Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~75


__ADS_3

Wajah Yoga mengeras menahan amarahnya saat membaca pesan berisi laporan dari Shinee, mengenai Andita yang diam-diam bertemu Bagas.


"Kak,maafkan Shinee harus memberitahu semua ini. Kak Andita bertemu sama Bagas,belum pulang sampai sekarang." Chat WhatsApp Shinee


Brak....


Yoga membanting ponselnya hingga hancur berkeping-keping.


"Aghhh... Aku Bodoh, kenapa aku tidak memikirkan semua ini sebelumnya !". Teriak Yoga menjambak rambutnya sendiri


"Tidak. Apapun yang terjadi,kau akan tetap menikah dengan ku Andita !" Geram Yoga.


Yoga membuka pintu kamarnya lalu berlari menuruni anak tangga, ia meraih kunci mobil dan segera meninggalkan rumah megah itu.


"Yo...!!" Teriak Chang Lie memanggil putranya, namun mobil yang di kendarai lelaki itu sudah menghilang di balik pintu gerbang.


Yoga terus menginjak pedal gas mobilnya hingga mobil yang di kendarainya bagai terbang di atas jalan raya.


"Persetan dengan pingit !!!" Teriaknya sambil terus menatap tajam jalanan.


Yoga mengendarai mobil bagai setan tanpa bisa mengendalikan emosinya yang memuncak, wajah tampannya berubah menjadi menyeramkan.


Sedangkan Andita baru saja tiba di rumah nya, Gadis itu turun dari mobil yang di kendarai Andre setelah mengucapkan terima kasih dan segera melangkahkan kakinya memasuki pekarangan rumah.


Andita menoleh saat bias lampu sebuah mobil membentuk bayangan tubuhnya, yang datang dari arah belakangnya. Andita menutupi wajahnya dengan mengangkat sebelah tangannya, karena lampu mobil itu sangat menyilaukan matanya.


Bruk... Brak... Yoga menabrak kan mobil yang di kendarai nya.


Mobil yang Yoga kendarai menabrak pembatas pekarangan rumah Ayuningtyas, sosok tubuh tinggi kekar keluar dari mobil itu dan berjalan menghampiri gadis yang sedang menatapnya dengan heran.


Andita tercekat sesaat ketika lelaki itu datang dan langsung memeluknya erat, wangi yang menjadi ciri khas tubuhnya seketika menyadarkan Andita bahwa Yoga sedang memeluknya.


"Mas...?" Panggil Andita pelan.


"Iya sayang, mas sangat merindukan mu." Lirih Yoga


"Tapi mas,kita sedang di pingit." Ucap Andita


" Ohya ! Lalu kenapa kamu keluar rumah sayang ?!" Tanya Yoga bergetar menahan amarahnya.


"Hm...a--ak--ku,maksudku...."


"Bertemu Bagas ?" Potong Yoga.


"Apa maknanya pingit kalau ternyata bisa kemana-mana,hm...? Pingit itu tidak berlaku untuk mu sayang. lalu apa salahnya kalau Sekarang mas bisa ada disini ? Apa kamu keberatan jika calon suamimu ingin bertemu dengan mu, tanpa perduli dengan pingit sialan itu ?!" Pungkas Yoga menekankan kata-katanya.

__ADS_1


"Maafkan aku mas." Ucap Andita akhirnya


"Apa kamu masih mencintainya ?" Tanya Yoga.


Sinar temaram lampu taman tidak dapat menyembunyikan wajah Yoga yang penuh amarah, tatapan matanya sangat berbeda dari biasanya. Andita menatap wajah tampan calon suaminya.


"Memang aku masih sangat mencintainya,bahkan hingga detik ini.tapi sebagai kakakku, bukan sebagai pasangan." Bohong Andita


"Andai takdir kalian bukan kakak dan adik, apa kau akan menerimanya kembali dan melupakan kehadiran ku bahkan pernikahan kita yang tinggal menghitung hari ?" Tanya Yoga.


Andita menangis hatinya Sungguh bimbang, ia tidak mampu memberikan jawaban apapun atas pertanyaan Yoga.


"Jawab sayang ?!" Tukas Yoga.sedangkan Andita hanya menggeleng-geleng saja, tanpa menjawab pertanyaan Yoga.


Yoga memeluk tubuh gadis itu menggambarkan sangat takut kehilangannya.


"Maaf.kalau pertanyaan mas, membuat mu susah untuk menjawab." Ujar Yoga lagi.


"Saudara ataupun tidak, pilihanku adalah kamu mas. Semuanya akan tetap berjalan seperti rencana kita, aku tidak akan meninggalkan mu." Ucap Andita akhirnya.


Brata dan Ayuningtyas saling pandang melihat kedua calon pengantin itu, sedangkan diseberang sana jalan, sepasang mata menatap pilu kearah mereka.


Ya, dia Bagas. Saat Brata menelponnya tadi mobilnya segera menyusul kearah mobil yang membawa Andita,untuk memastikan bahwa gadis itu sampai kerumah dengan selamat.


Bagas melajukan mobilnya menjauh dari sana, setelah yakin Andita tiba dirumah dalam keadaan baik-baik saja.


...----------------...


Indira menelpon Ayuningtyas mencari tau apakah ada masalah antara Yoga dan Andita, tapi belum Ayuningtias sempat menjawab pertanyaan Indira ponsel Ayuningtyas di rebut oleh Yoga.


"Halo ma, Yoga bersama mereka. Jangan khawatir, semuanya baik-baik aja kok." Jawab Yoga memberikan ketenangan kepada orang tuanya.


"Apa kamu sangat merindukan nya ?" Sambung Chang Lie diseberang sana.


"Hahaha... papa tau aja." Sahut Yoga menutupi semuanya.


"Ya sudah,berikan telepon nya sama mertuamu." Tukas Indira


Yoga tersenyum dan memberikan Ponselnya pada Ayuningtias, Ayu terlibat berbagai obrolan bersama calon besannya terkait persiapan pernikahan anak mereka.


"Nak Yoga, bawa Andita ke kamarnya." Perintah Brata


Yoga menuruti perintah Brata, tapi sebelum mereka beranjak Yoga meminta izin di hapuskan aturan pingit di antara mereka.


"Pa, dari sekarang sampai hari pernikahan Yoga gak mau ada pingit-pingit lagi." Ucap Yoga sambil menatap Brata dengan menyiratkan berbagai makna dari kata-katanya.

__ADS_1


Brata hanya mengangguk tanpa komentar apapun,dia sadar kenapa semua ini bisa terjadi karena keteledoran mereka sebagai orang tua.


"Mandilah,mas akan tunggu disini." Perintah Yoga sama Andita,saat mereka sudah di dalam kamar gadis itu.


Andita mengangguk menuruti perintah Pria itu, wajahnya yang biasanya cerah, senyuman hangat, malam ini sirna entah kemana.


...----------------...


Setelah mandi Andita menghampiri Yoga yang tenga duduk di sofa kamarnya, ia ikut duduk di samping Yoga.


"Mas...?" Panggil Andita.


"Hm..." Sahut Yoga singkat.


"Mas kok jadi berubah begitu wajahnya ?" Tanya Andita.


Yoga menoleh ke samping dimana Andita duduk kedua alisnya terangkat, wajahnya kaku dan dingin.


"Aku bahkan bisa berubah menjadi monster yang lebih menyeramkan, jika kamu ingin tau Andita." Bisik Yoga


Andita seketika menjauhkan tubuhnya dari Yoga, gadis itu berdiri dan berjalan ke arah pintu.


"Kau mau kemana,hm...?" Tanya Yoga dingin, sambil mengibas-ngibaskan kunci pintu kamar Andita.


"Mas, apa maksud mu ?" Andita menatap takut pada Yoga.


Yoga berdiri dan menyeringai menghampiri Andita, tubuh Andita terpaku di daun pintu.satu tangan Yoga di tumpukan nya di sisi kepala Andita, dan satu tangannya lagi meraih wajah gadis itu jarinya menyusuri kulit halus calon istri nya.


"Aku tidak pernah berbuat kasar pada perempuan,tapi aku bisa berubah menjadi sosok kejam saat kau mempermainkan perasaan ku." Tukas Yoga menatap Andita dengan sorot mata tajam menakutkan.


"Mas... lepaskan aku,buka pintunya." Mata Andita berkaca-kaca


"Aku salah, beri aku kesempatan memperbaiki kesalahanku." Mohon Andita


"Kau tau sayang, aku sudah pernah hancur karena perempuan yang mengkhianati ku.kali ini aku tidak akan memberi kesempatan untuk mu melakukan hal yang sama padaku, jadilah perempuan yang manis jika kau menginginkan ku memperlakukan mu sebagai Ratu hatiku." Pungkas Yoga.


Andita terdiam menela'ah Kata-kata Yoga barusan,ucapan lelaki itu menimbulkan berbagai spekulasi dalam benaknya.


Andita menutup mulutnya membayangkan lelaki di hadapannya saat ini berubah menjadi sosok psikopat atau hal yang lebih menyeramkan lagi, matanya menatap nanar penuh ketakutan.


...----------------...


bersambung


vote dan like jangan lupa

__ADS_1


komentar nya di tunggu !!😁😁


__ADS_2