
"Auw" Hanna mengadu kesakitan ketika tubuhnya tersungkur di lantai.
Sementara matanya di tutup rapat dengan kain hitam, "Hei brengs*k, lepasin !" Teriak Hanna.
Erwin dan Robert saling pandang.lalu, mereka keluar meninggalkan Hanna yang mereka kurung di salah satu kamar Club milik teman Erwin.
"Perempuan ular itu sudah kita masukkan ke kandang" lapor Erwin pada Bagas melalui sambungan teleponnya, ketika mereka sudah meninggalkan tempat laknat tersebut.
***
"Woi! Siapapun yang ada diluar lepasin gue !!" Teriak Hanna dari dalam bilik tempat maksiat itu.
Hanna terus berteriak memanggil siapapun disana, meskipun ia sadar sampai pita suaranya putus pun tak akan ada yang menolongnya.
Hanna belum mengetahui ia berada dimana,dan tidak terbayangkan sedikitpun di benaknya apa yang akan terjadi selanjutnya."Apa mau mereka menyekap ku begini?" Kata Hanna saat menyadari dirinya terkurung,ya terkurung sepi di dalam Neraka dunia maksiat.
***
Bagas tersenyum lebih tepatnya menyeringai bagai Iblis, "selamat bersenang-senang mantan istriku" lalu ia tertawa terbahak-bahak.
Rahangnya mengeras kala mengingat perbuatan perempuan Iblis itu, "Kau rasakan Hanna, status yang aku sandang saat ini semua karena mu !!" Desisnya lagi, bibirnya mengulas senyum penuh dendam.
Bagas berdiri menatap kendaraan yang berlalu lalang di jalanan dari balik kaca ruang kerjanya, kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana kainnya.matanya berkilat penuh amarah bagai bara api,seringai bak iblis terus tercetak di wajah tampannya.
Seketika wajah garang dan tatapan sangarnya meredup,bibirnya terlihat bergumam pelan. "Sayang kamu di mana ?" Desisnya.
"Mas berharap tak ada yang berubah di antara kita,meskipun hubungan kita hancur karena perempuan Iblis itu" ucapnya geram kala menyebut nama Hanna.
"Kembalilah,mas merindukanmu" lirih Bagas,hatinya sakit kala mengingat sosok perempuan yang sangat di cintai nya itu.
Kini Andita telah menghilang tak tau rimba nya,setiap sudut kota telah mereka Obrak-abrik namun tak menemukan jejaknya.
Bagas yakin Andita bersama seseorang,jika tidak mana mungkin ia sepintar itu menghilangkan data beserta jejak kepergiannya dan keberadaannya.
Keyakinannya sangat kuat bahwa Andita di sembunyikan seseorang,tapi siapa orang itu masih belum bisa ia gambarkan.
Hanya satu lelaki yang ia curigai,tapi Bagas tidak se-yakin itu kalau Dokter berwajah datar dan kaku itu mempunyai kelicikan yang mumpuni untuk mengelabui seseorang.
Dari wajahnya dia bukan tipikal lelaki yang pandai akan hal itu,dia hanya seorang Dokter. paling juga otaknya hanya berisikan tentang rumah sakit obat-obatan dan jarum suntik,Bagas membatin.
"Lalu Andita bersama siapa ?" Desahnya frustasi.
...----------------...
Lima orang Pria memasuki ruang penyekapan Hanna,mereka menyeringai penuh nafsu menatap tubuh perempuan itu.
Salah satu di antara mereka membuka penutup matanya, "Selamat malam cantik" sapa seorang Pria sembari memelet kan lidahnya,tatapnya memancarkan penuh kobaran gairah.
Hanna lamat-lamat membuka matanya, mengerjap-kerjapkan matanya menyesuaikan dengan penerangan sekitarnya.penglihatannya sedikit mengabur setelah hampir seharian penuh matanya di paksa tertutup, sedangkan tangannya tak kuasa menyingkirkan penutup matanya karena terborgol kuat di kepala ranjang bilik tersebut.
__ADS_1
Dengan tangan kiri-kanan masih terbentang dan tersangkut di kepala ranjang Hanna menatap sekelilingnya,matanya menangkap kelima sosok tak di kenalnya berdiri di hadapannya saat ini.
"Siapa kalian !!" sapa Hanna ketus.
"Apa yang kalian lakukan,hah !! cepat bebaskan tanganku !!" bentak Hanna.
Kelima Pria itu saling pandang,lalu mereka tertawa terbahak-bahak.
"Apa dia bilang ? Buka borgolnya ?" Ujar salah satu di antara pria tersebut.
Ucapan pria itu kembali mengundang gelak tawa teman-teman nya.
Hanna mulai muak melihat sikap kelima pria di hadapannya saat ini, "Hei tutup mulut busuk kalian !" Bentak Hanna.
Seorang Pria berbadan bagai kingkong maju mendekati Hanna,seringai Nakal tercetak di wajahnya yang mengkilat itu.
Pria berkepala botak,lengan besar,berperut buncit itu, sekarang berada tepat di depan wajah Hanna.pria botak itu menghembus kan nafasnya di wajah Hanna,Bau alkohol begitu menyengat tersembur dari mulutnya,Hanna memejamkan matanya sembari membuang wajahnya kesamping.
Pria besar itu terkekeh, "Bagaimana kalau bau mulutku,di ganti dengan bau Kmal**nmu saja" Ujar lelaki itu,yang kembali di sambut gelak tawa teman-teman nya.
"Cih !!!" Hanna meludahi wajah pria itu.
"Menjauh dariku brengs*k,aku tak sudi mencium aroma tubuhmu itu !!" Bentak Hanna.
"Hahaha......,kita akan bersenang-senang sayang.tubuhmu Sungguh menggoda" ujar Pria itu sambil mengelus wajah Hanna.
"Hahaha..., tapi sepertinya kau lebih menjijikkan" ujar pria itu lagi.
"Jangan sentuh aku brengs*k !!" Teriak Hanna.tubuhnya meronta-ronta,kakinya menerjang bagian Vital pria itu saat si botak nekat berbuat tak senonoh padanya.
"Kurang aj*r kau jalang !!" Geram pria plontos tersebut. Pl*k...pl*k..., Pria itu menampar pipi Hanna.
Perempuan itu hanya mampu menangis,tanpa bisa melawan sedikitpun.
"Kau dengar jalang ! Ini baru permulaan, selanjutnya kau harus melayani semua lelaki hidung belang yang datang kesini !" Kata laki-laki itu lagi.
Hanna tercengang mendengar apa yang di katakan pria itu, air matanya mengalir membasahi pipinya yang merah mencetak tanda tangan si botak tadi.
"Aku tidak mau !!" Aku bukan jalang !" Teriak Hanna.
"Hentikan teriakan mulut kotor mu itu jalang !!" Bentak Pria yang berkumis tebal,dengan wajah lebih menyeramkan dari si botak tadi.
Hanna menjerit-jerit memohon ampun dan belas kasihan,namun kelima laki-laki tak di kenalnya itu sedikitpun tak menghiraukan teriakan Hanna.mereka terus menggilir Hanna,hingga mereka puas.
Baju Hanna sudah robek sana sini,wajahnya penuh lebam dan tubuhnya teronggok seperti sampah tak berguna.hanya derai air mata yang mampu melukiskan sakit dan perihnya penderitaan nya saat ini.
"Persiapkan tenaga mu,karena mulai saat ini kau akan menjadi jalang selamanya.sedikit saja kau membantah,maka kau akan merasakan akibatnya bahkan lebih sakit dari pada saat ini, ujar si botak sembari menjambak rambut Hanna.
Hanna hanya mengangguk pasrah,tak ada pilihan lain baginya selain menuruti ucapan pria itu.tak mengapa tubuh dan batinnya tersiksa asal ia masih di beri kesempatan untuk hidup,setidaknya jika ia masih bernafas suatu hari nanti masih bisa bertemu dan menghabiskan masa tuanya bersama putrinya Allisa.
__ADS_1
Tangis Hanna kian pilu, "Ya tuhan,hukumlah aku jika semua itu mampu menghapus dosa-dosa ku di masa lalu" lirihnya sambil berurai air mata.
Salah satu pria yang memperkosanya tadi kembali datang membawa makanan dan air minum untuk perempuan itu,ia membuka borgol di tangan kanan Hanna tanpa melepaskan tangan kirinya guna untuknya bisa makan dan minum.
"Pulihkan tenaga mu !" Ujar pria itu sambil meletakkan makanan dan air mineral di hadapan Hanna.
Hanna menatap makanan tersebut tanpa selera untuk menyentuhnya,tangannya terulur menyambar air mineral guna membasahi tenggorokan nya yang kering.
Pria tak di kenalnya itu menatap tajam pada Hanna, "Hei jalang apa kau tak mendengar ku, huh !!" Bentaknya.
"Makan !!" Bentaknya lagi.
Hanna melotot tajam pada laki-laki itu, tangannya terangkat lalu melempar kan nampan berisi makanan itu ke hadapan laki-laki yang memperkosanya tadi. "Kau dengar brengs*k !! aku tak mau makan !!" Berang Hanna.
Pria itu tampak marah karena sikap membangkang yang Hanna tunjukkan,ia maju mendekati Hanna.
"Dasar jalang !!" Pl*k...pl*k...Hanna kembali mendapatkan siksaan.
Pria itu kembali memborgol tangan Hanna,"Jika kau tak mau makan,itu urusan perutmu !!"
Lalu ia menempelkan lakban di mulut Hanna, "teriakan mu membuat telingaku sakit !" Ujarnya,lalu pergi meninggalkan bilik penyekapan Hanna.
Air mata Hanna menganak sungai, menggambarkan kesakitan nya saat ini.
Di campa kan Bagas begitu saja masih mampu ia terima,tapi di perlakukan bagai pel**r membuat hidupnya semakin Hina.
Terbuang dari keluarga,terbuang dari suaminya dan kini bertambah lagi penderitaan nya.namun Hanna tak bisa lupa begitu saja,apa yang ia dapat sekarang merupakan hukuman atas perbuatannya di masalalu.
...----------------...
"Semuanya sudah terlaksana sesuai perintah,Bos" lapor botak pada Bos-nya melalui sambungan telepon.
Tawa sumbang bak iblis menggema di ujung sana, siapapun yang mendengarnya pasti bergidik ngeri tanpa terkecuali si plontos.
...----------------...
*To Be Continued*
Hi reader... mohon dukung terus dengan vote sebanyak-banyaknya
jangan lupa tinggalkan jejaknya dengan like dan komentar.
ohya, mengingat kelakuan Hanna, apa kalian setuju Hanna di perlakukan seperti itu ? atau, tidak setuju ??
selipkan komentar kalian di kolom komentar ya,sebagai referensi Mentari Impian untuk menulis episode selanjutnya 😘.
salam hangat dari Mentari Impian 😘
semoga "pembaca Pacarku Suami Temanku" selalu dilimpahkan kebahagiaan,Amin.
__ADS_1