Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~51


__ADS_3

"Ayu...!!" Teriak Brata


Brata segera meraih tubuh Ayu kedalam dekapannya, tangannya menghapus sudut bibirnya yang berdarah akibat tamparan Anjani.


"Mas sudah bilang,jangan kesini tapi kamu masih keras kepala." Ujar Brata


Anjani semakin kalap saat melihat Brata mendekap Ayuningtyas di hadapannya, di tambah lagi lelaki itu menyeka luka di sudut bibirnya.


"Kau harus mati bersama putrimu Ayuningtyas,kalian menghancurkan hidupku !!" Anjani meraih dan melayangkan guci yang ada di sampingnya tepat di kepala Ayuningtyas.


Braak....guci itu menimpa kepala Ayuningtyas. Tangan Brata kembali melindungi kepala Ayuningtyas, Namun tak urung benda itu mengenai kepala perempuan itu, darah segar mengucur di pelipis Ayuningtyas dan juga tangan Brata.


Brata bangkit,matanya berkilat bagai bara api.


"Aku sudah menahan diriku Anjani untuk tidak menyakiti fisikmu karena masih memikirkan perasaan putraku,tapi kali ini kau benar-benar sudah keterlaluan !!" Brata menampar keras pipi Anjani berulang kali.


Pl*k...pl*k...wajah Anjani terlempar ke kiri dan kanan.seketika matanya menatap pada pisau yang terletak di atas meja,di samping buah yang di kupas nya tadi.


Dengan gerakan cepat Anjani menyambar pisau di atas meja dan menghunuskan pisau tersebut ke tubuh Ayuningtyas dengan tiga tusukan, d*rah segar mengalir deras dari perut dan dada serta bahu Ayuningtias.


sedangkan Ayu tidak dapat menghindari serangan tiba-tiba Anjani, perempuan itu dengan buasnya menyerang tubuhnya bagai harimau menerkam mangsanya.


"Ayuningtyas...!!" Seru Brata mengejar tubuh Ayu yang sudah lunglai.


Ayuningtias menatap d*rah yang mengalir dari tubuhnya dengan tatapan tak dapat di artikan, setelah itu tubuh mungil dan ramping Ayuningtyas tersungkur dilantai dengan bersimbah d*rah.


di waktu bersamaan,Tiba-tiba Bagas berteriak memanggil Brata.


"Pa !! Papa!! Andita pa, tubuhnya Andita membiru pa !!" Teriak Bagas seraya masuk kembali kedalam rumah.


Ketika kakinya menginjak ambang pintu, Betapa terkejutnya Bagas melihat hal yang terjadi di depan matanya saat ini. sementara Anjani masih memegang pisau yang berlumuran d*rah di tangannya. Wajahnya menyiratkan kekacauan dan ketakutan secara bersamaan


"Papa cepat bawa tante Ayu,kita kerumah sakit sekarang !!" Seru Bagas tanpa banyak bicara lagi, dia sudah memahami apa yang terjadi.


"Dan kau Ibu jahanam, Sepertinya kau tidak pantas di sebut sebagai ibu !! Siapkan dirimu untuk membusuk di penjara, aku menyesal dilahirkan dari rahim mu !!" Seru Bagas seraya berlari mengejar langkah Brata.


Bagas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sesekali ia melirik wanita di samping nya yang tubuhnya semakin membiru.sementara Brata terus memegangi perut Ayuningtyas yang terus-menerus mengalir kan d*rah, satu kata untuk Bagas dan Brata PANIK.


Anjani hanya menatap kosong kearah kepergian suami dan anaknya perempuan itu bersimpuh menangis atas apa yang telah ia perbuat, tindakannya untuk mempertahankan suaminya berakhir dengan sia-sia. bagai menggenggam pasir, semakin erat ia genggam semakin banyak pula yang terbuang.


Tindakannya kali ini akan benar-benar memisahkan nya dari suami juga Anaknya, Anjani meraung-raung menangisi perbuatannya.


entah apa arti tangisan Anjani, tangis tidak siap kehilangan suami dan anaknya atau tangis penyesalan.

__ADS_1


...----------------...


Anjani merupakan sosok sahabat yang baik bagi Ayuningtias, namun seiring waktu berjalan kebaikannya berubah menjadi kebencian karena melihat Ayuningtyas di cintai seorang Brata Anak pengusaha sukses.cemburu tertanam dalam di lubuk hatinya, karena perempuan itu diam-diam juga menaruh hati pada Brata. Namun cintanya tak terbalas, hingga perempuan itu memiliki rencana busuk di belakang sahabatnya Ayuningtyas.


Berakhirlah dengan pembakaran rumah orang tua Ayu dan merebut suaminya, ambisinya tidaklah sampai di situ. Setelah masuk dalam keluarga Subroto, Anjani memiliki obsesi untuk menguasai seluruh harta kekayaan keluarga Subroto.


Semuanya berhasil ia dapatkan, namun ia tidak pernah mendapatkan kebahagiaan dan cinta yang tulus.


Kini kecemburuan, ambisi dan obsesi nya, hanya menghancurkan hidupnya dan akan menghantarkan raganya menuju jeruji besi.


...----------------...


Jam 1 malam waktu setempat....


Andita masuk ruang ICU dan Ayuningtias masuk ruangan operasi, karena tusukan Anjani mengenai lambung dan usus Ayuningtyas.


Begitupun dengan Brata sudah mendapatkan perawatan meskipun hanya terluka di bagian telapak tangannya saja, Brata terus memandangi wajah Andita yang sudah sedikit memerah karena sudah di berikan penawar racun yang menjalar di tubuhnya.


"Pa tunggulah disini, Bagas pergi sebentar." Pamit Bagas


"Mau kemana nak ?" Tanya Brata


"Ganti baju dan ke kantor polisi, Mama harus menerima ganjaran atas perbuatannya.perbuatan kriminalitas yang Mama lakukan, tidak bisa dilindungi bukan tidak mungkin hal ini akan terulang kembali." Ujar Bagas sedih.


"Kau benar Nak" sahut Brata menatap iba pada putranya itu.


"Baiklah Bagas pergi dulu,kalau ada apa-apa segera hubungi." Ucapnya sambil berlalu meninggalkan Brata yang masih berdiri menatap Andita di ruang ICU.


sesampainya di apartemen Bagas membersihkan dirinya dan berganti baju pikirannya yang berkecamuk di kesamping nya terlebih dahulu, tujuan utamanya adalah kantor polisi.


bisa saja Bagas meminta bantuan Erwin dan Robert, tapi pria itu tidak ingin siapapun mengetahui bahwa ibunya seorang kriminal sekalipun mereka sahabatnya. sebisa mungkin ia akan menutupi apa yang terjadi pada keluarganya dari mereka, mengingat status sosial mereka di muka umum.


Siapa yang tidak mengenal pemilik Subrata group terutama di kalangan bisnis, apapun yang terjadi Bagas tidak ingin kasus tersebut mencuat dan menjadi konsumsi publik demi kelangsungan bisnis keluarga nya dimasa depan.


yang terjadi saat ini sudah tidak bisa di hindari dan di halangi, namun hidupnya sudah pasti akan terus berlanjut.


...----------------...


Bagas menangis pilu setelah melaporkan seseorang yang telah melahirkan nya ke dunia ini, siapapun dia perbuatannya tidak bisa di tolerir lagi.


selain itu Bagas juga tidak bisa menerima kenyataan bahwa Andita adiknya, bagaimana cara nya ia merubah perasaan cintanya terhadap seorang gadis menjadi cinta kepada seorang Adik.


"Aghhh..." Bagas berteriak memukul stir mobilnya.

__ADS_1


"Apa semua ini karma atas perbuatan Papa dan Mama di masa lalu ? lalu apa salahku ? kenapa aku yang harus menanggung semua ini ?" desah Bagas dalam tangis.


Bagas menatap kedalam rumah di mana Anjani berada, mobil pihak berwajib sudah tiba disana untuk melakukan penangkapan atas laporannya tadi.


Dari kejauhan Bagas menatap wajah Anjani yang tertunduk dan tangan terborgol di dorong masuk kedalam mobil itu, yang menjemput nya menemui Bui yang sudah lama menantikan kedatangan nya. tak jelas raut wajahnya menampilkan Ekspresi apa karena karena jarak antara Bagas dan dirinya cukup jauh.


"Maafin Bagas ma, semoga mama bisa belajar dari semua ini dan semoga Tuhan mengampuni dosa yang telah mama perbuat selama ini." gema hati Bagas. lalu Pria itu beringsut meninggalkan rumah tersebut, memacu mobilnya menuju rumah sakit.


...----------------...


Sementara di seberang nun jauh di sana, seorang Pria tampan tenga gelisah menantikan kabar menyangkut kepergian Andita yang belum kembali menurut kabar terakhir yang ia terima dari calon mertuanya.


Pukul 5 subuh setelah selesai melaksanakan kewajibannya sebagai muslim Pria itu menceritakan perihal yang terjadi pada Andita, dengan wajah prihatin Chang Lie dan Indira memeluk putra sulungnya itu.


"Bersiaplah, kita berangkat pagi ini." ujar Chang lie seraya menepuk pundak Yoga lembut.


"Shinee ikut ma,pa." ucap gadis itu yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


Indira Kamania menatap gadis cantik itu, wajah cantik campuran sunda dan Cina membuat paras gadis itu benar-benar jelita.


"Apa kamu tidak lelah, baru juga datang tadi malam.sebaiknya kamu istirahat aja di rumah." ucap Indira


"Shinee baik-baik aja kok ma." jawab gadis itu


"Ya sudah,bersiaplah kita akan terbang lebih awal." ujar Indira seraya berlalu ke kamarnya meninggalkan anak gadisnya.


gadis itu pun beranjak kembali ke kamarnya sesuai perintah ibunya untuk bersiap menengok calon kakak iparnya, ia sangat penasaran akan hal itu. makanya saat kakak tampannya mengabari bahwa akan melaksanakan lamaran seminggu lagi, dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia demi menghadiri kebahagiaan kakaknya itu.


Tak lama kemudian Chang Lie family sudah siap untuk berangkat menuju Bandara.


"Mas datang sayang, semoga kamu baik-baik saja." batin Febry Prayoga


...----------------...


**TBC**


jangan lupa tinggalkan jejaknya


dengan vote dan like nya.


"emosi, cemburu dan iri yang terpelihara di dalam hati hanya akan menghancurkan diri"


perasaan cinta yang dimiliki Anjani bukanlah cinta yang sebenarnya melainkan cinta berlandaskan iri dan obsesi.

__ADS_1


salam manis dari Mentari Impian 🙏


__ADS_2