
Bayi harus hati-hati membawa Mitsuko besok pagi. Setelah mendapatkan apa yang di butuhkannya Bayu kembali ke penginapan. Dia bergerak tanpa menimbulkan kecurigaan. Di kamar Mitsuko telah selesai makan.
"Tidurlah, besok pagi kita akan pergi." kata Bayu. Dia merebahkan diri di sofa. Mitsuko naik ke tempat tidur. Tanpa bersuara dia berusaha tidur, dia menilai Bayu pria yang baik dan sopan. Mitsuko menggantungkan harapannya pada Bayu saat ini. Pagi hari Bayu membangunkan Mitsuko. Gadis itu tidur lelap karena lelah.
"Mandilah dan kenakan baju ini." Bayu menyodorkan barang yang di belinya kemarin. Mitsuko masuk ke kamar mandi, Bayu keluar untuk membereskan biaya penginapan. Dia juga minta di Carikan taksi dalam waktu dua puluh menit kedepan dengan alasan akan membawa tunangannya ke rumah sakit. Masuk ke kamar Mitsuko sudah selesai, penampilannya berbeda. Dia mengenakan setelan celana panjang warna hitam. Ada syal menutupi rambutnya serta kacamata hitam dan masker. Bayu puas melihatnya. Dia segera bersiap, mereka akan pergi ketika taksi datang. Tidak lama pelayan memberi tau taksi sudah menunggu mereka. Tanpa membuang waktu mereka pun keluar dari kamar dan segera masuk ke dalam taksi. Mobil itu pun membawa mereka ke bandara. Ayah Mitsuko tidak menduga putrinya lari dengan pesawat terbang. Dia mengira putrinya masih bersembunyi di dalam kota. Bayu sukses membawa Mitsuko menaiki pesawat. Namun Bayu tetap tidak melepas kewaspadaannya. Hingga mereka tiba di Jakarta. Tidak mungkin bagi Bayu membawa Mitsuko ke rumah keluarganya. Akan jadi pertanyaan besar. Bayu yakin orangtuanya tidak akan setuju dengan apa yang di lakukannya. Untuk sementara Bayu menempatkan Mitsuko di sebuah hotel. Bayu meminta asistennya untuk mencarikan apartemen bagi Mitsuko. Gadis itu akan tinggal di sana. Merasa di Jakarta mereka jauh lebih aman, Bayu membawa Mitsuko untuk berbelanja. Mereka memasuki sebuah butik, Mitsuko bebas memilih pakaian yang dia suka. Bayu memperhatikan Mitsuko yang sedang memilih dan mencoba beberapa baju. Semakin lama Bayu melihatnya semakin suka. Dia memang tertarik pada Mitsuko, itu sebabnya Bayu mau membawanya pergi. Bayu bertekad untuk melindungi gadis itu.
"Bayu, aku jadi merepotkan dirimu." kata Mitsuko setelah mereka meninggalkan butik tadi.
"Sudahlah Mitsi, kau kan ingin kehidupan bebas dari ayahmu. Harusnya sekarang kau bersyukur karena sudah mendapatkannya." kata Bayu sambil tersenyum manis.
"Tapi aku jadi tidak enak, suatu saat nanti aku harus membalasmu." kata Mitsi berkeras. Balaslah dengan perhatianmu, kata Bayu dalam hati.
__ADS_1
"Ya nanti aku akan minta balasannya." kata Bayu penuh misteri. Mitsi menatapnya bingung. Bertanya-tanya apa perkataan Bayu serius atau hanya bercanda. Mereka pun mengunjungi restauran. Bayu memperkenalkan masakan Indonesia pada Mitsi.
"Kau harus terbiasa dengan kehidupan di sini. Akan aku Carikan guru bahasa Indonesia untukmu." Bayu berkata sambil memberikan makanan di piring Mitsuko. Gadis itu mencobanya, dia suka.
"Ya aku mau belajar bahasa Indonesia agar aku bisa bekerja." Mitsi sedikit mengalami kesulitan ketika memilih pakaian tadi karena bahasa yang berbeda.
"Kau tidak perlu bekerja, sesuaikan dulu hidupmu di sini." bantah Bayu tegas. Bayu tidak mau Mitsi bekerja, dia yang akan menanggung gadis itu. Mitsi tidak setuju. Tapi membantah Bayu sekarang tidak tepat waktunya. Dia tidak punya bekal apa-apa untuk hidup mandiri. Lebih baik terima dulu pengaturan Bayu. Apartemen sudah di dapat. Mitsi pindah dan tinggal di sana. Tempat tinggal yang cukup bagus dan nyaman menurut Mitsi.
"Tidak perlu, aku bisa mengurus tempat ini sendiri. Aku kan belum punya kegiatan apa-apa." tolak Mitsi.
"Ya sudah, tapi kalau kau merasa repot kau bisa bilang padaku " Bayu mengalah. Yang penting Mitsi merasa nyaman. Setelah puas melihat apartemen dan menata barangnya, Bayu mengajak Mitsi berbelanja.
__ADS_1
"Kau kan tidak mungkin pesan makanan terus. Pasti ada saatnya kau ingin masak sendiri." Mitsi pun setuju untuk berbelanja. Mereka pergi ke super market besar. Di sana lengkap ada kebutuhan yang Mitsi cari. Bahan masakan Jepang banyak macamnya, Bayu tidak mengerti. Dia hanya mengikuti saja Mitsi memilih dan mengumpulkan kebutuhannya. Sambil mendampingi gadis itu, Bayu memperhatikan wajah Mitsi. Cantik, pikirnya. Apa lagi ketika Mitsi menemukan sesuatu yang dia suka. Gadis itu akan tersenyum. Perlahan Mitsi telah mengikat kuat hati Bayu. Setelah selesai mereka kembali ke apartemen. Mitsi dengan semangat mulai mengatur dan merapihkan hasil belanja mereka. Bayu hanya memperhatikan saja sambil duduk manis. Mitsi sepertinya terbiasa dengan kehidupan rumah tangga. Calon istri yang baik. Hati Bayu menghangat. Bayu jadi ingin ikut tinggal di situ. Setelah puas memperhatikan Mitsi, Bayu pun pulang. Kehidupan Mitsi berjalan lancar. Awal yang baik. Bayu mencarikan guru bahasa Indonesia yang datang ke apartemen untuk mengajar Mitsi. Di waktu luangnya Mitsi membersihkan apartemen dan memasak. Sesekali Bayu datang dan makan bersama Mitsi. Atau mereka pergi ke luar mencari apa yang di butuhkan Mitsi. Sungguh beruntung Mitsi memiliki Bayu. Tapi di satu sisi dia merasa sendirian dan sepi. Karena Bayu tidak setiap hari datang. Apa lagi Bayu mengatakan beberapa hari tidak akan datang, karena ada pekerjaan yang harus di lakukan. Bayu akan pergi ke Italy bersama Aran. Ada pembukaan perusahaan besar di sana. Mereka mewakili perusahaan masing-masing. Tanpa mereka ketahui, mereka punya tujuan yang sama selain itu. Melihat Diona. Bayu sedang memikirkan bagaimana mempertemukan Aran dengan Diona. Apakah Diona bersedia bertemu Aran? Bayu harus bicara dulu pada Diona. Mereka berangkat dengan pesawat yang sama dan menginap di hotel yang sama nantinya. Tidak mungkin Bayu menginap di apartemen Paul. Aran akan curiga.
"Aku sudah melihat rumah barumu." kata Bayu pada Aran di pesawat. Mereka duduk berdampingan.
"Sempat-sempatnya makan siang di rumahku." Aran sudah mendapat laporan rupanya.
"Mereka sudah repot memasak, kau tidak menghargainya." Bayu beralasan. Tapi Aran pikir Bayu benar. Selama ini dia juga sudah bosan makan di luar.
"Baiklah aku akan mengatur untuk makan siang di rumah " Aran mengalah.
"Suruh saja Parjo mengantarnya ke kantor jika kau tidak sempat pulang ke rumah." usul Bayu.
__ADS_1
"Boleh juga, lagi pula dia tidak ada kerjaannya sekarang." Aran berkata begitu, pikirannya dan Bayu mengarah ke satu orang. Mhina. Parjo bertugas mengantar Mhina ke rumah sakit atau ke rumah keluarga mereka. Sekarang tugas itu berakhir, karena tidak ada nyonya rumah lagi. Aran terbiasa membawa mobilnya sendiri. Tugas Parjo hanya membersihkan mobil Aran dan mobil lain di rumah.