PADA DUA HATI

PADA DUA HATI
Tragedi Mitsi


__ADS_3

"Kita mau makan di mana? Kalian tidak lapar?" tanya Lucca kemudian.


"Bagaimana kalau makan di tempat Paul?" tanya Diona berharap. Dasar, tidak jauh-jauh dari Paul gerutu Lucca dalam hati.


"Aku sih setuju saja. Yang penting kami berdua makan." kata Elis memaksudkan dia dan bayinya. Karena Elis setuju, tanpa banyak bicara Lucca membawa kedua wanita itu ke tempat Paul. Tanpa menunggu lama mereka sudah dapat hidangannya, karena mereka teman-teman Paul. Mereka pun segera makan karena sudah lapar. Paul menemani mereka, dia duduk di sebelah Diona.


"Elis, apa tidak ada yang bertanya tentang perutmu?" tanya Lucca ingin tau.


"Banyak. Mereka bingung aku hamil padahal tidak punya pacar. Aku jadi harus bilang kalau aku sudah menikah " jawab Elis kesal.


"Itulah kalau main belakang." Lucca menyindir.


"Memangnya kamu harus main di depanmu?" Elis protes.


"Sudah, sudah. Katanya wanita hamil itu lebih sensitif. Jadi jangan di singgung." kata Paul menengahi.


"Tapi dia lagi senang tuh." Lucca tidak mau kalah.

__ADS_1


"Justin mulai ingat kembali." bisik Diona pada Paul yang menatap Elis heran.


"Wah syukurlah. Aku justru ingin seseorang lupa ingatan." kata Paul sambil melirik Diona. Lucca menunduk menyembunyikan senyumnya. Patah hati dia, pikir Lucca dalam hati. Lucca jadi penasaran sosok penyebab Paul jadi patah hati. Ketika pulang Diona tidak puas dengan lukisannya. Dia pun memutuskan untuk membuat lukisan lagi. Tapi yang di pilihnya untuk menjadi objeknya kali ini adalah Bros pemberian Aran. Diona merindukan Aran.


Bayu pada akhirnya harus menghadapi Mitsi. Protes gadis itu membuat Bayu pusing. Mitsi tetap berkeras untuk hidup sendiri. Bayu tidak tau lagi harus bagaimana mempertahankan Mitsi agar tetap bersamanya. Melepas gadis itu pun Bayu juga tidak mau. Dia merasa yakin hatinya sudah tertambat pada Mitsi. Apa pun akan di lakukan Bayu untuk memiliki Mitsi. Bila tidak bertemu gadis itu Bayu rindu. Tapi bertemu Mitsi, Bayu pusing dengan rengekannya untuk hidup mandiri. Hari ini Bayu mengajak Mitsi untuk jalan-jalan. Pasti gadis itu bosan tetap berada di apartemen. Mitsi senang karena mungkin ini kesempatan untuk bebas dari Bayu. Tanpa Bayu curiga, Mitsi punya rencana untuk lari dari Bayu. Mereka tengah makan di satu restauran Jepang, ketika Mitsi bilang akan ke toilet. Bayu memberi ijin karena toilet itu masih di dalam restauran. Kebetulan restauran itu ramai. Mitsi diam-diam mencoba keluar dari restauran dengan menghindari pandangan Bayu yang tidak curiga. Bayu sadar setelah anak buahnya melaporkan jika Mitsi keluar dari restauran. Bayu menghela napas kesal. Dia pun membayar dan keluar dari restauran.Anak buah Bayu sudah mengikuti Mitsi. Karena Bayu pernah kehilangan Mitsi, maka Bayu menempatkan orang untuk mengawasi Mitsi. Termasuk menaruh pelacak dalam semua peralatan elektronik Mitsi. Bayu tidak khawatir kehilangan Mitsi, dia hanya kesal saja. Bisa-bisanya Mitsi menggunakan niat baiknya membuat gadis itu senang untuk melarikan diri. Mitsi tengah berusaha menjauhi tempat Bayu ketika di cegat seseorang.


"Hai cantik kenalan yuk." sapa seorang pria yang jelas terlihat niatnya untuk menggoda.


"Maaf aku tidak ada waktu. Aku harus pergi " tolak Mitsi akan segera berlalu.


"Sombong sih, kita ngobrol sebentar." tangan pria itu mencekal lengan Mitsi. Dia mendengar Mitsi bicara dan yakin Mitsi orang asing.


"Aku bilang kita kenalan dulu." pria itu berkeras. Dia yakin Mitsi seorang diri dan bisa menjadi mangsa yang bagus. Pasti gadis itu punya uang, dari penampilannya Mitsi yang berkelas.


"Lepaskan dia." orang Bayu datang dan melepaskan tangan berandal itu dari lengan Mitsi, dia mendorong pria itu menjauh dari Mitsi. Berandal itu tidak terima dan marah, dia lalu mengeluarkan pisau lipat dan menusuk orang Bayu. Mitsi terkejut dan terdiam di tempat. Orang Bayu terbungkuk menahan sakit, si berandal itu mulai mendekati Mitsi. Bayu datang, dia menarik Mitsi dan menghalangi gadis itu dari si berandal yang marah. Meski sudah berkelit namun lengan Bayu tetap terkena sayatan pisau si berandal. Bayu dengan marah menendangnya hingga jatuh. Segera orang-orang Bayu meringkusnya.


"Ikut aku." Bayu berkata dengan marah dan menarik Mitsi pergi dari situ. Orangnya akan membereskan kekacauan di sana. Bayu membawa Mitsi ke mobilnya dan melarikan mobil itu dengan kencang. Karena masih terkejut Mitsi diam saja tapi dia tau Bayu marah. Mitsi bisa melihat lengan Bayu yang masih mengeluarkan darah. Lengan kemeja putih Bayu berubah warna. Tapi Mitsi tidak berani menyentuhnya. Dia takut Bayu menolaknya. Sedangkan Bayu sibuk membawa

__ADS_1


mobilnya ke apartemen. Wajahnya mengeras karena marah Tiba di apartemen Bayu menggandeng Mitsi untuk memasuki tempat yang di nilainya paling aman untuk Mitsi. Tanpa berkata apa-apa Mitsi segera mengambil tempat obat. Dia menarik Bayu yang tengah berdiri sambil minum air putih untuk menenangkan diri. Mitsi membawa Bayu untuk duduk di sofa.


"Buka bajumu." kata Mitsi tegas. Dia akan mengobati luka Bayu. Walau tetap diam Bayu mengikuti perkataan Mitsi. Dia membuka kemejanya perlahan. Karena memang terasa sakit pada lengannya. Sejak tadi Bayu mengabaikan lukanya karena marah. Perlahan Misi membasuh luka Bayu hingga bersih. Memoleskan obat dan membalut luka dengan perban. Semua Mitsi lakukan dengan lembut. Bayu menerima perlakuan lembut Mitsi dalam diam. Hatinya tersentuh tapi dia masih marah.


"Ini pasti sakit. Bayu katakan sesuatu, atau jika kau mau marah katakan saja agar aku bisa menebus salahku." kata Mitsi dengan menyesal.


"Menebus salahmu?" tanya Bayu tajam, tanpa senyum. Segera Bayu mendekatkan wajahnya pada wajah Mitsi. Tangannya bergerak merengkuh kepala Mitsi. Walaupun lengannya sakit tapi tangannya masih bisa di gunakan. Bayu mencium Mitsi dengan cepat. Rasa khawatir bercampur dengan kadih sayang Bayu mencium Mitsi dengan penuh kesungguhan.


"Ini tidak seberapa sakitnya. Jika kau yang terluka sakitnya akan lebih hebat dari ini." kata Bayu ketika melepas ciumannya. Bayu segera mencium Mitsi lagi, kali ini penuh tuntutan. Tanpa melepas ciumannya Bayu mengangkat Mitsi menuju kamar.


"Bayu apa yang kau lakukan?" Mitsi meronta melepaskan diri dari ciuman Bayu.


"Kau harus menebus salahmu." kata Bayu tidak ingin di bantah.


"Tapi Bayu ....." Mitsi merasa ini arahnya berbahaya. Bayu meletakan Mitsi di pembaringan tanpa gadis itu bisa lolos. Segera Bayu memesrai Mitsi tanpa meminta ijin.


"Bayu ini tidak boleh." Mitsi berkata sambil menghindari ciuman Bayu yang terus mencari bibirnya.

__ADS_1


"Ikuti apa yang ku mau " kata Bayu tidak perduli. Bayu melakukan apa yang dia mau.


__ADS_2