Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~73


__ADS_3

Senyum selalu terpatri di bibir mungil Shinee,saat dirinya sudah duduk manis di samping Bagas menuju Bandara.


Lain halnya dengan mimik muka yang Bagas tampilkan hanya dingin dan datar, ya semua itu wajar terjadi mengingat siapa yang akan di jemput nya, keluarga besar lelaki yang sudah mengambil Andita darinya.


"Kak...kenapa wajahnya begitu ?" Tanya Shinee


Tangan Bagas menyentuh wajah nya dan mengusapnya kasar, lalu mengalihkan pandangannya pada shinee.


"Kenapa dengan wajah ku ?" Tanya Bagas.


"Huft...tuh kan, pertanyaan ku selalu dijawab dengan pertanyaan pula." Dengus Shinee


Bagas terkekeh kecil sambil melirik ke arah gadis disampingnya.


"Wajahku gak apa-apa,lagi nyetir harus konsentrasi aja." Jawab Bagas kemudian atas pertanyaan Shinee tadi.


"Kamu gak ikut di pingit,ah maksud ku gak ikutan tinggal bersama kakakmu ?" Tanya Bagas.


"Yang mau nikah siapa,kok aku yang di pingit.gak aku nemenin kak Andita, karena teman-temannya belum ada yang bisa datang." Tukas Shinee


' Sial ! Padahal ini Kesempatan ku bisa bersama Andita untuk terakhir kalinya.' batin Bagas


Mobil Bagas sudah berhenti diparkiran bandara, ia turun lalu bergabung bersama Brata dan Ayuningtyas tanpa memperdulikan Shinee yang berada di belakangnya.


Shinee menatap heran pada Pria tampan itu, sikapnya aneh terkadang hangat dan lembut, kadang kala sama sekali tidak bersahabat terkesan kaku dan acuh.


"Sabar Shinee, maklumi saja dia sedang patah hati." Gumam Shinee sambil berjalan ke arah Bagas yang sudah duduk bersama kedua orang tuanya.


Bagas melirik Shinee sekilas lalu tersenyum, kemudian ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya.


Bagas menelpon beberapa orangnya untuk membawakan mobil kantornya ke bandara, karena menurut informasi keluarga Prayogo yang datang bukan hanya 4 atau 5 orang saja.


"Halo Bro ?" Sapa Andre diseberang sana yang merupakan Asisten Bagas.


"Bawakan 3 unit mobil kantor ke bandara sekarang, temui papa di bandara saat ini juga." Titah Bagas


"Baik bro." Sahut Andre cepat dan singkat.


Lalu Bagas kembali bergabung bersama orangtuanya, tak lama kemudian Erwin menelponnya dan menceritakan keadaannya saat ini sangat urgent sekali. Ekspresi Wajah Bagas sangat tegang sekali,saat menerima telepon dari sahabat nya itu.

__ADS_1


Setelah selesai menerima telpon Erwin Bagas menatap wajah kedua orang tuanya yang sedang menatapnya heran, Bagas jadi kikuk di perhatikan seperti itu.


"Ada apa Son, Kenapa mukamu tegang begitu ?" Tanya Brata.


"Pa,ma.ma--maaf Bagas harus membantu Erwin,dia butuh bantuan sekarang." Ujar Bagas gugup.


"Harus banget kamu yang bantu, Robert mana ?" Tanya Brata curiga.


"Robert sedang ngurus bisnisnya di luar negeri pa,kalau gak Bagas siapa yang nolong Erwin.dia juga banyak bantu Bagas selama ini." Bagas beralasan.


"Ma, maafin Bagas ya. Bagas sudah minta pihak kantor membawakan mobil kesini." Tatapan Bagas mengharap Ayu meloloskan kepergian nya.


"Iya tidak apa-apa Nak, kabarin kami kalau ada apa-apa." Ayu mengelus lembut rambut Bagas saat Pria itu berjongkok dan menumpuhkan kedua tangannya di pangkuan nya.


Bagas mengecup kedua tangan Ayuningtyas, hatinya menghangat setiap di perlakukan sayang bak anak kandung oleh Ayuningtyas.


Lalu lelaki itu menatap Shinee,wajah Shinee tentu saja sudah cemberut dengan bibir mengerucut.


"Shinee.maafin kakak gak bisa nemani kamu,karena kakak ada urusan mendadak." Ungkap Bagas sambil mengacak rambut gadis itu.


Tanpa menunggu jawaban dari gadis itu, Bagas segera berlalu dan memasuki mobilnya.


Bukan Erwin ataupun urusan mendadak lainnya tujuan Bagas, melainkan menemui Andita.inilah kesempatan terakhirnya bisa bersama gadis itu, setelahnya ia akan menjadi milik orang lain.


...----------------...


Andita terkejut saat melihat Bagas datang sendiri sedangkan dirinya hanya sendirian saat ini, Bagas masuk dan duduk bersama Andita.


"Sayang,maafin mas datang tiba-tiba.tolong sekali ini dan untuk yang terakhir kalinya jangan anggap mas kakakmu,bisa kita pergi berdua untuk yang terakhir kalinya." Ujar Bagas langsung tanpa menunda waktunya.


Andita tersentak saat mendengar permintaan Bagas,lalu di tatapnya lamat-lamat wajah yang pernah di cintainya itu, ada rasa tak tega melihat keadaan nya yang sangat Andita pahami bahwa lelaki di hadapannya saat ini hanyalah pura-pura kuat.


"Mas,Dita gak boleh kemana-mana." Ucap Andita kemudian


"Sayang, mas mohon.mas janji kita hanya makan dan nonton, bilang sama papa dan mama kamu mencari sesuatu di mall." Pinta Bagas memohon


Andita akhirnya mengangguk dan nge-chat Ayuningtyas dan Brata, ya seperti nya tidak ada yang salah menuruti permintaan Bagas untuk yang terakhir kalinya.


Andita beranjak untuk bersiap. " Mas tunggu sebentar,Dita siap-siap dulu." Ucap Andita berjalan menuju tangga.

__ADS_1


...----------------...


Brata dan Ayuningtyas saling pandang sejenak saat menerima pesan yang dari Andita, mereka mengerti di balik semua alasan Andita keluar rumah adalah Bagas. Sebagai orang tua yang tidak mengedepankan ego, kedua suami istri itu sepakat memberikan izin kepada Andita. Dan mereka juga akan membawa keluarga besar Prayogo langsung ke rumah pingit Yoga, agar tak mengetahui bahwa Andita keluar rumah.


Ayuningtias tersenyum menatap gadis yang duduk di sampingnya saat ini, ia kasihan melihat Shinee yang ternyata hanya pelarian Bagas semata, sementara hatinya Bagas masih milik putrinya.


...----------------...


Andita dan Bagas sudah di perjalanan menuju sebuah Mall terbesar di kotanya,dimana tersimpan banyak kenangan mereka selama berpacaran dulu.


"Sore ini kita akan menonton film Action ?." Tanya Bagas lembut sambil menggenggam erat tangan Andita.


"Hahaha...iya,tapi mas yang pilih film-nya." Sahut Andita sambil tertawa lepas.


Bagas bahagia ketika kembali menyaksikan tawa gadis yang sangat di cintainya itu, mereka memang sudah sepakat untuk menghabiskan waktu harini sebagai pasangan kekasih bukan sebagai adik kakak.


"Baiklah tuan putri, untukmu semuanya akan mas lakukan." Sahut Bagas.


Andita tersenyum bahagia,lalu menyandarkan kepalanya di bahu Bagas sama seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya saat mereka pergi bersama.


Bagas mengelus lembut rambut sang kekasih dan menyapukan kecupan ringan di kepala Andita,mereka benar-benar menikmati kebersamaan terakhirnya sebagai pasangan tanpa beban apapun.


Mobil Bagas sudah berhenti di depan Mall tujuan mereka layaknya seorang kekasih Bagas membuka kan pintu mobil bagi Andita,serta menggandengnya memasuki pusat perbelanjaan tersebut.


Langkah Mereka berbelok ke arah ruangan khusus Bioskop di Mall itu dan melangkah menghampiri meja pembelian tiket, Bagas memilih Film Action ber-genre romantis dengan judul Focus yang di peran kan oleh Actor Will Smith.


Film Action Focus ini menceritakan tentang seorang penipu ulung yang mencoba merekrut anggota baru. Pilihannya pun jatuh kepada wanita muda yang punya bakat besar untuk hal itu.


Semua bertambah rumit saat keduanya mulai jatuh cinta, Sementara keduanya harus bersiap menjadi buronan banyak orang karena pilihan pekerjaan tersebut.


Itulah Film Action pilihan Bagas kali ini sedangkan Andita hanya mengikuti alur saja, setelah membeli tiket mereka duduk sejenak menunggu Studio Bioskop untuk Film mereka dibuka.


...----------------...


"To Be Continued"


nantikan episode selanjutnya.


jangan lupa dukung terus karya Mentari Impian Pacarku Suami Temanku dengan vote dan like sebanyak-banyaknya 😘🙏

__ADS_1


jangan pelit-pelit atuh sama jempolna,biar Author semangat nulis meskipun sibuk 😆


hayo komentar kalian di tunggu ya,mau liat seagresif apa sih kalian terhadap pemeran Bagas Dan Andita.


__ADS_2