Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~66


__ADS_3

Apartemen Bagas


Olahraga GYM merupakan aktivitas rutin yang di lakukan Pria tampan itu setiap akhir pekan,untuk tetap menjaga kesehatan dan kekuatan otot-otot tubuhnya.


Setelah selesai menyegarkan tubuhnya dan berganti pakaian santai Bagas membuat kopi dan duduk di Sofa ruang tamu nya.


Tangannya meraih ponselnya dan membuka aplikasi WhatsApp, berulang kali jarinya mengetik pesan untuk Shinee tapi di hapus nya, di ketiknya lagi tapi kata-katanya selalu tidak tepat.


"Huft..." Bagas menghempaskan nafasnya kasar.


Dengan terpaksa Bagas menghubungi Brata untuk menanyakan keadaan gadis yang membuat nya tak bisa tidur semalaman.


"Halo. Assalamualaikum nak." sapa Brata,saat menjawab telepon dari Bagas.


"Langsung ke inti aja pa.Shinee baik-baik aja kan pa ?" tanya Bagas sama Brata


Kening Brata berkerut sebelum tawanya menggelegar.


"Ada apa, emang papa pengasuh nya? kenapa tanya papa, kenapa gak langsung tanya sama yang bersangkutan.tapi, sepertinya dia sedang sakit." ujar Brata berbohong pada putranya.


"Ponselnya tidak bisa di hubungi.serius dia sakit ? di sanakan ada Dokter !" seru Bagas terlihat acuh, padahal di dadanya khawatir liar biasa.


"Ya.dia sakit hati dan jantung,hari ini kedua orang tuanya menjemput nya kemari." ujar Brata menggoda anaknya.


"Pa ! serius ?!" tanya Bagas.


Bagas memutuskan panggilan nya, ia bergegas keluar Kantornya untuk menemui Shinee. sementara Brata terkekeh melihat tingkah putranya itu, ia pastikan Bagas akan muncul di rumahnya sebentar lagi.


...----------------...


      Akhir pekan adalah waktunya bagi kaula muda untuk sekedar mejeng bersama sang pacar atau nongkrong bersama tema-temannya,namun hal itu tidak berlaku bagi Shinee dia hanya menghabiskan waktunya di kamar dan taman belakang atau di pohon rambutan.


Wajah Shinee murung ketika melihat kakaknya sudah rapi dan sudah pasti akan keluar bersama calon istrinya,Yoga melihat adiknya yang duduk manyun dengan bibir mengerucut pria itu menghampiri Shinee seraya mengacak rambutnya.


“Ada apa ? kenapa wajahnya di tekuk begitu ?” tanya Yoga 


“Kakak kalo pergi gak perna ajak Shinee,kemana-mana selalu sama kak Andita.adiknya di lupakan begitu aja.” Sungut Shinee


“Hahaha...,jadi itu masalahnya.kak yo mau ke hotel liat tempat acara resepsi nanti,apa kamu yakin mau ikut ? nanti kamu malah bosan.” Ujar yoga


Shinee menggeleng sambil menadahkan tangan, dengan wajah mengiba gadis itu sedang berakting merampok kakaknya.


“Duit aja deh,Shi mau jalan ke mall.” Ujarnya lirih


“Tapi banyak.” Lirih Shinee lagi sambil tersenyum.


Yoga mendelik ke arah adiknya itu. “ Ke mall sama siapa ? emang kamu tau jalan sini ?” tanya Yoga


“Taxi online lah kak, suntuk dirumah terus.” Sahut Shinee

__ADS_1


Yoga terdiam sejenak sambil menatap adiknya itu.selama shinee di kota K emang mereka belum sempat kemana-mana,wajar aja kalau gadis seumuran shinee ingin keluar jalan-jalan  ini kan akhir pekan, Monolog yoga.


Yoga mengeluarkan ponselnya dan mentransfer uang untuk adiknya tersayang nya itu. “Sudah kakak transfer, kamu kalau mau jalan ke mall hati-hati.jangan ceroboh,kalau ada apa-apa telpon kakak atau kak Andita.kalau sudah selesai cepat pulang !” tukas Yoga


Shinee menatap nominal rupiah yang di kirim kakaknya barusan,matanya berbinar bahagia lalu memeluk Yoga dengan erat.


“Terima kasih kakakku sayang.” Ujar Shinee Manja bercampur bahagia.


“Giliran minta duit wajah nya sedih amat,pas udah di kasih duit dunia kesedihanmu langsung runtuh seketika. Jiwa rampok mu gak pernah berubah !” tukas Yoga .


“Hahaha...,kakak bisa aja.hati-hati ya kak, Shi mau siap-siap dulu.” Sahut Shinee berlari meninggalkan kakaknya masuk ke kamar.


Andita dan yoga hanya tersenyum melihat tingkah Shinee,lalu mereka menemui Brata dan Ayu.


"Pa,ma. kita mau cek Hotel yang papa rekomendasikan itu." ucap Yoga.


"Ya nak, kalau kalian tidak setuju secepatnya hubungi papa ya." sahut Brata yang sedang menikmati hari-hari nya bersama Ayuningtias di taman belakang.


"Tentu saja." sahut Andita seraya tersenyum dan memeluk Ayuningtyas.


Setelah berpamitan kedua calon pengantin itu pergi meninggalkan Brata dan Ayuningtyas.


Brata menatap kepergian Andita dan Yoga,lalu menatap istrinya yang sedang memberi makan pada ikan-ikan nya.


"Sayang, setelah Andita menikah kita pindah ke Jakarta ya. perusahaan disana membutuhkan Mas, dan yang Disini sudah di serahkan sepenuhnya kepada Bagas." ujar Brata


Ayu diam dan menatap seluruh penjuru pekarangan rumahnya, ada sedih yang tak mampu ia sembunyikan di matanya.


"Sayang, kamu mau kan ?" tanya Brata,saat Ayu tak menanggapi ucapan nya.


"Iya mas, kemanapun kamu pergi aku akan ikut denganmu." sahut Ayu.


"Terima kasih sayang. satu bulan sekali kita usahakan kembali kesini, kasian rumahnya kalau di tinggal lama-lama." ucap Brata seperti mengerti isi hati istrinya itu.


"Mas sudah membeli rumah disana, untuk kita menghabiskan masa tua bersama anak dan cucu kita nanti." lanjut Brata


Ayu tersenyum menatap wajah Brata lelaki pertama yang pernah mengisi hatinya dan kini kembali dihadirkan untuknya lagi setelah terpisah puluhan tahun.


"Pa,ma ?!" seru Bagas tiba-tiba muncul.


"Hai Son." sapa Brata


"Kemari lah Nak." Ayu mengulurkan tangannya pada Bagas.


Bagas menghampiri Brata dan ibu sambung nya itu, Pria itu memeluk Brata lalu merunduk meraih tangan Ayuningtyas dan mencium nya.


"Apa keadaan Mama sudah membaik ?" tanya Bagas.


"Mama sudah jauh lebih baik,sayang." sahut Ayu

__ADS_1


Brata menatap putranya sekilas lalu tersenyum dalam diam.


"Ma, bagaimana keadaan Shinee ?" tanya Bagas kemudian.


Ayu menatap Bagas dengan dahi mengeryit, karena setahunya Shinee baik-baik saja.


"Shinee dia..." tiba-tiba ucapan Ayu mengambang karena gadis yang di maksud nya, sedang berjalan kearah mereka.


"Nah itu dia." Ucap Ayu


Bagas berdiri memburu gadis yang ingin dia temui itu,dia akan bertanya langsung kepada nya. "Shinee ! bagaimana keadaanmu ! apa jantung mu sakit ? bagaimana dengan hatimu ?" tanya Bagas memegangi kedua tangan gadis itu.


Kedua mata Shinee membola sempurna kala mendapatkan pertanyaan beruntun dari Pria tampan nan mesum itu.


"Kakak apaan sih !" tukas Shinee sambil mengibaskan tangan Bagas.


"Kata papa hati dan jantung mu bermasalah, apa kamu sakit ?" tanya Bagas terlihat mencemaskan gadis itu.


Ayu dan Shinee semakin bingung dengan pertanyaan Bagas, mereka tentu saja tidak mengerti apa yang di katakan oleh Bagas.


Namun berbeda dengan Brata, ia justru pura-pura tidak mendengar percakapan antara Bagas dan Shinee.


"Hah !! Aku sehat hati dan jantung ku tidak bermasalah sama sekali !!" ketus Shinee, ia masih kesal karena pria itu mengabaikannya dari kemarin.


"Pa !" seru Bagas, dengan wajah merah karena baru sadar sudah di kerjain oleh Brata.


"Hahaha...,maafin papa Son.habis nya kamu nanya Shinee sama papa, bukannya bertanya pada orang nya langsung." jujur Brata


Shinee menoleh kearah Brata dan Bagas, ketika mendengar apa yang di katakan Pria itu barusan. ia menatap wajah Bagas yang merah menahan malu, sedangkan Shinee masih memasang wajah juteknya. tapi jangan tanyakan soal hatinya, hatinya saat ini sedang berbunga-bunga karena Pria tampan itu diam-diam mencari tau tentang nya.


"Om, Tante Shinee pamit jalan dulu ya." ucap Shinee sembari menyalami Brata dan Ayuningtyas.


"Hati-hati Shinee." sahut Ayu


Gadis itu berlalu meninggalkan halaman belakang rumah Ayuningtias, meninggalkan Bagas yang terpaku menatap kepergiannya.


"Son..." Panggil Brata lembut, seraya memberikan kode pada Bagas.


Bagas kembali ke alam sadarnya,lalu berlari mengejar langkah Shinee.


"Shinee, tunggu !!" seru Bagas.


...----------------...


"TBC"


jangan lupa tinggalkan jejaknya dengan vote dan like, dan sisipkan komentar yang manis dan positif di kolom komentar ya All.🙏


ohya baca juga karya author yang terbaru.

__ADS_1


"Pesona Janda Cantik Penuh Fitnah"


salam hangat dari Mentari Impian 😘


__ADS_2