
10 bulan kemudian.....
Tak terasa sudah 10 bulan Andita meninggalkan provinsi K, meninggalkan tanah kelahirannya, meninggalkan Ibunya serta meninggalkan kenangan pahitnya bersama Bagas Prawijaya Subroto.
Dengan langkah pasti Andita turun meninggalkan kamarnya beserta senyum manis terus menghiasi wajah cantiknya, Bi Ima yang berdiri di sampingnya pun turut bahagia menyaksikan pemandangan menyejukkan hatinya itu.
Senyuman manis Febry Prayoga menyambut kedatangan Andita yang baru keluar dari pintu lift istananya itu, dan Bi Ima segera berlalu membawakan koper Andita lalu menyerahkan koper itu pada suaminya yang tak lain Sopir pribadi Prayoga.
"Are you ready to go now,babe ?" Tanya Yoga semangat.
"Hm ... of course, as you can see." jawab Andita tak kalah semangat dari Yoga.
Dengan wajah bahagia Prayoga meraih tangan gadis cantik itu, menggandengnya keluar menuju mobil yang sudah siap menghantarkan mereka ke Bandara.
"Siap Mang ?" Tanya Yoga pada Mang Amin.
"Siap tuan." Sahut Mang Amin sembari membungkuk.
Andita menoleh menatap Bi Ima,ia melangkah menghampiri perempuan tambun itu seraya memeluknya.
"Bi, Dita pergi dulu ya." Pamit Andita sembari menyalami Bi Ima.
"Iya Non,semoga selamat sampai tujuan." Jawab Bi Ima.
Begitupun dengan Prayoga setelah berpamitan pada Bi Ima, Yoga dan Andita masuk ke mobil yang sudah siap membawa mereka.
Perlahan namun pasti, Mang Amin mulai mengemudi membela jalanan yang cukup ramai dan padat oleh pengendara yang melintas di jalan raya itu. ya, begitulah suasana akhir pekan di kota Transit tersebut.
Sepanjang jalan tautan tangan kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu, tak terlepas meskipun hanya sebentar.
Andita merebahkan kepalanya di dada bidang Pria disampingnya itu, dan tentunya langsung di sambut kecupan manis bibir Prayoga pada dahi gadis itu.
" Mas, setelah dari Jakarta aku pulang dulu ya." Ucapnya seraya mendongak menatap wajah Yoga.
Yoga terdiam sesaat, sebelum ia menanggapi ucapan Andita.
"Mas ?" Panggil Andita.
"I--ya sayang." Sahut Yoga tergagap.
Kalau boleh jujur dan egois ia tidak rela Andita kembali ke Kota itu, tapi Yoga harus berpikir luas dan dewasa dalam mengambil sikap.
Disana ada seorang Ibu yang selalu menunggu kepulangan anaknya dan sudah pasti sangat merindukan putri tunggal nya itu.
Desah nafas berat terhempas dari mulut Prayoga, ketakutan nya akan kehilangan perempuan yang di cintai nya menyeruak begitu saja. Tentu saja ia takut karena disana juga ada Bagas, yang selalu mengharapkan kehadiran Andita kembali.
Lagi-lagi nafas panjang Yoga terlepas tanpa kendali.
"Iya, pulanglah.calon mertua mas pasti sangat merindukan mu" Ucap Yoga sambil tersenyum manis untuk menutupi kegundahan hatinya.
__ADS_1
"Dan...." Ucapan Yoga terjeda,lalu ia menatap dalam pada mata Andita mencari keberadaan cinta gadis itu untuk dirinya.
Dahi Andita berkerut menatapnya. "Dan apa mas ?" Tanya Andita.
Entah kenapa tiba-tiba keraguan hadir di benak yoga.ya, dia meragukan cinta Andita padanya.
"Sayang, apa kamu mencintai mas dari sini ? Bukan cinta karena kebersamaan kita selama ini ?" Ujar Yoga sambil menunjuk dada Andita.
Andita tersenyum lembut,ia mengerti akan kegundahan Pria itu. Dan tangannya meraih jemari Yoga,lalu meletakkan tangan besar itu di dadanya.
"Rasakan debaran jantungku,rasakan dengan hatimu melalui sentuhan tanganmu, mas.disana ada getaran cintaku untukmu, kebersamaan kita adalah penguat dan pengikat rasa ini." Ucap Andita lembut, tangannya ikut bertumpu di atas tangan Yoga.
Yoga memeluk erat gadis itu. "Maafkan mas sayang, sudah meragukan mu. Mas takut untuk kembali kehilangan" Ujar Yoga.
"Percayalah,aku mencintaimu dari sini." Ujar Andita menunjuk dadanya,memberi kenyakinan pada Pria itu.
Yoga tersenyum dan mengangguk. "Pulanglah, setelah ketemu Papa dan Mama.selesai kan urusanmu disana, setelah itu kabarkan segera biar keluarga mas datang kesana." Tukas Yoga.
"Kenapa keluarga mas kesana ?" Tanya Andita sambil senyum-senyum.
"Mau numpang makan-tidur !" Sahut Yoga sewot karena di candain sama Andita di saat dia sedang bicara serius.
"Hahaha...,gitu aja sewot." Ledek Andita.
Yoga membuang tatapannya keluar jendela.
Tanpa menanggapi ucapan Andita, Yoga segera turun dan meraih tangan gadis itu. karena mobil yang membawa mereka sudah tiba di Bandara H.Nadim, Mang Amin mengikutinya langkah Tuan-nya sambil membawakan koper milik Andita.
"Terima kasih Mang" ucap Yoga pada Mang Amin saat mereka sudah berdiri di pintu masuk. Yoga mengambil alih koper di tangan sopirnya, setelah berpamitan mereka segera masuk dan melakukan proses penerbangan ke kota tujuan.
...----------------...
Pesawat yang membawa Yoga dan Andita telah tiba dengan selamat di Bandara S.Hatta, sebelum turun tak lupa mereka mengucap syukur atas penerbangan yang tanpa kendala apapun selama mereka berada di udara.
"Alhamdulillah,sampai dengan selamat" ucap Andita.
Mereka turun beriringan dengan penumpang lainnya, Yoga menggandeng tangan Andita menuju pintu kedatangan di Bandara tersebut dalam diam.
"Mas masih kesal sama aku ?" Tanya Andita sama Pria tampan berkacamata hitam yang menggenggam erat tangan nya itu.
Yoga meliriknya sekilas,lalu kembali menatap lurus arah jalan mereka.
"Tidak sayang" sahut Yoga lembut.
"I love you" ujar Andita sambil memberikan hadiah kecupan lembut pada jemari yang sedang terpaut dengannya itu.
"Bersiaplah untuk bertemu calon mertua mu" Yoga menimpali ucapan Andita.
Andita mengangguk dan menatap sekitarnya,matanya terserobok pada mata tajam seorang laki-laki gagah yang sedang menatapnya dari jarak tidak begitu jauh darinya.
__ADS_1
Langkahnya terhenti meneliti sejenak wajah laki-laki itu, cukup familiar baginya.
"Ayo sayang." Ajak Yoga menggamit tangan Andita,ketika gadis itu berhenti mengikuti langkahnya.
Andita kembali berjalan dan sesekali menoleh pada sosok laki-laki itu,yang masih berdiri menatap kepergian nya. Otak Andita terus mengingat sosok itu,membuka lembaran memori ingatan nya.
'Siapa dia? kenapa dia terus menatapku ?
Seketika bayangan wajah Bagas menari di pelupuk matanya.
'Dia mirip sekali dengan wajah Bagas,ya mirip Bagas' batin Andita.
apa dia Ayahnya Bagas ? Andita terus memikirkan laki-laki tadi.
Langkah Andita dan Yoga berhenti tepat pada sebuah mobil mewah yang sudah menunggu untuk menjemput kedatangan mereka.
"Selamat datang Tuan" sapa sang sopir ramah,lalu membuka pintu untuk Yoga dan Andita.
" Apa kabar tuan,makin cakep aja sejak lama tak pulang." Ujar sang Sopir polos cengengesan.
"Alhamdulillah sangat baik, kalo soal cakep udah dari sononya." Seloroh Yoga pada sang Sopir.
Sang sopir hanya terkekeh kecil mendengar ucapan Dokter tampan itu, sementara Andita masih larut dalam pikirannya tentang laki-laki di Bandara tadi.
Yoga melirik Andita yang hanya diam saja sejak tadi.
"Sayang...,apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Yoga.
"Sayang...?" Panggil Yoga lagi.
Tangannya meraih wajah Andita yang menatap keluar jendela mobil.
"Ya mas, ada apa ?" Tanya Andita.
"Kamu baik-baik aja ?" Tanya Yoga mengulang pertanyaan nya tadi.
"Ya.aku baik mas,hanya lelah aja." Jawab Andita berbohong
"Ya sudah sebentar lagi sampai,kamu bisa istirahat." Ujar pria itu mengelus rambut Andita.
Tanpa menunggu perintah sang Sopir menambah kecepatan laju kendaraan yang di kemudikan nya, keberuntungan sedang berpihak pada mereka lalu lintas lancar tanpa adanya kemacetan seperti biasanya.
...----------------...
"To Be Continued"
ikutin terus ceritanya😘 dan jangan lupa dukung selalu karya Mentari Impian dengan vote dan like.
terimakasih banyak untuk yang sudah berpartisipasi membangun semangat author😘🙏
__ADS_1