Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB 16


__ADS_3

Andita mengurung diri di kamarnya,ia menangis tiada henti.dia tak menyangka sama sekali, Acara Reuni nya tadi malam membuka Rahasia Bagas.Andita sangat kecewa terhadap Bagas,dan yang jelas hatinya sangat sakit'.


Ia berkemas,kembali ke Desa dan Bekerja akan lebih baik pikirnya.


"Nak,kok bawah koper ?" Tanya Mama Ayu


"Andita harus kembali ke Desa,karena di sana gak ada yang membantu Dokter Yoga,Ma." Andita berbohong tentunya.jelas saja ia ingin menghindari masalahnya sama Bagas.


Ayu memandangi putrinya,ia tahu bahwa anaknya itu sedang ada masalah.tapi, ia tidak akan ikut campur kalau anaknya tidak bercerita.


"Kamu hati-hati ya,Nak.Maafin Mama,belum bisa Nemani kamu." Ucap Ayu sedih melihat putrinya itu.


"Andita berangkat,Ma." Pamit Andita,ia menyalami Ayu dan menciumnya serta memeluknya." Air mata Andita,mengalir begitu saja dan dengan segera di hapus nya.


Ia berangsur pergi meninggalkan Ayu yang menatap sedih.


"Lakukanlah yang terbaik untukmu,Nak." Lirihnya,ia melambaikan tangan.


Andita melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, seperti sebelumnya Ponsel ia Non-aktifkan.


"Selamat tinggal mas." Desah Andita.

__ADS_1


...----------------...


Bagas sangat kacau,karena sejak kejadian tadi malam hingga siang ini Andita tak bisa di hubungi.Bagas memutuskan datang kerumah Andita,ia menyambar kontak mobilnya lalu dengan langkah lebar segera meninggalkan Kantornya.


Bagas belum sempat menjelaskan apapun soal kejadian tadi malam,karena Andita keburu pergi dan malam sudah terlalu larut.ia berencana hari ini ngajakin Andita bertemu,untuk meluruskan semuanya.


Bagas telah berdiri di muka pintu rumah Andita,ia segera mengetok pintu di hadapannya saat ini.


Tok...tok..tok...


"Assalamualaikum." Ucap Bagas


"Walaikumsalam." Sahut penghuni rumah.


Ayu membuka pintu bagi tamunya,setelah pintu terbuka ia menatap punggung laki-laki yang membelakangi nya itu. "Nak Bagas." Panggil Ayu dengan suara rendah. Bagas menoleh dan tersenyum menatap Ayu, "Andita ada Tan,?" Tanya Bagas.


Ayu menatap heran Bagas,ia terdiam sejenak. "Apa Andita tidak bilang... ,?" Tanya Ayu menggantung pertanyaan nya.


Bagas terlihat khawatir, "bilang apa Tan, ?" Tanya Bagas penasaran.


"Dita sudah kembali ke Desa." Ucap Ayu.

__ADS_1


Bagas memijit pangkal hidung nya,lalu ia segera berpamitan sama Ayu dan segera pergi dari sana.sementara Ayu hanya menatap kepergian Bagas dengan penuh tanya.


Aghhh....!!" teriak Bagas.ia mencengkeram erat Stir mobilnya, ketakutan kehilangan Andita seakan sudah nyata di depan matanya saat ini.setelah mengetahui pengkhianatan nya,apa mungkin Andita memaafkan nya.bagaimana kalau Andita..., "Aghhh...Dokter itu.!!" Geram Bagas.aghhh....!!" Ia memukul stir mobilnya, Otak Bagas buntu untuk berpikir jernih sekarang ini.Bagas menepikan mobilnya,ia kembali berusaha berpikir dengan tenang.menyusul Andita saat ini,bukan pilihan yang tepat batinnya.ia menyandarkan tubuhnya,memejamkan matanya sejenak.sepertinya Otak' nya sudah kembali berfungsi dengan baik,


"Erwin.ya Erwin.!" Bagas memutar stir nya menuju Kantor sahabatnya itu.


...----------------...


Sementara Andita masih dalam perjalanan,ia menyetir dengan stabil.saat air matanya jatuh,ia akan menepikan mobilnya.seperti saat ini,ia sedang memandang bukit-bukit yang menghijau tidak jauh dari Desa tujuannya.Andita berencana akan mengundurkan diri dari Puskesmas tempat ia Bekerja sekarang,setelah itu ia akan pergi jauh. "Ya,pergi jauh." Lirihnya.


Mungkin dia akan meminta bantuan Dokter Yoga nanti,bagaimana caranya bisa mengundurkan diri dari sana.setelah menenangkan dirinya,


Andita kembali melanjutkan perjalanannya.ia tetap berusaha untuk setenang mungkin apapun yang sedang dia hadapi saat ini.


...----------------...


To Be Continued ❤️


like√ please


dont forget to support🙏

__ADS_1


__ADS_2