PADA DUA HATI

PADA DUA HATI
BAGIAN IV Bayu Langit Rahasia Besar Bayu


__ADS_3

Bayu Langit sepupu Aran tidak berbeda jauh sifatnya dengan Aran. Kalau suka ya suka. Tidak suka ya tidak suka. Demikian juga sikap Bayu pada Mhina. Jujur Bayu benci pada Mhina, dia tau gadis itu hanya pura-pura baik. Tapi Bayu tidak berani buka suara karena pamannya yang keras kepala. Bayu hanya memperingati Aran agar jangan salah memilih. Tapi Aran memilih mematuhi ayahnya dan membiarkan rasa ibanya pada Mhina. Bayu kesal, harusnya Aran lebih berjuang untuk mendapatkan Diona walau gadis itu diam seribu bahasa. Aran terlalu lengah membiarkan Mhina menguasai keadaan. Tapi melihat apa yang terjadi pada Aran membuat Bayu prihatin pada sepupunya itu. Bayu bertekad untuk membantu Aran. Selain itu Bayu bertemu Mitsuko, gadis yang di sukainya. Dari awal Bayu tidak mau melepas gadis itu, belajar dari pengalaman Aran. Semakin lama dia semakin menyukai gadis itu. Bayu sengaja membantu Mitsi. Mike, asistennya yang di minta mencari tempat tinggal untuk Mitsi menjadi heran. Apa sekarang atasannya punya kebiasaan baru menyembunyikan wanita. Dulu Diona sekarang Mitsuko. Tapi Mike mengikuti titah Bayu dan mendapatkan apartemen untuk Mitsuko. Terlihat sekali Bayu sangat menjaga dan memperhatikan Mitsi. Mike jadi yakin Bayu punya perasaan khusus pada gadis itu. Bukannya Mitsi tidak menghargai Bayu, pria tampan yang perhatian dan melindunginya. Tapi Mitsi tidak punya perasaan apa-apa pada Bayu selain terima kasih. Mitsi ingin hidup mandiri dan berusaha dengan tangannya sendiri. Cukup Bayu membawanya pergi dan memberikan tempat tinggal. Hidup di bawah perhatian Bayu membuat Mitsi terkekang di dalam apartemen. Tidak punya teman, tidak bisa pergi ke mana dia suka dan tidak bisa bekerja seperti yang dia inginkan. Mitsi tidak mau berhutang terlalu banyak pada Bayu. Maka Mitsi berupaya keras untuk menguasai bahasa Indonesia. Dia mencari pekerjaan melalui internet. Dia tertarik untuk menterjemahkan artikel bahasa Jepang. Hasilnya lumayan. Diam-diam Mitsi lakukan itu dan bila ada kesulitan dia bertanya pada gurunya. Mitsi mulai membangun pondasi kemandiriannya. Dia mulai mengumpulkan uang. Mitsi berencana untuk pindah dan hidup sendiri tanpa Bayu tau. Bayu sendiri sudah mulai melonggarkan perhatiannya pada Diona. Karena Bayu melihat Diona menikmati hidupnya. Tapi berbeda dengan Mitsi, Bayu punya harapan masa depan dengan gadis itu. Terpaksa Bayu meninggalkan Mitsi untuk beberapa waktu karena kepergiannya ke Italy. Bayu datang bersama Aran pada peresmian perusahaan teman ayahnya. Bim Dirgantara meresmikan perusahaan barunya di Italy.


"Selamat ya om, atas perusahaan barunya." kata Bayu yang berdiri berdampingan dengan Aran.


"Om senang kalian bisa datang. Kalian bisa makan siang bersama om besok?" tanya Bim sambil memperhatikan dua pria yang pandai dalam berbisnis itu.


"Maaf, saya sudah ada janji." kata Aran cepat.


"Sepertinya saya bisa om." Bayu tidak enak pada Bim. Lagi pula dia tidak punya janji. Dia hanya akan menengok Diona, tapi itu bisa di lakukannya setelah urusannya selesai.


"Baiklah om tunggu besok." Bim berkata sambil menepuk bahu Bayu. Dia pun berlalu menemui koleganya yang lain. Bayu dan Aran kembali ke hotel untuk beristirahat. Mereka menempati kamar yang berbeda. Besoknya dengan santai Bayu bangun siang.. Dia merasa percuma keluar kamar pagi-pagi. Janji makan siang masih lama. Untuk bertemu Diona pun tidak mungkin, Diona sekolah. Tidak terpikir oleh Bayu untuk menghubungi Diona. Dia terbiasa hadir tiba-tiba di depan gadis itu. Bayu menggunakan waktunya untuk bekerja hingga tiba waktunya untuk keluar memenuhi janji. Ketika melewati kamar Aran sepertinya sepupunya tidak ada di sana. Bayu teringat Aran mengatakan punya janji hari ini. Bayu pun menuju tempat janji makan siangnya. Di carinya sosok Bim tapi tidak dilihatnya. Bayu pun bertanya pada pelayan yang kemudian mengantarkannya pada sebuah meja yang telah di tempati seorang gadis.

__ADS_1


"Selamat siang, saya Alenza Dirgantara. Papa meminta saya untuk mewakili acara makan siangnya dengan anda." sapa gadis itu sambil berdiri. Bayu langsung mengerti ini jebakan. Rupanya Bim ingin mengenalkan putrinya pada Bayu. Lebih tepatnya menjodohkan. Pantas saja ayah berkeras Bayu harus mewakilinya.


"Saya Bayu Langit, senang berkenalan dengan putri om Bim." jawab Bayu ramah. Terpaksa dia jalani makan siang itu. Pantas Aran menolak, apa dia sudah tau hal ini?


"Silahkan duduk." Alenza tersenyum manis. Dia memperhatikan pria pilihan papanya. Tinggi, tampan dan pria yang tau apa yang diinginkannya. Bayu duduk dan berusaha menjaga sikap walau dia kesal.


"Boleh saya panggil mas, kita kan tidak bicara bisnis." Alenza berani mengambil langkah.


"Silahkan kita santai saja." Buat Bayu yang seperti ini sudah biasa meskipun dia tidak suka. Banyak kolega ayahnya yang mengenalkan putrinya. Bayu tidak pernah menanggapinya. Pikirannya belum setuju untuk mencari pasangan. Mereka memilih menu makan siang. Sambil menunggu pesanan datang Alenza berperan aktif, karena dia ingin tau tentang Bayu.


"Tidak lama, saya akan segera pulang." jawab Bayu sopan. Dia lihat Alenza gadis yang cantik, masih sangat muda. Rupanya Bim mulai mengatur masa depan putrinya. Mendengar jawaban Bayu Alenza kecewa. Dari awal Bayu benar-benar santai, tidak menunjukan rasa tertarik padanya.

__ADS_1


"Mas Bayu sudah punya pasangan?" Alenza ingin tau.


"Jujur pasangan belum, tapi pilihan sudah." jawab Bayu apa adanya. Semangat Alenza harus di patahkan, agar tidak berkelanjutan.


"Maksudnya?" Alenza terkejut, tapi dia berharap.


"Alenza, untuk usia saya tidak lagi mencari kekasih. Tapi mencari istri, dan saya punya standard sendiri untuk istri saya " Bayu berhenti karena pesanan mereka datang.


"Apa standardnya?" Alenza merasa tertantang.


"Istri saya harus bisa memasak, mengurus rumah dan anak. Dia juga harus bisa menunjang pekerjaan saya. Tidak sulit sebenarnya tapi itu istri yang saya butuhkan. Kalau istri yang hanya untuk senang-senang dan di manjakan saya tidak berminat." pikiran Bayu sudah tertuju pada satu orang. Mitsi. Itu sebabnya dengan yakin Bayu menjawab sudah punya pilihan.

__ADS_1


"Tapi bukannya istri itu harus di sayang dan di manjakan. Untuk apa suami bekerja kalau bukan untuk menyenangkan istrinya?" Alenza tidak terima dengan pikiran Bayu.


"Maaf ya Alenza, setiap pria punya kriteria masing-masing. Tapi saya ingin istri yang mengerti akan tanggung jawabnya. Bukan berarti saya tidak mau menyenangkan dan memanjakan istri saya. Pasti saya akan buat istri saya bahagia. Karena itu tanggung jawab saya sebagai seorang suami. Namun suami istri itu punya peran masing-masing." kata Bayu tegas. Alenza terdiam, berusaha mencerna perkataan Bayu yang tegas tadi.


__ADS_2