PADA DUA HATI

PADA DUA HATI
Bayu vs Aran


__ADS_3

Acara keluarga diadakan untuk membuat keluarga tetap akrab. Aran di bawah tekanan ayahnya selalu hadir. Bayu Langit kali ini hadir karena teguran ayahnya, karena putranya sering mengabaikan pertemuan.


"Aku mau bicara Bayu." hal pertama yang di katakan Aran pada Bayu.


"Bicara apa?" Bayu malas bertemu Aran, karena dia sudah tau tujuan Aran.


"Ikut aku." Aran ingin mereka bicara hanya berdua. Bayu pun mengikuti Aran dengan langkah berat. Mhina melihat kedua pria itu menjauh, dia tau ada pembicaraan serius di antara mereka. Tapi dia berpikir pasti tentang bisnis.


"Bicara apa sih?" tanya Bayu kesal. Hanya ada mereka berdua saat ini.


"Kamu bawa ke mana Diona?" tanya Aran tajam.


"Memangnya Diona itu barang. Di punya keinginan, pikirannya sendiri. Dia mau ke mana ya suka-suka dia dong." Bayu menjawab sinis.


"Aku lihat Di sama kamu di Singapura. Apa dia masih di sana?" tanya Aran mulai marah. Dia harus tau di mana Diona.


"Ngapain kamu di sana? Bukannya kamu bulan madu sama istri kamu yang memukau itu." Bayu menunjukkan rasa tidak sukanya pada Mhina.


"Jangan menghinanya. Jawab saja pertanyaanku." Aran marah Bayu menghina istrinya.


"Untuk apa kau mencari Diona? urus saja istrimu. Diona berhak pergi kemana dia mau. Saat ini Di punya dunianya sendiri." Bayu berkata dengan marah. Bukan cuma Aran yang bisa marah.


"Lalu kenapa dia tidak mau bicara padaku, juga dengan Mhina?" Aran melunak. Tidak akan ada hasilnya jika mereka bertengkar.


"Pasti ada sebabnya. Kau pikir saja sendiri. Dengar ya Aran, kau itu sangat bodoh. Keputusanmu menikah dengan Mhina membuatmu kehilangan hal yang sangat berharga. Kau akan menyesal satu saat nanti. Jangan pernah lagi bertanya padaku tentang Diona. Aku tidak akan mengatakannya." Bayu melangkah pergi, jika tidak bisa-bisa dia memukul Aran karena emosi. Aran menatap kepergian Bayu dalam diam. Dia masih mencoba mencerna perkataan Bayu tadi. Bayu tampak benci pada Mhina. Dan tampaknya dia sudah melakukan kesalahan pada Diona. Tapi apa? Menyadari Bayu tidak akan buka suara tentang Diona, Aran harus berupaya sendiri.


Diona tidak menceritakan pada Paul tentang ulah Claire. Diona tidak mau Paul menjadi khawatir. Diona pun seperti biasanya menjalani rutinitasnya. Hari ini Bayu datang untuk melihat keadaan Diona. Karena tidak ada orang di apartemen maka Bayu membuat janji dengan Paul, bertemu di cafe sambil menanti Diona pulang.


"Paul, aku senang kau tidak jadi ke Paris." kata Bayu dengan wajah ceria.

__ADS_1


"Tadinya aku kesal luar biasa, tapi setelah bersama Diona beberapa waktu aku berubah pikiran. Didi gadis yang baik." Paul jujur akan perasaannya.


"Kenapa kau jadi memanjakan Di seperti ini? Harusnya dia kau latih untuk pergi dan pulang sendiri." protes Bayu.


"Aku senang saja melakukannya. Aku tidak tega mengetahui tentang orangtuanya." alasan Paul.


"Apa hanya karena itu?" Bayu tidak percaya. Paul terdiam sesaat seperti berpikir.


"Bayu, bagaimana jika aku menyukai Didi? Apakah dia akan menerima aku?" tanya Paul ragu. Bayu tertawa lepas.


"Lupakan itu. Kau tau, Di ke sini karena dia patah hati. Sangat berat." Bayu bicara jujur. Kasihan Paul jika berharap.


"Patah hati. Siapa pria bodoh yang menolaknya?" Paul yang tidak terima.


"Sahabatnya ketika kuliah. Selama empat tahun Di mencintainya. Tapi akhirnya dia menikah dengan sahabat mereka sendiri." Bayu berubah sinis. Dia tidak mau mengatakan pria itu sepupunya.


"Kasihan sekali Didi, itu mungkin yang membuatnya malas berteman. Didi harus melupakannya." Paul berkata dengan serius. Bayu tersenyum melihatnya.


"Tentu saja sulit, empat tahun bukan sebentar." Paul melihat wajah Bayu tampak suram.


"Apa yang kau pikirkan sekarang?" tanya Paul penasaran.


"Pria itu tengah mencari Di saat ini." Bayu tetap tidak berterus terang Aran sepupunya. Malas saja.


"Untuk apa lagi? Tenang saja di sini kan jauh dari negaramu. Didi aman di sini." Paul menenangkan Bayu. Semoga saja, pikir Bayu.


"Bagaimana ayahmu?" tanya Bayu kemudian.


"Sudah lebih baik. Nah ini salah satu korban cinta. Dia dan ibuku bertengkar, lalu ibuku pulang ke Indonesia. Hingga sekarang belum kembali. Aku rasa ayahku merindukannya hingga sakit. Tapi dia gengsi untuk menyusul ibuku." Paul prihatin dengan keadaan ayahnya.

__ADS_1


"Mungkin saja ayahmu tidak tau harus menyusul ibumu kemana. Kau tau alamat ibumu di Indonesia?" Bayu berpikir lain.


"Mana aku tau. Mungkin kau benar, ayahku tidak tau ibuku di mana." Paul berpikir untuk bicara pada ayahnya.


"Kalau kau tau alamatnya kirimkan padaku. Biar aku yang mencarinya." Bayu tulus ingin membantu Paul. Tiba-tiba Paul melihat Diona bersama Lucca dan Elis memasuki cafe.


"Itu Didi datang." tunjuk Paul pada Diona. Bayu menoleh. Melihat Diona berjalan dengan seorang pria dan seorang gadis.


"Itu siapa?" tanya Bayu penasaran.


"Teman-temannya." jawab Paul singkat karena Diona sudah di depan mereka.


"Bayu." Diona memeluk Bayu yang tertawa melihat reaksi gadis itu. Lucca menatap mereka tajam, siapa lagi ini pikirnya. Bayu melihat Lucca dan Elis, lalu melihat Paul bertanya. Paul justru meminta Diona mengenalkan pada Bayu.


"Kenalkan ini temanku Lucca dan Elis. Ini Bayu sahabatku." kata Diona pada teman-temannya. Mereka pun bersalaman, lalu duduk di satu meja.


"Kau lama di sini Bayu?" tanya Diona senang.


"Tidak, sebenarnya aku ada pertemuan di Milan. Tapi aku mampir dulu ke sini. Mau jalan-jalan ke sana?" tanya Bayu pada Diona.


"Ke Milan?" tanya Diona menegaskan. Dia belum pernah ke sana.


"Ya nanti kau pulang bersama Paul karena aku harus langsung kembali ke Indonesia." Bayu menjelaskan.


"Aku mau." jawab Diona cepat. Terpaksa Paul menyetujuinya. Diona lalu mengobrol dengan dua temannya.


"Kapan Di berteman dengan mereka?" tanya Bayu pelan pada Paul.


"Tidak lama setelah kau meninggalkannya." jawab Paul. Bayu melihat Diona mengulang kisah lama. Semoga kali ini tidak bermasalah.

__ADS_1


"Tenang, mereka baik-baik ko." Paul sering mendengar cerita Diona tentang kebaikan teman-temannya.


"Kupasrahkan dia padamu." kata Bayu drama. Paul menumpuknya dengan tisyu, mereka berdua tertawa. Diona masih mengobrol dengan Lucca dan Elis tentang tugas sekolah.


__ADS_2