Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~86


__ADS_3

Setelah menghubungi seseorang Yoga bergegas meninggalkan rumah sakit, sebagai Dokter Yoga tidak mau kalah satu langkah pun dari Brata ataupun Bagas. Ia tidak mau ambil resiko kesempatan ini di manfaatkan Bagas untuk merebut Andita darinya, Yoga yakin bahkan sangat yakin Bagas sudah mengetahui kondisi Andita saat ini.


Sebagai lelaki dan suami yang baik, Yoga tidak mau kalah dalam hal ini sekalipun langkah yang di lakukan nya melalui tindakan yang tidak pantas.ia cukup jelas mendengar ucapan Brata tadi, bahwa Andita akan segera mendapatkan donor darah yang di butuhkan nya.


Dirinya ataupun Chang Lie bukan tidak berupaya dalam mencari darah yang di butuhkan Andita, mereka sudah mendapatkan nya namun kebutuhan Andita lebih dari 1 atau 2 kantong.kesulitan dalam mencari golongan darah tersebut membuat langkah Yoga buntu meskipun dirinya seorang Dokter, mengingat darah tersebut langkah dan yang membutuhkan juga bukan hanya satu dua orang saja.


Andai Andita tidak terlalu lama terjebak dalam kamar mandi,dia tidak akan banyak kehilangan darah. namun keuntungan masih berpihak padanya, meskipun kritis bersyukur sekali ia masih mampu bertahan hingga detik ini satu kantong darah kemarin cukup membantu keadaannya.


...----------------...


Perjalanan 30 menit dari rumah sakit akhirnya Yoga tiba di tujuannya, dengan wajah datar dan terkesan sadis Yoga menemui 2 orang lelaki yang sudah menunggunya di tepi jalan yang sedikit sepi.


"Apa kabar Bos,lama tak bertemu." Sapa salah satu lelaki yang bertubuh kekar dan bertatto.


"Tidak perlu banyak basa-basi. carikan golongan darah AB+ bagaimana pun caranya.kalian akan menerima imbalan yang fantastis jika mendapatkan nya, paling lambat besok pagi saya sudah menerima darah yang saya inginkan." Ujar Yoga lalu segera pergi tanpa menunggu jawaban dari kedua orang lelaki itu.


Tanpa Yoga sadari mobil Brata melintasinya, dan tentu saja sang mertua melihat Yoga sedang berinteraksi dengan kedua lelaki tadi.


Brata kembali melihat ke spion belakang meyakinkan penglihatannya, ya dirinya tidak salah lihat itu adalah Yoga.


"Siapa Yoga sebenarnya, kenapa dia bisa mengenal penjahat bayaran itu,apa yang sedang mereka bicarakan." Batin Brata


Brata seorang pengusaha dari muda hingga hari ini, tentu saja banyak mengetahui sepak terjang dalam dunia bisnis, yang terkadang untuk melumpuhkan lawannya mereka rela bermain licik dengan memakai jasa penjahat bayaran.Brata ingat kedua lelaki bersama Yoga tadi,bahkan dirinya pernah memakai jasa mereka untuk mengetahui jejak kejahatan Anjani dimasa lalu.


Sesampainya didepan rumah Brata berpamitan dengan Ayuningtyas untuk menemui rekan bisnisnya, tanpa masuk kedalam rumah dulu.


"Sayang, mas izin keluar sebentar mau ketemu teman lama.bahas soal kerjaan, sekaligus mencari info darah untuk Andita." Pamitnya sama Ayu setelah mobilnya berhenti di halaman rumah.


"Apa mas gak masuk dulu,mandi dan ganti baju?" Tanya Ayu.


"Tidak,nanti keburu malam.biar cepat pulang,kamu masuk ya." Ujar Brata dan Ayu turun setelah mencium tangan suaminya.


Brata menemui ketua dari kedua lelaki yang berbicara dengan Yoga tadi, ia ingin memastikan apa yang di lakukan Yoga dan selebihnya ia juga ingin tau tentang Yoga yang bisa mengenal mereka.


Mobil Brata telah tiba didepan rumah besar dan mewah milik si raja penjahat tujuannya, kedatangan nya langsung di sambut si pemilik rumah.


"Waw...sebuah kehormatan bagi saya kedatangan tamu agung yang tiba-tiba malam ini. Apa ada masalah, hingga Bos besar datang tanpa memberitahu ?" Tanya lelaki yang tak lain ketua dari penjahat bayaran yang di maksud Brata,ia mengulurkan tangannya dan mempersilakan Brata duduk.


Dari tampilannya Lelaki tersebut tidak terlihat seperti bos penjahat, ia ramah dan bersahabat.


Brata menyambut uluran tangan pria itu,dan duduk berhadapan dengan lelaki tersebut.

__ADS_1


"Apa kamu mengenal lelaki ini,jack ?" Tanya Brata sambil memperlihatkan foto Yoga pada pria yang bernama jack di hadapannya itu.


Jack menatap foto yang di katakan Brata, dan tentu saja ia mengenal Yoga. Dia adalah pria yang pernah memakai jasa mereka, guna menghabisi selingkuhan istrinya sekaligus sahabat nya beberapa tahun yang lalu.Yoga juga tidak segan membayar mereka untuk menghancurkan lawannya, Jack beralih menatap Brata dahinya sedikit berkerut.


"Apa Dokter gila itu sudah kembali ke dunianya dulu ?"batin Jack.


Jackie kenal betul sepak terjang Yoga, sebelum ia menghilang dari dunia medis. Jackie pun dulu sangat terhubung baik dengan Dokter Yoga, saat mereka kesulitan membunuh target Yoga adalah solusi terakhir mereka.


Yoga tidak akan pernah ada alasan setiap Tim jackie meminta semacam suntikan mematikan untuk melumpuhkan targetnya, asalkan dengan mahar yang setimpal pula. Namun sejauh mana dia mengetahui keburukan Yoga, jack tidak akan menceritakan hal itu pada siapapun apalagi pada Brata yang notabene mertua bagi Dokter itu.


"Ya.saya mengenalnya,ada urusan apa bos dengan nya ?" Jack balik bertanya.


"Tidak ada urusan apa pun dan tidak ada masalah apapun, dia menantu saya.hanya saja tadi saya tidak sengaja melihatnya sedang bicara dengan anak buah mu. Saya tidak mau dia melakukan perbuatan yang tidak baik untuk putriku atau justru putra dan istriku." Terang Brata.


Jackie sedikit terkejut mendengar bahwa Yoga adalah menantu Brata.


"Sayang sekali, putrimu menikah dengan serigala berbulu kucing." Batin jackie


"Siapa yang bisa menghancurkan putramu bos,justru dia yang akan hancur . Bagas akan selalu di lindungi Robert, percaya padaku." Jack menghalau khawatir Brata


"Robert ? Kamu mengenal nya juga?" Tanya Brata.


"Tentu saja, dia adikku tapi tidak Se-ayah." Jelas jack


"Nanti saya informasikan apa urusan Yoga dengan anak buah ku." Sambung Jackie, tapi tak lama kemudian kedua anak buahnya datang.


"Selamat malam bos, ada misi." Lapor mereka bersamaan.


"Katakan." Sahut Jackie dan Brata memasang pendengaran nya dengan baik.


"Dokter gila itu meminta bantuan untuk mendapatkan golongan darah AB+, bagaimana pun caranya." Lapor anak buah jackie sedikit merendahkan suaranya, Brata yang menguping tentu saja mendengar jelas.


Brata ternganga mendengar ucapan anak buah Jack barusan yang mengatakan Yoga Dokter gila.


"Tidak.jangan lakukan hal itu, tindakan kalian bisa membahayakan keselamatan orang lain." Brata angkat bicara


Jackie dan kedua anak buahnya menatap terkejut pada Brata.


"Putriku. Maksudku golongan darah AB+ itu untuk putriku, kami memang sangat membutuhkan darah tersebut tapi tidak dengan cara merampas apa lagi membahayakan nyawa seseorang." Jelas Brata.


"Gagalkan misi." putus Jackie, lalu mengibaskan tangannya meminta anak buahnya pergi dari hadapannya, kedua pria itu beringsut meninggalkan ruangan Jackie.

__ADS_1


Jackie berdiri dan menelpon Robert.


"Halo bang ?" Sahut Robert dari seberang.


"Lauren kalau gak salah golongan darah nya AB+, apa dia bisa menyumbang kan darahnya? Jika bisa minta dia segera ke indo atau kamu yang datang menjemput nya saat ini juga." Perintah Jackie


"Alen baru tiba di indo beberapa jam yang lalu bang,Alen mau donor juga besok maaf gak bisa bantu Abang, Sahabatku sangat membutuhkan Alen." Sahut Robert.


"Oke, nanti Abang Telpon kamu lagi." Tukas jack mengakhiri panggilan nya.


Jackie kembali duduk bersama Brata. "Bos besar tenang saja, Robert pasti membantu." Ucap Jackie tenang dan santai.


Brata mengangguk. "Terimakasih Jack, kalau begitu saya pamit." Brata pamit dan meninggalkan rumah mewah milik ketua penjahat itu,tanpa ingin bertanya siapa orang yang akan mendonorkan darah untuk Andita besok.


Brata meninggalkan rumah Jackie dengan berbagai macam pertanyaan di kepalanya, ia sangat tidak menyangka jika Yoga yang kalem lemah lembut, ternyata bisa terhubung dengan mereka para penjahat bayaran.


...----------------...


Di kota K setelah kembali dari Rumah Robert, Bagas menyiapkan beberapa potong pakaian untuk keberangkatan nya besok ke Jakarta.


Hatinya sedikit lega setelah mengetahui kalau adik Robert bisa ia harapkan untuk membantu Andita, lega nya bukan berarti mampu menghilangkan khawatir nya tetap saja Bagas takut Andita kenapa-napa.


Bagas tersenyum menatap Andita, sambil merebahkan tubuhnya.


"Besok mas datang, meskipun kita tidak bisa bersama setidaknya mas masih bisa melihat senyummu. Walaupun mas tidak bisa memiliki mu sebagai istri, mas tetap memiliki kamu sebagai adik." Gumam Bagas.


Bagas meletakkan bingkai foto Andita di nakas, ia hampir lupa memberikan informasi pada Brata soal pendonor.


"Assalamualaikum pa, besok Bagas terbang ke Jakarta. Soal pendonor sudah ada, tapi sebagai cadangan boleh kok mencari lagi." Pesan WhatsApp Bagas pada Brata


Setelah mengirimkan pesan WhatsApp pada Brata, Bagas kembali membaringkan tubuhnya dan tak lupa tersenyum menatap wajah Andita.


"Selamat malam sayang, besok kita bertemu.yang kuat ya, mas bobok dulu." Setelah berbicara dengan foto Andita, Bagas memejamkan matanya.


...----------------...


Berbeda dengan Bagas, Ayuningtyas justru sebaliknya tidak mampu memejamkan matanya.karena saat Brata sedang mandi tadi, dia tidak sengaja membaca pesan Bagas di ponsel Brata. Ayu bingung bagaimana cara menghadapi Bagas besok pagi.


...----------------...


TBC

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejaknya.


Alen panggilan sayang Robert untuk adiknya.


__ADS_2