
Bagas terlihat sangat frustasi,Erwin terus mengawasi Bagas dari kejauhan.Bagas sudah sampai di kota,bukannya kembali kerumah ia langsung menuju Club sahabatnya itu.apa lagi masalah dia,pikir Erwin.
Erwin menghampiri Bagas,ia ingin tau apa masalah sahabatnya itu.seharusnya setelah mengunjungi Andita,dia bahagia bukan justru semakin gila,batinnya.
“Hai Bro,”sapa Erwin menepuk pundak Bagas.
Bagas hanya menoleh kilas,ia kembali menenggak alkohol yang di gelasnya.
“Lo kenapa lagi,?” tanya Erwin
“Lo bisa cerita sama gue,kalau lo mau.” Sambung Erwin lagi.
Bagas hanya menghela nafas panjang,ia masih fokus sama alkohol di hadapannya itu.
“Minum sampe lo mampus, gak akan bikin masalah loh kelar Bro.” Ucap Erwin lagi
“Ayo kita pergi dari sini.” Ajak Erwin
Bagas mengikuti langkah Erwin,ia menyerahkan kunci mobilnya sama Erwin.
Erwin melajukan mobil Bagas,menuju Apartemen Bagas.berharap Bagas akan bercerita apa masalahnya nanti setelah di Apartemennya.
...----------------...
“Jadi apa masalahnya.?” Tanya erwin setelah mereka di Apartemen Bagas.
Bagas bungkam,hanya desahan nafasnya saja yang Erwin dengar. “seharusnya lo senang,habis bertemu Andita.”ucap Erwin memancing bagas untuk bercerita.
“Andita selingkuh.” Bagas buka suara
“Hah,lo yakin ?” tanya erwin
“Alasannya apa,lo bisa menyimpulkan Andita selingkuh?” tanya Erwin lagi
“Dia jalan-jalan sama Dokter rekan kerjanya.” Ucap Bagas kemudian.
“Ada hal lain yang memperkuat tuduhan lo,?” tanya Erwin
Bagas menggeleng,ia jelas tidak terima kalau andita membela laki-laki itu di hadapannya.bagas kembali bercerita semua yang ia ketahui,dan ia lihat.Erwin menyimak cerita Bagas,dengan seksama.setelah mendengar kan cerita Bagas,ia bicara lagi,
“Lo yang salah Bro.” Ucap Erwin kemudian.
“Andita melakukan hal itu atas dasar kemanusiaan,dan sebagai rekan kerja.”
“Kalo dia mau lakuin yang lo tuduhkan itu,dari dulu.” Ucap Erwin.
Bagas diam,merenungi apa yang sudah ia lakukan terhadap Andita.bagaimana kondisi andita sekarang,bagaimana tanggapan tante ayu,batin bagas. “lo harus sadar,disini yang berkhianat bukan Andita tapi lo.”ucap Erwin.
“Gue minta bantuan loh Bro” ucap Bagas
“Soal apa,?” tanya Erwin
“Hanna” jawab Bagas singkat
Sebenarnya ,Erwin sudah tau tentang Hanna.tapi dia merasa belum waktunya mengungkap semuanya,karena masih banyak yang ingin ia ketahui lebih dari yang ia ketahui sekarang.
Erwin gak akan tinggal diam,saat sahabatnya di manfaatkan oleh perempuan gila bertampang polos seperti Hanna.
__ADS_1
“Lo tenang aja,gue pasti bantu lo.” Ucap Erwin sama Bagas.
“Lo istirahatlah,gue mau balik ke Club.” Pamit Erwin sambil berlalu.
“Terima kasih Bro.” Ucap Bagas
Erwin hanya mengacungkan jempol,ia pergi dari apartemen Bagas. Menuju mobilnya,di mana Asistennya sudah menunggu.
...----------------...
Bagas merebahkan tubuhnya,setelah ia membersihkan dirinya.ia melirik ponselnya,terbersit di benaknya untuk menghubungi Andita.setelah banyak pertimbangan,Bagas akhirnya menelpon Andita.
Tuuttt...tuuttt...tuuttt...
Bagas kecewa dan marah,karena telponnya tak kunjung di angkat.berapa kali ia mencoba panggilannya tetap di tolak,ia akhirnya mengetik pesan.
“Sayang,maafkan atas sikap mas.”
“Mas benar-benar minta maaf.”
“Mas hanya takut kehilangan kamu,sayang.” Pesan Bagas.
Andita menerima pesan dari bagas,tapi ia tak berniat untuk membalas.ia terlanjur sakit dan kecewa atas tuduhan bagas,bisa-bisanya ia menuduhnya tidur dengan Yoga.” Andita menghela nafas dalam.
“Dit,kamu belum tidur.?” Tanya ayu.
“Bentar lagi mam.” Jawab andita
“Mama gak akan ikut campur urusan kalian,selesaikan baik-baik.setiap masalah ada solusinya,” Ucap Mama Ayu.
“Ya ma” sahut Andita.
Andita tak habis pikir,atas perubahan sikap bagas.ia berubah 180 derajat,dari Bagas yang ia kenal dulu.
Andita menonaktifkan ponselnya,ia menyusul Ayu ke kamar.ia ingin mengistirahatkan tubuhnya,serta pikirannya.
...----------------...
Sementara Bagas,ia semakin Uring-Uringan tak jelas.telpon berapa kali tak ada jawaban,pesannya tak di balas hanya di baca sama andita.di telpon kembali,ponselnya Andita sudah tak aktif.
Bagas sudah seperti orang gila,akhirnya ia menenggak obat tidur untuk melupakan masalahnya.
...----------------...
Andita bekerja seperti biasanya,ponselnya masih belum ia aktifkan.ia ingin fokus kerja,sebelum ia cuti.soal Bagas nanti ia pikirkan,saat ini ia akan fokus atas tanggung jawabnya dulu terhadap orang lain yang membutuhkan nya.
Saat jam makan siang, Andita tidak pergi bersama yang lain.ia memutuskan makan siang bersama Ayu di rumahnya.saat Andita akan keluar, Maria menghampirinya.
“Bu Bidan mau kemana,?” tanya Maria
“Apa kita gak makan siang bersama,?” tanya Maria lagi
“Maaf Maria,saya makan siang dirumah sama mama.” Ucap Andita
“Kalau begitu,saya akan ikut.”suara Yoga menimpali ucapan Andita
“Terserah” Andita menimpali Dokter Yoga.
__ADS_1
“Ayo” ajak Yoga menggamit tangan Andita
Andita mengikuti ajakan Yoga,selama perjalanan Andita hanya diam.yoga melirik dahi Andita,lalu ia buka suara.
“Bagaimana lukamu?” tanyanya
Andita melirik kilas, “Sudah lebih baik” jawabnya acuh.
Dokter Yoga memarkirkan mobilnya,tepat di depan rumah dinas andita.mereka turun,dan di sambut senyuman Ayu.
“Assalamualaikum,Tante.” Salam yoga
Ia menyambut tangan Ayu,sekalian memperkenalkan dirinya.
“Saya Yoga tan,rekan kerja Andita.” Ucap Yoga sama Ayu
“Oh begitu,mari silakan masuk.” Ajak Ayu sama Yoga
“Kebetulan,tante masak banyak untuk makan siang.”
“Apa kalian akan makan dirumah,nak ?” tanya Ayu sama Dita
“Ya ma,jawab Andita datar
Ayu, Andita dan Yoga sudah duduk di meja makan, Yoga terlihat sangat menikmati masakan Ayu.
Setelah makan,mereka ngobrol ringan di ruang tamu,sebelum Andita dan Yoga kembali ke Puskesmas.
“Terima kasih Tante,untuk makan siangnya.” Ucap Yoga
“Masakan Tante enak sekali.” Lanjutnya.
“Kalau begitu,kembalilah kesini saat makan malam nanti.” Ucap Ayu
“Wah,sebuah kehormatan bagi saya Tante atas undangannya.”
“Saya pasti akan datang.” Ucap Yoga
Andita hanya diam,ia terlihat sudah bersiap untuk kembali ke puskesmas.yoga yang memahami,ia segera berpamitan sama Ayu.
“Tante,terima kasih sekali lagi.kalau begitu saya dan Andita kembali kerja.” Pamitnya.
“Iya,sama-sama.” Ayu menimpali ucapan Yoga.
Andita dan Yoga sudah kembali ke Puskesmas,hal yang sama terjadi Andita hanya diam.yoga pun juga diam,ia tau perempuan di sampingnya itu sedang ada masalah.
...----------------...
TBC
Dukung cerita author ya guys
dengan like dan komentar...
saran dan kritik yang membangun sangat author harapkan.
baca juga cerita author 👇👇
__ADS_1
"INDAH SUNGGUH INDAH"