Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~ 44 "SELAMAT MEMBACA"


__ADS_3

Brata terpaku ketika berpapasan dengan seorang gadis di bandara,matanya berkaca-kaca saat menatap gadis itu.namun sayangnya,gadis itu sama sekali tak menyadari kehadirannya yang sedang memperhatikannya.


Gadis itu terlihat sangat bahagia bergelayut manja di lengan seorang pria tampan yang menjulang tinggi berjalan di sampingnya, laki-laki tampan dengan pakaian santai namun mampu meruntuhkan hati para wanita jomblo. kacamata hitam,celana pendek motif kotak-kotak selutut, sepatu kets sporty dan kaos press body begitu pas membalut tubuhnya yang rupawan.


dengan pakaian seperti itu siapa yang mengira jika dia adalah seorang Dokter plus pemilik sebuah rumah sakit.


"Mas ?" Panggil Andita.


"Hm...ya sayang" sahut Yoga lembut tanpa menghentikan langkahnya.


"I love you" ujar Andita tiba-tiba, wajahnya bersemu malu-malu.


Yoga menghentikan langkahnya dan menatap Andita, bibirnya mengulas senyum manis tangannya mengacak lembut rambut gadis itu.


"Mas juga sangat mencintaimu" ucapnya.lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar bandara tersebut,dimana sopir keluarga nya sudah menunggu kedatangan mereka.


"Maaf soal tadi" lanjut Andita sambil terus berusaha menyeimbangkan langkah kaki kecilnya dengan langkah kaki panjang Yoga.


"Hm... persiapkan dirimu, untuk bertemu calon mertua sebentar lagi" sahut Yoga tanpa menoleh dan menanggapi ucapan Andita barusan.


Andita mengangguk dan tersenyum,ia sungguh gugup membayangkan bertemu dengan kedua orang tua Yoga.ia membuang tatapannya ke arah lain, Seketika matanya terserobok dengan mata tajam seorang laki-laki paruh baya namun masih terlihat gagah dan tampan.


Andita meneliti sekeliling nya,tak ada orang lain disana.penumpang yang bersama mereka tadi sudah berjalan lebih duluan dari mereka, matanya kembali menatap laki-laki itu.


'Laki-laki ini wajahnya...' Andita menutup mulutnya.


Sedangkan Brata terus menatap gadis itu,tak sedikitpun mengalihkan pandangannya.


Bibirnya mengulas senyum manis, 'Ayuningtyas' batinnya.


Yoga yang melihat Andita tertinggal di belakang nya berbalik, dan meraih tangan gadis itu.


"Sayang,ada apa ?" Tanya Yoga.


"Hm..anu...itu...gakpapa mas" sahut Andita.


Yoga menatap wajah Andita dengan dahi mengeryit, ia meraih tangan gadis itu lagi dan menggenggam nya bahkan lebih erat dari sebelumnya.


"Ayo" ajak Yoga menuntun gadis itu.


Andita mengikuti langkah Yoga sesekali ia menoleh kebelakang melihat laki-laki itu masih berdiri disana, bibir mungilnya mengulas senyum manis untuk laki-laki itu.


Brata semakin penasaran melihat gadis itu membalas senyumnya, setelah gadis itu menghilang dari pandangan nya Brata segera memakai topi dan kacamata hitam serta jaketnya. Niatnya terbang ke Surabaya mencari jejak Ayuningtyas di urungkan nya sementara,mengikuti gadis itu lebih menarik baginya saat ini.


Langkah Brata memburu cepat menyusul kedua sejoli tadi.


'Gadis itu bukankah fotonya ada di meja Bagas ? Apa hubungan mereka ? Lalu siapa pria bersama gadis itu ?


Langkah Brata berhenti tidak jauh dari Andita dan Yoga,matanya leluasa menatap wajah Andita dari jarak cukup dekat.


Terlihat gadis itu sudah duduk manis di dalam mobil dan di susul oleh pria bersamanya tadi.


Brata tak mau ketinggalan ia juga menyetop Taxi.


"Pak ikuti mobil itu" tukas Brata.


...----------------...


Di kediaman Chang Lie...

__ADS_1


Indira Kamania Prayoga, Ia sibuk keluar masuk dan memandangi jam dinding di ruang tamunya.wajahnya menggambarkan kebahagiaan tiada tara, bagaimana tidak sekian lama putranya menghilang tanpa jejak Harini ia kembali.


yang paling membahagiakan hati perempuan itu, anaknya kembali bersama seorang gadis. itu artinya, sulungnya sudah mampu melupakan masa lalunya yang pahit.


"Ma, duduklah dengan tenang. Putramu akan segera datang, bersabarlah." Ujar Chang Lie


"Papa kira Mama tidak tenang ? Mama justru sangat bahagia, ternyata anak kita masih ada dan kembali bersama calon menantu kita pa" sahut Indira antusias.


Chang lie bangkit membawa istrinya duduk di teras rumah mereka.


"Meskipun papa tidak melahirkan nya,papa sama sepertimu.mari kita tunggu mereka di sini saja" ajak Chang Lie seraya membawa istrinya duduk di sofa teras rumah nya.


Indira menuruti ajakan suaminya, dengan wajah dan senyum bahagia mereka menanti kedatangan anaknya serta calon menantu mereka.


...----------------...


Sebuah Alphard Mewah milik Toyota memasuki halaman rumah besar milik keluarga Prayogo, dengan semangat Indira segera berdiri.


Sopir mendorong pintu mobil mahal di kelasnya itu, dan tampaklah seorang Pria tampan turun dari sana.tangannya terulur menyambar tangan seorang gadis cantik yang bersama nya, ia menatap sejenak wajah Andita tercetak jelas bahwa dia sedang gugup.


Yoga tersenyum "Sayang,ayo.kita sudah sampai." Ajaknya


Indira di ikuti Chang Lie segera menghampiri mereka tanpa menunggu keduanya masuk terlebih dahulu,dengan uraian air mata Indira memeluk putranya.ia terisak di dada pria tampan itu, menumpahkan seluruh kerinduannya serta kebahagiaan nya disana.


Sedangkan Chang Lie tanpa canggung ia membawa Andita masuk tanpa melihat ke arah istrinya dan putranya.


"Bagaimana perjalanannya tadi Nak ?" Tanya Chang Lie pada Andita.


"Alhamdulillah lancar Om" sahut Andita malu-malu.


"Duduklah nak,kamu pasti lelah.yang disana, biarkan saja dulu mereka menangis sepuasnya." Ujarnya lagi sambil menunjuk kearah anak dan istrinya yang masih di halaman rumahnya.


"Silakan diminum Non" ujar Bibi pembantu itu menyerahkan minum di hadapan Andita.


"Terima kasih,bi" sahut Andita ramah.


Pembantu itu hanya mengangguk lalu kembali masuk ke dapur.


"Siapa namamu Nak ?" Tanya Chang Lie


"Andita, Om" sahut Andita sambil menunduk.


Chang lie meneliti gadis itu kesan pertama yang di lihatnya adalah cantik, sangat cantik.


Suaranya merdu sekali, kulitnya putih bersih, rambutnya terurai indah,matanya bulat besar dinaungi bulu-bulu lentik nan tebal.


Chang lie tersenyum. 'Yoga memang jago kalo mencari perempuan' batinnya.


"Silakan diminum nak. Ohya panggil papa saja, biar lebih akrab." Tukas Chang Lie mendominasi obrolan.


Andita hanya mengangguk dan tersenyum saja.


"Pa ! Liat perempuan cantik main serobot aja !" Sungut Indira setelah masuk dan bergabung bersama Andita dan suaminya.


"Hahaha...." Chang lie dan Yoga tertawa.


Yoga memeluk laki-laki itu, Chang Lie menepuk-nepuk pundak putranya.


"Kamu pinter sekali mencari calon istri" puji Chang Lie berbisik pada putranya.

__ADS_1


"Tentunya,anak siapa dulu" ujar Yoga sambil terkekeh kecil.


Andita pun sama,di peluk erat oleh perempuan yang seumuran Ibunya itu.tangan Indira mengelus lembut rambut gadis itu "Mama mau kalian segera menikah" bisik Indria di telinga Andita.


Semburat merah menguar begitu saja di wajah Andita,antara bahagia dan gugup.


Merasa tidak mendapatkan jawaban Indira mengurai pelukannya,dan menatap wajah merah Andita.


"Ma, jangan ditanya yang tidak-tidak loh." Ujar Yoga tiba-tiba duduk di samping Andita.


Indira hanya tersenyum menatap kedua sejoli itu. "Mama tidak seperti itu, cuman minta kalian segera menikah." Jawab Indira.


"Mama mereka baru saja tiba disini, ajakin makan kek, istirahat atau mandi terlebih dulu." Timpal suaminya Indira.


"Benar sekali" sahut Yoga


Mereka tertawa bersama, menanggapi ucapan Chang Lie.


"Sayang, istirahatlah dulu." Pinta Yoga, dan Andita mengangguk.


"Baiklah.Ayo nak, Mama antar ke kamarmu." Ajak Indira,lalu ia meminta salah satu pembantunya membawa koper Andita.


"Yo, mandilah dan istirahat.setelah itu kita makan siang bersama." Tukas Indira sambil menaiki tangga menuntun tangan Andita.


"Ya ma,Yoga ngobrol sama papa dulu." Sahut Yoga.


Chang lie dan Yoga larut dalam obrolan panjang lebar, bagai kedua sahabat lama yang sudah lama tak bersua.


...----------------...


Sedangkan di luar sana, Seorang laki-laki tercekat memandang ke arah rumah besar itu dimana gadis yang di lihatnya tadi masuk kesana.


'Apa dia salah satu cucu Dokter itu ? Batinnya


Ya, Brata sangat mengenali rumah itu meskipun sudah banyak yang berubah dari bangunan nya.rumah itu tampak lebih modern dan tetap mempertahankan konsep kental Khas Cina yang terukir di bangunan rumah tersebut.


Rumah Dokter pribadi keluarga Subroto dahulu, Dokter Dong lie Prayogo.keturunan cina Tionghoa yang menikah dengan perempuan Jawa dan membawanya menjadi mualaf hingga tersemat lah nama Prayogo di dalam namanya. namun, masih tetap mempertahankan marga Lie di setiap nama keturunannya.


...----------------...


Dan nun jauh di sana,seorang perempuan tenga menggila kala menerima surat perceraian dari suaminya.


"Brata ! Kau tidak bisa melakukan hal ini padaku !" Geramnya.


"Kau selamanya milikku dan suamiku !" Geram Anjani merobek kertas di tangannya.


...----------------...


"Bersambung"


jangan lupa dukung terus karya Mentari Impian dengan vote dan like sebanyak-banyaknya 😘


maaf ya guys telat up,Thor kecapekan soalnya🙏


semoga kalian tetap selalu setia menunggu Update selanjutnya pantengin terus 👇


"Pacarku Suami Temanku"


salam hangat dari Mentari Impian

__ADS_1


salam bahagia selalu untuk pembaca setia😘


__ADS_2