Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~72


__ADS_3

Hari Minggu perpisahan sementara...


Dengan langkah gontai Yoga menyeret kopernya sedangkan barangnya yang lain sudah tersusun rapi di bagasi, jemarinya terpaut erat di antara jari-jari lentik Andita.


Ayu dan Brata juga Shinee duduk di Sofa ruang tamu menunggu Yoga dan telah siap mengantar nya kerumah pengasingan sementara, mata Yoga menyiratkan kemarahan saat bertatap muka dengan adiknya.


"Kamu sudah siap Yo ?" Tanya Ayu.


"Ya ma." Sahut Yoga


Brata dan Ayuningtyas bangkit seraya keluar menuju mobil, Sedangkan Shinee berada di belakang mereka seraya membawa koper Yoga.


"Mas...ini hanya sementara, mukanya jangan ditekuk gitu dong." Ujar Andita


Yoga memeluk Andita menumpukan dagunya di puncak kepala calon istrinya, melabuhkan kecupan sayangnya disana.


"Apa pesan mas ?" Tanya Yoga lembut.


"Jangan dekat-dekat dengan mas Bagas,karena di antara kami pernah..."


"Ya,cukup."sahut Yoga memotong ucapan Andita.


"Jaga dirimu baik-baik,selama kita tidak bisa bertemu." Tukas Yoga lalu mengecup lembut dahi Andita.


Mereka berjalan keluar dimana Brata dan Ayuningtyas sudah menunggunya, Andita meraih tangan Yoga dan menciumnya. Begitupun dengan Shinee, ia mendekati Yoga dan mengulurkan tangannya.


"Hati-hati kak maaf soal kejadian tadi malam, Shinee janji tidak keluyuran malam lagi." Ucap Shinee sambil menunduk.


"Kamu yang hati-hati,jaga dirimu baik-baik.kalau masih berani keluyuran malam,kakak laporkan sama mama." Sahut Yoga mengancam Shinee.


Yoga melangkah kan kakinya dan membuka pintu mobil, tapi ia melupakan satu hal langkahnya menghampiri Shinee.


"Ohya Shinee, jaga kakak iparmu laporkan semua kegiatannya sama kakak." Bisik Yoga


Shinee mengangguk dan mengangkat kedua jempol tangannya.


"Sayang, mas pergi dulu." Ujar Yoga di jendela mobil yang di bukanya.


"Hati-hati pa nyetirnya, hati-hati mas." Ucap Andita seraya melambaikan tangannya.


Mobil yang membawa Yoga sudah menghilang dari pandangan Andita dan Shinee, kedua gadis berbeda usia itu masuk dan duduk di ruang keluarga.


"Papa dan mama jam berapa sampai shinee ?" Tanya Andita.


"Penerbangan sore kak." Sahut Shinee


Ya, senyum Shinee tersungging manis menghiasi wajah cantiknya kala membaca pesan Bagas.

__ADS_1


"Seminggu lagi pernikahan kakakmu dan adikku, bagaimana kalau kita mencari gaun untukmu dan pakaian untuku." Chat Bagas


"Iya kak. tapi tidak sekarang, soalnya Mama dan papa datang harini.gimana kalo lusa ? Itupun kalau kakak gak sibuk." Balas Shinee


"Okay,kabarin kalau kamu sudah punya waktu." Balas Bagas.


"Siaap kak." Ujar Shinee


Andita tersenyum menatap Shinee yang sedang senyum-senyum. "Shinee kakak ke kamar dulu ya." Ucap Andita seraya berjalan ke arah tangga.


" Ya kak." Sahut Shinee singkat tanpa menoleh Andita.


Andita merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, matanya menerawang jauh teringat sosok Bagas. Ia sangat mengenal Bagas, menyukai seseorang dalam waktu singkat bukanlah hal yang mudah bagi lelaki itu.


"Huft....." Andita menarik nafas panjang lalu menghempasnya pelan.


"Jika memang Bagas menyukai Shinee,semoga saja sifat egois dan kerasnya bisa berubah.tidak memperlakukan Shinee seperti memperlakukan ku dulu." Harapan Andita


"Semoga kamu tidak mempunyai maksud tertentu mas, sama Shinee." Gumam Andita seraya memejamkan matanya.


Andita memilih tidur saja ketimbang berpikir negatif mengenai Bagas, Saat ini dirinya hanya ingin me- Relaksasi tubuh serta Otaknya.


Calon pengantin itu sudah terlena dalam mimpi indahnya, mimpi indah di siang bolong.


...----------------...


"Selamat datang tuan." Sapa seorang wanita setengah baya dan lelaki seumuran Brata.


Brata mengangguk dan menyapa ramah pada kedua pasangan suami-istri yang sudah bekerja dengannya itu, Brata mengajak Ayuningtyas dan Yoga masuk.


Yoga menatap sekeliling rumah pengasingan nya itu, luas dan besar. interiornya mewah dan elegan, Penataan ruang nya sangat apik dan rapi, beberapa pajangan miniature antik menambah daya tarik tersendiri saat berada di dalam rumah tersebut.


"Nak Yoga sementara tinggal di sini dulu, nanti keluarga mu akan berkumpul di sini juga." Ucap Ayuningtias tersenyum.


"Selama di pingit jangan pergi kemanapun, untuk perawatan mama akan kirim orang-orang profesional kesini, begitupun dengan Andita." Tambah Ayu.


"Kalau kamu ada kebutuhan apapun silakan minta bantuan sama pak sanusi,orang yang membawakan barang-barang mu tadi." Sambung Brata


"Iya pa,ma.terima kasih untuk semua ini." Sahut Yoga kagum dengan sikap Brata mempersiapkan semuanya untuknya dan untuk keluarga besar nya.


Sudah seharusnya begitu,karena keluarga kalian juga keluarga kami." Sahut Ayu


"Kalau begitu papa dan Mama pamit pulang dulu, kami akan ke bandara setelah itu dan kembali ke sini bersama orang tuamu dan juga yang lainnya." Ucap Brata dan memanggil pak Sanusi.


"Pak Sanusi, antar kan menantuku ke kamarnya." Perintah Brata yang di angguki oleh pekerjanya itu.


Yoga tersenyum menatap kedua calon mertuanya itu, seraya mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Kalian hati-hati pa,ma." Ujar Yoga,lalu beringsut meninggalkan ruangan luas itu menuju ke kamarnya bersama Sanusi.


...----------------...


Tak Berapa lama Brata dan Ayu meninggalkan rumah besar itu rumah yang notabene adalah milik Ayuningtyas,rumah itu merupakan hadiah Brata atas pernikahannya dengan Ayuningtyas.


"Mas kamu tuh buang-buang uang aja, ngapain beli rumah sebesar itu. Rumah disana cukup kok untukku." Tukas Ayu saat di perjalanan pulang.


"Sayang..., yang disana pemberian Almarhum suamimu.dan yang tadi merupakan pemberian suamimu dulu,juga suami mu saat ini." Sahut Brata lembut


"Kitakan akan pindah ke Jakarta, rumahnya akan Mubasir mas." Protes Ayu


"Dulu saat kita menikah, mas tidak mampu memberikan apapun untukmu. Saat ini mas di beri kesempatan untuk melakukan semuanya padamu, anggap saja sebagai ganti hadiah pernikahan kita yang pertama dulu." Ungkap Brata Seraya tersenyum


"Ya deh,tapi tetap saja buang-buang duit." Sungut Ayuningtyas.


Brata terkekeh mendengar ucapan Ayuningtyas yang menganggap dirinya buang-buang uang.


"Ayu, kamu sekarang istri seorang Subrata. Apapun akan mas berikan, bahkan lebih dari sekedar rumah.andai surga mampu mas beli, akan mas berikan untukmu." Ujar Brata sambil tertawa


"Udah tua, Ingat umur ! Tak usah ber-gombal ria mas." Ucap Ayuningtias


Brata semakin terkekeh saat mendengar kata-kata tua dari Istrinya itu.


"Umur adalah Angka bagiku, tapi jiwa dan fisikku masih muda.bahkan memberi 10 adik untuk Andita, mas masih bisa." Pungkas Brata menggoda istrinya itu.


Ayuningtias hanya diam tanpa ekspresi, meskipun perutnya geli menahan tawa.


Sebelum pergi menjemput besan beserta keluarga besar nya, Ayu dan Brata kembali kerumah terlebih dahulu memastikan kedua gadis yang mereka tinggalkan tadi.


"Assalamualaikum !!" Ayu mengetuk pintu.


"Walaikumsalam !!" Sahut suara dari dalam.


Shinee membuka pintu lalu kepalanya melongok keluar seperti mencari sesuatu, Brata menaikkan alisnya sembari memicing menatap wajah gadis itu.


"Mencari siapa Nona cantik ?!" Tanya Brata menggoda Shinee.


"Ah...tidak,bukan siapa-siapa. Shinee kira Om sudah membawa papa dan Mama." Bohong Shinee, padahal jelas-jelas ia tau bahwa orang tuanya masih di udara saat ini.


Yups Shinee menunggu kedatangan Bagas,mereka berjanji akan ke bandara bersama menjemput keluarga nya.


...----------------...


TBC


vote dan like nya jgn lupa all🙏

__ADS_1


follow ig: adeliagitu


__ADS_2