Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB 21 * happy reading *


__ADS_3

Empat tahun berlalu, Yoga menutup rapat pintu hatinya untuk semua perempuan hingga Andita datang mengganggu pikirannya dan mengusik hatinya.


Entah kebetulan atau apa ternyata gadis itu mempunyai pengalaman yang sama dengan dirinya hanya sedikit yang membedakan masalah mereka, antara Andita dan Hanna tidak saling mengetahui jika Pria yang mereka cintai adalah Pria yang sama, sedangkan Bagas tak mengetahui jika antara Istrinya dan pacarnya adalah sahabat sejak mereka SMP.


Sedangkan masalalu Yoga,antara dirinya dan sahabat nya saling mengetahui bahkan saat pernikahan mereka Rendi adalah sosok pendamping Yoga.sudah sangat jelas hubungan antara Rendi dan Clara di sengaja,dan memanfaatkan waktu kepergian Yoga waktu itu.


Yoga menghela nafas dalam, "Andita..." Lirihnya.


Ia teringat sosok gadis itu Yoga segera mengunci rapat pintu kamarnya, dan tak pernah membiarkan seorangpun yang masuk kesana kecuali dirinya. karena masih banyak foto-foto pernikahannya disana, bahkan baju-baju Clara masih tersusun rapi di lemarinya.


Yoga melangkah menuju lantai atas, di mana Andita istirahat.


Tok...tok...tok...


Yoga tidak mendengar sahutan dari dalam, apa Andita masih tidur...? batinnya.ia mendorong pintu kamar gadis itu,namun tak mendapatinya disana.


Dia juga mengecek kamar mandi juga tak menemukan sosok gadis itu


Yoga mengecek lemari, baju-baju Andita masih tersusun rapi di sana.


"Mungkin di lantai dasar." Tebak Yoga


Ia turun,tapi sama sekali tak menemukan Andita, di Gazebo taman samping tak ada,halaman depan juga tak nampak.Yoga panik, ia berdiam diri berpikir sejenak, "Apa Andita kabur karena marah padanya.?" pikir Yoga bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


pembantu nya melihat kecemasan dan kebingungan di wajah yoga,ia menghampiri Tuannya itu.


"Tuan.apa ada yang perlu di bantu, ?" Tiba-tiba salah satu pembantu nya memanggil dan bertanya.


"Ah...,ya Bibi. apa melihat Andita,?" Tanya Yoga dengan mimik khawatir.


"Non Andita, ada di taman belakang tuan." Jawab Bibi pembantu.

__ADS_1


Yoga Garuk-Garuk tengkuknya yang tak gatal,seketika wajahnya kembali bersinar lembut dan tersenyum. "Kenapa pikiranku tak sampai ke taman belakang." Gumamnya.ia meninggal kan pembantu nya yang sedang menatapnya heran, tanpa permisi Yoga pergi menyusul Andita ke taman belakang.


Yoga meneliti setiap sudut taman tapi tak menampakkan gadis yang di carinya,lalu telinganya menangkap gelombang suara air. kakinya melangkah mendekati kolam renang, seketika itu juga matanya melotot menyaksikan Andita yang hanya memakai bikini,sedang meliuk-liuk kan tubuh indahnya. tubuh Yoga menegang kaku setelah sekian lama hanya gadis itu yang mampu menggugah jiwanya yang sepi, kehadiran Andita menyadarkan Yoga bahwa dia laki-laki normal butuh sosok pendamping yaitu seorang perempuan.


Yoga melangkah lebih dekat ke bibir kolam renang, "Apa luka kamu sudah membaik,?" Tanyanya sambil berjongkok tanpa memanggil terlebih dulu gadis yang sedang membelakangi nya itu.


Andita menoleh..., "Sudah lebih baik." Jawabnya cuek


Desiran darah dalam organ tubuhnya mengalir deras menuju otaknya, jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat. Yoga terpaku tanpa berkedip menatap pemandangan di hadapannya saat ini,


Andita bingung melihat Dokter tampan itu hanya terdiam sepi. senyuman jahil mengembang di bibir gadis cantik bertubuh molek itu, ia menyiram Yoga lalu terbahak-bahak tanpa memperdulikan Yoga yang setengah kuyup di buatnya.


"Hei Dokter tampan,! Kalau mau melamun jangan di sini.!" Seru Andita masih sambil


Terkikik melihat tubuh Yoga basah karena nya.


Yoga berdiri melepaskan bajunya serta celana pendek rumahan nya,kini hanya tersisa Boxer yang menutupi bagian tubuh gagah perkasa itu.


"Kalau begitu aku akan bergabung Bu Bidan."


Tiba-tiba Andita tercekat mendapati lengan kokoh dan kuat memeluk erat tubuhnya dari arah belakang, "Apa kamu sedang menggodaku, ?" Bisik Yoga saat wajahnya menempel di ceruk leher Andita.tubuh Andita kaku,desiran darah nya mengalir cepat tubuhnya memanas meskipun sedang berada di dalam air. Yoga memutar tubuh Andita menghadapnya, menatap manik hitam di mata gadis itu.


Yoga Menangkup kedua pipi Andita dengan kedua tangannya, "Kenapa diam, ?" Tanyanya, Andita hanya menggeleng. deru nafas kedua Insan berlainan jenis itu terdengar saling memburu, mereka sedang berkutat mengendalikan perasaan masing-masing.


Yoga mendekatkan wajahnya, namun Andita segera meluruhkan tubuhnya berenang meninggalkan Yoga yang terpaku. "Oh shit," geramnya.


"Hahaha..." tawa Andita menggema melihat Dokter tampan itu kesal karena ulahnya


"Hei Pria aneh, kalo kamu mampu mengalahkan ku berenang dari sini sampai ujung sana maka aku akan mencium mu." Tantang Andita sambil menunjuk tempatnya sedang berdiri.


Yoga menyeringai dengan menaikkan sebelah alisnya, "Baik Bu Bidan,aku Terima tantangan mu." jawabnya

__ADS_1


Yoga meluncur kearah Andita,ia sudah berdiri tepat di samping gadis yang menantang nya barusan. "Peraturannya, siapa lebih cepat mencapai dinding ujung sana berarti dia menang." Ujar Andita melirik Yoga meremehkan.


"Oke,siapa takut." Tukas Yoga dengan tersenyum manis penuh arti.


"Hitungan ketiga,kita mulai.1...2...3..."


Yoga dan Andita segera meluncur untuk mencapai dinding pembatas lebih cepat sesuai ketentuan permainan mereka. tapi siapa sangka Yoga sudah lebih dulu bersandar di dinding pembatasan sebelum Andita mencapainya. ia bersandar memeluk dirinya rambut yang basah serta rintik-rintik air di kulitnya menambah kesan keseksian lelaki tersebut, ia tersenyum melihat Andita yang kalah.


Andita kembali tercekat saat Yoga menangkap tubuhnya dan mendesaknya ke sudut dinding kolam renang, "Kau kalah Bu Bidan." Ujar Yoga menatap lembut gadis itu,wajah Andita bersemu merah.ia ingin melarikan diri tapi tangan kokoh Yoga sudah memeluk erat pinggulnya, " Mau melarikan diri. ?" Tanyanya lembut.


Andita semakin malu atas tantangannya sendiri, ia memalingkan mukanya yang memanas. Yoga menyentuh dagu gadis itu, menuntun agar menghadapnya.tubuh mereka menempel erat, Yoga menatap lembut gadis dalam dekapan nya. Gadis itu memejamkan matanya,bibir mereka saling bertemu dan menempel erat satu sama lainnya.


Setelah merasa cukup Yoga melepaskan bibir Andita dan kembali menatap gadisnya itu, " Aku mencintaimu,Andita." Ucapnya sambil membelai lembut rambut basah Andita.


"Rasa ini sudah lama aku pendam,sejak pertemuan kita di Desa.jangan berpikir aku mengambil kesempatan di saat kau membutuhkan ku." Ujarnya dengan suara rendah bahkan nyaris Lirih.


Andita menatap lelaki yang menjulang di hadapannya saat ini bibirnya terasa kelu,ia tak bisa mengatakan apapun.


"Jika kau belum siap,aku akan menunggu hingga kau siap." Tukas Yoga.


Lalu ia menarik pelan tangan Andita untuk meninggalkan kolam renang, "Hayo bilas tubuhmu di atas." Perintahnya.


Andita hanya mengangguk menuruti perintah Pria aneh itu.


"Setelah itu bersiaplah,kita akan keluar." Tukas Yoga sebelum menghilang di balik pintu kamarnya tanpa menunggu jawaban Andita.


...----------------...


TBC


jangan lupa tinggalkan jejaknya reader Dengan like dan komentar.😘👌🙏

__ADS_1


__ADS_2