PADA DUA HATI

PADA DUA HATI
Kejutan Bayu


__ADS_3

Hati Paul jadi sesak. Diingatkan Diona akan segera pulang ke Indonesia.


"Lalu kau minta hadiah apa untuk wisudamu?" Paul bertanya lembut.


"Aku minta restaurantmu satu boleh?" tanya Diona menggoda.


"Hah, restaurant? itu punya ayahku. Tapi kalau kau menjadi menantunya pasti di beri. Tinggal pilih mau yang mana." balas Paul. Seandainya Diona semudah itu.


"Jadi menantu rasanya tidak mungkin. Berarti aku harus baik pada ayahmu agar aku di angkat anak olehnya." Diona tidak hilang akal. Paul mengacak rambut Diona dengan kesal.


"Memangnya kurang apa yang Aran berikan?" Paul meledek Diona. Mendengar itu Diona jadi teringat apa yang Aran lakukan untuknya. Dia pun tersipu. Paul justru kecewa. Dia yakin Aran akan memberikan dunianya untuk Diona.


"Paul, aku akan pulang. Masih ada yang harus ku persiapkan untuk sekolahku." Diona sadar tidak bisa menghabiskan waktu Paul. Pria itu harus bekerja.


"Didi, mulai sekarang kau jadi adikku. Jangan ragu untuk cerita pada abangmu ini." kata Paul sendu.


"Baik abangku. Biar adik antar ke mobilmu." Diona menerima niat baik Paul. Mereka keluar dari apartemen, berjalan bersama menuju mobil. Mereka pun berpisah. Diona dan Leana kembali ke rumah, Paul berangkat bekerja. Entah untuk siapa dia bekerja keras setiap hari. Aran yang baru tiba di Jakarta sangat kesal hatinya. Mengetahui Diona dan Paul berdua saja di dalam apartemen membuat hatinya panas oleh cemburu. Aran sempat menegur Leana, mengapa tidak ikut masuk ke dalam apartemen. Tapi Leana sungkan pada Diona. Aran pun tak bisa menyalahkan. Dia percaya pada Diona, hanya saja cemburu tetap datang. Aran harus mencari akal agar dia bisa cepat menikahi Diona.


Bayu melihat Mitsi sudah lebih baik. Maka dia mengajak Mitsi untuk ke Italy. Mereka pun berangkat. Anggap saja perjalanan ini bulan madu bagi mereka. Tidak masalah bagi Mitsi untuk duduk lama di pesawat, dia bisa beristirahat.


"Mitsi, benar kau senang pergi bersamaku?" tanya Bayu.


"Aku senang, dari dulu aku ingin pergi ke Italy. Banyak tempat-tempat yang indah di sana " Mitsi tersenyum senang. Dari wajahnya Bayu bisa melihat Mitsi tidak berbohong.


"Kita akan mengunjungi tempat-tempat yang kau suka. Tapi sebelumnya kita bertemu dulu dengan temanku dan menghadiri wisuda Diona." jelas Bayu dengan rencananya.


"Aku suka pada temanmu Diona. Benarkah dia akan menikah dengan sepupumu?" Mitsi penasaran.

__ADS_1


"Kau tidak melihat bagaimana Aran menatapnya?" Bayu tertawa ingat Aran.


"Yang ku lihat tatapannya sama sepertimu ketika menatapku." jawab Mitsi. Hal itu menyadarkan Bayu, dia meledek Aran tapi dia sendiri ternyata sama.


"Jadi kau bisa melihat itu." Bayu jadi senang.


"Iya, aku tidak perlu iri pada Diona yang memiliki keluarga yang mendukungnya. Aku pun punya seseorang yang akan mendukungku." Mitsi berkata tulus. Bayu menatapnya penuh cinta. Jadi Mitsi sekarang menghargai kehadirannya di samping wanita pujaannya itu.


"Terima kasih, kau bisa menerima diriku sepenuhnya." Bayu bersyukur.


"Aku yang seharusnya mengatakan itu. Karena kau berkeras terus menjagaku, aku jadi sadar pria sepertimu tidak boleh di lewatkan." Mitsi mengakui.


"Kalau begitu kita berjanji untuk membangun rumah tangga kita dengan saling menjaga. Apa lagi kita akan punya anak." tekad Bayu.


"Aku setuju, aku juga ingin memberi anak kita keluarga yang lengkap dan kasih sayang. Cukup aku saja yang tidak beruntung." kata Mitsi sendu.


"Tuan Bayu, apa kabar?" Tom tersenyum senang bertemu Bayu lagi.


"Pagi Tom, aku baik-baik saja. Ini istriku, kami akan ketempat Paul." balas Bayu ramah.


"Wah istri anda cantik sekali. Biar saya bawakan kopernya. Tuan Paul masih ada di apartemennya." Tom pun segera mengangkat dua koper Bayu dan Mitsi yang tidak besar. Mereka pun melangkah ke apartemen Paul. Bayu membunyikan bel pintu apartemen. Paul mendengar belnya berbunyi segera membuka pintu. Dia berpikir Diona datang lagi mengunjunginya. Tapi ketika dia membuka pintu, dia terkejut.


"Bayu?" Paul menatap bingung.


"Terima kasih Tom, atas bantuanmu. Ini untukmu." Bayu berkata pada Tom dan memberikan sejumlah uang.


"Terima kasih tuan Bayu." Tom menerimanya lalu bergegas pergi. Ini yang dia suka dari Bayu, walau Tom tulus membantu Bayu. Setelah itu Bayu pun mendorong Paul, memberi ruang untuk Mitsi masuk ke dalam apartemen. Paul terperangah dengan apa yang di lakukan Bayu.

__ADS_1


"Wanita mana lagi yang kau sembunyikan sekarang?" tanya Paul curiga.


"Menyembunyikan? Untuk apa aku menyembunyikan istriku?" tanya Bayu merasa lucu. Dia membimbing Mitsi untuk duduk di sofa.


"Istrimu? kau sudah menikah?" Paul jadi kesal.


"Maaf Paul, aku memang baru saja menikah dan tidak mengundangmu. Hanya keluarga saja yang hadir. Itu sebabnya aku datang ke sini. Kenalkan ini istriku Mitsuko, panggil saja Mitsi." Bayu paham Paul pasti kesal. Paul menghela napas kesal, tapi dia menghampiri Mitsi dan menyalami wanita itu.


"Aku Paul teman Bayu." kata Paul ramah. Dia kesalnya pada Bayu.


"Aku Mitsi, maaf mengganggu waktumu." jawab Mitsi sopan.


"Kami akan tinggal di sini sampai Di wisuda." kata Bayu seenaknya.


"Astaga, pengusaha sepertimu tidak mampu bayar hotel rupanya." sindir Paul.


"Aku hanya khawatir kau kesepian." Bayu tertawa, dia rindu pada Paul.


"Didi kemarin baru saja ke sini, dia membawakan lukisannya." Paul menunjuk lukisan yang sudah di bingkai dan di gantungnya.


"Itu lukisan Di?" tanya Bayu tidak percaya. Paul mengangguk.


"Tidak percuma aku melarikannya ke Italy. Tapi kenapa aku tidak di beri? Harusnya dia memberiku satu untuk hadiah pernikahanku." Bayu jadi kesal. Paul tersenyum bangga sekarang. Diona hanya memberi lukisan padanya.


"Mitsi, dulu Di tinggal di sini sebelum Aran menyembunyikannya." jelas Bayu pada istrinya. Mitsi jadi tau, yang di panggil Didi oleh Paul ternyata Diona.


"Dia tinggal bersama Paul?" tanya Mitsi heran.

__ADS_1


"Ya, aku menjauhkannya dari Aran dulu ketika dia menikah. Di patah hati. Di menerima saran untuk sekolah melukis di sini selama satu tahun dan menempati apartemen ini. Ternyata sang pemilik apartemen tidak jadi kerja di Paris karena tau ada penghuni cantik di apartemennya." Bayu menggoda Paul, walau bukan itu yang terjadi. Paul tertawa mendengar bualan Bayu.


__ADS_2