
Hari bersejarah bagi Andita dan Yoga
Ruang tamu rumah Ayuningtias sudah ditata begitu indah, tirai-tirai kristal menjuntai membalut ruangan bernuansa putih tersebut. Rangkaian bunga mawar manjadi ikon utama membingkai tempat prosesi akad nikah Andita dan Yoga.
Setelah melalui beberapa rangkaian acara, dari ziarah ke makam Almarhum Bernando Sakapraja dan di teruskan ke proses siraman, akhirnya hari ini Andita dan Yoga akan melangsungkan pernikahan.
Proses akad nikah mereka digelar secara inti saja, yang hanya dihadiri keluarga besar kedua bela pihak serta pak penghulu dan pejabat dari KUA setempat dan juga para saksi.
...----------------...
Kebaya putih berekor panjang bertaburkan manik Mote berkera sanghai,dipadukan dengan jarik coklat muda berbenangkan emas. untaian bunga melati serta singer yang melekat kokoh di kepala Andita, terkesan sangat mewah dan elegan.
Make-up Natural dan shoft flawless semakin memancarkan aura kecantikan nya.
Kedua sahabat Andita ikut hadir sebagai penggiring pengantin, mereka berdua duduk mengapit disisi Andita sembari menatap takjub akan kecantikan sang pengantin.
"Dit, kamu cantik sekali !" Seru Kinara, saat mereka masih di kamar pengantin.
"Terima kasih Sahabatku, kau juga semakin cantik, Terimakasih juga kalian sudah mau datang." Sahut Andita
Saat ke-tiga sahabat itu sedang berbincang-bincang, Ayuningtias dan calon mertuanya hadir di sana.
"Sudah siap ?" Tanya Indira sembari tersenyum menghampiri Andita dan sahabatnya.
"Sudah ma." Sahut Andita
"Kalau begitu,ayo kita turun." Ajak Indira sambil membantu Andita berdiri, sedangkan kedua sahabatnya membantu memegang ekor kebaya di bagian belakang.
Ayuningtias dan Indira menjemput sang pengantin perempuan untuk hadir di acara akad nikah mereka, yang sebentar lagi akan berlangsung. Sedangkan calon suami sudah berdiri gagah di antara Brata dan Chang lie, matanya sesekali melirik ke arah tangga menanti kedatangan calon istri senyum bahagia terukir manis di bibirnya.
"Hari ini putri mama akan menikah,itu artinya kau sudah dewasa Nak." Ucap Ayu lembut sambil menuntun putrinya menuruni tangga.
__ADS_1
"Iya ma, doakan semuanya berjalan dengan baik." Sahut Andita
Andita tersenyum pada Ayuningtias dan Indira, ia melingkarkan tangannya pada lengan Ayuningtyas dan Ibu mertuanya, kedua ibunya membimbing Andita menuruni anak tangga satu persatu.
Dari tengah-tengah rumah Yoga menatap pengantinnya yang sedang menuruni tangga, kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kala melihat pengantin nya sudah berdiri di hadapannya.
"Pandang-pandangannya nanti, sekarang nikah dulu." Tukas Indira, Yoga hanya mengulum senyum dan melirik ke arah Andita.
Chang lie dan Indira menuntun Yoga ke kursi tempat mereka akan melaksanakan akad, begitupun dengan Andita di bimbing oleh Brata dan Ayuningtyas.
Andita dan Yoga sudah duduk di hadapan pak penghulu, sejenak tatapan mereka bertemu dan saling melempar senyuman.
"Saudara Febry lie prayoga apa anda sudah siap ?" Tanya pak penghulu
"Saya sudah siap lahir batin pak penghulu." Sahut Yoga mantap
"Andita Rosmanilla Sakapraja apa saudari sudah siap ?" Tanya Penghulu pada Andita
"Saya sudah siap pak penghulu." Jawab Andita
"Bagaimana bapak-bapak apa bisa kita mulai sekarang ?" Tanya pak penghulu tengok kiri dan kanan.
"Silakan di mulai pak." Sahut Brata
Febry lie prayoga sudah berjabat tangan dengan pak penghulu dan sudah siap mengucapkan kata-kata sakral yang akan mengikat hubungannya dengan Andita menjadi halal sebagai suami-istri yang sah secara Hukum dan Agama.
"Saya terima nikah dan kawinnya Andita Rosmanilla Sakapraja bin Bernando Sakapraja dengan mas kawin Tersebut di bayar tunai." Ucap Yoga lantang
"Bagaimana sah ?" Tanya pak penghulu kepada saksi
"Sah !!" Jawab saksi
__ADS_1
"Alhamdulillah." Sahut pak penghulu diiringi dengan memanjatkan rangkaian doa, khususnya doa untuk kedua pasangan yang baru saja sah menjadi suami-istri.
Setelah ijab qobul selesai Yoga menyematkan cincin kawin di jari manis Istrinya juga tak lupa menyematkan kecupan hangat di kening istrinya, begitupun sebaliknya.
Andita menunduk menyalami tangan Suaminya dan Yoga menyentuh kan tangan kanannya di kepala istrinya lalu memanjatkan rangkaian doa atas pernikahannya mereka.
Setelah itu pihak KUA yang hadir menyodorkan beberapa berkas untuk mereka tanda tangani di lanjutkan menanda tangani buku nikah mereka masing-masing.
Proses akad nikah mereka sudah selesai, dilanjutkan dengan acara inti keluarga besar mereka.
"Mas, aku capek." Ucap Andita
" Ayo..Mas antar ke kamar. gimana resepsinya nanti, Baru keluarga inti aja udah capek" sahut Yoga sembari terkekeh kecil.
Andita hanya tersenyum kakinya terasa sangat pegal-pegal, ia ingin segera berbaring meluruskan kaki, hanya itu pikirannya saat ini.
...----------------...
Shinee terlihat tidak bersemangat saat ikutan foto-foto bersama keluarga nya, meskipun Indira dan Chang lie sudah beberapa kali membujuknya,hatinya kesal sekali dari pagi hingga selesai acara pernikahan kakaknya orang yang di tunggunya tak kunjung datang.
Ponsel Bagas pun tidak bisa di hubunginya lagi. " Kemana sih lelaki pembohong itu, janji ngajakin nyari gaun udah di batalkan, hari ini juga gak dateng. Dasar brengs*k !!" Geram Shinee
Sementara Bagas sejak pertemuan nya yang terakhir dengan Andita ia pergi meninggalkan kota tersebut, karena ia tidak akan pernah sanggup menyaksikan pernikahan Andita.
Disebuah tempat yang jauh dari perkotaan dan juga jauh dari kotanya Bagas menatap kosong pada bebukitan yang berdiri gagah mengelilingi villanya, terkadang Bagas tertawa terkadang ia terlihat sedih.
Kesakitan yang ia rasakan berkali-kali lipat menimpanya. 'Dunia memang penuh sandiwara isinya pun penuh dengan manusia-manusia yang pandai bersandiwara.'
Selamat atas pernikahan mu Yoga, kau sudah merebutnya dari ku. Silakan kau nikahi raganya, tapi perlu kau ketahui jiwa dan hatinya hanya milikku selamanya.
...----------------...
__ADS_1
bersambung
segitu dulu ya, Author mesti kerja. ngetik novel terus gak dapet beli baju lebaran nanti😁kalo isi ceritanya tidak berkenan di hati pembaca mohon maaf.yg suka baca aja, yg bosen silakan mundur😆😀 repot amat.