
"Tujuanmu ke sini?" Dewangga tetap bertanya walau tau tujuan Paul.
"Ingin menjemput ibu saya karena tempatnya adalah bersama kami di Italy." Paul tepat pada intinya. Dewangga terkesan pada Paul.
"Tapi mengapa kau yang datang, bukan ayahmu?" tanya Dewangga. Walau dia tidak tau apa yang terjadi antara Del dan Miguel, tapi harusnya suaminya yang datang.
"Ayah sedang kurang sehat." jawab Paul singkat.
"Baiklah, biar aku panggilkan ibumu." Dewangga beranjak ke dalam. Paul dan Bayu merasa tegang menanti. Apakah Del mau bertemu mereka. Tiba-tiba tampaklah wanita cantik yang terburu-buru keluar.
"Paul." kata Del senang.
"Ibu." kata Paul langsung menghampiri ibunya. Del memeluk putranya.
"Ibu rindu padamu." kata Del hampir menangis.
"Apa lagi aku. Ibu pergi begitu saja tanpa pamit." protes Paul.
"Maafkan ibu nak." Del jadi sedih. Paul menggandeng ibunya dan mengajaknya duduk.
"Memangnya mengapa ibu pergi?" tanya Paul lembut. Dia ingin dengar dari ibunya.
__ADS_1
"Ayahmu bertemu dengan mantan kekasihnya. Ibu sakit hati. Karena ternyata itu telah berlangsung beberapa waktu. Ayahmu suka memberinya uang dan tidak mengatakannya pada ibu. Hal itu ibu ketahui ketika ibu datang ke restauran dan melihatnya bersama wanita itu. Lalu ibu bertanya pada para karyawan. Ternyata itu sudah lama terjadi. Walau ayahmu minta maaf dan bilang hanya kasihan pada wanita itu, tapi ibu rasa itu hanya awalnya saja. Nantinya pasti berselingkuh, bertemu di luar restauran tanpa setahu ibu. Jadi dari pada menunggu ayahmu meninggalkan ibu, lebih baik ibu yang pergi. Biar ayahmu bahagia dengan wanita itu." kata Del yang pada akhirnya menangis. Paul jadi paham. Ini memang salah ayahnya. Luka ibunya ternyata cukup dalam. Sekarang tinggal menguji cinta ibunya saja.
"Maaf, aku tidak tau kalau ibu terluka." Paul menyesal.
"Bukan salahmu. Kau keluar dari rumah juga ibu tau karena kau kesal pada ayahmu." Del sempat kehilangan putranya karena ulah Miguel.
"Tapi aku baik-baik saja. Ibu tau aku mencari ibu karena ayah jatuh sakit. Ayah sangat mencintai ibu dan merasa kehilangan. Dia tidak tau harus mencari ibu kemana. Maka Bayu dan aku mencari ibu hingga ke sini." kata Paul lembut.
"Jadi yang datang waktu itu kamu Bayu." Del menyimpulkan.
"Benar Tante, tapi Tante tidak ada di rumah." jelas Bayu.
"Ayahmu sakit apa, mengapa ibu harus perduli." kata Del kesal. Seperti kata Miguel, Del keras kepala tapi dia penasaran.
"Ibu tidak percaya. Kenapa tidak mencari wanita itu saja." Paul bisa melihat ibunya cemburu.
"Bu ayah mencintai ibu. Karena itu dia jatuh sakit. Ayah tidak tau harus mencari ibu kemana. Ayah tidak bertemu lagi dengan wanita itu. Kalau ayah mau dia bisa saja meminta wanita itu datang untuk merawatnya. Tapi ternyata tidak begitu. Ayah menanti ibu kembali." Paul mengatakan logikanya. Del tampak berpikir.
"Sejak kapan ayahmu sakit?" Del mulai terpengaruh.
"Sejak ibu pergi." Paul mulai melihat harapan.
__ADS_1
"Sudah di bawa ke dokter?" wajah Del mulai cemas.
"Sudah tapi dokter tidak dapat berbuat apa-apa, karena hati ayah yang sakit." kata Paul mengiba.
"Entahlah ibu tidak tau harus bagaimana." kata Del bingung.
"Begini Tante, kami menginap di hotel ini. Bila Tante sudah memutuskan Tante beri kabar pada kami." Bayu memberi kartu nama hotel yang akan mereka datangi malam itu.
"Besok kami akan pulang Bu. Karena aku tidak bisa meninggalkan ayah lama-lama." kata Paul melengkapi sandiwaranya. Bayu dan Paul tidak mau memaksa Del. Bila mereka tidak berhasil mereka akan pulang. Seperti kesepakatan semula, Miguel nanti yang akan datang. Mereka pun pamit. Walau Paul masih rindu pada ibunya, tapi demi rencana mereka Paul menahan hatinya. Malam itu mereka menginap di hotel dekat tempat tinggal Del. Mereka menebak-nebak apakah Del akan ikut pulang atau tidak. Paul dan Bayu tidak berani meninggalkan hotel, khawatir Del datang. Tapi hingga mereka tidur tidak ada kabar. Besok paginya ada yang mengetuk pintu kamar mereka. Paul dan Bayu jadi terbangun. Ketika Paul membuka pintu tampak Del di depan pintu.
"Ayo kita pulang." kata Del serius dan tidak sabar. Paul dan Bayu terkejut. Del tidak bisa tidur semalaman memikirkan Miguel yang sakit tidak bisa bangun.
"Sebentar ibu, kami baru bangun." Paul tersenyum pada Bayu, rencananya berhasil. Mereka pun bersiap untuk pulang. Paul dan Del kembali ke Italy sedang Bayu kembali ke Jakarta. Tugas Paul membawa pulang Del sudah selesai. Tinggal Miguel di Italy meyakinkan Del untuk tetap berada di sisinya.
Aran berangkat ke Italy diam-diam. Tapi walau begitu Luthan mengikutinya. Aran mengamati Diona dari kejauhan. Diona tampak ceria bersama teman-temannya. Tampak seorang dari antaranya Justin Filmore. Aran mengenali pria itu. Pengacara yang mengatakan padanya keberadaan Diona. Jadi benar Justin teman Diona. Luthan mengambil gambar orang-orang yang di amati Aran. Awalnya Luthan tidak tau, siapa yang di cari Aran. Tapi ketika dia terus memperhatikan foto yang di ambilnya, Luthan mengenali Diona. Ternyata Aran ke Italy untuk melihat Diona. Luthan melaporkan hasil penguntitan ya pada Mhina. Mantan istri Aran ketika melihat foto itu langsung tau, Aran mencari Diona.
"Apa Aran bertemu dan berbincang dengan Diona?" tanya Mhina ingin tau.
"Tidak tau, Aran sulit di ikuti lagi. Jadi aku pulang." jawab Luthan. Wajah Mhina berubah keruh. Dari dulu dia tau Aran punya perhatian pada Diona. Itu sebabnya Mhina bersiasat agar Aran menjadi miliknya. Setelah Diona menghilang Mhina pikir dia sudah lega. Ternyata Aran masih mencari Diona. Apa itu artinya Aran tidak pernah lupa pada Diona? Lalu apa perasaan Aran pada Diona, sampai menyusulnya jauh hingga ke Italy. Hati Mhina panas.
"Apa Aran benar-benar tau aku di rumah sakit?" tanya Mhina pada Luthan.
__ADS_1
"Tau, tapi dia tidak perduli." jawab Luthan jujur. Dia hanya ingin membuka mata Mhina, kalau Aran tidak cinta dan tidak perduli pada Mhina. Tapi akibatnya justru fatal. Mhina mengamuk hingga harus di beti obat penenang oleh dokter. Luthan menatap Mhina dengan sedih. Apa yang harus aku lakukan padamu Mhina?
Paul dan Del tiba di Italy. Mereka langsung menuju rumah Miguel. Melihat kepanikan ibunya Paul menyimpan senyumnya diam-diam. Ternyata ibunya masih cinta pada ayahnya. Ketika tiba di rumah bertepatan Miguel sedang tidur. Dia tidak tau Del dan Paul sudah datang. Diam-diam Del memperhatikan suaminya. Tubuh Miguel tampak jauh lebih kurus.