Ujar Brata dingin namun menakutkan.
...----------------...
Sementara itu Andita dan Ayuningtyas setelah mengantar kepulangan Yoga mereka kembali kerumahnya, Andita terlihat murung dan bersedih. berat rasa di hatinya berpisah jauh dari Yoga, meski hanya dalam waktu singkat ia akan kembali. ya, akan kembali bersama kedua orang tuanya untuk meresmikan lamaran serta merancang persiapan pernikahan mereka.
Ayuningtias mengerti apa yang di rasakan putrinya, ia tersenyum menghampiri gadis itu. " Bersabarlah, tidak akan lama Yoga akan kembali kesini." Ujar Ayu menghibur Andita.
Andita menatap wajah Ayuningtyas dan mengangguk.
"Sebaiknya kau selesaikan urusanmu dengan Bagas, sebelum acara lamaran di gelar." Ucap Ayu seraya membelai rambut putrinya itu.
Andita tersenyum bahkan ia sempat melupakan hal itu, tujuannya kembali selain menyampaikan niat pernikahan nya juga ingin menyelesaikan urusannya dan Bagas.
"Baiklah, Dita akan ke kantor Bagas sekarang mam." Ujar Andita akhirnya.
Ayuningtyas mengangguk, dan memeluk Andita.
"Semoga nak Bagas bisa menerima keputusan mu." Ucapnya sambil mengelus lembut pundak Andita.
Andita berpamitan pada Ayuningtias, lalu beringsut pergi menjauhi pekarangan rumahnya.
__ADS_1
Tangannya melambai pada sebuah taxi yang melintas, dengan langkah pasti Andita meluncur menuju perusahaan Subrata dimana Bagas bekerja.
...----------------...
Bagas yang meluncur ke arah bandara terpaksa memutar arah setelah asistennya menelpon lebih tepatnya mantan Asistennya, memberitahukan bahwa Brata mendatangai perusahaan Subrata group.
Bagas mencemaskan hal-hal terburuk terjadi di antara kedua orang tuanya, ia menginjak pedal gas mobilnya semakin dalam meluncur bagai angin tanpa memperdulikan omelan pengendara lainnya.
Setelah tiba di perusahaan Subrata group, Bagas segera berlari meninggalkan mobilnya di parkiran. Dengan tergesa-gesa Bagas menekan-nekan tombol lift, dadanya berdebar kencang nafasnya memburu dan tersengal, di benaknya saat ini membayangkan hal buruk sekali mengingat Anjani perempuan yang nekat.
Bagas sudah tiba di depan pintu ruangan kantornya selama ini, tangannya mengepal kuat saat mendengar suara Anjani.
"Ya aku pembunuh !! aku yang membakar rumah orang tua Ayuningtyas dan aku juga meracuni Candrawati ibumu yang bodoh itu !! Dan sebentar lagi putra kesayangannya mu itu juga akan mati di tangan ku !! Siapapun yang menghalangi jalan ku akan aku enyahkan dari muka bumi ini !!" Tukas Anjani lantang
"Tapi aku berjanji jika kau kembali padaku putra mu akan aman dan kembali duduk di singgasana nya." Ujar Anjani pelan namun mengintimidasi.
"Aku tidak akan merubah keputusanku ! Dengarkan itu baik-baik." Sarkas Brata.
"Sebelum kau membunuh putraku,maka tanganku sendiri yang akan membunuhmu." Ujar Brata mencekik Anjani
"Kenapa kau menceraikanku ,huh !! Apa karena perempuan itu !!" Tukas Anjani tersengal-sengal karena tangan Brata semakin kuat mencengkram lehernya.
"Karena aku tidak pernah mencintaimu dan menginginkan mu, perlu kau ketahui aku bertahan dengan karena Bagas.!" Geram Brata makin mengeratkan tangannya.
Anjani yang sudah hampir kehabisan pasokan nafas menghantam tubuh Brata dengan benda keras berbentuk patung mini yang ada di atas meja.
"Papa !!" Seru Bagas segera memeluk Brata.
"Ayo kita pergi dari sini." Ajak Bagas seraya menuntun Brata meninggalkan ruangan Anjani.
Brata dan Bagas meninggalkan gedung perusahaan Subrata group.
...----------------...
Tak berapa lama Andita tiba di kantor tersebut, setelah membuat alasan yang jelas dan tepat Andita di persilakan bertemu pimpinan perusahaan Subrata group.
Tok...tok...tok...
Tanpa ada jawaban tapi pintu ruangan itu segera terbuka lebar.
Gadis itu menatap heran pada perempuan yang berdiri di hadapannya saat ini, sedangkan Anjani betapa terkejutnya dia saat menatap wajah yang sangat mirip dengan wajah rivalnya di masa lalu.
Dengan seringai licik Anjani menyapa gadis cantik itu, "Maaf mencari siapa Nona cantik ?" Tanya Anjani
"Silakan masuk,kita akan ngobrol di dalam." Ujar Anjani lembut.
Andita mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih Bu." Sahut Andita seraya menghenyakkan pantatnya di sofa mewah ruangan tersebut.
"Siapa namamu Nak ?" Tanya Anjani yang terus meneliti wajah Andita.
'siapa gadis ini, wajahnya begitu mirip dengan Ayuningtyas' apa dia ada hubungannya dengan Bagas ? Hm...jika benar ini adalah senjata terbaikku.batin Anjani, otak iblisnya kembali menemukan cara bahkan senjata untuk melancarkan strategi nya.
"Andita bu" sahut Andita.
Ia meneliti sekeliling ruangan tersebut, lalu kembali menatap Anjani.
"Maaf bu,apa Dita bisa bertemu mas Bagas ?" Tanya Andita takut-takut.
"Andita nama yang cantik, secantik orangnya." Puji Anjani
"Bagas baru saja pulang, karena papanya sedang tidak enak badan.kalau kamu mau kita bisa bertemu di rumah." Ujar Anjani menawarkan kebaikannya agar gadis itu menemui Bagas di rumahnya.
"Oh begitu,boleh bu." Sahut Andita polos.
Seringai iblis Anjani kembali berkembang sempurna di kedua sudut bibirnya.
"Tunggu sebentar mungkin mereka masih dirumah sakit. Ohya wajahmu mengingatkan ku pada sahabat SMA ku dulu." Ucap Anjani tanpa berbasa-basi, ia ingin tau secepatnya siapa nama ibu gadis itu.
"Ohya, siapa nama teman ibu itu ?" Tanya Andita tertarik dengan topik pembicaraan Anjani.
Dengan wajah di buat sedih Anjani bercerita banyak hal, seolah-olah ia begitu kehilangan sahabatnya itu.
"Ayuningtyas, entah berada dimana dia sekarang.aku sangat merindukan nya." Ujar Anjani.
Andita menutup mulutnya dengan kedua tangannya,lalu ia mengeluarkan ponselnya.
"Apa Ayuningtyas ini sahabat ibu ?" Tanya Andita mengulurkan ponselnya yang berisi foto Ayuningtyas.
Wajah Anjani terkesiap, ia pura-pura menangis sedih kala menatap potret Ayuningtyas.
'Terima kasih gadis bodoh ! Kau sudah membuka jalanku ! Bisik hatinya
"Astaga, apa kau putrinya ? Benar dia Ayuningtyas sahabat ku." Ucap Anjani seraya memeluk Andita.
...----------------...
"TBC"
suka ceritanya ???
jangan lupa vote, tap like sebanyak mungkin 🤪
nantikan episode selanjutnya.
__ADS_1