Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~76


__ADS_3

Sosok lembut Yoga telah menghilang bersama kemarahan nya, senyum hangat dan sikap yang selalu memanjakan Andita sirna dalam sekejap.


Andita terisak di bawah selimutnya, menangis menyesali semua perlakuan Yoga terhadapnya malam ini. Ia tak menyangka kalau Yoga sampai memperkosa nya, memaksakan kehendak yang diliputi oleh emosi dan perasaan cemburunya.


Kesuciannya telah di renggut paksa oleh calon suaminya sendiri, dengan langkah tertatih Andita memasuki kamar mandi Merendam seluruh tubuhnya dengan air hangat.


Ponselnya di sita dan pintu kamarnya di kunci dari luar, sementara semua jendela kamarnya terhalang teralis besi yang kuat.


"Ternyata kamu bajingan Yoga, sikapmu selama ini hanya untuk menutupi siapa dirimu yang sebenarnya." Geram Andita


"Aku membencimu !!" Teriak Andita.


Setelah selesai menyegarkan tubuhnya dan meratap penuh sesal Andita menyuntik tubuhnya sendiri dengan cairan pencegah kehamilan, ia tidak mau ambil resiko beban berat jika sampai ia hamil dalam waktu dekat ini. Kemungkinan-kemungkinan terburuk bisa saja terjadi terhadap pernikahan nya nanti, secara Yoga bukanlah lelaki yang lemah lembut seperti selama ini.


Sementara itu di sebuah kamar yang tak jauh dari kamar Andita, Yoga tersenyum puas setelah melampiaskan semua amarahnya dengan menyalurkan nafsu birahinya pada Andita.


"Kau milikku sayang, dari sekarang dan sampai kapanpun." Ucapnya sambil tertawa lepas.


"Aku mencintaimu sangat mencintaimu,karena itu aku membuat mu menjadi milikku lebih cepat dari pernikahan kita." Desahnya sambil menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.


Club malam...


Bagas menyesap pelan cairan berwarna merah didalam gelasnya, tanpa memperdulikan beberapa perempuan yang menggodanya. Jika Bagas mau perempuan-perempuan itu akan dengan suka rela di tiduri nya, tapi tipikal Bagas tidak menyukai perempuan jalang meskipun dirinya keluar masuk Club.


Bahkan di dalam hidupnya hanya Hanna yang perna di sentuhnya itupun karena ia terlalu mabuk, prinsipnya akan lebih baik bermain solo daripada mengotori tubuhnya dengan jalang-jalang yang haus sentuhan itu.


Bagas mengansurkan gelasnya lagi pada Bar tender, Bagas kembali menenggak Wine itu dalam sekali tegukan. Begitulah seterusnya sampai ia lupa segalanya, Erwin yang merupakan owners Club tersebut akan selalu menjadi sasaran mengurus sahabat nya itu.


Erwin memanggil asistennya lalu mereka menuntun Bagas ke dalam mobilnya, setelah Bagas mereka dudukkan di dalam mobil Erwin memberikan kunci mobilnya pada asistennya itu.


"Ikuti mobil Gue." Perintahnya sama asistennya itu, lalu ia masuk sebagai juru kemudi bagi sahabat nya itu


Erwin sesekali menatap wajah sahabatnya itu dari spion, ia hanya bisa menggeleng saja.


"Masalah apa lagi yang lo sembunyikan dari gue, 'gas." Gumam Erwin.


Erwin paham betul kalau Bagas sudah mabuk sampai lupa diri pasti ada masalah, tapi sahabat nya itu cenderung tertutup bahkan dengan sengaja menutupi setiap masalahnya.


...----------------...


Esok harinya...

__ADS_1


Semua anggota keluarga pihak pengantin pria sudah berkumpul di rumah Andita, mereka ingin bertemu dan berbincang banyak hal dengan calon anggota keluarga mereka.


Cukup lama mereka menunggu namun gadis yang ingin mereka temui tak kunjung turun.


"Bu Ayu,mana ni calon pengantin perempuan kok gak turun-turun." Protes salah satu keluarga Chang lie


"Sabar,mungkin sedang siap-siap." Sahut Ayu dengan tersenyum


Yoga yang mendengar pembicaraan keluarga nya dan calon mertuanya seketika menatap ke atas, dengan langkah lebar Yoga menaiki tangga dan menerobos masuk ke kamar Andita.


Betapa kesalnya Yoga saat melihat Andita berbaring sambil membaca buku dan tak bergerak sedikitpun untuk menyambut kedatangan keluarga nya.


"Sayang, apa maksudnya ini ?!" Tanya Yoga saat melihat Andita diam saja.


Andita tidak menghiraukan kehadirannya, jangankan untuk menyahut ucapannya menoleh sedikitpun tidak.


Yoga menutup pintu kamar Andita,lalu naik ke atas ranjang dan mencengkeram erat tangan gadis itu.


"Ganti pakaian kamu sekarang, atau kamu akan mendapatkan hadiah lebih dari tadi malam." Geram Yoga sambil menuntun Andita kedepan lemari pakaian nya.


"Lepaskan tanganku, bajingan !!" Seru Andita.


Ia membuka kasar lemarinya dan meraih salah satu dress yang terbuka lebar bagian dadanya, lalu ia mengganti pakaian nya kedalam kamar mandi.


"Ya,betul sekali ! Aku jalang tepatnya jalang kamu !!" Seru Andita.


Yoga menatap tajam kearah Andita, lalu membuka pintu lemari pakaian gadis itu memilih kan pakaian yang pantas menurut nya. Yoga menyodorkan longdress berwarna peach blossom bermotif bunga-bunga pada Andita.


"Pakai ini." Perintahnya


Dengan tatapan dendam dan benci gadis itu meraih baju yang di berikan Yoga padanya, setelah selesai ia segera keluar dan mendapati Yoga sedang melihat sebuah album besar tempat ia menyimpan foto-foto nya bersama Bagas.


"Apa yang kamu lakukan ! Kembalikan ketempat semula atau aku tidak akan pernah menemui keluarga mu !!" Pungkas Andita sambil berlalu ke arah pintu


Saat Andita membuka pintu matanya bertemu dengan iris mata sendu sang malaikat nya yakni Ayuningtyas.


"Mama...sejak kapan mama disini ?" Tanya Andita kaget.


"Baru saja sayang, ayo kita turun.keluarga mertua mu sudah menunggu sejak tadi." Ucap Ayu lembut dan lalu merangkul lengan putrinya itu menuruni anak tangga.


Yoga pun ikut turun bersama Ayu dan Andita, senyum manis penuh kebahagiaan ia pamerkan dengan sesempurna mungkin.

__ADS_1


"Wah...kau cantik sekali !" Seru keluarga Yoga saat melihat Andita datang di antara mereka dan menyalami mereka satu-persatu.


Sementara Shinee berdiri tak jauh dari mereka menatap Andita penuh kebencian, kebencian nya sangat beralasan karena kemarin Bagas meninggalkan nya di bandara karena Andita, kedua ia tidak terima kakaknya di khianati oleh calon kakak iparnya itu.


Setelah acara sapa-menyapa selesai Andita duduk bersama mereka, sedangkan indira dan beberapa anggota keluarga yang lainnya membawa beberapa kotak seperti seserahan untuk gadis itu.


Andita hanya melirik sekilas tanpa minat pada barang-barang yang di bawahkan calon mertuanya itu, beberapa kotak perhiasan yang bertahta kan berlian ia serahkan pada calon menantunya itu.


Yoga tersenyum dan ikut duduk bersama Andita, lalu ia membisikkan sesuatu padanya.


"Sayang... katakanlah sesuatu pada mereka, terutama pada Mama.jangan membuat keadaan hatiku semakin membara dan memaksaku berbuat lebih buruk setelah ini." Bisik Yoga mengintimidasi Andita


Andita mengangguk dan tersenyum lembut menatap Yoga menutupi kebencian nya.


"Mama, sepertinya aku tidak terlalu menyukai berlian. Berlian memang indah, tapi memiliki banyak berlian akan mengancam jiwa raga. Aku lebih menyukai produk lokal yang semacam imitasi begitu, setidaknya kita langsung tau kalau perhiasan itu palsu." Ucapan Andita barusan menohok hati Yoga.


"Iya kan sayang." Sambung Andita dan tersenyum menatap Yoga, Lalu membisikkan sesuatu pada calon suaminya itu.


"Kalau kamu terus mengancamku, maka selamanya kau tidak akan pernah membuatku menjadi istrimu." Bisik Andita balas mengancam Yoga


Keluarga Prayoga tersentak kaget saat mendengar kata-kata lembut Andita barusan, ucapan yang cukup bermakna kuat.tapi jelas saja mereka tidak tau kemana arah pembicaraan Andita,siapa yang di tujunya.


"Apa maksudmu nak ?" Tanya Indira.


"Hahaha...tidak.tidak ada maksud apa-apa mam, Dita hanya bercanda." Ucap Andita akhirnya mencair kan kembali suasana kaku barusan.


Semua keluarga besar Prayogo akhirnya ikut tertawa. "Yoga ternyata calon menantu kami suka bercanda juga." Sahut bibi Yoga dari pihak Indira


"Ya begitulah." Sahut Yoga singkat dan tanpa mengurangi Ekspresi bahagia di Wajah nya.


...----------------...


bersambung


jangan lupa tinggalkan jejaknya dengan


vote dan like sebanyak-banyaknya 😜


di tunggu komentarnya 😁


tim Bagas Dan Andita mana ?

__ADS_1


Tim Dokter Yoga dan Andita mana ?ðŸĪŠ


__ADS_2