Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~55 "Selamat Membaca"


__ADS_3

Air mata Bagas meluncur deras melalui wajah tampannya, hatinya sakit bagai teriris sembilu. sakit sekali saat terpaksa merelakan gadis yang di cintai bersama pilihannya, dunianya bagai runtuh semua kepahitan dalam hidupnya datang silih-berganti bagai tak ada habisnya.


Bagas menengadah menatap langit yang gelap menyelimuti malam,lalu ia tertawa terbahak-bahak menertawakan dirinya sendiri.


"Hai dunia !! Lihatlah aku, lihat aku !! Betapa mirisnya takdir yang harus aku terima !!" Seru Bagas terus tertawa.


Bagas bersimpuh tergugu bersama tangisnya, tangis meratapi nasibnya.


Memiliki Ibu namun tidak pernah mencintainya dengan tulus, menikah karena terjebak, memiliki kekasih tapi juga meninggalkan nya.


"Apa belum cukup tuhan ? Masih ada yang lainnya ? Masih ada yang lebih sakit daripada ini !!" Seru Bagas.


Bagas meninggalkan area rumah sakit pergi menuju Club sahabatnya Erwin, menghabiskan waktu di sana mungkin membuat dirinya sedikit melupakan kesakitan yang sedang menderanya.


Setibanya di Club, Pria itu langsung masuk ke ruangan VIP ia hanya ingin sendiri tanpa gangguan siapapun. Erwin melihat kedatangan Bagas,sebagai sahabatnya tentu ia akan mempertanyakan prihal pertemuan nya dengan Andita, mengingat Andita sudah kembali beberapa hari yang lalu.


Erwin menatap Bagas di keremangan cahaya lampu ruangan tersebut matanya memicing kearah sahabatnya, lalu duduk di Sofa samping Bagas.


"Hai bro, bagaimana cerita soal Andita ?" Tanya Erwin langsung ke topik pembicaraan.


Bagas hanya bungkam tanpa berniat menanggapi ucapan Erwin, ia terus menenggak minuman yang tersedia di mejanya.


"Hei bro, lo ada masalah ?!" Tanya Erwin lagi


"Dia adik gue !!" Sahut Bagas kemudian tanpa menghentikan kegiatan nya.


"Hah !! Maksud lo, Andita adik lo ? Gimana ceritanya ?" Tanya Erwin terkejut.


Bagas tidak ingin memberitahu tentang semuanya, dia hanya melengos dan kembali menikmati alkohol kadar tinggi di hadapannya saat ini.


"Stop 'gas !! Lo bisa mabuk !!" Cegah Erwin karena Bagas menyesap Alkohol tersebut bagai minum air putih.


"Gue gak peduli, matipun gue terima saat ini !!" Seru Bagas seraya tertawa terbahak-bahak.


Tiba-tiba Clara hadir di antara mereka, ia duduk tanpa ragu di samping Bagas. Pria itu mendelik tajam pada Clara, matanya menyiratkan kemarahan.


"Hei perempuan gatel !! siapa suruh lo duduk disini, huh !!" Bagas marah pada Clara


"Disuruh ataupun tidak gue mau di sini !!" Balas Clara.


Perempuan itu tersenyum miring sifat manjanya lenyap begitu saja, kali ini keinginan nya untuk mendapatkan Bagas seutuhnya tidak akan ia sia-siakan. Clara sudah mencari tau banyak tentang sosok Bagas meskipun sepupunya tidak pernah memberikan informasi tentang nya, toh status mereka sama duda dan Janda.


"Lo ngapain kesini,huh !" Ujar Erwin tidak suka atas kehadiran sepupunya itu.


"Suka-suka gue dong !!" Jawab Clara acuh.


Erwin menatap geram pada Clara, Erwin tidak mau perempuan itu kembali berulah di hadapan sahabatnya lebih-lebih Bagas saat ini terlihat sedang kalut sekali.

__ADS_1


Erwin beranjak menghampiri Clara menarik tangannya dan menyeret perempuan itu untuk menjauh dari Bagas, tapi perempuan itu membalas mendorong tubuh Erwin. Erwin yang berdiri dalam kondisi tidak siap terjengkang kebelakang, dan hal itu membuat Bagas marah pada perempuan itu.


Bagas mendorong tubuh Clara kesudut ruangan temaram itu, giginya gemeletuk menahan amarahnya.


"Kau mau apa perempuan gatel !!" Sarkas Bagas mencekal kuat tangan Clara


Dengan tersenyum menggoda dan tatapan yang mendamba,dengan lancangnya Clara menyentuh wajah pria itu. "Aku menyukai mu" ucap Clara


"Cih...!! Kau menjijikkan !!" Tukas Bagas


"Pergi dari sini, sebelum aku..." Geram Bagas tanpa melanjutkan kata-katanya.


"Hahaha..., sebelum apa sayang ? Sebelum kau meniduri ku ?" Tanya Clara bergerak-gerak sensual.


"Hm..., sebelum aku mencekik mu !!" Bentak Bagas, lalu kembali ke tempat duduknya semula.


Cara menatap geram pada Bagas "Sekuat tenaga kau menolak ku,sekuat itu juga aku mengejar mu." Desis Clara, lalu pergi meninggalkan ruangan Bagas.


"Perempuan murahan !!" Omel Bagas


"Bro maaf sudah membuat lo gak nyaman." Ujar Erwin


"Hm"


Bagas hanya sedikit bergumam menanggapi ucapan Erwin, tanpa menoleh sahabat nya itu. Erwin pun bangkit menjauh dari Bagas memberi waktu sendiri baginya, ia akan mengawasi sahabat nya itu dari kejauhan saja.


...----------------...


"Gue akan cari tahu penyebab Lo nolak gue" geram Clara di sela-sela minumnya.


perempuan itu sudah lelah hidup tak berujung kesana kemari semua menolaknya, sejak perceraian nya dengan suaminya dulu. kesalahan nya di masa lalu, membuat dirinya sulit di terima kembali oleh keluarganya.


Clara hanya di anggap aib yang sangat memalukan bagi keluarganya, hanya sepupunya Erwin yang masih menerima kehadiran nya.


Rendi pun sejak kejadian tertangkap basah waktu itu juga menghilang bagai di telan bumi, Clara mendesah menarik nafasnya.


"Menyesal sudah tidak berguna" desisnya.


...----------------...


Esok hari di rumah sakit Prayogo


Andita menangis tersedu-sedu dalam pelukan Prayoga setelah mendengar cerita tentang semua yang menimpa dirinya dan Ayuningtyas.


fakta menarik pun tak luput di ceritakan oleh Yoga, mengenai hubungannya dengan Bagas yang merupakan kakak dan adik.


"Tidak. papaku Bernando Sakapraja,bukan papa nya Bagas." ucap Andita

__ADS_1


Andita mendongak menatap Yoga, ada khawatir di sorot matanya "Mas bagaimana dengan rencana pernikahan kita, apa papa dan mama masih menerima ku ? setelah tau masalalu keluarga ku ?" tanya Andita khawatir


"Apapun kisah masa lalu orang tuamu, tidak berpengaruh bagi Papa dan Mama."


"Sayang, siapa pun Ayah biologis mu tidak akan merubah keputusan mas untuk menikahi mu." ucap Yoga mantap. lebih cepat menikahi Andita akan lebih baik, bukan tidak mungkin akan banyak fakta lain bermunculan setelah Ayuningtyas sadar.


"Aku mau melihat Mama mas" lirih Andita dalam tangisnya.


"tunggu di sini, mas akan meminta pihak rumah sakit memindahkan Mama kesini." ujar Yoga sambil mengecup pipi gadisnya itu.


Sementara itu Chang lie dan Indira juga Shinee pergi mengantar Dr.Jorge ke Bandara, sedangkan Brata pergi memenuhi panggilan dari tim penyidik kasus Anjani di kantor polisi.


Yoga tersenyum menatap wajah Andita saat kembali duduk bersama nya, ia meraih kedua tangan gadis itu Menangkup nya di pipinya lalu mengecup secara bergantian tangan halus calon istri nya itu.


"Setelah kita menikah,mas mau dimana pun kita tinggal Mama harus tetap bersama kita. mas gak mau mama kenapa-napa lagi, kasihan juga mama sendiri." ucap Yoga sambil menatap Andita


Andita menatap calon suaminya itu, lalu mengangguk dan membalas kecupan lembut prianya itu.


"Terima kasih mas." ucap Andita


Yoga tersenyum membelai lembut wajah Andita, "Semua itu akan menjadi tugas dan tanggung jawab mas sebagai suami dan menantu bagi Mama, sayang." sahut Yoga


Kemudian beberapa perawat mengetuk pintu ruangan Andita, Yoga berdiri untuk membukakan pintu.


"Silakan." perintah Yoga


Beberapa perawat itu masuk dan mendorong ranjang elektrik tempat Ayuningtyas, beberapa kabel monitor ICU menempel di tubuhnya jarum infus tertancap di pergelangan tangannya.


"Mama !!" seru Andita meraung menangis dan memeluk tubuh Ayuningtyas.


"Maafin Dita, semua ini karena Dita." ucap Andita di sela tangisnya.


Yoga menatap iba pada kedua perempuan itu, tekatnya untuk menjadi pelindung bagi kedua perempuan itu semakin kuat.


"Sayang...sabar dan ikhlas ya.berdoa, semoga mama cepat pulih seperti sedia kala." ucap Yoga menenangkan Andita


"Tidak perlu menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi" katanya lagi


"Kita sama-sama merawat dan menjaga mama ya." bujuk Yoga lembut


Andita mengangguk dan menghambur dalam pelukan Yoga, pria itu mendekapnya erat dan memberikan kecupan-kecupan sayang di kepala Andita.


...----------------...


TBC


jangan lupa vote dan like nya

__ADS_1


__ADS_2