
Yoga masih menatap bingung pada Andita, "Sayang,kamu baik-baik saja ?" Tanyanya pada Andita.
Andita yang sudah bangun sepenuhnya dari lamunannya sangat menyadari, bahwa jawabannya barusan Sangat memalukan.
Beruntung lah dia jago dalam hal menguasai ekspresi saat kecanggungan mendera nya, "Aku sangat baik,Mas" jawab Andita sembari mengulas senyum manis.
"Ohya mas,terima kasih untuk bunganya" ujar Andita
Yoga tampak berbinar mendengar ucapan Andita barusan.
"Syukurla jika kamu menyukai nya,mas pikir kamu tidak suka" ujar Yoga sambil tersenyum kecil.
"Aku sangat menyukainya,bahkan semakin menyukainya saat tau ada banyak makna yang tersemat di antara bunga itu." Jawab Andita jujur.
"Kalau begitu,besok mas akan meminta mang Amin membuat taman bunga khusus untukmu." Jawab Yoga.
"Hahaha..." Andita tertawa mendengar apa yang baru saja di dengarnya barusan.
"Kenapa tertawa ?" Tanya Yoga sambil mengisi piring Andita dan dirinya dengan nasi dan lauk pauk.
"Ucapan mu sepertinya berlebihan,Mas" jawab Andita
Yoga hanya tersenyum menanggapi jawaban Andita, "Ini kamu makan dulu" ujarnya sambil menyodorkan piring yang penuh dengan berbagai lauk.
Mata Andita melotot ketika melihat piring yang penuh dengan berbagai lauk-pauk, lalu ia memandang Yoga.
Sedangkan Yoga melihat ekspresi Andita mengajukan pertanyaan, "Kenapa sayang ?" Tanya Yoga.
Andita mendelik ke arah Yoga, "Mas kira aku se-rakus itu !" Ujarnya ketus
"Tubuh kamu butuh nutrisi,supaya lebih sehat.tubuh kamu terlihat lebih kurus dari pertama kita kenal" ujar Yoga
"Ya.tapi gak begini juga,masa aku makan udah kayak kuli" sungut Andita
Yoga terkekeh mendengar ucapan Andita,sambil ia menyantap makan malamnya yang sudah terlewati karena insiden Drama tumbal tadi.
"Makanlah.mas tidak mau terlihat seperti lelaki jahat dan pelit, kalau kamu makin kurus sejak di sini" ujar Yoga.
Dengan cemberut Andita mulai menyantap makan malamnya,sedangkan Yoga hanya melirik sesekali tanpa berkomentar melihat Andita yang makan dengan lahap.
Yoga mengulum senyumnya dalam diam,kala melihat gadis itu sudah menghabiskan setengah piring nasi beserta lauk-pauk nya.
Yoga melanjutkan makannya dalam diam,hanya denting sendok dan piring yang terdengar.
Andita tersenyum malu-malu, saat matanya melirik Yoga yang tengah memperhatikan piringnya yang sudah kosong. "Hehehe...,aku ternyata lapar mas" ujar Andita malu mengingat protesnya tadi.
"Hm, ternyata Bu Bidan sama seperti kuli kalau lapar" goda Yoga,sambil berdiri membawa Andita ke taman belakang.
"Hahahaha" Andita tertawa lepas menanggapi ucapan Yoga.
Mereka duduk di bawah sinar bulan purnama yang telah hadir dengan sempurna,membiaskan cahayanya untuk kedua Insan yang sedang berbagi tawa dan canda itu.
melepaskan semua beban kerinduan di hati masing-masing, mengikis jarak yang sempat memisahkan mereka walau hanya beberapa hari.
...----------------...
Keesokan harinya.....
"Hallo Assalamualaikum" ujar Andita setelah teleponnya terhubung.
__ADS_1
"Walaikumsalam sayang.Nak, Mama rindu sekali sama kamu" ujaran Ayuningtyas di seberang sana saat mendengar suara merdu anak gadis semata wayangnya.
"Andita juga sangat merindukan Mama" jawab Andita.
"Kapan kamu kembali kerumah,Nak?" Tanya Ayu.
Andita menghela nafasnya, "Maafkan Andita 'ma,untuk saat ini biarlah Dita menjauh dulu dari sana" jawabnya dengan suara lirih.
Ayuningtyas mengerti bahwa anaknya mempunyai masalah,tapi dia belum mengetahui apa pemicu anaknya hingga pergi dan enggan kembali saat ini.
Apa sesakit itu hatimu Nak, Ayu membatin.
Jiwa seorang Ibu tentu saja ingin tau apapun menyangkut anak gadis nya, kali Ayu tidak akan diam lagi dia harus tau masalah anaknya yang sebenarnya.
"Halo 'ma ?" Panggil Andita
"Ah,ya sayang" jawab Ayu.
"Apa Mama baik-baik aja ?" Tanya Andita khawatir.
"Mama baik saja.tapi justru kamu yang tidak baik-baik saja,apa masalahmu Andita ?!" Tanya Ayu
"Beritahu Mama,jangan membuat Mama mencemaskan mu ! Aku Ibumu berhak tau masalahmu" Tukas Ayu.
"Apa yang sudah Bagas lakukan sama kamu !" Tanya Ayu langsung ke inti masalah anaknya itu,dengan nada tinggi.
Ayu mendengar isak tangis anak gadisnya,hatinya kian berkecamuk dan menyesal karena sudah memarahi anaknya barusan.
"Andita bicara sama Mama !" Seru Ayu.
Terdengar olehnya Andita menghela nafas panjang berkali-kali.
Ia menghela nafas panjang lagi, sedangkan Ayu tidak sabar mendengar penjelasan anaknya itu.
"Ber... Apa 'Dita?!" Tukas Ayu.
"Istri !" Jawab Andita singkat.
"Apa...!!!" Seru Ayu kaget, ia mengingat kejadian beberapa bulan lalu saat mengunjungi Desa tempat Andita bekerja.
"Iya mam',karena itulah Andita pergi.istrinya teman SMP Dita, Hanna.!" Jelas Andita
"Sudah Mama duga,kalau Bagas menyembunyikan sesuatu dari kamu Nak."
Pantasan saja,saat Aku menyinggung soal pernikahan mereka beberapa bulan lalu Bagas sangat terkejut.ternyata ini yang ia tutupi selama ini, dari putriku batin Ayu.
"Maafkan Mama Nak,karena tidak mengetahui hal itu.
Mama tidak menduga masalahmu seperti itu,mama mengira kalian hanya bertengkar biasa waktu itu" ujar Ayu panjang lebar.
"Tidak apa-apa 'ma,Andita baik-baik aja kok.
Lebih baik tau sekarang, daripada tau setelah
Dita terlanjur menikah dengannya. Dita akan menyikapi masalah ini sebaik mungkin,
Mama jangan mencemaskan putri Nakal mu ini ya, putrimu baik-baik saja bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya" ujar Andita meluaskan pemikiran Ayuningtyas,karena dia tidak mau orang tuanya ikut larut memikirkan masalahnya.
"Syukurla kalau kamu lebih baik disana Nak.
__ADS_1
jika ada waktu pulanglah Mama merindukan mu.andai Mama tau keberadaan putrinya,
Mama pasti akan mengunjungimu, sayangnya Mama tidak tahu" ujar Ayu berharap Andita memberitahu keberadaan nya.
"Hahaha...,Mama memang jago soal menyindir anaknya.tapi maafkan Dita,sekarang belum tepat waktunya ma.
Biarkan putrimu menenangkan hati dan pikirannya dulu" ujar Andita.
"Dita pasti pulang mam,anakmu ini juga sangat merindukan wanita tercantik disana" ujar Andita memberikan ketenangan untuk Ayuningtyas.
"Baiklah.kamu selalu pintar merayu Mama, jaga dirimu baik-baik.mama tunggu kepulangan mu atau sebaliknya !." Tukas Ayu tegas.
"Siap.malaikat ku juga bidadari ku, Dita mencintai mu ma".
"Mama harus pergi sekarang,ingat jaga dirimu lalu segera pulang ! Assalamualaikum". Ujar Ayu mengakhiri percakapan mereka di sambungan telpon nya.
"Walaikumsalam, Wanita tangguhku". Jawab Andita sambil tersenyum.
"Aku pasti kembali ma, untuk menyelesaikan masalahku dengan Bagas dan Hanna.setelah hatiku benar-benar siap menerima kenyataan itu" Ujarnya lirih.lalu, meletakkan kembali ponselnya di nakas.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.25 menit menjelang siang,ia sengaja menghabiskan waktunya ditempat tidur pagi ini dikarenakan hari libur.
Gadis itu beringsut bangun menyibak selimutnya, lalu memasuki kamar mandi.
Setelah selesai menyegarkan tubuhnya,Andita menarik gorden penutup kamarnya.
Dengan pakaian rumahan kaos longgar dan hotpants membalut tubuh indahnya,ia melangkah meninggalkan kamarnya.
Andita membuka pintu balkon, memandang lautan sejenak.
Andita mendapati ada secangkir kopi dan susu di atas meja balkon dan sarapan yang tentunya sudah dingin,Andita mengingat kejadian semalam,lalu gadis itu mengulas senyumnya." Mas Yoga" lirihnya,ia bergegas berbalik menuju lift.
Mata Andita celingukan mencari sosok Pria tampan pemilik rumah itu, Yoga yang baru masuk dari halaman samping menatapnya sejenak dan melangkah menghampiri gadis itu.
"Selamat pagi Nona" ujar Yoga mengulas senyum hangat menyapa gadisnya itu.
Andita berbalik ke arah suara yang menyapanya, "Mas menunggu ku ? Maafkan aku, karena bangunnya siang" ujarnya dengan mimik wajah bersalah.
Yoga tersenyum, lalu membuka kedua tangannya menanti gadis itu menyambut pelukannya. memang ia menanti gadis itu pagi tadi untuk sarapan bersama sambil menyaksikan bentangan lautan di pagi hari, karena Andita masih bergelut bersama mimpinya. ia memilih turun dan bercengkrama dengan para pekerja dirumahnya, hal yang sudah lama tak ia lakukan selama meninggal kota tersebut.
Ia juga meminta Mang Amin mencari pekerja profesional untuk membuat taman bunga khusus untuk Andita.
Wangi parfum bunga lily menyapa penciumannya,seulas senyum terbit di wajah Yoga. "Hm...Wangi sekali calon Istrinya mas" ujar Yoga sambil mengecup puncak kepala Andita yang berada dalam pelukannya.
Andita mendongak menatap Yoga,sementara debaran jantungnya seakan menggedor ingin keluar menampakkan aksinya yang sedang meronta-ronta disana.
...----------------...
"To Be Continued"
hayo like dan komentar.
bagaimana saran kalian reader mengenai perasaan Andita terhadap Yoga ??
selipkan sarannya di kolom komentar.
nantikan cerita selanjutnya...yang akan sedikit menanjak😁🤪
salam hangat dan jangan lupa bahagia selalu untuk pembaca "Pacarku Suami Temanku."
__ADS_1