Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~36 *HAPPY READING


__ADS_3

"Bi,tolong panggilkan Mang Amin" perintah Yoga


"Baik Tuan"sahut Bi Ima,la keluar menemui suaminya.


Kedua suami istri itu masuk, lalu bersimpuh di hadapan Yoga.


"Mang,Bi berdiri ! duduklah di kursi yang tersedia,bukan di lantai" tukas Yoga.


"Saya bukan Raja, Bibi dan Mang Amin sudah Yo' anggap keluarga sendiri.


Kenapa kalian saya bawa kesini,karena saya sayang sama kalian" ujar Yoga.


Bi Ima dan Mang Amin akhirnya beringsut duduk di Sofa sesuai perintah Tuannya.


"Terima kasih tuan" ujar Bi Ima.


Yoga hanya mengangguk,lalu ia buka suara kembali.


"Saya minta tolong sama Bi Ima dan Mang Amin,bersihkan kamar yang di pakai Clara dulu.semuanya ! tanpa tersisa secuil pun ! lalu bakar semuanya" ujar Yoga menekankan kata-katanya, suaranya bergetar menahan amarah yang masih tersimpan.


"Besok, tolong mang Amin hubungi tukang yang pernah membuat Interior kamar itu, ubah semua dengan model terbaru. sampai tidak sedikitpun menyisakan karakter Clara disana" tukas Yoga.


"Bagaimana dengan foto nya Tuan ?" Tanya Bi Ima.


"Semuanya di bakar Bi.lakukan sekarang Mang" ucap Yoga.


"Baik Tuan" sahut Bi Ima dan Mang Amin.


"Kalau begitu saya permisi" Ucap Yoga.


Sebelum ia memasuki lift,Yoga kembali. "Bi Andita sedang mandi,mungkin dia perlu Bibi" ujar Yoga lalu menghilang dalam kotak yang bergerak membawanya ke atas.


"Iya tuan" Bi Ima bergegas naik guna membantu Nona nya.


......................


Esok harinya...


Bagas sudah berdiri di depan pintu Puskesmas tempat Andita bekerja dulu,kakinya terayun melangkah memasuki ruang yang sedang ramai oleh Ibu-ibu dan Anak-anak Bayi.


Bagas menghampiri petugas bagian administrasi, sedangkan yang lainnya sibuk melakukan tugas mereka melayani Ibu-ibu dan Anak-anak, Sepertinya sedang ada kegiatan posyandu batin Bagas.


"Selamat datang di puskesmas kami bapak, Apa ada yang bisa saya bantu ?" Tanya perempuan itu yang bernama Yuliana, sesuai tag nama yang Bagas baca di seragamnya.


"Hm... Dokternya ada mbak ?" Tanya Bagas dengan tatapan bersahabat.


"Untuk saat ini Dokter kita sedang melakukan tugas luar kota pak" ucap petugas bernama Yuliana itu.


"Maaf dengan bapak siapa ? Dan punya keperluan apa ? Biar saya data perihal kepentingan bapak berkunjung kesini" lanjut perempuan itu.


Dengan senyuman manis Bagas menjawab.


"Saya hanya teman kuliahnya dulu" jawab Bagas.


"Kapan kira-kira dia kembali ?" Tanya Bagas.

__ADS_1


"Kalau soal itu,saya tidak mengetahuinya pak.saya hanya bagian Administrasi di sini,jadi maaf saya tidak bisa menginformasikan hal itu". Jawab perempuan itu dengan Menangkup kedua tangannya.


Bagas menggaruk Alisnya,ia bingung bagaimana caranya meminta data Dokter Yoga tersebut.


Dalam hatinya menggeram, "Sial !".


"Oh jadi Dokter teman saya itu masih bertugas di sini,ya Mbak?" Tanya Bagas lagi,tanpa melepaskan tatapannya dari petugas tersebut.


"Masih pak" jawab Yuliana.


"Baiklah,lain kali saya akan kembali kesini.jika dia sudah kembali sampaikan salam saya,terima kasih atas waktunya.saya permisi" ujar Bagas.


"Sama-sama pak" jawab Yuliana.


Bagas segera meninggalkan Puskesmas tersebut,dan kembali mengendarai mobilnya menuju rumah dinas Andita dulu.


Bagas memarkir mobilnya tepat di depan rumah Dinas tersebut,ia menurunkan kaca mobilnya untuk melihat lebih jelas guratan kenangan disana.


Senyumnya mengembang ketika mengingat sekilas kenangan manisnya bersama Andita disana,dan saat ini rumah tersebut sudah memiliki penghuni yang baru.


Setelah puas menatap rumah itu Bagas kembali melajukan kendaraannya, memang tak banyak kenangan tertoreh di Desa yang ia lalui saat ini. hanya ada hal yang menyakiti perasaan nya kala mengingat tentang itu,Bagas kembali menghentikan laju mobilnya saat melintasi area persawahan.


Ia turun dan bersandar di badan mobilnya,matanya memandang lepas pada sawah yang membentang terlihat padinya sudah di panen,saat ini para petani ada yang sedang menanam bahkan ada juga yang baru membajak.


Bagas memutar pandangannya ke arah kanan,memorinya mencetak kembali kekesalan di mana saat Andita di peluk oleh Dokter tersebut. bahkan Andita meninggalkan nya sendirian disana, dan memilih pergi membawa Yoga yang terluka karena kena Bogeman nya.


Bagas menarik nafas dalam-dalam lalu menghempaskan,ia menyadari apa yang Andita lakukan pada waktu itu hanya menolong Pria itu. Namun hati yang cemburu tidak bisa menghindari kenyataan tersebut, jelas saja ia tidak terima wanitanya menyentuh laki-laki lain sekalipun luka yang di dapat Yoga di sebabkan oleh dirinya.


Bagas kembali membela jalan pedesaan yang lengang,hatinya hampa dan sunyi.


...----------------...


Yoga tengah duduk di ruang kerjanya yang sengaja ia pindahkan ke lantai tiga untuk sementara waktu,agar memudahkan nya membantu Andita saat membutuhkan nya.


Ya gadis itu masih pincang, kakinya belum sembuh sempurna.


Yoga memeriksa beberapa Dokumen terkait dengan rumah sakitnya,tak berapa lama ponselnya berdering.


Yoga melihat ID pemanggil, "Maria" desisnya.


Ia menggeser tombol hijau di ponselnya. "Halo,apa ada informasi ? Tanya Yoga langsung sama si penelpon.


"Halo pak Dokter, pacar nya Bidan Andita baru saja keluar dari puskesmas.beliau mencari pak Dokter" ujar Maria berbisik-bisik.


"Hm...terus ?" Tanya Yoga santai dan tenang.


"Mbak Yuli hanya menyampaikan sesuai dengan yang pak Dokter perintah kan" ujar Maria memberikan informasi.


"Bagus ! terus berikan informasi jika ada hal yang di luar kepentingan dan keperluan puskesmas" tukas Yoga.


"Baik,pak Dokter.kalau begitu,saya tutup telponnya" ucap Maria di seberang sana.


Yoga keluar dari ruang kerjanya,ia menatap Andita yang duduk termenung menatap lautan.laki-laki itu menghampiri dan memeluk gadis itu dari belakang,ia merapikan rambut Andita yang terserak menutupi wajahnya.


"Sayang,apa yang kamu pikirkan ?" Tanya Yoga.

__ADS_1


Andita menoleh menatap Yoga sambil tersenyum hambar, "Mas..." Panggilnya.


"Ya,sayang.ada yang mau kamu sampaikan ?" Tanya Yoga lagi.


Andita menghela nafas panjang berkali-kali.


"Apa mas sungguh-sungguh mencintaiku ?" Tanya Andita akhirnya setelah terdiam beberapa saat.


"Apa perlu kita menikah hari ini ?" Ujar Yoga bersungguh-sungguh.


Andita menggeleng,lalu kembali menatap Yoga. "Apa yang akan kamu lakukan jika Bagas..." Ucapan Andita terhenti.


"Sayang,soal itu biarkan mas yang memikirkan nya" ucap Yoga sambil membelai rambut Andita.


Dokter tampan itu memeluk Andita,dan membawanya masuk.


"Bagaimana kalau Bagas melakukan hal yang nekat dan menyakitimu,atau justru sebaliknya" kata-kata Andita penuh cemas dan khawatir.


"Selama kamu menuruti perintah mas,dan tidak jauh dari mas semua itu tidak akan terjadi.kalaupun terjadi kemungkinan nya sangat kecil" ucap Yoga tenang.


"Istirahatlah,biar cepat sembuh.setelah kakimu membaik,kita akan menemui Mama dan papa, juga calon mertua mas" ujarnya tersenyum dan mengecup dahi Andita penuh sayang.


"Terima kasih mas" ucap Andita.


Hatinya menghangat haru, Yoga bagai sosok Pria yang selalu di rindukan nya. menjaganya, mengasihi nya,dirinya merasa sangat terlindungi dan di lindungi.


"Sama-sama sayang.mas yang harus berterima kasih banyak padamu, karena sudah menerima mas yang penuh kekurangan ini.


"juga pada Tuhan yang sudah membuat garis pertemuan kita" ujar Yoga.


"Kamu nyaris sempurna untukku mas" jawab Andita.


"Setelah kita menikah,mas akan lebih menyempurnakan diri untukmu.untuk rumah tangga kita, anak-anak kita,dan keluarga kita" sahut Yoga.


Andita tersenyum penuh binar bahagia dan harapan,lalu mengangguk.


"Istirahatlah,mas masih ada kerjaan" ucap Yoga sambil membantu merebahkan tubuh Andita dan menyelimutinya.lalu mengecup kilas puncak rambut gadis itu,dan keluar menjauh dari kamar Andita.


Yoga turun dari lantai tiga dan menggenggam ponselnya, Sepertinya dia akan menghubungi seseorang.


...----------------...


To Be Continued


Jangan lupa dukung terus karya Mentari Impian dengan vote dan like sebanyak-banyaknya.


Bagaiman kisah selanjutnya ?


Nantikan di next episode.


Kalau sempat Thor akan update banyak-banyak biar kalian teler bacanya😁.


Salam hangat dari Mentari Impian 🙏


Terima kasih untuk semua pembaca "Pacarku Suami Temanku".

__ADS_1


__ADS_2