Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB 22 *Happy reading*


__ADS_3

Tangan Pria itu terpaut erat di jemari Andita mereka berjalan bersisian sesekali saling melemparkan senyuman, mereka menyusuri kawasan Marina Water Front City. Terlihat sekali kawasan ini cukup popular di kota tersebut, dengan banyaknya pengunjung yang datang selain dari daerah setempat juga banyak pengunjung yang berwajah kan Negara Asing meramaikan kawasan pantai nan mempesona itu.


Selain menyuguhkan keindahan Alamnya,kawasan ini juga menyediakan Resort yang Mewah.


Bidan cantik itu sangat mengangumi keindahan Alam yang saat ini sedang menjadi pusat perhatiannya, ia berdiri sejenak menatap sekelilingnya.rambutnya yang hitam legam tergerai indah, kacamata hitam, Dress selutut berbahan kaos dengan kombinasi kerah bermotif bunga-bunga sneaker kesayangannya menjadi padu padannya sore hari ini. Andita terlihat sangat cantik,tak kalah cantiknya dengan pemandangan yang sedang memanjakan penglihatan nya saat ini.


Sepasang mata Pria tampan di balik kaca mata hitamnya tak melepaskan sedikitpun pemandangan indah di matanya saat ini, bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman manis yang selama ini nyaris menghilang.


'Hanya laki-laki bodoh yang mampu mengkhianati gadis secantik dia', batin Yoga.


Ia melihat penjual Ice Cream tak jauh dari mereka berdiri, Yoga melangkah dalam diam menghampiri penjual tersebut. Sedangkan Andita masih fokus mengabadikan keindahan pantai itu dengan Ponsel nya, tiba-tiba fokusnya teralihkan dengan suguhan Ice Cream yang menggugah selera nya. Andita memiringkan wajahnya sambil menerima Ice Cream pemberian Yoga, "Terima kasih." Ucapnya


"Sepertinya Profesi mu akan beralih menjadi Fotografer sebentar lagi." Canda Yoga


Andita hanya tertawa kecil menanggapi candaan Dokter tampan disampingnya itu, "Sayang aja kalau Momen ini aku lewatkan tanpa memotretnya." Jawab Andita


Senja sudah menghampiri bumi malam akan segera mengikis siang, kedua Insan berlainan jenis itu mulai berangsur meninggalkan kawasan cantik nan indah tersebut.


...----------------...


"Kau suka Seafood, ?" Tanya Yoga, saat mobil mereka sudah meninggal kan pantai.


Andita melirik Pria disampingnya, "Hm...,suka." Jawabnya


"Bagaimana kalau sebelum pulang kita kulineran dulu, ?" Yoga mencoba memberikan ide


"Boleh." Jawab Andita singkat


"Irit sekali ngomong Nya." Lirih Yoga yang tentu saja di dengar oleh gadis itu.


Andita hanya diam tak berminat menanggapi ucapan Yoga,ia masih terngiang akan pernyataan Yoga ketika di kolam renang tadi.


Sepertinya Yoga sosok laki-laki yang baik, meskipun tertutup. Namun kalau boleh jujur hati dan pikiran Andita masih di penuhi oleh sosok Bagas. 3 tahun lebih mereka terjalin dalam hubungan pacaran,bukan hal mudah bagi Andita untuk berpindah ke lain hati secepatnya sekalipun hatinya sakit dan penuh kecewa.


Andita Sungguh tak menyangka akan kenyataan itu, 3 tahun lebih Bagas menyembunyikan kenyataan tentang statusnya, hati nya patah berderai saat mengetahui Istri Pria yang ia cintai adalah sahabatnya sendiri. Kata-kata Pelakor yang di sematkan padanya, terngiang mendengung di telinganya. Andita menarik nafas panjang...


Yoga yang melihat Andita melamun saja menegurnya. "Fokus saja sama tujuanmu datang kesini." Ucap Yoga tiba-tiba


"Setelah hati dan pikiranmu tenang,maka pulanglah.selesaikan masalahmu disana." Ujar Yoga, sambil memarkirkan kendaraan nya.lalu ia turun membukakan pintu untuk Andita.


Mereka memasuki kawasan Pujasera yang terkenal dengan berbagai Menu Seafood dan berbagai hidangan penjuru Negeri.


Mereka memilih meja yang sedikit sudut dan tentunya sangat nyaman untuk ngobrol. kawasan Pujasera ini terletak sedikit menjauh dari keramaian kota sehingga menyuguhkan ketenangan dan ketentraman, yang paling menarik dari kawasan ini yakni Pengunjung dari berbagai Mancanegara bisa di temukan di sini. mata Andita liar menatap sekeliling nya,lalu ia bicara penuh kagum akan kota yang ia tempati sekarang ini.

__ADS_1


"Ternyata selain terkenal dengan kehidupan yang keras,kota Bat*m menyembunyikan Iconik yang mengagumkan." Ujar Andita


"Pantainya aku suka sekali." Lanjut Andita di sela-sela makannya.


"Masih banyak yang belum kita kunjungi." Yoga menimpali


Andita mangut-mangut, "Bagaimana dengan rencana mu besok,?" Tanyanya


"Seperti yang sudah aku sampaikan,besok aku kembali ke Desa.ada tanggung jawabku disana." Ujar Yoga sambil menatap Andita,


Ada rasa tak tega meninggalkan gadis itu sendiri kota ini, sedangkan dia belum banyak mengenal seluk-beluk kota yang ia tempati sekarang.


Andita menatap Yoga yang juga menatap nya,ada keraguan yang Dita tangkap dari sorot mata Pria itu.ia tersenyum...,


"Aku akan baik-baik aja disini.lakukanlah tugas dan tanggung jawab mu disana,dan....," Ucapan Andita terjeda....


Alis Yoga terangkat sebelah mendengar ucapan Andita tidak tuntas, "Dan, apa, ?" Tanyanya pada akhirnya


Gadis itu kembali menatap Yoga, "Dan... kembalilah secepatnya." Lanjut Andita sembari mengalihkan pandangannya ke sisi kanannya.


Yoga tersenyum mendengar permintaan Andita,hatinya kian berdebar tak menentu. "Aku akan secepatnya kembali." Jawabnya bergetar karena gugup.


Andita mengangguk dan tersenyum, "Sudah malam,ayo kita pulang.besok pagi kamu akan berangkat pagi 'kan, ?" Tanya Andita


"Baiklah,Bu Bidan.kita akan pulang, tapi tunggu sebentar disini." Pinta yoga,lalu ia berdiri melangkah menuju kasir membayar makanan mereka.


...----------------...


Setelah selesai membersihkan dirinya, Andita keluar mencari sosok Dokter pelindung nya saat ini.ia turun menuju lantai dasar, 'untung saja ada Lift di dalam Istana Yoga kalo nggak sudah pasti aku kurus mendadak naik turun di rumah ini' batin Andita.


Andita celingukan mencari Pria itu, Andita bertanya pada seorang pembantu yang kebetulan masih sibuk beres-beres di dapur.


"Bik...melihat mas Yoga,?" Tanya Dita sopan dengan menyebut Yoga 'Mas.


"Tuan di taman belakang, 'Non." Sahut Bibi pembantu


"Oh, Terima kasih 'Bik." Ujar Andita seraya menampilkan senyum nya, si Bibi mengangguk sopan. Andita melenggang menuju taman belakang, ia melihat Pria itu duduk termenung dengan Ponsel di tangannya kelihatannya dia habis telepon seseorang.


"Hai," sapa Andita


Yoga menatap Andita lalu tersenyum, "Belum tidur, ?" Tanyanya


Gadis itu hanya menggeleng, "Boleh duduk,?" Tanya Andita

__ADS_1


"Hm...Kemari lah." sahut Yoga sambil menepuk tempat kosong di sisinya.


Yoga melingkar kan tangannya di sandaran kursi yang mereka duduki,tangannya membelai rambut sisi kiri telinga Andita, "Ada apa, ?" Tanyanya lembut,melihat Andita hanya diam.


Andita melirik kesamping kanannya, lalu menggeleng. "Pengen sama kamu aja." Ucapnya


'Deg...deg...deg...' dentuman jantung Yoga kala mendengar ucapan Andita barusan, lalu ia menyentuh jemari gadis itu.


"Setiap dua minggu,aku akan kembali." Ujar Yoga


"Jika kau mau,aku akan membawa Ibu mu kesini." Lanjutnya


Andita menggeleng, "Jangan,aku belum mau siapapun tau keberadaan ku disini." Lirih Dita,


Ia meremas jemari Yoga seakan melampiaskan sesak di dadanya. Pria itu membawa kepala Andita bersandar di dada bidangnya, tangannya menepuk pelan puncak kepala gadis itu.ia mengerti kesulitan Hati gadis itu,ia mengerti kekecewaan yang Andita rasakan.


"Mas...," Panggil Dita terjeda


"Hm...," Sahut Yoga bergetar kala di panggil Mas oleh Andita, ini yang pertama kalinya.hatinya bersorak-sorai bahagia,ia kembali tersenyum dalam diam.


"Berjanjilah akan kembali kesini." Pintanya pada Yoga


Yoga meraih wajah Andita,lalu di kecup nya dahi gadis itu, "Mas mencintai mu,mas berjanji akan kembali kesini dalam dua minggu." Ujar Yoga tulus dengan menatap jauh kedalam bola mata Andita.


Andita merasakan kedamaian dan kenyamanan saat bersama Yoga, meskipun hatinya masih di penuhi cintanya untuk Bagas.


"Ayo kita masuk,disini udaranya dingin." Ajak Yoga


"Istirahatlah." Suruh nya pada Andita setelah sampai di lantai 3 di mana kamar Andita berada.


Andita mengangguk, "Selamat malam 'Mas." Ucapnya pelan dan lembut


Yoga menyelimuti tubuh Andita lalu mengatur suhu ruangan, mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur. setelah itu ia mengecup kilas puncak kepala gadis itu, lalu keluar meninggalkan Andita yang tercenung di keremangan kamar mewah itu.


Setelah kembali ke kamarnya Yoga duduk di balkon kamarnya menikmati cahaya rembulan dan kerlap-kerlip bintang di hamparan langit yang di pandangi nya, senyum nya mengembang tiada henti.udara dingin berhembus menyapa kulitnya, membawanya larut dalam lamunan.


"Andita...., Aku mencintaimu." Gumam Yoga dengan tersenyum.


...----------------...


TBC


Dukung karya author dengan like dan komentar

__ADS_1


Salam hangat dari author 🙏😘


maafkan author jika banyak kesalahan dalam mengetik.


__ADS_2