
Jam sudah menunjuk Angka 10 malam namun keberadaan Shinee tak di temukan, Bagas kelimpungan di buatnya.
Ting...tong...ting...tong, ponsel Bagas berbunyi menandakan panggilan masuk.
Bagas melihat nama pemanggil lalu menggeser tombol hijau.
"Halo Bro, lo dimana ?" Panggil Erwin.
"Di jalan,ada apa ?" Bagas balik bertanya.
"Em...itu, Om Brata punya Sugar Baby 'gas !!" Lapor Erwin takut-takut.
"Hah !! Maksud lo apaan ngatain papa begitu !!" Pungkas Bagas tidak terima.
"Maaf.tapi ada gadis muda datang ke Club gue, pakai mobil Om Brata !!" Seru Erwin karena musik begitu keras memekakkan gendang telinga.
Tanpa banyak kata-kata lagi, Bagas langsung memutus panggilan nya secara sepihak melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Kali ini Bagas harus menyiapkan stok kesabaran sebanyak-banyaknya Shinee benar-benar mengujinya, gadis itu cukup keras dan egois bahkan mengalahkan egonya Bagas sendiri.
Sepertinya Bagas kena batunya kali ini,kalau dulu ia semaunya mengatur Andita tapi gadisnya kali ini justru sulit untuk di atur.
...----------------...
Bagas memarkir mobilnya asal matanya menangkap mobil Brata terparkir di depan Club erwin, lalu ia segera berlari menemui Erwin.
"Hai bro !" Sapa erwin, sedangkan mata Bagas bergerilya mencari sosok Shinee.
"Mana gadisnya !!" Tanya Bagas tak sabar.
Erwin membawa Bagas kemeja gadis yang di sebutnya Sugar Baby Brata tapi mereka tidak menemukan gadis itu, Bagas mengepalkan tangannya kala melihat sosok Shinee sedang meliuk-liukan tubuh nya di antara lelaki yang menatapnya lapar.
Seseorang pria cukup tampan memberikan minuman pada Shinee, gadis itu menerimanya tanpa menanyakan minuman apa itu dan langsung disesap nya habis tak bersisa.
Dan...,Pria itu menatap dengan seringai menginginkan tubuh Shinee, semua itu tak lepas dari pandangan Bagas.
Bagas akui lekuk tubuh shinee memang sempurna meskipun masih umur belasan tahun, Bagas berjalan mendekati gadis itu dan menarik tubuhnya saat seseorang akan memeluknya.
Bagas mengacungkan jari telunjuknya kehadapan Pria itu,lalu menggendong paksa tubuh Shinee keluar dari tempat remang-remang Tersebut layaknya karung beras.
Gadis itu meronta-ronta tidak terima atas perlakuan Bagas, ia sangat marah terhadap Pria disampingnya itu.
Sedangkan Erwin tercengang melihat apa yang di lakukan sahabatnya itu, ia berlari mengejar langkah Bagas ke arah parkiran.
"Bro ?!" Panggil Erwin, Bagas menoleh setelah memasukkan Shinee secara paksa dan menutup pintu mobilnya.
Bagas melempar kan kunci mobil Brata. "Antar mobil papa kerumah gue sekarang !!" Perintahnya, lalu segera pergi meninggalkan Erwin yang menatapnya heran.
__ADS_1
Erwin hanya mampu mengangkat kedua tangannya, tanpa mendapatkan penjelasan apapun dari sahabat nya itu.
...----------------...
"Hei Bagas ! Kamu apa-apaan hah !!" Bentak Shinee saat Bagas sudah duduk di belakang kemudinya.
Tanpa memperdulikan omelan Shinee Bagas melajukan mobilnya, giginya gemeletuk menahan amarahnya saat melihat Shinee nyaris di peluk lelaki tadi.
"Kamu dengar aku gak ! Bagas !!" Cerca Shinee
Bagas melirik Shinee yang sedang menatapnya marah,lalu menepikan mobilnya.
"Kamu bilang aku apaan !! Kamu tidak sadar hampir di peluk lelaki yang tak kamu kenal tadi !!" Pungkas Bagas.
"Memang nya kenapa kalau aku dipeluk sama orang tadi, apa masalahmu !!" Tukas Shinee ketus.
Bagas terdiam menatap kedepan mobilnya tangannya menggenggam erat kemudinya, lalu beralih menatap Shinee lagi.
"Masalahnya...,aku tidak suka melihatnya." Ujar Bagas pelan. Sedangkan Di dalam hatinya berkata lain,lebih tepatnya dia cemburu melihat Shinee meliuk-liukan tubuh indahnya di hadapan lelaki lain.
Shinee melengos membuang tatapannya ke arah jendela di kirinya, seulas senyum manis terukir di bibirnya.
"Aku tidak suka kamu berada di tempat sialan itu Shinee, cukup dan jangan berdebat lagi." Ucap Bagas
"Kenapa kamu tidak membalas pesan WhatsApp ku tadi, hah !!" Seru Shinee tiba-tiba.
"Kenapa kamu suka sekali menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan, Bagas ?!" Geram Shinee.
"Karena aku ingin tau alasan mu." Jawab Bagas singkat.
"Ya !! Karena kamu tidak membalas pesan ku, puas !!" Pungkas Shinee, yang akhirnya jujur juga.
Senyum Bagas berkembang sempurna, meskipun ia sembunyikan dari hadapan Shinee.
"Kamu harus belajar untuk bersabar, tadi saat kamu minta di ajak jalan aku segera bersiap-siap, dan langsung menjemput mu. Maafkan aku soal itu, sekarang kita pulang ya." Ucap Bagas lembut
Tanpa menunggu jawaban dari gadis itu Bagas kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali ia melirik wanita di samping nya yang sedang menekuk wajahnya.
Hati Shinee bersorak-sorai riang gembira kala Bagas mencari dan menyusul nya, lebih-lebih lagi lelaki itu menyatakan tidak suka Shinee berdekatan dengan pria lain.
"Lain kali jangan pakai baju seperti itu." Ucap Bagas menginterupsi lamunan Shinee.
"Kenapa ?!" Ketus Shinee.
Bagas melirik gadis itu sejenak lalu menghembuskan nafas panjang berkali-kali.
"Huft.... benar-benar menguji kesabaran ku." Desahnya Lirih, Lirih sekali nyaris tak terdengar.
__ADS_1
Tapi ternyata pendengaran Shinee masih cukup baik sekali, ia mendengar dengan jelas gumaman Bagas barusan.
"Apa katamu !!" Tanya Shinee dengan intonasi tinggi.
"Shinee...,bicaralah dengan baik.jangan terlalu bar-bar begitu,kamu perempuan." Jawab Bagas lembut.
"Huh...satu Minggu dari sekarang kamu tidak akan bertemu perempuan bar-bar kayak aku lagi." Ketus Shinee mempertahankan egonya.
"Hm... memang nya kamu mau kemana ? Kalau batas Jakarta,aku bisa nyusul kamu kok." Ucap Bagas santai.
"Ngapain nyusul ?" Tanya Shinee
"Melamar mu." Sahut Bagas
Mata Shinee membola sempurna,ia tidak menyangka kalau Pria di samping nya itu tidak main-main dengan ucapannya waktu itu.
"Aku tidak mau, aku masih kuliah." Jawab Shinee
Bagas menepikan mobilnya lagi, lalu menatap wajah Shinee dalam.
"Jawab sekali lagi Shinee,katakan bahwa kamu menolakku." Ucap Bagas pelan dan dingin.
Shinee menatap Bagas sekilas tubuhnya meremang kala tatapannya bertemu dengan iris coklat milik Bagas, tatapan tajam setajam silet yang siap menggores dan mencabik-cabik seluruh tubuhnya.
"Katakan Shinee." Ulang Bagas
"Kak..., kuliah Shinee belum selesai.bagaimana bisa kita menikah dan bertemu." Lirih Shinee bergetar takut.
"Shinee Jakarta tidak jauh ! aku bisa kesana kapanpun ku mau." Jawab Bagas
"Kak, Shinee kuliah di Singapura." Jawab Shinee tanpa berani menatap Bagas.
"Dimana pun kamu kuliah bukan masalah bagiku, masalahnya ada sama kamu Shinee ." Ucap Bagas
"Hm... setelah menikah, sebelum kuliah ku selesai jangan hamil dulu ya kak." Lirih Shinee sambil memainkan ujung kukunya, persis seperti anak-anak yang ketakutan saat dimarahin ibunya.
Semua gerakan Shinee tak lepas dari pandangan Bagas membuatnya tersenyum gemas, tangan Bagas menyentuh wajah Shinee membawanya kehadapan matanya.
Dipandang nya mata jernih gadis itu yang menyorot kan ketakutan, Bagas mendarat kan kecupan lembut di mata Shinee.
"Maaf Shinee,aku tidak bermaksud membuat mu takut." Ungkap Bagas lembut, lalu meraih tubuh Shinee masuk ke dalam dekapannya.
Kecupan-kecupan manis mendarat berulangkali di dahi dan wajah Shinee, setelah tiada pertengkaran lagi Bagas kembali memacu kendaraannya menuju kediaman orang tuanya.
...----------------...
TBC
__ADS_1