
Shinee melangkah meninggalkan Bagas,bibirnya menyeringai penuh kelicikan jiwa rampok dalam dirinya seketika bangkit begitu saja.
"Jangan salahkan aku kak kalau hari ini uangmu habis banyak, Salahkan dirimu sendiri yang membawaku ke sini." Batin Shinee
Gadis itu kalap saat melihat Fashion Brand internasional yang terpajang di etalase, mulai dari tas,heels, sepatu,tas,parfum hingga beberapa piece blouse dan Dress.
Tak membutuhkan waktu lama bagi Shinee untuk memilih berbagai produk mahal tersebut, secara ia sudah benar-benar hafal dan paham soal barang-barang Mewah itu.
Shinee melenggang anggun menghampiri Bagas yang sedang duduk santai di Sofa yang tersedia di Butik tersebut, dengan wajah yang sedikit di tekuk gadis itu duduk di samping Bagas.
Pria tampan itu melirik Shinee dengan wajah datar, ibu jarinya terangkat menggaruk alisnya. "Apa lagi yang salah ? Kenapa dia masih cemberut begitu ? Monolog Bagas.
Bagas memberanikan dirinya untuk bertanya pada gadis itu, di tatapnya lamat-lamat wajah Shinee lalu tersenyum dan sedikit mawas diri khawatir tangan gadis itu mendarat di pipinya.
"Bagaimana,apa ada yang cocok ?" Tanya Bagas lembut.
Shinee menatap Bagas,lalu mengangguk dengan bibir mengerucut.
"Banyak yang cocok, tapi uangku gak cukup." Lirih Shinee sedih, tentunya sedih di buat-buat sebagai aktingnya untuk menguras rupiah Bagas.
Bagas mengelus lembut rambut Shinee, terlihat sekali sikapnya tulus dari hati.
"Gak usah sedih, ambil aja apa yang kamu suka.jangan pikirkan soal uangnya,biar aku yang bayar itung-itung sebagai permintaan maaf ku." Ujar Bagas lembut dan mendayu seolah sedang membujuk adiknya yang sedang merajuk.
Wajah Shinee terangkat dan seketika itu juga binar di wajahnya berseri-seri terang benderang, gadis itu tiba-tiba memeluk Bagas.
"Terima kasih kak, aku memaafkan mu.kalau begitu ayo bayar belanjaan ku." Ajak Shinee memapah tangan Bagas menuju kasir.
Dengan semangat dan antusiasme yang menggelora, Shinee melangkah menghampiri kasir dengan tangan bergelayut manja di lengan Bagas.
"Mbak kita mau bayar belanjaan ku tadi." Ucap Shinee semangat empat lima.
"Baik,tunggu sebentar ya." Sahut sang kasir sambil menghitung total rupiah keseluruhan belanjaan Shinee.
Bagas sebenarnya terkejut dengan belanjaan Shinee sebanyak itu namun dirinya berusaha setenang mungkin, "ternyata di balik wajahnya yang polos yang terkadang jutek jiwa belanjanya sekelas Sosialita kelas atas."batin Bagas
"Ini mas, totalnya 990jt." Tukas mbak kasir menyerahkan kertas Nota kepada Bagas.
"Hah...!!! Gadis ini gila belanja ternyata,tempo 30 menit ia bisa menghabisi 990jt,gimana kalau 3 jam berada di Mall ini." Batin Bagas, akan tetapi jiwa seorang Bagas Prawijaya Subroto Cool and keep Calm.
Bagas menyerahkan kartu berwana hitam pada Mbak kasir tersebut, kartu kredit berwarna hitam dengan desain elegan yang khusus diperuntukkan bagi mereka para miliarder berpenghasilan fantastis.
Bagi Bagas uang segitu belum ada apa-apanya untuk gadis yang di minati nya saat ini, dulu bahkan seminggu ia bisa menggelontorkan lebih dari itu untuk memenuhi kebutuhan sosialita Hanna mantan istrinya.
__ADS_1
Mbak kasir mengembalikan Blackcard milik Bagas lalu menyerahkan beberapa Paperbag pada Shinee, melihat Shinee yang kerepotan mengumpulkan belanjaannya Bagas mengambil alih membawakan belanjaan gadis itu.
"Masih ada yang mau di beli ?" Tanya Bagas menginterupsi Shinee yang hanya diam saja sejak di kasir tadi.
"Gak kak, aku lelah." Sahut Shinee
Bagas membawa Shinee pada tempat duduk yang tersedia di Mall tersebut,lalu mendudukkan gadis itu.
"Tunggu disini,aku nganterin belanjaan ke mobil dulu." Ucap Bagas mengacak rambut Shinee
Shinee mengangguk dan menatap langkah Bagas yang menjauhinya, bibirnya mengulas senyum.
"Selain mesum ternyata dia gak pelit." Gumam Shinee.
Bruk... tiba-tiba tubuh Shinee tersungkur dan mencium lantai bibirnya yang mungil dan lembut itu, mengeluarkan darah karena terbentur keras pada lantai.
"Aww...!!" Teriak Shinee
Sebuah tangan menjambak rambutnya,lalu menampar nya beberapa kali.
"Hari itu kau mempermalukan ku !! Hari ini aku akan mempermalukan mu !!" Hardik Clara yang ternyata melihat Shinee dan Bagas sejak mereka memasuki Mall.
"Ku bilang jauhi Bagas,tapi kau dengan berani nya menguras uangnya.ku peringati sekali lagi, dia calon suamiku !!" Bentak Clara
"Permisi Bu.maaf kalau boleh tau,ini rame-rame ada apa ya ?" Tanya Bagas pada seorang ibu-ibu yang sedang menonton keributan yang sedang berlangsung.
"Itu mas,ada Pelakor yang lagi di Jambak-jambak." Sahut ibu-ibu itu.
Bagas menggeleng-geleng tak habis pikir kok bisa-bisanya ribut di Mall begini, dirinya tak perduli dengan sekitarnya ia fokus mencari sosok Shinee di keramaian tersebut.
"Dasar perempuan gatel tak tau malu, calon istri nya itu aku bukan kamu !!" Pungkas Shinee terisak, membalas ucapan Clara yang mempermalukan nya barusan.
Bagas mendengar suara Shinee berteriak sambil menangis. "Shinee ?!" Panggil Bagas menerobos masuk kerumunan penonton yang memadati lobby Mall.
"Shinee !!" Seru Bagas seraya memeluk gadis itu erat.
Bagas melihat Clara disana,matanya menyorot menuntut atas apa yang telah di perbuat nya sama Shinee.
"Kau lagi, kau lagi !! Apa masalahmu dengan nya, hah !" Bentak Bagas.
Pria itu tidak akan melakukan kekerasan terhadap perempuan itu di depan umum, dia tidak akan menghancurkan citranya sebagai pemilik Subrata group hanya gegara perempuan gila itu.
tapi tunggu setelah ini,habis kau Clara ! desis Bagas
__ADS_1
"Kali ini kau sudah keterlaluan Clara !! Aku tidak akan memberi mu ampun !!" Tukas Bagas menunjuk wajah perempuan itu.
Security Mall datang membubarkan kerumunan, lalu mereka mencekal tangan Clara.
"Bawa perempuan gila itu ke kantor polisi !" Perintah Bagas pada keamanan Mall tersebut.
"Siap pak !!" Jawab ke-tiga Security itu.
"Bagas aku mencintaimu !!" Seru Clara.
"Kenal aja tidak bilang-bilang cinta, memalukan !!" Hardik Bagas
Pengunjung yang masih berkerumun menyoraki Clara, mereka ternyata salah menduga dan gadis yang di jambak perempuan itu bukan Pelakor.
"Huuuuuuuuuu.... perempuan gila !!" Seru mereka ramai-ramai.
Bagas memeluk Shinee, mengecup lembut puncak kepala gadis didalam pelukannya.
"Maaf kalau tadi aku lama, bibirmu terluka ayo kita obati." Ucap Bagas sambil menghapus jejak air mata Shinee
Bagas merapikan tatanan rambut Shinee yang berantakan, lalu mencium dahi nya lagi dengan penuh sayang.
Bagas menggendong tubuh Shinee menuju mobilnya di parkiran, dirinya kembali merasa bersalah terhadap gadis itu. Dua kali ia mendapatkan serangan Clara, semua pemicunya adalah dirinya.
"Shinee bibirmu terluka, kita ke Dokter dulu ya." ucap Bagas
Shinee menggeleng, "Beliin obat apotek aja kak, aku lapar." sahut Shinee
Bagas tersenyum menatap wajah Shinee yang memerah bekas tamparan keras Clara tadi,lalu tangannya terulur membelai rambut sebahu gadis itu.
"baiklah,kita cari makan sekarang.tapi bibirmu terluka, apa bisa makan ?" tanya Bagas ragu.
"Kak makan itu masuk ke dalam mulut, yang ngunya gigi bukan bibir." sahut Shinee
Bagas terkekeh-kekeh " Okay, kita cari makan kalau begitu." ujar Bagas seraya melajukan mobilnya keluar parkiran Mall.
...----------------...
TBC
vote✓
like✓
__ADS_1
🌟5✓