
Andita menggeliat menguap lebar dan belum menyadari keberadaan nya, “Hoaaam......Aku dimana, ? ia meneliti sekelilingnya dan sangat kaget ketika menyadari tempat yang asing dan serba mewah saat ini. Andita menatap pembaringannya tempat ia tertidur sekarang tangannya meraba dan merasakan unsur yang menyentuh kulitnya, “sutra,” desisnya.Ia beringsut membawa tubuhnya bangun,matanya bebas dan liar menatap ruangan luas bernuansa serba putih yang kini terhampar di depan matanya.
Andita tiba-tiba mengingat sosok yang bersamanya sejak tadi pagi “Kemana dia,?!” batinnya. Ia berangsur turun dari pembaringan super mewah tersebut, dan melangkahkan kakinya menuju pintu mencari Pria itu.saat keluar kamar, ia kembali di suguhi dengan pemandangan yang memukau matanya. “Apakah ini hotel, ?” gumamnya.kakinya perlahan menyusuri ruangan luas itu mencari sosok Dokter Yoga, matanya begitu awas melihat sekitarnya.ia berdecak kagum, “Hotel yang mewah,” pikirnya. 'Ternyata Dokter Yoga tidak pelit di balik sifatnya yang kaku itu', ia kembali bergumam sambil tersenyum.Andita menatap jendela dan menyibakkan tirai matanya menatap keluar dan baru menyadari bahwa ia berada di ketinggian bangunan tempat ia berdiri saat ini, “Wah,ternyata aku berada di lantai atas Batinnya.ia segera berbalik mencari akses untuk turun, tak menemukan tangga namun bertemu pintu lif.Andita menekan tombol satu bertujuan akan ke lantai paling dasar,saat ia menunggu pintu Lif terbuka seseorang yang sangat familiar keluar dan tersenyum lembut menatapnya.
“Kamu sudah bangun, ?” tanyanya.
“Ya,seperti yang Dokter lihat.” Jawab Andita
Dokter Yoga menatap gadis itu sekilas dan melangkah menjauhi nya, “Bagaimana tidurmu,?” tanya Yoga sambil menghantar pantatnya menduduki Sofa mewah di ruangan itu. “Sangat nyenyak.Terima kasih, sudah membawaku ke hotel mewah ini.” Sahut Andita,Yoga memiringkan wajahnya menatap Andita sambil tersenyum tipis dan mengangguk.
“Mandilah.setelah itu kita keluar makan,sekaligus memperkenalkan kamu sama rekanku.” Perintah Yoga sambil memainkan Ponselnya. Andita melirik sebentar, “Baiklah.” Jawabnya bangkit dan kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap.
Sementara Yoga sendiri sudah mengkonfirmasi kepada semua rekannya itu,tentang kedatangannya beserta tujuannya.
__ADS_1
...----------------...
Sementara di sebuah kota nun jauh di sana,seorang Pria tampan tampak tengah frustasi.
“Andita.......!!” Teriak Bagas,ia meraung menangis ketika mengetahui Andita sudah mengundurkan diri dan sudah meninggalkan Desa itu hari ini.Bagas memukul stir mobilnya ia terus berteriak bagai orang gila.ia turun memandangi hamparan sawah yang pernah mereka datangi, kesedihan kembali menyeruak di hati Bagas. “Andita.....!” Bagas kembali berteriak. ia bersujud dan meraung di pematang sawah rasa bersalah dalam dirinya kembali memenuhi benaknya’ “sayang...kamu di mana ? maafin mas,” Lirihnya di sela isak tangisnya.Bagas masih bersimpuh disana, sementara
Pemilik sawah menatap heran ke arah Bagas. ‘itu sepertinya calon suami Bu Bidan,kenapa dia disana’ ? pikirnya.pemilik sawah menghampiri Bagas yang masih bersimpuh disana, “Permisi pak ? kalau boleh tau bapak kenapa ?” tanya Ibu tersebut.Bagas menoleh ia berusaha tersenyum menatap Ibu itu, “Maaf Bu.saya hanya numpang mampir sebentar.” Ucap Bagas sambil berdiri dan kembali ke mobilnya, sedangkan pemilik sawah tersebut hanya menatap Bagas dengan tatapan heran.
Pupus sudah harapan Bagas ingin menikahi Andita dalam waktu dekat, padahal Bagas sudah menggugat cerai Hanna seminggu setelah peristiwa di hotel saat reuni.Bagas benar-benar merasa kehilangan dan putus asa kali ini,Andita sama sekali tak meninggalkan jejak sedikitpun sebagai petunjuk untuknya.awalnya, memang Bagas mencurigai Dokter Yoga,setelah menerima informasi dari pihak Puskesmas kecurigaan Bagas menjadi Sirna.ya,Bagas sempat berpikir bahwa Dokter itu sudah membawa Andita pergi tapi ternyata Dokter itu sedang di tugaskan membantu Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Provinsi K’.Bagas kembali ke kota dengan membawa sedih dan rasa bersalah,ia terlambat datang pada Andita untuk menjelaskan semuanya.beberapa minggu ini ia sangat sibuk, bukan karena mengabaikan masalah itu. tapi, beberapa minggu yang lalu sejak Insiden di Hotel pada malam itu Bagas fokus mengurus dan mencari fakta tentang Hanna.agar Gugatan Cerainya berjalan lancar, tapi di saat masalahnya telah selesai Andita sudah pergi entah kemana.
...----------------...
Sejak surat pengunduran diri Andita sudah naik ke atasan,Yoga turut mengajukan Izin.dengan alasan ada urusan yang harus ia selesaikan, dan tak bisa ia menundanya.semua itu ia lakukan hanya untuk menghilangkan jejak Andita dan tanpa harus di curigai oleh Bagas bahwa dia ada di balik kepergian Gadis itu.
__ADS_1
Andita sudah selesai mandi dan bersiap,ia terlihat lebih muda dari umurnya dengan jeans model boyfriend sobek-sobek,kaos putih dan sepatu kets simple dan menawan.Yoga menoleh saat mendengar pintu kamar Andita di buka, ia menatap Gadis itu yang sudah berdiri di hadapannya sekarang.Yoga menatap sekilas pada Andita, sebenarnya ia sangat mengangumi penampilannya. hanya saja ia masih berkutat dengan Gengsinya, sedangkan riuh detak jantungnya tak dapat ia menghindarinya.suara Andita menginterupsi Yoga yang terdiam sepi, “Aku sudah siap.apakah kita jadi bertemu rekanmu, ?” tanya Andita
“Tentu saja.kalau begitu,ayo kita berangkat sekarang.” Ajak Yoga
Andita mengangguk dan mengikuti langkah Pria tersebut,namun ia masih belum menyadari keberadaannya rumah Yoga yang menurutnya merupakan salah satu Hotel termewah di kota tersebut.
...----------------...
TBC
Bagaimana kelanjutannya ?"
nantikan di episode berikutnya.
__ADS_1
jangan lupa dukung karya author dengan like dan komentar.
update nya sedikit dulu ya,karena author lagi sibuk🙏🙏