
Perusahaan Subrata Group
Brata dan Bagas memasuki perusahaan Subrata group,semua karyawan menundukkan kepala saat pimpinan mereka menginjakkan kakinya kembali di perusahaan nya.
Sebelumnya Brata sudah menginformasikan kepada pihak-pihak terkait yang menduduki jabatan penting di perusahaan Subrata group, prihal rapat terbuka bersama semua karyawan yang bernaung di bawah Subrata group untuk menghadiri rapat yang dipimpin langsung oleh Subrata hari ini.
Bagas dan Brata masuk Lift khusus untuk para petinggi perusahaan Subrata group, beberapa berkas dan Dokumen tergenggam erat di tangan pak Brata.
"Andre, rapat sebentar lagi akan kita mulai." Ujar Bagas pada asistennya
"Baik Bos." Jawab Asisten Bagas sumringah,karena Bos-nya sudah kembali.
30 menit kemudian Brata dan juga Bagas sudah berada di ruangan Aula khusus untuk rapat terbuka, beberapa pejabat penting di Perusahaan Subrata group sudah hadir dan mengapit pemilik dan pemimpin perusahaan tersebut.
"Selamat pagi semuanya !!" Sapa Brata pada khalayak yang ramai di hadapannya saat ini.
"Selamat pagi pak." Sahut serentak para karyawan perusahaan Subrata group.
"Hari ini Bagas Prawijaya Subroto ! Kembali ke perusahaan Subrata group sebagai pemilik dan pemimpin legal atas perusahaan ini !!" Tukas Brata seraya tersenyum menatap putranya.
Sorak-sorai riuh rendah di ruang Aula itu dan puji syukur para karyawan terdengar secara bersamaan, Andre menginterupsi hadirin untuk kembali diam.
Brata kembali melanjutkan beberapa informasi mengenai nasib beberapa karyawan yang di pecat Anjani.
"Kepada pihak HRD untuk merekrut kembali beberapa karyawan yang di pecat minggu lalu !!" Tukas Brata
Brata melanjutkan kembali kata-katanya
"Di hadapan kalian semua !! Saya akan menyerahkan perusahaan Subrata group kepada putra saya yakni Bagas Prawijaya Subroto !! Perlu kalian ingat dengan baik pemilik sekaligus pimpinan kalian untuk Subrata group saya serahkan kepada Bagas Prawijaya Subroto !!" Lalu Brata membuka Dokumen di atas meja di dampingi beberapa pengacaranya sebagai saksi pengalihan hak milik Subrata group atas nama Bagas Prawijaya Subroto.
Brata menatap wajah Bagas, lalu tersenyum bahagia.
"Silakan di tanda tangani Nak." Ujar Brata
Andre menyerahkan pulpen bertinta emas milik Bos-nya itu. "Silakan bos." Ucap Andre
Bagas menatap Brata, lalu Brata mengangguk.
Bagas membubuhkan tanda tangannya di beberapa Dokumen resmi yang di serahkan oleh papanya.
Setelah selesai acara pemindah hak milik Subrata group kepada putranya, kedua Pria berbeda usia itu berpelukan.
"Terima kasih pa,sudah percaya sama Bagas." Ucap Bagas dalam pelukan papanya
"Sudah seharusnya begitu nak, jadilah pimpinan yang bisa menjadi panutan bagi seluruh karyawan mu." Tukas Brata, Bagas mengangguk.
Sorak-sorai dan tepuk tangan kembali memenuhi ruangan Aula Subrata group, setelah Brata menutup rapat terbuka dan singkat itu semua karyawan ngantri untuk memberikan selamat kepada pimpinan mereka.
Brata bisa bernafas lega saat ini, tindakan nya memperjuangkan hak dan kepentingan putranya sudah ia lakukan sesuai dengan yang seharusnya.
Dan...
Kehidupan finansial Bagas kembali seperti semula, semua yang sempat hilang kembali di milikinya bahkan lebih dari sebelumnya.
__ADS_1
Lalu bagaimana dengan kehidupan cintanya ?? Akankah kembali seperti semula atau justru bertambah buruk ??
...----------------...
Kediaman Ayuningtyas...
Yoga mendorong kursi roda membawa calon mertuanya berkeliling di sekitar rumahnya, menikmati sinar mentari pagi dan segarnya udara pagi di pekarangan rumah Ayuningtyas.
"Kalau tertawa apa perut Mama masih sakit" tanya Yoga memastikan perkembangan kondisi luka Ayu.
"Sudah enggak Nak." Sahut Ayu
"Alhamdulillah, berarti lukanya sudah mengering sempurna." Ucap Yoga riang.
"Besok kita bisa latihan berjalan 'ma." Ujarnya lagi
"Iya nak." Ucap Ayu lembut
Ayu menatap sekeliling nya, ia tidak melihat kehadiran Andita.
"Andita dimana nak ?" Tanya Ayu
"Di kamarnya bersama Shinee, perlu sama Andita ma ?" Tanya Yoga.
Ayuningtias menggeleng lalu menatap Yoga.
"Nak, mama mau memberikan keterangan mengenai Ayah kandung Andita padamu, tapi Mama berharap sebelum kalian menikah kamu tidak menceritakan semuanya pada siapapun." Ungkap Ayuningtyas
"Iya ma, Yoga janji." Sahut Yoga
Yoga terdiam mendengar ungkapan Ayuningtyas, ketakutan akan kehilangan gadis yang di cintai itu kembali menyeruak ke permukaan.
"Jangan khawatir mama akan menutupi kenyataan itu,tenanglah." Ujar Ayuningtyas ketika melihat kegusaran di wajah Yoga
"Bagaimana kalau Om Brata meminta untuk tes DNA ?" Tanya Yoga
"Biarkan mama yang pikirkan hal itu,kamu fokus saja sama persiapan pernikahan kalian." Ujar Ayu menyakinkan Yoga
Yoga tersenyum meskipun senyum di paksakan, "Mama butuh istirahat,kita masuk sekarang." Ajak Yoga
Baru saja Yoga ingin mendorong kursi Ayu tiba-tiba Brata hadir di hadapan mereka, tubuh Yoga seketika membeku.
"Jangan-jangan pak Brata mendengar ucapan Mama barusan." Batin Yoga
Brata menatap Yoga dengan dahi berkerut, sedangkan Ayuningtyas menyuguhkan wajah tenang nan berseri-seri. perempuan itu menatap mantan suaminya dengan tatapan kagum dan memuja,Brata berdiri di hadapannya dengan kedua tangan berada di saku celananya, tubuhnya terlihat gagah dan lebih muda dari usia nya dengan balutan busana nya hari ini.
Brata menepuk pundak Yoga lembut, membangun kan pria itu dari keterpakuan nya.
"Maaf Om,sejak kapan om datang ?" tanya Yoga gugup sekaligus terkejut.
"Kamu kenapa seperti melihat hantu, om baru saja datang." ujarnya
"Maaf, Yoga terpukau melihat penampilan Om hari ini sangat tampan." puji Yoga menutupi kegugupannya.
__ADS_1
"Hahaha...,masuklah biar Om yang membawa Mama masuk." tukas Brata kemudian, tanpa menanggapi pujian Yoga.
Tidak menunda-nunda dan banyak kata lagi, Yoga meninggalkan Ayuningtyas bersama mantan suaminya di halaman belakang rumahnya.
...----------------...
Brata berjongkok di hadapan Ayuningtyas menatap Cinta dan penuh kerinduan, senyum manis membingkai wajah tampannya tak ada yang salah jika ketampanan Bagas berada di garis rata-rata, memang sumbernya sangatlah tampan dan berwibawa.
Wajah teduh, sorot mata lembut, rahang tegas cukup menggelitik kaum Hawa untuk tidak menolak pesonanya, hal wajar Anjani rela melakukan apapun demi tetap memiliki nya.
tangannya terangkat menyibakkan rambut Ayuningtias, tangannya membelai wajah yang selalu membayangi selama ini.
"Apa kabarmu hari ini ?" tanyanya lembut pada Ayu.
"Jauh lebih baik Mas." sahut Ayu dengan balas menatap lembut wajah mantannya itu.
Brata Menangkup kedua tangan Ayuningtyas di kedua sisi pipinya, lalu mengecup lembut kedua tangannya. debaran jantung Ayuningtyas bagai genderang di tabuh, tubuhnya kaku seakan teraliri sengatan listrik.
"Sayang,maukah kamu membina rumah tangga kembali denganku ?" tanya Brata menatap penuh harap.
Ayuningtias menatap wajah Brata, terlihat ia sedang memikirkan sesuatu. "Jika aku kembali menikah dengan mas Brata, kemungkinan buruk tidak akan terjadi pada pernikahan putriku nanti.setidaknya Bagas sudah menjadi anak ku, untuk melakukan hal buruk seperti ibunya aku rasa dia akan banyak pertimbangan.baiklah sekuat dan semampuku,akan menutup rapat fakta bahwa Andita bukan anak mas Brata cukup aku dan Yoga mengetahui rahasia ini.batin Ayu
Brata menatap Ayu yang terdiam mematung.
"Sayang...apa kamu mau ?" tanya Brata menginterupsi Ayu.
Ayuningtias tersenyum menatap mantan suaminya, lalu mengangguk.
"Aku bersedia mas. dan kalau bisa, sebelum pernikahan Andita kita sudah resmi sebagai suami-istri." ucap Ayu mantap.
Brata tersenyum bahagia sekali, saking bahagianya tak sadar ia merengkuh tubuh ramping Ayuningtyas.
"Mas lukaku." ujar Ayu saat Brata memeluknya.
Brata segera melepaskan diri dari pelukan nya ditubuh Ayu "Maafkan mas sayang,mas bahagia sekali.besok kita akan ke kantor KUA, apa kita perlu menggelar pesta Mewah ? karena dulu mas tidak bisa memberikan momen itu padamu." ucap Brata sedih.
"Hahaha,kita sudah tua.ganti saja dengan pesta Mewah untuk Putri kita,aku mau pesta Andita di gelar semewah mungkin." sahut Ayu
"Baiklah.untuk putriku apapun akan aku lakukan, percayalah.aku mencintai kalian" ucap Brata lembut.
Brata mengeluarkan kotak bludru berwarna merah dari saku jasnya, lalu menyematkan cincin bertahtakan berlian indah itu di jari manis Ayuningtyas.
Brata mendarat kan kecupan lembut di jemari lentik mantan sekaligus calon istri nya itu, lalu Menangkup wajahnya menyapukan kecupan hangat di kening Ayuningtyas.
"Terima kasih sayang,sudah menerima ku kembali." ucap Brata
Ayu tersenyum, binar bahagia tersirat dari sorot manik Matanya.
"Ayo kita masuk dan memberikan kabar bahagia ini kepada anak-anak." ajak Brata sambil mendorong kursi roda Ayuningtyas.
...----------------...
"To Be Continued"
__ADS_1
nantikan episode selanjutnya...
jangan lupa dukung terus karya Mentari Impian dengan vote dan like sebanyak-banyaknya 🙏