Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB 15 happy reading....


__ADS_3

"Andita...,sayang. !!" Teriak Bagas.Andita berlari memeluk Bagas,


"Sayang' katakan kamu kenapa, ?!" Tanya Bagas panik, sambil memeluk Andita.


Mata Bagas liar dan tajam, menatap sekelilingnya.tatapan Bagas tertuju pada sosok Pria yang menyandar di tembok dekat toilet, "Apa dia yang melakukan nya, ?" Tanya Bagas sama Andita.


Andita mengangguk....,


"Breng*ek...!!!" Teriak Bagas.ia mendorong Andita, Bagas melangkah menyambar kera baju Edo,tanpa Ba-bi-bu Bagas langsung memukuli Edo.


Bugh...bugh...bugh...


Edo yang tak menyangka akan mendapat serang tiba-tiba tak mampu menghindari pukulan Bagas,ia tersungkur di lantai dengan wajah Babak belur.Edo bangkit mau membalas ,namun tendangan Bagas lebih cepat dari gerakan Edo. terjangan Bagas langsung tepat tertanam di Ulu hati Pria tersebut,Edo meringis dan terpental.


Sementara Hanna,yang baru tau Edo berkelahi, berlari menerobos di antara kerumunan.


Bagas terus memukuli Edo dengan brutal,tanpa memberi Ampun meskipun lawannya sudah tersungkur berlumuran darah.Bagas menginjak dada Edo,tapi tiba-tiba ia mendengar teriakan seorang wanita dan mendorong tubuhnya.


"Hentikan." Teriak Hanna,ia mendorong tubuh Bagas.tanpa melihat siapa yang ia dorong....,


"Minggir.!!!" Teriak Hanna


"Edo.sayang," Ucap Hanna,langsung memeluk Edo yang terkapar.Hanna mengeram,


"Kurang aj....??" Bentakan Hanna ter-jeda,saat melihat siapa yang memukuli Edo hingga pingsan.


"Mas," Lirih Hanna dengan suara bergetar.


"Kenapa mas bisa ada, 'disini.? Tanya Hanna,yang sudah pucat pasi.


Sementara Bagas, hanya menyeringai.


"Oh.ternyata ini Pria selingkuhan mu Hanna,? Tanya Bagas,dengan tersenyum mengejek.


"Mas, Aku bisa jelasin." Ucap Hanna gugup.


"Kamu tidak perlu menjelaskan apapun,'Hanna." Ujar Bagas tersenyum santai.


Hanna menghampiri Bagas,ia ingin meraih tangan Bagas.tapi di tepis oleh Bagas,


"Jangan sentuh aku, perempuan laknat.!!" Bentak Bagas,ia melupakan bahwa di sana ada Andita.


Sementara itu Andita yang melihat interaksi Bagas dan Hanna menjadi bingung,lalu ia mendekat ke arah Bagas.


"Mas." Panggil Andita,ia menatap Bagas dan Hanna secara bergantian."Mas mengenal Hanna, ?" Tanya Andita.


Bagas baru menyadari sosok Andita,di sana.ia menyeret tangan Andita,pergi dari kerumunan.


Hanna tak kala bingung,ia berlari menyusul Andita dan Bagas.tanpa perduli, keadaan Edo.

__ADS_1


"Mas, tunggu.!" Teriak Hanna.


Bagas tak menghiraukan teriakan Hanna.saat di parkiran ia segera membuka pintu mobilnya,dan langsung mendorong Andita untuk masuk.ia pun segera memutari mobilnya, untuk menyusul Andita yang sudah masuk lebih dulu karena paksaan nya.saat Bagas baru membuka pintu mobil,tangan Hanna langsung menahannya.


"Tunggu mas' jelasin sama Aku,kenapa Andita bisa sama kamu.!!" Geram Hanna


"Dia.calon Istriku,jelas.!!" Bentak Bagas


Hanna menangis mendapati kenyataan yang di sampaikan Bagas,ia tak menyangka sahabat nya merebut Suaminya.


Dan Andita lebih bingung lagi dengan apa yang terjadi, pertanyaan besar bersarang di Otaknya saat ini.di tengah kebingungan nya, Hanna berteriak memanggil namanya.


"Andita..!! Keluar kamu.!!" teriak Hanna.


Andita yang merasa bingung,tanpa menunggu persetujuan Bagas langsung keluar menghampiri Hanna yang sedang menangis.


"Hanna,ada apa ini, ?" Tanya Andita.


Hanna yang merasa di khianati oleh sahabatnya itu,tanpa aba-aba langsung menampar Andita.


Plak...plak...plak...


Hanna menampar Andita dengan membabi buta.Andita memegangi pipinya,yang terasa kebas.


"Hanna.kamu kenapa menamparku,?" Tanya Andita.


Hanna menyeringai....,


"Apa kamu bilang, Kenapa Aku menamparmu.?"


"Karena kamu...," Ucapan Hanna terhenti,saat Bagas membentaknya


"Hanna...!!" bentak Bagas


Hanna tertawa sumbang..., persis seperti orang gila.


"Kamu mau tau siapa dia...?!" ucap Hanna sembari mengacungkan telunjuknya ke wajah Bagas, Hanna menatap Andita bagai Serigala lapar.


"Dia.Suamiku...!!!" Teriak Hanna


Andita tercengang,ia menutup mulutnya.Andita tidak percaya mendengar apa yang di katakan Hanna. Bagas memeluk Andita, sedikit memberi ketenangan bagi gadis itu.


...----------------...


"Jangan dengarkan perempuan itu." Ucap Bagas, sambil mengelus rambut Andita.


"Jelaskan sama aku sekarang mas." Pinta Andita,dengan di iringi tangisnya.dadanya sesak,ketika mengetahui kenyataan yang ada di depan matanya saat ini.


"Kamu itu tak lebih dari, 'Pelakor Andita.!!" Seru Hanna lagi.

__ADS_1


"Bagas, Suamiku. Apa kurang jelas Andita !!!" Teriak Hanna lagi.


"Diam kamu...!!" Bentak Bagas pula.lalu ia berbalik menghampiri Hanna. "Apa kamu bilang, Andita 'Pelakor..?!"ujar Bagas sambil tertawa mengejek.


"Lalu, sebutan apa yang pantas aku ucapkan untuk mu. ?!" Tanya Bagas lagi sama Hanna.


Hanna bungkam,diam membisu bagai patung.


"Jika kamu istriku,lalu siapa laki-laki tadi ?!" tanya Bagas dengan intonasi sedikit rendah.


Hanna hanya bungkam...,


"Jawab Hanna...!!" Bentak Bagas.


"Mana teriakan lantang mu tadi...!!" Intonasi Bagas kembali meninggi


"Kamu hanya perempuan 'sampah',bahkan lebih buruk dari seorang pela*ur...!!"


"Aku peringatkan sama kamu.jangan perna menyebutku Suami 'kamu.!!" Bentak Bagas sama Hanna, kata-kata yang pedas,tegas dan sangat menyakitkan.


Hanna hanya Tergugu,tanpa tau harus berkata apa dan berbuat apa.karena apa yang di katakan Bagas adalah kenyataan.


Bagas menghampiri Andita yang mematung, "Ayo."ajaknya sama Andita,tapi Andita menepis tangan Bagas.


"Jadi benar apa yang di katakan Hanna." Lirih Andita


"Sayang,nanti aku jelaskan." Jawab Bagas


"Apa yang akan kamu jelaskan, Aku sudah melihat dan mendengar nya."


"Aku kecewa sama kamu, mas." Ucap Andita


Lalu Andita pergi dari hadapan Hanna dan Bagas.ia menyetop Taxi,dan segera pergi dari sana.tanpa menghiraukan teriakan Bagas yang memanggil nya, Dan Bagas langsung memasuki mobilnya mengejar Taxi yang di tumpangi Andita.


Sementara Hanna bingung mau berbuat apa, perselingkuhan nya sudah jelas-jelas Bagas mengetahui nya dan melihatnya.lalu bagaimana bisa Bagas mempunyai hubungan dengan sahabatnya itu, "aghhh...." Teriak Hanna mencengkeram rambutnya sendiri.hatinya sakit,hatinya pedih, dendam Hanna berkobar terhadap Andita.


"Awas kau pelakor...!! Geram Hanna


Hanna meninggalkan tempat itu,tanpa perduli kondisi Edo.


...----------------...


"To Be Continued ❤️


dukung cerita author dong guys


vote dan like sebanyak nya,komentar dan saran kalian yang menginspirasi sangat author harapkan...


kalian like semua dari Bab 1-15 author akan Update lebih banyak lagi.

__ADS_1


ikutin terus ceritanya😁


terimakasih,salam hangat untuk pembaca dari author😘


__ADS_2