Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~60


__ADS_3

Setelah selesai berbincang-bincang bersama Ayu, Indira bergabung bersama ketiga anak-anaknya.sedangkan Chang Lie masih ngobrol ngarul-ngidul dengan Brata,membuka lembaran memori masa muda mereka dahulu.


Sesekali terdengar derai tawa di antara kedua lelaki paruh baya itu,usia boleh lebih dari setengah abad tapi selera humor mereka tak kalah dengan anak muda.


Brata melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam waktu setempat.


"Lie, silakan istirahat.besok aku mau menghadiri sidang keputusan pengadilan mengenai kasus Anjani, maaf aku tak bisa mengantarmu ke bandara." Ujar Brata


Chang lie menatap Brata, Pria itu terlihat tegar sekali meskipun berbagai masalah datang menghampiri nya bagai tak ada surutnya.


"Tak masalah, sebentar lagi kita akan berkumpul lagi disini dihari kebahagiaan anak-anak kita." Sahut Chang lie


Brata mengangguk. "Izin pamitan sama Ayu dulu." Ujar Brata.


Brata melihat Ayuningtyas sudah terlelap ia menghampiri ayu lalu mengecup lembut keningnya.


"Selamat malam sayang,mas pulang dulu." Bisik Brata


Setelah itu Brata berpamitan pada Yoga dan Andita, Indira dan Chang lie. Indira dan Chang lie menghantarkan Brata hingga teras, setelah lelaki itu hilang di kegelapan malam Chang Lie dan Indira masuk kembali.


...----------------...


Esok hari...


Melalui jasa Taxi online Chang Lie dan Indira meluncur menuju bandara, sedangkan Yoga dan Shinee tetap tinggal bersama Andita dan Ayuningtyas.


Setelah kepergian kedua orang tuanya Yoga membawa masuk kedua gadis cantik itu, Shinee memilih duduk di taman belakang. Yoga masuk menemui calon mertuanya, memeriksa keadaan luka serta membersihkan dan mengganti perbannya.


Tubuh Ayuningtyas sudah bersih dan berganti pakaian, Andita tersenyum lalu mengecup lembut pipi Mamanya.


"Mama sudah kembali cantik sekarang." Bisik Andita memuji Ayu


"Yoga harap Mama segera membaik seperti sediakala." Ujar Yoga sambil duduk di sisi Ayu


Aura kebahagiaan terpancar di wajah Ayu, ia tersenyum pada Andita dan Yoga.


"Mama do'akan kalian selalu bahagia, dalam keadaan apapun." Ucap Ayu lembut.


"Amin, Terima kasih do'anya ma." Sahut Yoga sembari mencium tangan calon mertuanya itu.


Andita memberikan obat pada Ayu, lalu di bantu Yoga ia membaringkan tubuh Ayuningtyas.


"Mama istirahatlah,jangan banyak pikiran. Dita mau temani Shinee dulu, kasian dia sendiri." Ujar Andita sambil menyelimuti tubuh Ayu.


"Sus jaga Mama,kalau ada apa-apa kita di belakang." Yoga memerintah pada perawat khusus menjaga Ayu.


"Shinee apa kamu bosan ?" Tanya Andita


"Sejauh ini belum kak, disini enak sejuk dan nyaman." Sahut Shinee


"Ayo kita metik rambutan Shinee." Ajak Andita, gadis cantik itu mengangguk girang.


Kedua gadis itu sangat ahli rupanya dalam hal memanjat, mereka tertawa riang di atas pohon rambutan yang sedang berbuah lebat itu.


Yoga tersenyum menatap kedua nya, lalu menghampiri mereka.

__ADS_1


"Awas hati-hati,siapa yang tidak bisa turun silakan bermalam di pohon rambutan ini malam nanti." Ucap Yoga seraya menatap kedua gadis yang berada di atas pohon rambutan.


"Bilang aja mau ikutan." Goda Shinee


"Hahaha...,kalau kakak naik khwatir


Pohonnya tumbang." Sahut Yoga


Yoga menyorong tempat sampah pada kedua gadis itu "Kulit nya di tampung dong." Ujarnya, sambil melangkah pergi meninggalkan Shinee dan Andita.


Yoga membuka lemari es dan memilih beberapa bahan makanan yang tersedia,ia akan memasak untuk makan siang mereka nanti. Pria itu mulai berkutat dengan berbagai macam jenis sayuran, daging sapi dan ikan.


...----------------...


Di pengadilan...


Berdasar kan beberapa tindak pidana yang telah terdakwa lakukan, yang dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang dan kembali melakukan tindak pidana atas kedua korban yakni Andita Rosmanilla Sakapraja dan Ibunya Ayuningtyas, Maka...saudari Anjani di jerat pasal berlapis.


Yang mana pengadilan memutuskan, saudari Anjani di jatuhi hukuman penjara seumur hidup atau selama waktu yang telah di tentukan.


Tok...tok...tok...


Ketukan palu tiga kali telah menggema di ruang pesakitan tersebut, sidang telah di tutup dan Anjani resmi menjadi salah satu penghuni baru Rutan di kota K dengan Vonis hukuman seumur hidup.


Anjani tertunduk saat pihak kepolisian membawanya keluar dari gedung pengadilan tersebut, dengan seragam khusus dan tangan terborgol perempuan Iblis itu di dorong masuk kedalam mobil yang akan membawanya ke Rutan.


Air mata Bagas tak kuasa untuk tidak tertumpah, kasihan melihat perempuan yang sudah melahirkan nya itu harus menghabiskan sisa umurnya di penjara.


sedih, tak tega bercampur menjadi satu, tapi walau bagaimanapun Hukum harus di tegakkan tanpa pandang bulu sekalipun itu adalah Ibunya.


" Ikhlas kan. itu sudah layak Anjani dapatkan mengingat perbuatannya, kalau semua kasus nya di angkat papa pastikan Anjani menerima hukuman mati. Setidaknya meskipun hukuman seumur hidup,kamu masih bisa bertemu dengan nya." Ujar Brata pada Bagas.


"Ayo kita pergi dari sini." Ajak Brata


Bagas mengangguk, mereka berjalan menuju parkiran mobil nya.


"Papa mau jenguk Andita dan Ibunya, kamu persiapkan diri besok kita kembali ke perusahaan Subrata group sebagai pemilik legal perusahan tersebut." Ujar Brata menepuk-nepuk pundak Bagas.


Bagas mengangguk dan tersenyum kecil,seraya duduk di belakang kemudi nya.


"Salam sama tante Ayu. sampaikan maaf Bagas tidak bisa ikut menjenguknya, juga pada Andita." Ucap Bagas


"Baiklah.kau pasti kuat Son, percaya lah jodoh terbaikmu segera datang."tukas Brata lalu memasuki mobilnya.


Brata dan Bagas meninggalkan gedung pengadilan tersebut, mengendarai mobil mereka masing-masing dengan tujuan dan arah yang berbeda.


Usai sudah tindak-tanduk Anjani, segala perbuatannya membuahkan hasil yang maksimal dengan berakhir mendekam di penjara sepanjang hidupnya.


Bahkan mungkin ini adalah hari terakhir baginya bisa menyaksikan keramaian kota, gedung-gedung yang menjulang tinggi mengingat waktu dan hari-hari selanjutnya akan ia habiskan di dalam penjara.


...----------------...


"Assalamualaikum !" sapa Brata yang sudah tiba di rumah Ayuningtyas.


"Walaikumsalam !" sahut Andita sambil membuka pintu.

__ADS_1


"Eh, Om mari masuk.kita lagi makan siang, ayo kita makan bersama." ajak Andita


"Baiklah, kebetulan sekali Om belum sempat makan.ohya apa Ayu sudah makan ?" tanya Brata


"Tadi Mama masih tidur, biar Dita lihat dulu.gak usah biar Om yang lihat,lanjutkan saja makan mu." ujar Brata


Brata menekan kenop pintu kamar Ayu di lihatnya perempuan itu masih terlelap,ia masuk dan duduk di sisi perempuan itu.


Karena pujaan hatinya masih terlelap dalam mimpi nya, Brata memutuskan bergabung bersama anak-anak di meja makan.


"Boleh Om bergabung ,?" tanya Brata basa-basi


Mereka serentak menoleh dan sedetik kemudian mempersilakan Brata duduk dan makan bersama.


Andita menyiapkan piring dan sendok juga gelas air minum untuk Brata, "Apa Om mau Dita ambil kan nasi dan lauknya ?" tanya Andita


"Tentu saja mau." sahut Brata


Yoga dan Andita tertawa kecil menanggapi ucapan Brata barusan, "Silakan Om." ucap Andita lembut setelah mengisi piring Brata dengan nasi hangat dan lauk-pauknya.


"Terima kasih, sayang." sahut Brata sambil menyantap makanan yang di sajikan oleh Andita.


"Siapa yang masak,ini enak sekali." puji Brata


"Mas Yoga, Om." sahut Andita


"Wah selain pandai mengobati orang sakit, ternyata kamu pandai masak juga ya." puji Brata


"Hehehe...Om bisa aja." sahut Yoga


Suasana di meja makan terasa hangat dan akrab, tidak ada kecanggungan yang begitu berarti seperti sebelumnya. sesekali Brata juga menggoda gadis cantik berwajah oriental yang duduk satu meja dengan mereka, wajah Shinee terkadang terlihat bersemu malu-malu.


Setelah selesai makan Andita membereskan meja makan, Yoga mencuci piring-piring kotor yang mereka pakai makan tadi.


"Mas, biar Aku aja." larang Andita


"Mas bisa melakukan nya, tak masalah." sahut Yoga tanpa menoleh pada Andita


Andita menatap punggung Pria yang sebentar lagi akan menjadi Imamnya itu, ingatannya melayang ke Desa tempat mereka di pertemukan dulu.


'Pria yang sama sedang mencuci piring di hadapanku saat ini, dulu dia juga pernah masak dan mencuci piring di rumah Dinas ku. hanya saja dulu wajahnya tidak bersahabat terkesan kaku dan dingin,tapi sekarang Pria yang sama dengan pribadi yang berbeda.'


Andita tersenyum lalu tiba-tiba memeluk tubuh kekar Yoga dari belakang, menyelusup masuk di antara lengan kekarnya. gadis itu berdiri di depan mas Dokter tampannya, seraya memeluk erat dan bersandar pada dadanya.


Yoga mengecup puncak kepala Andita, tanpa menghentikan kegiatan nya.Andita mendongak menatap wajah Yoga,lalu memberikan hadiah berupa kecupan lembut di pipinya.


...----------------...


"To Be Continued"


Hi reader, persiapkan diri kalian untuk menyambut hari-hari manis penuh cinta antara Yoga dan Andita.


jangan lupa beri dukungan terus pada karya Mentari Impian dengan vote dan like sebanyak-banyaknya 😘


salam manis buat semua pembaca setia "Pacarku Suami Temanku"

__ADS_1


__ADS_2