Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~47 "Happy reading"


__ADS_3

Halaman luas dengan pepohonan rindang menyelimuti rumah minimalis modern tertata nan apik, sejuk dan asri begitu menyejukkan mata dan hati saat memasuki pekarangan rumah itu. Bunga-bunga bermekaran indah, berbagai macam tanaman menambah daya tarik kecantikan rumah tersebut.


Rumah di tengah kota namun memiliki konsep rumah pedesaan, nyaman dan betah berlama-lama duduk bersantai di antara taman-taman mungil layaknya taman di negeri dongeng.


Mata Yoga takjub memandang keasrian rumah calon mertuanya, senyum riang terukir manis di sudut bibirnya.


"Mas ayo" ajak Andita saat Yoga terpaku kagum menatap keindahan sekitarnya.


Yoga mengikuti langkah kaki Andita "Mas yakin,calon mertua mas memiliki hati yang sejuk seperti pekarangan rumah ini" ucap Yoga sambil terus menatap sekitarnya.


Andita tersenyum saat mendengar pujian Yoga untuk Ayuningtyas.


"Ya Mama suka suasana pedesaan yang menyejukkan dan menenangkan." Andita sambil menekan bel pintu.


Setelah beberapa saat menunggu pintu jati rumah itu terkuak lebar, seorang perempuan setengah baya namun masih sangat cantik ternganga menatap siapa tamu yang berdiri di hadapannya saat ini.


"Nak, Andita !!" Seru Ayuningtyas seraya memeluk putrinya, tangis bahagianya seketika pecah.


Cukup lama Ayu menangis dan beberapa kali memandangi wajah putrinya,rasa tak percaya masih menggelayuti benaknya.


"Nak, ini beneran Andita putri Mama ?" Ucap Ayu terisak.


Andita tersenyum dan mengangguk, tangannya menghapus air mata Ayu.


" Iya,ini Dita anak Mama. Sekarang Dita disini,di hadapan Mama." Ujar Andita lembut.


Ayuningtyas menoleh ke arah Pria yang berdiri di antara mereka, lagi-lagi Ayu terkejut di buatnya.


"Nak Dokter ?" Sapa nya.


Yoga tersenyum dan mengangguk,ia meraih tangan Ayuningtyas dan menyalaminya.


Kebingungan Ayuningtyas begitu kentara atas kehadiran Andita yang tiba-tiba datang bersama Dokter tampan itu.


"Ma...nanyanya nanti aja,Kita di ajak masuk dulu lah." Andita menginterupsi Ayu saat ia ingin kembali berbicara.


"Hehehe...maafin Mama sayang.ayo nak Dokter, mari masuk." Ajak Ayu menggiring keduanya masuk kedalam rumahnya.


Ketiganya masuk dan berbicara di ruang tamu, Ayuningtyas membawakan minuman dan beberapa makanan ringan untuk tamunya yang tak lain Andita dan Yoga.


"Tante apa kabar ?" Tanya Yoga


Berbagai pertanyaan bersarang di benak Ayuningtias, tentu saja banyak pertanyaan. sekian lama Andita pergi tanpa jejak, tiba-tiba pulang bersama seorang pria, yang tak lain Dokter yang pernah makan siang bersama mereka sewaktu di Desa dulu.


"Alhamdulillah, tante baik-baik saja.lalu bagaimana denganmu nak Yoga ?" Tanya Ayu.


"Alhamdulillah Yoga baik, bahkan sangat baik Tan'." Sahut Yoga.

__ADS_1


"Syukurlah,silakan di minum dulu.


Mama akan siapkan makan malam untuk kita, Kalian silakan mandi dan istirahat dulu.


Dit nanti antar Nak Dokter ke kamar tamu ya, Mama tinggal dulu nanti Kita lanjut ngobrol lagi.


Banyak pertanyaan buat kalian." Ujar Ayuningtyas seraya tersenyum dan beranjak ke arah dapur.


"Siap 'ma" sahut Andita.


Setelah selesai menyegarkan tenggorokan nya dan sedikit menikmati cemilan yang di sediakan Ayuningtyas, Andita membawa Yoga ke kamar tamu. Ia pun pergi ke kamarnya yang sudah sangat di rindukan nya, sejak di tinggalkan cukup lama.


...----------------...


Sementara itu air mata Brata tak kuasa tertumpah ketika melihat seorang perempuan yang telah di campakkan nya selama ini, dugaannya benar bahwa gadis cantik itu anak Ayuningtyas.


'Itu berarti dia putriku'. ya,seingat Brata terakhir kali ia bersama Ayuningtyas sebelum perceraian memisahkan mereka, mantan istrinya itu mengatakan sudah telat tapi baru beberapa hari, kepastian istrinya mengandung atau tidak belum mereka ketahui pada waktu itu. Sedangkan Brata sudah kembali ke Jakarta, dan terjadilah perceraian tak terduga di antara mereka.


"Ya tuhan, ternyata selama ini mereka ada di sekitar ku.kenapa baru hari ini kau perlihatkan mereka padaku." Isak Brata.


"Maafkan papa sayang,selama ini sudah menyia-nyiakan kalian.tapi kenapa Ayu bisa berada di kota ini ? Apa dia menikah dengan lelaki berasal dari kota ini ? Sepertinya aku harus mencari tau hal itu." Desis Brata.


Ponsel Brata berdering, Ting...tong...ting...tong...


Ia merogoh saku celananya mengeluarkan ponselnya, Brata melihat panggilan putranya.


"Halo jagoan papa, Ada apa Nak ?" Jawab Brata penuh kasih sayang.


"Tidak perlu, papa akan segera ke rumahmu." Jawab Brata.


"Papa disini sekarang ? Ja--ja--ngan kerumah Bagas pa, temui Bagas di apartemen aja.nanti dikirim alamat nya via WA." Ucap Bagas kikuk.


"Baiklah,sampai ketemu disana." Sahut Brata. Kening lelaki itu berlipat-lipat, ada apa dengan anak itu batinnya.


Panggil kedua pria berbeda usia itu berakhir, dan Brata segera menerima pesan WhatsApp dari Bagas.setelah selesai membacanya, ia segera meminta sopir taxi mengantarkan ke alamat tersebut.


...----------------...


Senja telah menyapa kota K, Andita dan Yoga sudah istirahat dan menyegarkan tubuh mereka.


Kedua insan itu sedang duduk di bangku taman belakang, menikmati udara sore hari yang sejuk bersama ikan-ikan cantik di kolam mini milik Ayuningtyas.


Mereka bercengkrama bahagia disana, sesekali Yoga memberi makan ikan-ikan itu.


"Mas menyukai nya ?" Tanya Andita.


"Ya, semua yang ada di sini sangat mas sukai.tanpa terkecuali gadis cantik pemilik rumah ini." Ujar Yoga sambil mengacak lembut rambut Andita.

__ADS_1


Ayuningtias mengintip dari balik kaca jendela yang menghadap ke taman belakang, ia memperhatikan kedekatan kedua orang itu. Hatinya bertanya apa hubungan mereka, atau selama ini Andita bersama Dokter itu ?


Ayuningtias menggeleng kan kepalanya,tidak ingin berpikiran yang tidak-tidak sebelum bertanya langsung kepada mereka berdua.


Azan Magrib berkumandang, kedua sejoli itu segera meninggalkan taman belakang dan kembali masuk kerumah.


Kedatangan mereka disambut Ayu yang tersenyum di ambang pintu, "Mari kita Sholat Magrib berjamaah" ajak Yoga, Yang di angguki oleh Ayu dan Andita.


Setelah selesai melakukan Sholat Magrib berjamaah, Andita membantu Ayuningtyas menyiapkan makan malam mereka.


Mereka menyantap makan malam dengan nikmat, tak banyak pertanyaan terlontar disana.baik dari Andita ataupun dari Ayuningtyas, hanya celoteh Andita sesekali terdengar saat menikmati masakan Ayu.


"Dita rindu sekali masakan Mama." Ujar Andita.


Ayuningtias tersenyum dan menatap wajah Andita.


"Kalau begitu makanlah yang banyak Nak, kamu terlihat makin langsing aja sekarang." Ucap Ayu sembari menambahkan beberapa makanan ke piring putrinya itu.


Andita cemberut menatap Ayu,lalu menatap Yoga.


"Nggak Mama,nggak mas Yoga,kalau kasih makan Dita, kayak kuli." Sungutnya.


Ayu yang mendengar ucapan Andita barusan seketika matanya membulat, menatap Andita dan juga Yoga.


Gadis itu menyadari ucapan nya hanya tersenyum kikuk, lalu mengelus lembut tangan Ayu.


"Liatnya biasa aja mam,nanti Dita cerita setelah kita makan." Ujarnya tenang.


Ayu hanya mengangguk dan sangat penasaran tentunya, sangat dan sangat ingin tau segera. Ia melirik cincin yang melingkar di jari manis Andita, rasa ingin tahu nya semakin membuncah.


"Baiklah segera selesaikan makan kalian,mama tunggu di ruang tamu." Ujar Ayu yang telah menyelesaikan makan malamnya.


Perempuan itu beranjak meninggalkan meja makan, dan Duduk diruang tamu menunggu putrinya dan juga tamu mereka yakni Dokter Yoga.


...----------------...


"To Be Continued"


jangan lupa tinggalkan jejaknya πŸ‘‡


likeβœ“


voteβœ“


komentar βœ“


support terus karya Mentari Impian ya guys 😘

__ADS_1


salam hangat dari Mentari Impian πŸ™


terima kasih untuk pembaca setia "Pacarku Suami Temanku" jangan cuma baca aja like dan vote juga yaπŸ˜πŸ˜€


__ADS_2