Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~80


__ADS_3

Setelah menemui rekan-rekan kerjanya Yoga menepati janjinya untuk segera kembali dan membawa sang istri untuk beristirahat, namun betapa terkejutnya Yoga saat mendapati sofa yang diduduki oleh Andita tadi telah kosong hanya menyisakan sepasang high heels nya saja disana.


Yoga meraih heels sang istri lalu mencari Andita di antara para tamu yang masih berkerumun menikmati acara resepsi pernikahan mereka, Chang Lie sedang duduk bersama Brata melihat putranya itu seperti sedang mencari seseorang dan wajahnya terlihat sangat panik. Lelaki paru baya itu ternyata melupakan satu hal,yakni memberi tahu Yoga kalau istrinya sudah kembali ke kamarnya.


Chang lie berdiri dan mengamit tangan Yoga membawanya duduk bersama, chang lie menahan tawa manakala melihat tangan putranya menjinjing heels milik Andita.


"Ada apa Yo,kenapa kamu terlihat panik begitu ?"tanya Brata sambil tertawa kecil.


"Mama mana pa ?" Tanya Yoga pada Brata tanpa menjawab pertanyaan papa mertuanya.


"Duo Mama sudah istirahat di kamarnya masing-masing, istrimu juga sudah istirahat sejak tadi.papa lupa bilang sama kamu." Chang lie menimpali


'Huft....' Yoga akhirnya bisa bernafas lega, setelah mengetahui kalau Andita sudah kembali ke kamarnya.


Chang Lie dan Brata tertawa bersamaan,melihat kepanikan Yoga.


"Pergilah susul istrimu, tamunya biar kami yang urus." Ujar Brata sambil mengedipkan sebelah matanya pada Yoga.


Yoga tersenyum kikuk kala papa mertua menggodanya, sedetik kemudian lelaki itu pamit menyusul Andita ke kamarnya.


Brata menatap kepergian Yoga, hatinya sebenarnya teriris saat mengetahui bahwa Andita bukan saudara kandung Bagas.namun Brata tidak mungkin mundur dari langkahnya untuk melanjutkan pernikahan Andita dan Yoga, meskipun menyakiti perasaan putranya sendiri.


Kejujuran Ayuningtyas terbuka saat Brata bersikeras ingin menjadi wali nikah putrinya, akan tetapi Ayuningtyas justru sebaliknya menentang keras keinginan nya.setelah ada perdebatan di antara mereka akhirnya Ayuningtyas menjelaskan semuanya, bahwa Andita bukan anak kandung Brata melainkan putri Almarhum suaminya Bernando Sakapraja.


Setelah banyak pertimbangan Brata akhirnya mengambil keputusan untuk tetap berpura-pura tidak mengetahui kebenarannya, agar pernikahan Andita tetap berjalan sebagaimana mestinya.


Hatinya sakit harus berpura-pura bahagia atas pernikahan Andita dan Yoga sementara putra kesayangannya harus menderita, tapi Brata punya keyakinan bahwa cinta sejati tau mana yang lebih baik dan terbaik.


Brata tersenyum miris. "Maafin papa Nak. kau betul-betul anakku, bahkan kisah cinta kita pun hampir serupa." Gumam Brata seraya berlalu dan bergabung bersama tamu yang hadir di sana.

__ADS_1


...----------------...


Yoga tersenyum menatap wajah cantik sang istri yang tertidur pulas di sofa tanpa mengganti gaunnya terlebih dulu, Yoga berjongkok menyibak ujung gaun yang menutupi bagian kaki Andita.


Lelaki itu meringis saat melihat jari-jari kedua kaki Andita lecet, andai dirinya tak membawa istrinya keliling menemui tamu mungkin kakinya akan baik-baik saja. Yoga berdiri dan membuang heels Andita kedalam tong sampah.


"Heels sialan !" Tukasnya.


Yoga membuka seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan Boxer yang menutupi bagian tubuh sexynya itu, Yoga berjongkok membersihkan luka kaki sang istri setelah mengambil kotak P3K.


namanya Dokter kotak P3K akan selalu siap di dalam tas,mobil dan kopernya.


Sementara Andita saking lelahnya sedikitpun tak merasakan perih saat lukanya bersentuhan langsung dengan Alkohol dan Betadine, setelah selesai Yoga memindahkan Andita ke ranjangnya tanpa membangun nya.


Yoga terkekeh kecil melihat Andita tertidur dengan gaun pengantin, setelah itu ia pun pergi ke kamar mandi guna membersihkan dirinya, tubuhnya butuh air dingin untuk melemaskan otot-otot nya yang tegang setelah seharian melayani tamu yang hadir dalam acara resepsi nya.


Selesai menyegarkan tubuhnya Yoga menghampiri Istrinya dan mengecup dahinya lembut.


Yoga beringsut dan merebahkan tubuhnya disisi Andita, namun terpaksa ia bangkit saat ponselnya berbunyi tanda pesan masuk.


"Siapa sih malam-malam masih ngirim pesan WhatsApp." Gumam Yoga seraya membuka aplikasi WhatsApp di ponselnya.


"Selamat atas pernikahan kalian Dokter Yoga. Kau berhasil menikahi Andita dengan caramu yang egois, kau egois ! Kalau kau berpikir aku Bodoh bahkan tidak mengetahui hubungan antara aku dan Andita yang sebenarnya, kau salah !!"


"Aku mencintai Andita sangat tulus, dan aku juga sangat mencintai papaku dan mama sambungku dengan hati yang tulus pula. Karena itulah aku tidak mau bersikap egois demi perasaan cintaku, yang akhirnya akan menyakiti orang-orang yang aku cintai.


Semoga pernikahan kalian dibangun atas dasar cinta, bukan dasar ego yang hanya ingin memiliki. Aku harap kamu mampu membahagiakan Andita secara lahir dan batin, jangan pernah kamu menyakiti hati dan perasaannya sedikitpun. Jika hal itu terjadi, jangan pernah kamu lupakan ada aku yang selalu bersama cintaku untuknya."


"Aku dan Andita bukan kakak dan adik yang sebenarnya ! Tapi selama Andita tidak mengetahui hal itu kau harus bermain aman, dan jangan khawatir aku tidak akan pernah memberi tahu siapapun soal itu. Maaf kakak ipar palsumu ini tidak hadir di acara akad dan resepsi kalian, dan kau pasti sangat tau apa alasan ku !"

__ADS_1


Wajah Yoga merah padam saat mendapatkan pesan WhatsApp dari Bagas, jantung nya bergetar hebat. Yoga melirik Andita yang tengah tertidur pulas, ia segera membalas pesan WhatsApp Bagas.


"Omong kosong apa yang sedang kau katakan, apa kau belum bisa menerima kenyataan bahwa kalian bersaudara ?!" Balas Yoga.


"Hahaha...Kau memang Dokter, tapi kau tidak bisa membohongi ku.aku mempunyai tes DNA sebaga bukti yang kuat bahwa aku dan Andita bukan kakak adik. Selamat malam, selamat menikmati malam pengantin kalian." Balas Bagas


Yoga meremas ponselnya, selama ini ia sama sekali tidak berpikir bahwa Bagas akan mengetahui semuanya. Ia menyeringai penuh kemenangan, menyembunyikan ketakutannya.


"Apapun yang kau ketahui, yang jelas Andita sudah menjadi milikku selamanya." Desis Yoga


Yoga menghapus semua pesan Bagas dan menonaktifkan ponselnya, Yoga menghampiri Istrinya dan duduk di sisinya.


"Kamu istri mas, selamanya akan selalu begitu." Gumam Yoga sambil mengelus wajah cantik Andita.


...----------------...


Bagas menengadah menatap langit, kedua jari telunjuk dan jari tengah nya menjepit sebatang rokok. Di hisapnya lalu dihembuskan perlahan gumpalan asap yang mengepul.


"Kebahagiaan seperti apa yang sedang kau persiapkan untukku Tuhan, apa belum cukup kau memberiku hukuman ? Kesalahan apa yang sudah aku perbuat ?" Lirih Bagas.


"Selamat atas pernikahan mu sayang, maafin mas tidak hadir. Semoga kamu bahagia, lupakan semua tentang kita, biar mas yang mengenang semuanya." Ujar Bagas


Ya, Bagas mengetahui fakta bahwa didalam tubuh dirinya dan Andita mengalir darah yang berbeda. tapi Bagas tidak ingin menghancurkan hubungan antara Brata dan Ayuningtyas, jika ia bertindak atau merebut Andita dari Yoga.


"Biar aku yang menanggung sakit ini pa, Bagas tidak ingin papa kembali kehilangan orang yang papa cintai. biar Bagas yang kehilangan, nikmatilah kebahagiaan kalian. Bagas mencintai papa, Andita juga mama Ayu." gumam Bagas seraya menyesap Wine di gelasnya.


Sejak berada di villa hari-hari Bagas hanya di habiskan dengan mabuk dan merokok, ia ingin tidur tanpa harus memikirkan sakit yang menderanya, ia ingin melupakan semuanya sekalipun hanya sesaat.


...----------------...

__ADS_1


TBC


__ADS_2